Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 114 Rere Almira Winata


__ADS_3

" Apa? aku tidak salah dengar?" Reyhan terperanjat ketika mendengar pernyataan dari kakaknya.


" Kau sudah gila? apa kau tidak bahagia dengan rumah tanggamu?" mommy Rita pun menggertak nya.


Arjuna yang saat itu telah berada di rumah Reyhan, hanya bisa terdiam menerima gertakan dari ibu dan adiknya.


Ya, memang Arjuna dan Dhita sepulang dari rumah Citra, tidak langsung pulang ke mansion mereka. Melainkan mereka lebih memilih pergi ke rumah Reyhan untuk membahas masalah pernikahan keduanya.


Dan apa yang terjadi?.


Semua orang yang berada di sana justru malah menyalahkan dirinya. Termasuk mommy Rita yang saat itu kebetulan sedang berada di sana, untuk menjenguk cucunya yang beberapa bulan yang lalu di lahirkan.


Rere Almira Winata, itulah namanya.


" Ini seribu persen bukan salahku mom," Arjuna berusaha membela diri.


" Telah terbukti salah masih saja mengelak!" celoteh mommy Rita, di dalam hatinya ia merasa sangat kesal dengan kelakuan putranya.


" Ada-ada saja, istri sedang hamil bukannya menjaga sebagai suami siaga, malah ingin menikah lagi." Reyhan pun ikut mengumpat.


Karena seingatnya, sebagai suami yang baik harus bisa menjaga dan melindungi istri dan calon buah hati mereka, bukan menikah lagi dan menambah masalah.


" Maaf mom, Rey ini semua bukan salah mas Ar, ini semua atas permintaanku!" Dhita yang tidak tega melihat suaminya di gertak oleh ibu mertua dan adik iparnya, segera angkat bicara.


" Apa?" untuk yang kedua kalinya mommy Rita dan Reyhan terperangah.


Mendengar pernyataan dari istri putranya membuat mommy Rita dan Reyhan tidak habis pikir.


" Apa sebenarnya yang berada di dalam pikiranmu?" tanya mommy Rita dengan tatapan membingungkan.


Bagaimana tidak akan bingung, jika seorang suami di paksa menikah lagi oleh istrinya sendiri. Karena pada kenyataannya, justru banyak para suami yang memaksa sang istri agar mengijinkannya menikah lagi.


" Aku hanya tidak tega saja mom, Citra sakit-sakitan dan itu karena diriku," jawab Dhita apa adanya, karena memang hal itu yang sedang ia rasakan.


" Kasihan boleh, asal jangan sampai kau mengorbankan pernikahanmu, bagaimana jika nanti setelah mereka menikah suamimu lebih menyayangi wanita itu dari pada kau dan bayimu." mommy Rita mencoba memberikan pengertian kepada menantunya.


" Oh tidak mungkin mom, tidak mungkin aku lebih memprioritaskan dia dari pada istri dan anakku." tukas Arjuna menyela pembicaraan ibunya.

__ADS_1


" Aku percaya mom, mas Ar bisa bersikap adil kepada kami berdua," jawab Dhita.


Mendengar jawaban menantunya, membuat mommy Rita menghela napas panjang.


" Baiklah, jika itu telah menjadi keputusanmu, semoga saja kau tidak menyesal," ucap mommy Rita sembari mengusap perut buncit Dhita.


Mommy Rita sangat bersyukur, kedua putranya mendapatkan wanita yang baik. Wanita yang sangat mencintai kedua putranya.


Dengan lembut mommy Rita mengelus perut Dhita. Dan ia pun berdoa dalam hati agar menantu dan calon cucunya selalu di berikan kesehatan.


" Besok setelah menikah, aku ingin agar Citra ikut dengan kita mom, bagaimana?" Dhita meminta persetujuan dari ibu mertuanya.


" Terserah kau saja!" mommy Rita pasrah.


" Jadi orang jangan terlalu baik kak, bisa saja suatu saat nanti mereka akan menikammu dari belakang." Reyhan mengingatkan Dhita yang hanya di balas dengan senyuman.


Sedangkan Arjuna hanya duduk diam di sebelah istrinya.


" Mom, boleh aku titip Rere sebentar, susunya habis, aku ingin membuatnya lagi." ucap Rena menyela pembicaraan mereka, ia yang saat itu baru saja keluar dari dalam kamarnya.


