
Sementara itu di kamar Reyhan sedang menunggu Rena, istrinya yang sejak tadi berada di dalam bathroom.
" Kau tidak apa-apa honey?" tanya Reyhan yang saat ini sedang berdiri di depan pintu bathroom. Ia merasa khawatir karena telah terlalu lama bagi Rena berada di dalam bathroom tersebut kalau hanya untuk membersihkan diri.
" Iya sebentar sayang," jawab Rena dengan suara agak gemetar.
" Cepatlah honey," pinta Reyhan dengan tidak sabar.
" Tunggu sebentar lagi aku keluar." jawab Rena, tubuhnya semakin gemetar ketika mendengar permintaan suaminya yang mungkin sudah tidak sanggup lagi untuk menahan lebih lama.
Kreeekk
Pintu bathroom terbuka dan benar saja dugaan Rena, pria yang kini telah menjadi suaminya tengah berada di atas ranjang dengan pandangan sensual menatap dirinya.
Rena menghentikan langkahnya. Ia berusaha untuk mengatur napas.
" Sampai kapan kau akan tetap disana, kemarilah !" pinta Reyhan menunjuk ke arah sampingnya.
Dengan tubuh gemetar Rena berjalan mendekati suaminya, namun sekali lagi ia berhenti tepat di depan ranjang.
" Kenapa berhenti, kemarilah!" sekali lagi Reyhan meminta Rena untuk segera menghampirinya.
Rupanya Reyhan sedang ingin menagih janji Rena, yang pernah wanita itu ucapkan tempo hari kepadanya.
" MMM." Rena bingung harus mengatakan apa, sungguh ini membuat dirinya benar-benar terdesak.
Reyhan yang telah tidak sabar untuk melanjutkan sesuatu yang pernah bersambung waktu itu, mendekati Rena dan mengangkat tubuh wanita itu lalu di rebahkannya di atas ranjang.
Tanpa menghiraukan Rena yang ingin menghentikannya, Reyhan langsung mencumbu ******* bibir manis milik Rena.
Beberapa saat kemudian.
Reyhan menghentikan aksinya, melepaskan tautan bibir yang benar-benar membuat dirinya tergila-gila.
Reyhan merasa aneh karena sampai detik ini tidak ada balasan dari istrinya atas cumbuannya tersebut.
" Kau kenapa, mengapa diam saja dan tidak membalas?" tanya Reyhan menatap wajah istrinya dengan intens.
" MMM, aku ... " Rena merasa kesulitan mengatakan sesuatu.
" Katakan kamu kenapa?" Reyhan mulai terlihat khawatir.
" Aku... aku sedang datang bulan," jawab Rena menundukkan kepalanya, Rena tidak berani menatap wajah suaminya ia tau betul betapa kecewa Reyhan saat mengetahui yang sebenarnya.
Mendengar jawaban dari istrinya Reyhan langsung merebahkan diri di samping Rena sambil berkata.
__ADS_1
" Ya Tuhan, mengapa harus bersambung lagi?" gumam Reyhan agak kesal.
Bagaimana tidak akan kesal malam pertama yang seharusnya ia nikmati dengan penuh cinta kini harus ia lalui dengan penuh derita.
Derita karena dirinya tidak bisa melampiaskan hasrat yang selama ini di pendam olehnya.
Dreeettt
Dreeettt
Tiba-tiba saja ponselnya berdering.
" Hallo mom, ada apa?" tanya Reyhan, rupanya yang menghubunginya adalah mommy Rita.
" Hallo Rey, apa kakakmu menginap di rumahmu malam ini?" tanya mommy Rita dengan nada suara yang terdengar khawatir.
Mengingat putranya sampai malam ini belum juga pulang. Kebetulan Mommy Rita pulang lebih dulu karena ada urusan yang harus ia selesaikan.
" Tidak mom, kakak dan kakak ipar sudah pulang sejak sore tadi." jawab Reyhan karena memang benar Arjuna dan Dhita pulang setelah orang tua Dhita bersiap pulang ke kampung.
Mendengar jawaban dari Reyhan, mommy Rita terkejut.
" Lalu kemana mereka Rey?" tanya mommy Rita lagi kali ini suaranya terdengar lebih bergetar menandakan dirinya yang sedang khawatir.
" Apa mungkin kakak ke hotel mom?" Reyhan balik bertanya. Mengingat kakaknya yang sangat mencintai istrinya pasti menginginkan malam pertama yang lebih berkesan.
" Apa mommy sudah menghubunginya?"
