
Pagi itu suasana terasa berbeda dari hari-hari sebelumnya, suara tangis kedua baby twins terdengar memenuhi ruangan rumah sakit, tempat Dhita di rawat menjalani masa pemulihan.
" Berikan ASI eksklusif kepada kedua bayimu Nyonya!" ucap seorang perawat yang bertugas merawat kedua baby twins.
Karena kondisi Dhita yang semakin membaik, ia di anjurkan untuk memberikan ASI eksklusif untuk kedua bayinya agar mereka memiliki kekebalan tubuh yang kuat.
" Baiklah suster!" ucap Dhita seraya meraih salah satu dari bayi kembarnya.
Dan Ardhi Calvin Dharmendra nama untuk baby boy, ia mendapat urutan yang pertama untuk menikmati ASI eksklusif dari ibunya.
Setelah dikira cukup, perawat itu mengambil baby boy, lalu memberikan baby girl untuk mendapatkan ASI eksklusif juga dari ibunya.
Diana Pratiwi Dharmendra, nama untuk baby girl.
Baby girl terlihat sangat lahap menikmati ASI eksklusif dari ibunya, hingga membuat ia tersedak.
Melihat hal itu perawat yang bertugas khusus menjaga kedua baby twins, segera meraih baby girl dan meletakkannya kedalam baby box, bersama dengan baby boy.
" Saya kira sudah cukup nyonya!" ucap perawat itu lalu hendak mendorong baby box, namun segera di tahan oleh Dhita.
" Maaf suster, bukankah putri saya baru saja menikmati ASI yang saya berikan, saya rasa itu masih kurang." ucap Dhita yang merasa aneh dengan gelagat perawat itu.
" Maaf nyonya, ini sudah menjadi prosedur rumah sakit, jadi biarkan saya membawa kedua baby twins ini untuk kembali ke ruangannya nyonya!" suster itu kembali beralasan.
Mendengar alasan perawat itu, Dhita tidak bisa menahannya kembali, mau tidak mau ia harus membiarkan perawat itu membawa kembali kedua baby twins untuk di kembalikan ke ruang inkubator.
Karena itu adalah prosedur dari rumah sakit.
Tanpa rasa curiga sedikitpun Dhita menatap kepergian perawat itu yang membawa kedua bayinya. Tanpa ia sadari ada sesuatu yang berbeda.
Setelah beberapa saat kemudian.
" Permisi nyonya!" ucap salah seorang perawat yang memakai seragam yang sama dengan perawat yang sebelumnya.
" Iya, ada apa sus?" tanya Dhita dengan tenang.
Perawat itu tampak kebingungan mencari-cari sesuatu yang tidak bisa ia temukan di kamar itu.
__ADS_1
" Ada apa suster?" tanya Dhita kembali, karena perawat itu terlihat kebingungan tanpa menjawab pertanyaan yang sebelumnya.
" Baby twins, dimana mereka nyonya???" perawat itu berbalik bertanya tanpa menjawab pertanyaan dari Dhita.
Dan pertanyaan dari perawat itu, sontak membuat Dhita terkejut.
" Apa maksudmu sus? jelas-jelas kau sendiri yang membawa mereka dari sini!!" Dhita membelalakkan kedua matanya.
" Tidak nyonya, saya meninggalkan baby twins disini, dan belum memberikannya kepada Nyonya, karena saya ada kepentingan dan saya baru kembali sekarang." papar perawat itu.
Ya, memang setelah meletakkan baby box di samping Dhita, perawat itu langsung keluar meninggalkan bayi-bayi itu di sana, dan baru kembali saat ini karena urusannya baru saja terselesaikan.
Mendengar paparan dari perawat itu membuat Dhita berteriak histeris.
" Tidaaaakkk!!!"
Dan teriakan Dhita di dengar oleh Arjuna yang sedang berjalan memasuki kamar itu, rupanya ia baru saja kembali dari luar, karena Dhita sebelumnya Dhita meminta Arjuna untuk membelikan ia sesuatu.
" Ada apa?" tanya Arjuna ketika melihat istrinya menangis meraung-raung seraya memanggil nama kedua baby twins.
