
" Selamat Za, kami ikut bahagia mendengarnya." ucap Arjuna saat mereka tiba di ruang perawatan VVIP yang ditempati oleh Puri.
" Thankyou so much." jawab Eza sambil merangkul sahabatnya.
" Semoga kalian selalu menjadi pasangan yang bahagia!" ucap Dhita.
Tak lama kemudian Puri pun tersadar, keadaannya yang lemah membuat dirinya terlihat pucat.
" Aku dimana?" tanya Puri lirih, seingatnya ia masih berada di ruanG KUA.
" Kamu pingsan, makanya kami membawa mu ke rumah sakit." jawab Dhita sambil memegang tangan sahabatnya berusaha menguatkan.
" Pingsan, bagaimana mungkin?" tanya Puri lagi, kepalanya masih terasa pusing.
" Kamu hamil sayang, makasih ya sudah bersedia menjadi ibu dari calon anakku." ucap Eza mendekati istrinya, lalu mengecup kening Puri yang masih terlihat lemah.
" Hamil?" gumam Puri haru, tak terasa air mata kebahagiaan menetes di sudut matanya .
" Ya, mulai sekarang kamu akan menjadi seorang ibu, jagalah kesehatanmu baik-baik!" pesan Arjuna sebelum mereka berpamitan.
" Terima kasih ya," jawab Puri.
Setelah agak lama akhirnya Arjuna dan Dhita pamit, karena masih ada banyak hal yang harus mereka lakukan.
*
*
*
Sedangkan di rumah Reyhan di adakan pesta besar-besaran, untuk merayakan pernikahan nya.
Terdapat dua buah pelaminan yang di dekorasi dengan mewah. Pak Teddy sengaja untuk merayakan pernikahan kedua putranya bersama-sama, walau sebelumnya mommy Rita sempat menolak namun pak Teddy tetap bersi keras untuk merayakan pesta pernikahan kedua putranya dalam satu tempat, yaitu rumah beliau sendiri.
Akhirnya mommy Rita terpaksa menyetujui keinginan mantan suaminya tersebut. Tentu saja dengan persetujuan dari Arjuna, bahkan Arjuna mengarahkan semua tamu undangannya yang telah terlanjur tersebar untuk hadir di pesta tersebut.
Melalui sebuah Email Arjuna mengirim notifikasi perubahan mengenai tempat acara pesta pernikahannya yang di selenggarakan di rumah pak Teddy, ayah kandungnya.
Sepulang dari rumah sakit Arjuna langsung membawa Dhita, wanita yang baru saja ia nikahi ke Bridal salon untuk merias diri masing-masing.
__ADS_1
Sementara itu Di rumah pak Teddy para tamu undangan mulai berdatangan. Suasana begitu meriah hingga membuat semua yang hadir ikut merasakan kebahagiaan yang terpancar dari sepasang pengantin yang tengah duduk di atas pelaminan. Reyhan dan Rena, rupanya mereka telah mengganti pakaian pengantin yang mereka pakai di acara ijab kabul tadi pagi.
Keduanya terlihat sangat bahagia tak henti-hentinya mempelai wanita menebar senyum indahnya ke setiap sudut ruangan, dan mempelai pria selalu menatapnya dengan penuh kekaguman.
" Kau cantik sekali," puji Reyhan kepada istrinya yang terlihat malu-malu mendapat tatapan intens dari suaminya.
" Kau juga terlihat tampan." jawab Rena memuji kembali suaminya yang memang terlihat tampan dan gagah.
Sambil menikmati hidangan yang di suguhkan, para tamu berbincang-bincang sambil sesekali melirik kearah pengantin di pelaminan. Mereka memuji keserasian pasangan tersebut.
Tiba-tiba saja mereka di kejutkan oleh kehadiran sepasang pengantin yang lain, tampak mereka baru saja keluar dari mobil di iringi oleh beberapa pengawal pria dan wanita.
Para tamu mengalihkan pandangannya ke arah pasangan pengantin yang baru saja hadir tersebut, semua mata yang memandang tak hentinya hentinya mengagumi pasangan pengantin.
Arjuna menggandeng Dhita menuju ke pelaminan yang berdampingan dengan pelaminan yang sedang di duduki oleh Reyhan dan Rena.
Para tamu menyalami keduanya sambil memberikan ucapan selamat, terlebih keluarga kedua pasang mempelai benar-benar merasa sangat bahagia.
