Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 184 Dinner Pertama


__ADS_3

"Keluar?" Rena mengulangi ucapan Ans.


"Ya, tante boleh kan?" Ans meminta kepastian.


"Bagaimana pi, apa boleh Almira pergi bersama temannya?" Rena bertanya kepada suaminya, meminta izin untuk putrinya.


Reyhan terdiam, sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu.


"Sepertinya pria ini baik, bukankah Almira putriku telah dewasa, dan mungkin ini saatnya bagi putriku untuk menjalin hubungan dengan seorang pria," Batin Reyhan.


Walau dalam keadaan tidak bisa melihat, Reyhan masih bisa mengenali gelagat orang lain, baik atau buruk.


Dan itu benar adanya, Ans memang orang yang baik, naluri nya lembut. Hanya saja dendam yang telah di sematkan sedari kecil oleh Fanny terlalu mendarah daging hingga membuatnya seketika berubah.


Sementara yang lainnya, termasuk Almira menunggu jawaban dari Reyhan dengan dada yang berdebar-debar.


Reyhan menghela napas panjang lalu berkata.


"Baiklah, aku izinkan putriku pergi bersamamu malam ini, tapi kau harus menjaga keselamatannya, jangan sampai sesuatu yang tidak baik terjadi kepadanya." Reyhan mengijinkan namun memberikan persyaratan.


"Baik, Om dan tante tenang saja, Aku pasti akan menjaga Almira dengan baik."janji Ans bersungguh-sungguh.


Almira tersenyum senang mendapatkan izin dari kedua orang tuanya.


"Cepatlah ganti pakaianmu!" Rena menyuruh putrinya untuk berganti pakaian.


"Baik mi!" jawab Almira lalu bergegas memasuki rumahnya.


Dengan Berlari-lari| kecil, Almira memasuki rumahnya. Seulas senyum menghiasi bibirnya.


Sementara itu, Ans mengobrol dengan Reyhan dan Rena, hingga beberapa menit kemudian Almira telah berada di sana kembali dengan menggunakan gaun mini berwarna pink abu-abu kesukaannya.


Ans menatap Almira dengan penuh hasrat, naluri nya sebagai pria playboy kembali merekah. Namun, dengan cepat ia menyembunyikannya. Di karenakan ia tidak ingin kedua orang tua Almira Merasa curiga kepadanya.


"Kau sudah siap?" tanya Ans kepada Almira untuk mengurangi rasa terpana atas kecantikan Almira.


"Iya, akau siap!" jawab Almira dengan senyum yang merekah di bibir merah merona nya.


"Almira!" panggil Reyhan kepada putrinya.


"Ya, pi, ada apa?" Almira menyahut sekaligus bertanya.


"Pergilah nak, tapi ingat pulang jangan terlalu malam." pesan Reyhan.


Di dalam hatinya ia ingin sedikit membebaskan Almira dari peraturannya yang selama ini ia terapkan. Dan Almira tidak pernah membantahnya.

__ADS_1


"Terimakasih pi." ucap Almira seraya mendekat ke arah ayahnya, kemudian berjongkok seraya mencium tangan ayahnya.


Reyhan membalas dengan mengelus kepala putrinya dengan penuh kasih sayang.


"Nak Ans, tante titip Almira ya, jaga dia baik-baik!" Rena kembali mengingatkan Ans.


"Baik tante." jawab Ans segera.


Setelah berpamitan Ans dan Almira pun pergi, melangkah ke luar dari halaman rumah itu.


Sedangkan Rena hanya bisa memandang kepergian putrinya dengan Harap-harap cemas. karena ini pertama kalinya Almira pergi dengan teman lelakinya.


Ans segera membuka pintu mobil dan mempersilahkan Almira duduk di kursi depan.


Almira melayangkan senyuman ke arah Ans dengan berkata.


"Thanks Ans."


"Sama-sama." Jawab Ans dengan segera menutup pintu mobil dan berlari menuju ke kursi kemudi nya.


Ans memakai sabuk pengaman, untuk keamanan dirinya. Sementara itu, Almira mengalami kesulitan untuk memakai sabuk pengaman tersebut.


"Kenapa susah?" tanya Almira kepada Ans. Padahal tangannya telah berkali-kali mencoba memakainya, namun, sabuk itu tetap saja terlepas.


"Biar ku bantu." ucap Ans dengan mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Almira.