" Sudah Rey, tapi tidak aktif." jawab mommy Rita, memang sebelumnya ia telah mencoba untuk menghubungi putranya namun karena berkali-kali tidak tersambung akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi Reyhan.
Mendengar penuturan mommy Rita, Reyhan terkejut.
Hingga membuat Rena yang juga menyimak pembicaraan mereka pun ikut terkejut.
" Ya sudah mom, nanti biar aku coba cari tau, kalau sudah ada informasi aku akan mengubungi mommy kembali." ucap Reyhan kemudian.
" Baiklah Rey, kamu hati-hati ya!" ucap Mommy Rita.
" Baik mom ." Reyhan memutuskan panggilan ponselnya.
" Rey, kenapa dengan mereka?" tanya Rena terlihat khawatir.
" Mereka belum pulang!" jawab Reyhan sambil mencoba menghubungi ponsel kakaknya. Namun telah berkali-kali Reyhan mencoba menghubungi ponsel Arjuna tidak satupun dari panggilannya yang berhasil membuat ponsel itu berdering.
Kemudian Reyhan mencoba menghubungi Eza ia berpikir pasti Eza tau keberadaan kakaknya mengingat Eza adalah sahabat dekat Arjuna.
__ADS_1
Namun pencariannya kembali nihil, karena Eza juga tidak tau dimana sahabatnya berada. Terlebih lagi saat ini ia sedang berada di rumah sakit menjaga istrinya yang sedang hamil muda.
" Tenang ya Rey, aku akan mengerahkan seluruh rekan ku untuk melacak dimana keberadaan Arjuna dan Dhita." ucap Eza membuat Reyhan sedikit lebih tenang.
Rena yang sejak tadi hanya menyimak obrolan suaminya memilih untuk menghubungi Andrian mengingat pria itu telah menganggap Dhita sebagai adik angkatnya.
Mendengar berita itu Andrian benar-benar syok kemudian ia menghubungi ketiga orang kepercayaannya untuk mencari keberadaan Dhita dan suaminya. Mengingat tidak mungkin baginya untuk meninggalkan Bellinda yang sedang dalam keadaan hamil besar.
Bobby, Roy dan Jonny adalah ketiga orang itu.
Saat itu juga Bobby dan kedua rekannya berangkat untuk melacak keberadaan Dhita dan Arjuna.
*
*
*
Sementara itu Dhita hanya bisa menangis mengingat suaminya yang sedang mengalami penyiksaan dari anak buah Bastian.
" Bagaimana, aku serius tidak main-main bukan!" Bastian menaruh kembali ponselnya ke dalam saku.
" Kau jahat, sebenarnya apa maumu?" Dhita dalam tangisnya.
" Memiliki dirimu !" jawab Bastian cepat.
" Tidak mungkin," Dhita berpaling.
" Suamimu akan selamat jika kau menuruti keinginanku, dan jika tidak maka aku pastikan nyawanya tidak akan ada dalam tubuhnya lagi." ucap Bastian.
" Dan waktumu hanya semalam ini, karena besok aku akan kembali meminta jawabanmu, ku harap jawaban itu akan menyenangkan untuk kita semua, ha..,ha...ha....!" Bastian berlalu meninggalkan Dhita kebingungannya.
Kini Dhita bagai buah si malakama, jika ia menuruti keinginan Bastian maka kisah cintanya bersama Arjuna akan kandas, tetapi jika tidak ia lebih takut lagi Arjuna tidak akan selamat. Akan tetapi ia bertekad untuk tidak akan menyerah begitu saja, Dhita berdo'a agar di beri petunjuk oleh yang maha kuasa.
Sepeninggal Bastian, Dhita tidak tinggal diam ia terus saja mencari cara agar bisa kabur dari tempat penyekapan tersebut.
" Aku harus bisa kabur, aku harus selamatkan mas Ar!" gumam Dhita berusaha mengumpulkan segenap keberanian.
Setelah cukup lama mengitari tempat tersebut, akhirnya Dhita berhasil menemukan sebuah jendela kecil yang tertutup lemari.
Greeeekkkkk
Greeeekkkkk
Dengan susah-payah Dhita berusaha mendorong lemari tersebut agar berpindah tempat. Dan beberapa detik berikutnya lemari itupun berhasil ia pindahkan walau harus membayar dengan Iuka di kedua belah tangannya.
__ADS_1
" Bismillah!" ucap Dhita sebelum menaiki jendela itu,
Setelah bersusah-payah berusaha menaiki jendela itu akhirnya Dhita berhasil keluar tanpa di ketahui oleh siapapun.