Saat itu si perawat telah pergi menemui bagian informasi untuk melaporkan bahwa ada dua bayi kembar yang hilang saat itu.
" Bagi yang menemukan dua bayi kembar yang baru saja hilang di rumah sakit ini, mohon untuk datang ke bagian informasi." seru sang informan mengulangi perkataannya sebanyak tiga kali.
Dan informasi itu membuat semua orang yang berada di rumah sakit itu ikut mencari-cari, siapa tahu mereka bisa menemukan bayi-bayi itu.
Arjuna ikut panik mendengar cerita istrinya, mulai dari si perawat yang datang dengan membawa kedua baby twins mereka, dan perawat itu keluar.
Namun hanya sebentar saja, karena pada detik berikutnya perawat itu kembali dan memintanya untuk memberikan ASI eksklusif kepada kedua bayinya.
" Apakah ada perbedaan dari perawat yang sebelumnya?" tanya Arjuna menelisik.
Dhita berusaha mengingat-ingat.
" Ya, ketika dia kembali lagi, dia telah memakai masker, dan aku mengira dia keluar karena ingin mengambil maskernya yang tertinggal." tutur Dhita di antara Isak tangisnya.
" Kalau begitu ini bukan secara kebetulan, melainkan di rencanakan!" gumam Arjuna.
__ADS_1
Kemudian Arjuna menghubungi seluruh anak buahnya untuk berpencar mencari keberadaan baby twins.
Dan tak lama kemudian, rumah sakit itu telah di penuhi oleh anak buah Arjuna yang berpencar ke segala arah. Bukan hanya di dalam rumah sakit, namun di luar area rumah sakit juga para anak buah Arjuna sigap mencari keberadaan buah hati bos mereka.
Arjuna pun tidak ingin tertinggal, ia juga turun tangan mencari keberadaan buah hatinya. Karena sebelumnya Dhita telah di temani oleh Puri dan Rena yang baru saja tiba menjenguk sahabat mereka.
Sementara itu, wanita yang menyamar sebagai suster merasa panik dan kebingungan karena di setiap ruang bahkan di setiap sudut para anak buah Arjuna selalu siaga mencari keberadaan sang pewaris.
" Bagaimana ini, tidak mungkin aku membawa dua bayi sekaligus, bisa-bisa aku tertangkap!" gumam wanita itu dalam kepanikannya.
Wanita itu yang saat ini sedang berada di dalam kamar mandi bersama kedua bayi kembar, berusaha berpikir keras agar bisa mengelabui anak buah Arjuna.
Wanita itu yang saat ini telah mengganti pakaiannya kembali seperti semula. Cantik, seksi dan penuh pesona.
Tiba-tiba saja baby girl Diana menangis histeris, seakan berteriak meminta tolong.
Mendengar Bayi itu yang tiba-tiba menangis semakin membuat wanita itu panik dan kebingungan.
" Lebih baik ku bawa saja bayi laki-laki ini." gumamnya seraya pergi dengan membawa baby boy di dalam dekapannya.
Sedangkan baby girl masih saja menangis di tinggalkan begitu saja tanpa ada rasa iba sedikitpun.
Suasana di koridor yang sepi membuat wanita itu dengan leluasa bergegas pergi dari rumah sakit itu. Baby boy yang sedang tertidur nyenyak semakin mendukung dirinya yang terlihat seperti ibu kandung dari baby boy.
Hingga dengan mudah wanita itu
Salah satu dari anak buah Arjuna yang secara kebetulan melewati kamar mandi itu, terkejut mendengar suara bayi menangis.
" Ya Tuhan, bayi siapa ini? atau jangan-jangan ini bayi tuan bos!" duga salah seorang anak buah Arjuna.
" Ooeeekk...ooeekkkk....!!!" baby girl menangis hingga bergetar seluruh tubuhnya.
Membuat anak buah Arjuna itu tidak tega melihatnya, kemudian ia mendorong kereta bayi yang di tempati oleh Baby girl Diana.
Merasa ada yang menggerakkan kereta dorongnya, baby girl pun diam.
Matanya mengerjap-ngerjap memandang lurus ke atas.
__ADS_1