
Semenjak sakit arjuna jarang bertemu dhita, mereka hanya melakukan VC untuk melepas rindu.
Hari hari dhita kini menjadi sangat sibuk, apalagi ia harus menangani banyak problem di toko buku yang di kelolanya. Tentu saja akibat ulah citra yang sengaja menciptakan kekacauan. Untung saja dhita merupakan gadis yang cerdas hingga tak memerlukan waktu lama baginya untuk menyelesaikan masalah.
" Bagaimana apa masalahnya sudah selesai ?" tanya citra yang waktu itu sedang berkunjung ke toko buku miliknya. Ia pura -pura tidak tau.
" Alhamdulillaah citra, semuanya aman terkendali." jawab dhita dengan senyum riang.
" Oh, syukurlah gak salah aku memilihmu." ucap citra pura-pura senang padahal di hatinya ia sangat benci benci dan benci pada dhita.
Citra merasa heran bagaiman mungkin rencana yang ia susun secara matang gagal begitu saja.
Tadinya citra menyuruh beberapa orang preman untuk mencegat dan menggagalkan pengiriman paket bukunya ke suatu daerah. Buku itu adalah buku paket dan LKS untuk sekolah menengah atas.
Dengan gagalnya pengiriman tersebut pasti tokonya akan mengalami penurunan klien. Bahkan ia sangat berharap klien tersebut akan menuntut dhita sebagai manager karna telah teledor dalam pekerjaannya. Citra sengaja memerintahkan kepada dhita agar meminta pada klien untuk membayar di muka ( Transfer bukan COD ). Sehingga dengan mudah para klien menuntut dhita dan meminta pertanggung jawaban.
Bagi citra tidak masalah jika ia harus mengorbankan usaha toko bukunya asal ia bisa mendapatkan arjuna.
" Ngomong-ngomong gimana caranya kamu bisa mengatasi semuanya dengan mudah.?" tanya citra.
" Semuanya berkat mas arjuna, saat aku menelponnya menginformasikan semua problem yang kami alami, dia langsung memerintahkan anak buahnya untuk membantu kami." dhita berhenti sejenak kemudian mengatakan:
" Maaf, aku gak bisa menghubungi mu karna berkali-kali aku menelponmu tapi tetap gak bisa di hubungi, saking paniknya aku terpaksa menghubungi mas arjuna." karna saat itu citra memang sengaja mematikan ponselnya agar dhita tidak bisa menghubunginya.
" Oh, gitu ya udah gak apa-apa yang penting sekarang semuanya udah beres." citra tesenyum.
" Sekali lagi makasih ya.." citra memeluk dhita.
Citra tersenyum, sebuah senyuman yang mengerikan. Telinga nya seakan panas mendengar dhita menyebut arjuna dengan panggilan MAS.
Tak hanya sampai di situ masalah yang harus di hadapi dhita. Karena mengalami kegagalan di rencananya yang pertama, citra melancarkan rencana keduanya.
*
*
*
Sekarang yang ada di dalam pikiran citra hanyalah bagaimana membuat arjuna membenci dhita karna hanya dengan cara itulah ia bisa memisahkan mereka berdua.
Citra berusaha mencari tau titik kelemahan hubungan mereka berdua. Ia teringat akan pembicaraan eza dan arjuna waktu itu.
Pada hari itu arjuna sedang bertamu kerumah eza dan mereka membicarakan tentang hubungan dhita dan andrian. Saat itu dhita masih belum nenerima arjuna sebagai kekasihnya.
__ADS_1
Tanpa membuang-buang waktu lagi citra segera mencari informasi sedekat apa hubungan dhita dan andrian. Karna teknologi begitu canggih dengan sangat mudah citra mendapatkan apa yang ia inginkan.
Citra mencari tau semua informasi tentang akun dhita di internet. Di medsos, FB dn juga twitter, akun dhita yang bernama Dhita Forever, akun ini di pakai ketika dhita masih menjalin hubungan dengan andrian.
" Ini bisa ku jadikan tameng untuk memprovokasi dhita pada arjuna ." ucap citra girang saat mengotak - atik laptopnya, ia menemukan beberapa potret dhita bersama andrian yang sedang berpacaran dulu, mereka terlihat sangat romantis.
" Hati arjuna pasti akan panas melihat semua foto-foto ini." ucapnya lagi, tersenyum sinis.
Bagaimana tidak akan panas jika melihat foto kekasihnya bermesraan dengan pria lain, walaupun itu hanyalah kenangan masa lalu tetap saja yang namanya cemburu tetap akan jadi cemburu sampai kapanpun.
Tanpa berpikir panjang lagi citra segera beraksi. Ia berusaha mengHack akun milik dhita tanpa di sadari oleh pemiliknya bahwa akun nya sedang di retas.