" Aku benar-benar beruntung bisa menyaksikan pernikahan kedua putraku sekaligus." ucap Pak Teddy penuh rasa bahagia.
Semua besannya, yaitu kedua orang tua Rena dan juga Dhita ikut merasakan kebahagiaan tersebut.
Bastian David Dharmendra, ya kata yang disingkat DMD adalah Dharmendra. Bastian telah merencanakan sesuatu untuk menghancurkan kehidupan Arjuna.
" Berbahagialah kalian Karna sebentar lagi kalian tidak akan memiliki waktu untuk tersenyum." gumam Bastian dengan senyum sinis di bibirnya.
Sebelumnya ia telah menyusun strategi yang ia pastikan tidak akan gagal lagi, mengingat
selama ini rencananya selalu gagal untuk menghancurkan Arjuna.
Derrrttt
Derrrtt
ponsel Andrian berbunyi.
" Hallo, siapkan segalanya jangan sampai gagal lagi!" ucap Bastian lalu menutup panggilan di ponselnya tanpa menunggu jawaban dari orang yang menelponnya.
Kemudian dengan menahan segala rasa amarahnya, Bastian melangkah menuju pelaminan yang langsung di sambut oleh Dhita dengan penuh rasa hormat. Mengingat Bastian adalah bos nya di perusahaan tempat ia bekerja
__ADS_1
" Congrats on your wedding!" ucap Bastian dengan senyum yang ia paksakan sambil mengulurkan tangannya ke arah Arjuna dan juga Dhita secara bergantian.
" Thankyou Boss." jawab Dhita sambil menerima uluran tangan Bastian. Begitu lama Bastian menggenggm erat tangan Dhita hingga membuat Arjuna INSECURE.
" Ehheemmm...Ehheemmm!" Arjuna berdehem. membuat Bastian melepaskan genggaman tangannya.
Sedangkan Dhita hanya tersenyum melihat gelagat suaminya.
Tanpa berpikir panjang lagi Bastian langsung menghampiri pasangan pengantin yang lain. Setelah selesai ia pun langsung turun dari pelaminan lalu menghilang di balik kerumunan para tamu.
" Lain kali jaga sikap, ingat kau itu sudah bersuami!" ucap Arjuna dengan wajah kesalnya menatap Dhita dengan intens.
" Ya, maaf mas bukan maksud ku untuk membuatmu cemburu," jawab Dhita masih dengan senyum geli di bibirnya.
" Mungkin setelah ini kau harus menutup wajah mu kemana pun kau pergi, agar tidak ada pria lain yang menikmati kecantikan mu selain diriku." ucap Arjuna dengan tegas membuat istrinya melotot.
" Hah, kok gitu sih mas, ini namanya tidak adil." gerutu Dhita dengan bibir yang mengerucut.
" Ya, semua tergantung dari hasilnya," Arjuna masih menggoda istrinya.
" Hasil apa mas?" tanya Dhita dengan cepat.
" Hasil dari caramu bisa memuaskan diriku atau tidak ," lanjut Arjuna.
" Jadi kau menantang ku mas?" Dhita dengan senyuman sensual.
Arjuna tidak menjawab melainkan menatap Dhita dengan penuh minat.
Karena baru pertama kalinya ia melihat Dhita tersenyum dengan cara sensual. Sungguh membuat dirinya sangat tergoda.
Menyaksikan putrinya yang sedang berbahagia, pak Setyo dan bu Safitri tak henti-hentinya mengucap Syukur.
" Syukurlah Bu, tidak sia-sia selama ini kita mendidik putri kita menjadi pribadi yang mengagumkan," ucap pak Setyo, air mata mulai berlinang di pelupuk netranya.
" Iya pak, ibu juga merasa sangat bangga kepada putri kita, semoga lelahnya menjadi lillah ya pak," jawab bu Safitri tetes air mata mulai mengalir di pipinya melihat kebahagiaan putri tunggalnya.
" Amiin." pak Setyo mengangkat kedua tangannya lalu mengusapkan ke wajahnya.
Sedangkan di luar sana terdengar suara ribut-ribut. Rupanya Citra yang merasa tidak terima dengan keputusan Arjuna.
__ADS_1
" Biarkan aku masuk, pria itu tunangan ku, Arjuna.... Ar, Arjuna...!" teriak Citra berharap Arjuna akan menemuinya.