"Selesai!?" ucap Ans.


Dan tanpa sengaja ia memalingkan kepalanya ke samping membuat wajahnya dan wajah Almira bertemu. Almira yang saat itu juga membalas menatap wajah Ans merasakan jantungnya berdegup kencang.


DEGH.


DEGH.


DEGH.


Bunyi detak jantung Almira seakan bisa di dengar oleh dirinya sendiri, mengingat posisi mereka yang sangat berdekatan. Begitupun dengan Ans, ia merasakan hal yang sama. Walaupun selama ini ia telah di cap sebagai seorang playboy sejati.


Ans yang telah terbiasa memulai terlebih dahulu, mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Almira. Namun, Almira yang seolah mengerti apa yang akan dilakukan oleh Ans segera memalingkan wajahnya ke samping, dan membuat Ans mengerti kalau Almira bukanlah seperti wanita yang sering ia jumpai selama ini.


"Maaf." ucap Ans seraya kembali kepada posisinya semula dengan rasa malu yang mulai melanda didalam hatinya.


"Terimakasih atas bantuannya." jawab Almira tanpa menyinggung apa yang akan hampir terjadi sebelumnya.


Jujur, Almira pun merasakan gugup yang tidak terhingga.

__ADS_1


Ans hanya mengangguk, ia merasakan sesuatu yang berbeda dari Almira. Tidak seperti para wanita lain yang akan langsung bertekuk lutut dengan ketampanan yang dimiliki oleh Ans.


Jika saja Almira sama seperti wanita yang lainnya, maka ia pasti akan ikut terlena dengan gerakan Ans tadi.


Kemudian Ans menjalankan mobilnya menuju suatu tempat.


"Kalau malam mingguan biasanya pergi ke mana?" Ans membuka percakapan terlebih dahulu, karena sejak tadi Almira hanya terdiam.


"Tidak pernah malam mingguan." jawab Almira singkat. Ia masih menundukkan kepala karena masih merasa malu dengan apa yang hampir terjadi sebelumnya.


"Malam minggu biasanya pergi bersama pacar kan?" Ans mencoba mengenali Almira lebih dekat. Sedangkan tangannya masih sibuk menyetir.


Mendengar pertanyaan dari Ans, membuat Almira menjawabnya hanya dengan Mengangguk kan kepala.


"Maksudnya malam mingguan di rumah?" Ans mencoba menerka-nerka.


"Tidak juga," sahut Almira yang langsung mendapat senyuman dari Ans.


Ans tersenyum karena ia tahu kalau dari jawaban Almira, wanita itu sedang tidak menjalani hubungan dengan pria mana pun.


"Sebenarnya kau ingin mengajak ku kemana? " kini giliran Almira yang bertanya.


"Malam ini kita Dinner," jawab Ans seraya melirik ke arah Almira yang terlihat bingung dengan jawabannya.


"Mengerti apa itu Dinner?"


Almira menggelengkan kepalanya dan membuat Ans tertawa.


"Kenapa tertawa? ini pertama kalinya aku di ajak Dinner sama orang." Almira menekuk wajahnya, ia cemberut.


"Setahumu, Dinner itu sama lawan jenis atau sesama jenis?" Ans kembali terkekeh. Ia sengaja menanyakan hal itu untuk sekedar menggoda Almira.


"Ya sama lawan jenis lah, kalau sesama jenis itu namanya ngerumpi." jawab Almira juga ikut terkekeh.


Suasana yang sempat tegang kini mulai mencair kembali.


"Ini, kita menurutmu Dinner apa bukan?" Ans kembali bertanya.


"Dinner, dan ini Dinner pertama ku." jawab Almira lalu tertawa lebar.


"Kenapa tertawa, apakah aku ini lelucon?"


"Kau bukan lelucon, tapi kau ini lucu, kau sendiri yang mengatakan padaku kalau kita akan Dinner malam ini dan kau pula yang bertanya dengan bahan yang sama." jawab Almira masih dengan tawa khasnya.


Ya, di katakan khas karena memang hanya Almira yang memiliki tawa tersebut.

__ADS_1


Mendengar celoteh Almira, membuat Ans pun ikut tertawa. Tangannya masih tetap menyetir mengemudikan mobilnya, sedangkan pandangannya sesekali tertuju kepada wanita yang sedang duduk di sampingnya.


__ADS_2