Citra memposting foto-foto tersebut di sosmed yang dalam sekejap saja telah berhasil di unggah dan banyak pula orang yang melihatnya termasuk arjuna.
Foto-foto tersebut mendadak viral. Ada netizen yang berkomentar baik dan ada pula hakers yang menghujatnya.
*
*
*
Sementara itu arjuna mengepalkan tangan menahan amarah yang membakar jiwanya. Ketika ia melihat foto kekasihnya bersama pria lain yang tak lain dan tak bukan adalah rekan bisnisnya sendiri.
Arjuna membanting semua barang yang ada di atas meja kerjanya. Ruangan yang tadinya bersih dan rapi, kini dalam sekejap telah berubah menjadi porak-poranda.
" Ku pikir kau wanita sholeha yang takut akan azab Allah, tapi ternyata kau tak lebih dari seorang *******." umpat arjuna penuh amarah.
" Rupanya kau hanya berpura-pura mencintaiku hanya untuk kau jadikan pelarian saja, dan kau masih menyimpan perasaan pada pria lain." arjuna mengira itu adalah potret dhita dan andrian saat ini.
Di luar ruangan dhita sedang berdiri hendak membuka pintu. Ia sengaja datang ke kantor kekasihnya untuk mengantar bekal makan siang. Dhita ingin mengucapkan rasa terimakasihnya secara langsung.
Saat membuka pintu.
" Mas..." dhita terkejut melihat seisi ruangan yang seperti kapal pecah.
" Mas ada apa ini ?" dhita mendekati arjuna berusaha mencari tau apa yang terjadi.
" Pergi." sentak arjuna dengan penuh amarah. Menatap dhita dengan tatapan yang mengbunus.
Dhita tersentak kaget.
" Mas Ar..."
__ADS_1
" Ku bilang pergi, dan jangan pernah menginjakkan kakimu lagi ditempat ini." tangannya menunjuk ke arah pintu.
Dhita yang kebingungan tertegun dengan perubahan sikap kekasihnya.
" Salah ku apa mas ? mengapa kamu jadi seperti ini ?" tanya dhita penuh kebingungan. Bulir bening mulai membasahi pipinya.
" Simpan saja air mata buaya mu, aku tidak tertarik untuk melihatnya." arjuna membelakangi dhita, walau bagaimana pun ia tidak akan pernah tega melihat orang yang sangat di cintainya menangis walau saat itu ia berada dalam kemarahan yang sangat besar sekalipun.
" Mas..." suara dhita terhenti saat ia melihat foto dirinya bersama andrian di laptop sang kekasih. " Mengapa bisa ada disini, bukankah aku telah menghapusnya ?" pikir dhita di dalam hatinya.
Arjuna berbalik menghadap dhita yang sedang tertegun menatap layar laptop.
" Mas, aku bisa jelasin semua ini." ucap dhita.
" Nggak ada lagi yang perlu di jelaskan karana semuanya sudah jelas dan nyata." ucap arjuna, kedua matanya memerah karna amarah.
" Lebih baik kau pergi sekarang sebelum aku menyuruh satpam untuk menyeret mu." arjuna kembali menunjuk ke arah pintu.
" Tapi mas...mas Ar.." ucap dhita dalam tangisnya.
" Pergi..." sekali lagi arjuna berteriak penuh amarah dan kali ini suaranya lebih menggelegar memenuhi seluruh ruangan.
Dengan hati penuh kecewa dhita pergi meninggalkan ruangan tersebut. Ia tak ingin membuat arjuna semakin bertambah marah.
Ketika dhita baru saja melangkah ke luar ada beberapa karyawan yang sedang membicarakan dirinya.
" Sayang sekali canti-cantik suka selingkuh, kurang apa tuan arjuna, dia tampan dan juga kaya raya." ucap salah seorang karyawan dengan tatapan sinis.
" Ya, kasihan sekali tuan arjuna padahal dia orang baik, seandainya saja dia mau melirik aku, pasti akan ku buat dia bahagia seumur hidupnya." Timpal yang lainnya. Memang arjuna banyak diidamkan oleh para wanita.
" Dasar ******* di kasih enak malah selingkuh."
" Eh , tapi cowok itu bukannya pak andrian ya..bukankah dia udah punya istri ?"
" Ya pak andrian udah punya istri dan sedang hamil saat ini ."
" Kasihan sekali."
Karyawan tersebut terus saja menghujat dhita, sedangkan dhita tidak dapat berbuat apa-apa. Dhita berjalan dengan di iringi setiap tatapan mata yang begitu membencinya.
Jangan di tanyakan kenapa dhita pergi ke kantor arjuna, itu karna citra yang telah menyarankan dirinya untuk menjebak dhita agar menjadi pelampiasan kemarahan arjuna.
Di balik dinding citra tersenyum penuh kemenangan. Strateginya berjalan mulus.
__ADS_1