Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 172 Terbawa Mimpi


__ADS_3

Suasana rumah yang begitu sepi, membuat Ans merasa sangat nyaman. Hingga tanpa terasa ia telah tertidur pulas.


Di dalam tidurnya Ans bermimpi, bertemu kembali dengan wanita cantik yang tanpa sengaja terserempet mobilnya.


Ans duduk berduaan dengan wanita itu di sebuah kursi yang berada di tengahnn-tengah taman. Ans membelai rambut yang tergerai panjang milik Almira. Ya, wanita itu adalah Almira.


Ans menatap wajah cantik Almira yang juga menatap wajahnya dengan sebuah senyuman yang terulas indah di bibirnya.


"Almira!" panggil Ans kepada wanita cantik yang sedang duduk di sampingnya.


"Ans!" balas Almira menyebut nama pria tampan itu dengan suaranya yang mendesah syahdu.


Suara yang terdengar sangat seksi di telinga Ans.


"Kau cantik sekali," Ans merayu Almira yang langsung mendapat senyuman manis dari wanita itu.


"Apakah kau bersedia menjadi kekasihku?"


Almira terdiam seraya menundukkan kepalanya.


"Apakah kau bersedia menjadi kekasihku?" sekali lagi Ans mengulangi pertanyaannya.


Mendengar dua pertanyaan yang sama dari pria tampan itu, membuat Almira mengangakat kepala dan menatap wajah tampan Ans.


Dengan seulas senyum, Almira menjawab pertanyaan dari pria tampan itu.


"Aku bersedia!" seru Almira.


Suara tegas dari Almira terdengar begitu seksi dan merdu di telinga Ans.


"Benarkah?" Ans tak percaya.


Almira menganggukkan kepalanya tanpa menjawab pertanyaan dari Ans.


"Kau yakin?"


Almira kembali menganggukkan kepalanya.


"I love you!" Arjuna mengungkapkan rasa cintanya.


"I love you too." jawab Almira dengan suaranya yang lembut.


Tidak terbayangkan lagi, betapa bahagianya hati Ans, setelah perasaannya terbalaskan.


Begitupun yang dirasakan oleh Almira, ia pun merasakan hal yang sama dengan pria tampan itu.


Ans merentangkan kedua tangannya, meminta Almira untuk masuk kedalam pelukannya.

__ADS_1


Dengan senyum yang merekah, Almira memasuki rentangan tangan Ans. Mereka saling menatap dan saling tersenyum dalam satu buaian syahdu.


Kebahagiaan yang kini mereka rasakan, tidak akan pernah mampu di lukiskan dengan kata-kata.


"You are the Jewel off my heart," bisik Ans ditelinga Almira.


"You, too." jawab Almira berbisik pula.


Ans yang sedang menatap wajah cantik Almira, perlahan menurunkan wajahnya hingga mendekati wajah Almira yang seakan menunggu gerakan selanjutnya.


Ans, seorang pria yang telah terbiasa dengan kelakuannya yang di luar batas, tanpa menyia-nyiakan waktu ia segera mentautkan bibirnya ke bibir Almira yang terasa kenyal dan manis.


Beberapa lama, keduanya saling bercumbu, saling mentautkan bibir masing-masing.


Namun, semakin lama Ans menyesap bibir kenyal milik Almira, ia merasakan semakin ada yang aneh.


Tiba-tiba saja bibir itu terasa padat dan keras.


Membuat Ans membuka kedua matanya.


"Kau!" seru Ans dengan kedua mata melotot dan wajah yang memerah karena terkejut.


Sungguh apa yang ia lihat sangat bertolak belakang dengan yang tengah ia alami sebelumnya.


Karena saat itu, Ans tidak sedang bersama dengan Almira yang cantik jelita, melainkan seorang pria yang seumuran dengannya sedang duduk di sebelahnya.


"Maaf tuan, saya tidak bermaksud tidak sopan, saya hanya ingin tuan segera terbangun dari mimpi tuan yang konyol." ucap Jimmy.


Ya, karena sejak lima belas menit yang lalu, Jimmy melihat Ans, yang sedang bermimpi didalam tidurnya. Mimpi yang membuat tubuh Ans, bereaksi.


"CK, sial, ternyata hanya mimpi," dengus Ans kesal.