Namun Rena masih bisa mendengar seputar obrolan mereka, dan ia hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar keputusan sahabatnya.


" Sayang, cucu Oma, apa kabar hari ini ?" mommy Rita menyapa bayi cantik yang berada di dalam pangkuannya.


Bayi itu hanya menggeliat menggerakkan tangan dan kakinya, mengerjap-ngerjapkan kedua matanya sambil tersenyum menatap ke arah dimana datangnya cahaya.


Dhita dan Arjuna yang melihat bayi mungil itu, merasa sangat bahagia, ingin sekali rasanya sang buah hati mereka segera lahir ke dunia.


" Jika satu saja telah menjadi sebahagia ini, apalagi dua," gumam Arjuna seraya menatap lekat ke arah bayi mungil Rere.


" Maka kau tidak akan pernah merasa kesepian, setiap hari kau akan sibuk mengganti popok bayi-bayi mu." Reyhan berseloroh sembari tertawa karena merasa geli membayangkan disetiap hari kakaknya akan menghabiskan banyak waktu untuk melayani kedua buah hatinya kelak.


" Dan mommy bersiap-siap saja akan menanggung semua urusan di kantor, karena kakak ku ini tidak akan bisa meninggalkan bayi-bayi nya, dia akan cuti sampai kedua bayinya bisa memakai popok sendiri! " lanjut Reyhan masih dengan selorohannya.


Dhita yang mendengar semua itu, tersenyum tersipu malu.


" Hust, kau ini ada-ada saja, cepat gendong putrimu, aku tidak yakin kau bisa melakukannya," Arjuna ingin melihat Reyhan benar-benar membuktikan ucapannya, bukan hanya membual.

__ADS_1


" Lihatlah!" Reyhan meraih tubuh putrinya yang mungil dari pangkuan mommy Rita, kemudian menggendongnya dengan penuh kasih sayang. Terlihat sangat cekatan sekali.


Bayi cantik itu hanya menggeliat menggerakkan tangannya ke kanan dan ke kiri.


" Eeeaaakkkk... eeeaaakkkk...." suara bayi itu terdengar sangat merdu.


" Wih, papa Reyhan hebat juga ya," Arjuna memuji adiknya yang cekatan dalam menggendong putrinya.


" Ini semua berkat Rena yang selalu mengajariku!" ucap Reyhan sambil menimang-nimang putrinya.


Reyhan dan Rena memang tidak ingin mempekerjakan seorang Babysitter, dengan alasan mereka ingin menikmati momen-momen indah bersama putrinya. Sebuah momen yang tidak akan pernah bisa mereka ulang kembali.


Tak lama kemudian, Rena datang dengan membawa sebuah botol susu di tangannya.


" Uh, putri mama, anteng-anteng saja!" Rena meraih putrinya, lalu menyodorkan botol susu itu kedalam mulut putrinya.


" Cupp cup cup MMM..MMM..!" Bayi cantik mungil bernama Rere Almira Winata itu segera menyedot botol susu yang di berikan ibunya.


" Uh, rupanya putri mama haus sekali!" seru Rena sambil memegang DOT berisi susu tersebut.


Rere hanya mengerjap-ngerjapkan kedua matanya. Dhita yang melihat bagaimana bayi mungil itu sedang menikmati susu formula buatan ibunya, segera meraih bayi itu dan memangkunya dengan penuh kasih sayang.


" Ih, lucu sekali!" gumam Dhita sembari tersenyum.


" Almira!" panggilnya.


" Bukan Almira, tapi Rere!" tukas Rena dengan segera, rupanya ia tidak suka jika nama panggilan putrinya diganti. Karena nama Rere adalah kependekan dari Reyhan dan Rena.


" Cih, kenapa kalau di panggil Almira, bagus juga kan, cantik kan!" Dhita sengaja menggoda sahabatnya.


" Pokoknya Rere, titik!" Rena masih bersikukuh.


" Okelah, Rere, kalau di panggil Almira nanti minta diganti nama panggilannya," seloroh Dhita.


Yang langsung membuat Rena terkekeh, karena ia mengingat waktu dulu, ketika dirinya baru saja tinggal di kota itu.


Rena juga mengganti nama panggilan sebelumnya, Fika menjadi Rena. Keduanya sama-sama tertawa mengingat akan hal itu.

__ADS_1


Dan membuat semua orang keheranan menyaksikan tingkah laku dua wanita itu.


__ADS_2