Baru saja jiwanya mulai bertraveling bersama Almira, gadis pujaannya. Dan ternyata itu semua hanyalah mimpi, sungguh benar-benar mengesalkan.


"Apa yang sedang terjadi di dalam mimpimu, tuan?" tanya Jimmy penasaran, mengapa tuannya itu Sampai memonyongkan bibirnya ke depan, bahkan Ans mulai menyesap sendok yang di sodorkan oleh Jimmy. Hingga membuat Jimmy tertawa terjungkat-jungkit melihatnya.


"Itu bukan urusan mu!" sergah Ans dengan kesal.


Bagaimana tidak akan kesal, jika sebuah ciuman yang baru saja ia alami, ternyata hanya sebuah mimpi. Dan yang lebih


parahnya, Ans menyesap sendok yang di sodorkan Jimmy, bukan bibir manis milik Almira seperti yang berada dalam mimpinya.


Sebenarnya Jimmy baru saja menerima paket makanan yang ia pesan dari grab food. Mengingat dirumah itu, belum ada pelayan yang bisa menyediakan makanan untuk majikannya, maka Jimmy berpikir memesan makanan secara online adalah solusi yang terbaik.


"Lebih baik tuan, mandi dulu, saya akan mempersiapkan makanan untuk tuan." ujar Jimmy seraya meraih piring dan sendok yang telah ia ambil dari dapur sebelumnya.


Ans menggeliat, merenggangkan seluruh tubuhnya, hingga menampakkan dirinya yang kekar dan berotot.

__ADS_1


Dan itu membuat Jimmy mengagumi tubuh tuannya, walaupun ia sendiri seorang pria. Namun, tubuhnya tidaklah seindah tubuh Ans.


"Ok, baiklah!" seru Ans seraya bangkit dari tidurnya.


Namun tiba-tiba saja, Ans menghentikan gerakannya.


"Tapi satu yang harus kau ingat, bangunkan saja diriku, jika aku mengigau lagi!" ucap Ans, membayangkan insiden itu, Ans merasa antara kesal dan malu.


"Baik, tuan." jawab Jimmy penuh hormat.


Karena berada pada usia yang sama, membuat Ans maupun Jimmy merasa lebih leluasa saat berbincang.


Seraya menunggu Ans yang sedang membersihkan dirinya di dalam bathroom, Jimmy mulai mengotak-atik ponsel miliknya.


Jimmy yang sangat menyukai lagu hits.


Terlihat Jimmy, menganggukkan kepala mendengar irama lagu. Hingga membuat dirinya tidak menyadari kalau Ans telah berada di depannya.


Merasa dirinya ada yang memperhatikan, sontak membuat Jimmy mendongakkan kepalanya.


"Eh, tuan, sudah selesai mandinya?" Jimmy sekedar berbasa-basi.


"Ya!" jawab Ans dengan singkat.


Setelah selesai melalui perjalanan yang sangat panjang, Ans merasakan perutnya sangat lapar.


Tanpa berbasa-basi, Ans mulai menyuapkan makanan itu kedalam mulutnya.


"Kau beli dimana makanan ini?" tanya Ans kepada Jimmy.


"Saya memesan makanan ini dari sebuah resto di kota ini juga tuan." jawab Jimmy.


"Rasanya enak sekali, sebelum bi Murni kembali ke indo, setiap hari kau bisa pesankan aku makanan di sana!" perintah Ans seraya memasukkan suapan yang kesekian kalinya.


"Baik tuan, saya senang jika tuan suka," jawab Jimmy tersenyum.


"Kau tidak makan?" tanya Ans, ketika melihat pengawalnya itu hanya diam saja sambil mengotak Atik ponselnya.


"Itu, masih ada makanan, makanlah!" perintah Ans lagi.


"Baik tuan," jawab Jimmy merasa senang.


Memang Jimmy memesan dua kotak makanan, namun ia khawatir kalau majikan mudanya masih ingin menambah makanannya. Oleh karena itu, Jimmy hanya diam saja.


Jimmy dan Ans pun makan bersama dalam satu meja, tidak terlihat jika mereka adalah pengawal dan majikan. Akan tetapi siapapun yang melihat mereka berdua, pasti akan mengira kalau mereka Adalah Kakak dan adik.


Ya, semua itu karena sikap Ans, ia tidak pernah membandingkan antara dirinya dan yang lain.

__ADS_1


__ADS_2