Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 165 Ternyata


__ADS_3

"Re~na~," suara lemah dan tersendat-sendat keluar dari bibir Reyhan yang terlihat lebam.


Napasnya turun naik perlahan, menandakan betapa lemah tubuhnya.


Matanya memandang langit-langit kamar rumah sakit yang ia tempati.


"Ya sayang, kau mendengar ku?" Rena menatap wajah suaminya yang penuh luka dan lebam.


"Ya," Reyhan mengangguk perlahan dengan tatapan masih lurus ke atas.


"Apa yang kau lihat di sana?" Rena pun melihat ke atas mengikuti pandangan suaminya.


"Gelap, semua gelap." ucap Reyhan lirih, ia memiringkan kepalanya perlahan, ke kanan dan ke kiri berharap ia bisa melihat seperti semula.


"Gelap?" Rena terkejut kemudian mengalihkan pandangannya kepada mommy Rita dan Arjuna.


"Apa sebenarnya yang terjadi padamu? aku yakin ini bukan sekedar kecelakaan!" Arjuna mulai merasa curiga dengan dengan apa yang terjadi kepada adiknya.


"Bukan kak, ini adalah suatu persekutuan!" Reyhan dengan susah- payah berusaha menjelaskan apa sebenarnya yang telah terjadi kepadanya.


"Kau jelaskan nanti saja, sekarang mommy akan memanggil dokter dulu, untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya." ucap mommy Rita.


Kemudian ia menekan tombol emergency yang berada di dinding ruangan itu.


Tak lama kemudian seorang dokter datang bersama dengan seorang perawat.


"Dok, pasien sudah sadar, tapi dia mengatakan semua gelap." ucap Mommy Rita kepada dokter itu.


"Ada apa ini dok? apa yang terjadi kepadanya?" Arjuna pun ikut bertanya dalam kepanikannya.


Sedangkan, Rena kini ia telah menangis di samping suaminya. Rena hanya berdo'a tentang sesuatu yang sangat mengerikan, yang telah terbayang didalam benaknya, tidak akan pernah terjadi.


Dokter Ridwan, itulah nama yang tertulis di logo pakaian dokter itu.


Dokter Ridwan memeriksa kedua mata Reyhan dengan teliti, Kemudian dokter Ridwan mengarahkan cahaya senter ke arah kedua mata Reyhan secara bergantian.


Namun, tidak ada reaksi dari pupil kedua mata itu. Dokter Ridwan menghela napas sembari menggeleng kan kepalanya.


"Apa yang sebenarnya terjadi dok?" mommy Rita tidak sabar ingin mengetahui hasil pemeriksaan dari dokter Ridwan.


"Pasien mengalami kebutaan yang di sebabkan oleh benturan keras di kepalanya, selain itu ada bekas pukulan di bagian kedua matanya." dokter Ridwan menunjuk ke arah lebam yang berada tepat di bagian mata Reyhan.


Arjuna dan mommy Rita mengamatinya dengan seksama.

__ADS_1


"Sepertinya ini bukan bekas lebam karena benturan akibat kecelakaan, melainkan karena benturan yang di sengaja!" Arjuna menduga.


Tentu saja tidak sulit bagi Arjuna untuk mengetahui alasan dari bekas lebam itu, di karenakan ia sendiri sering mengalaminya ketika sedang bertarung dengan beberapa orang yang sengaja ingin mencelakainya.


"Bisa jadi tuan," sahut dokter Ridwan


"Apakah suami saya masih bisa di sembuhkan dokter?" Rena bertanya dengan penuh harapan.


"InsyaAllah, semoga saja ada keajaiban," jawab dokter Ridwan.


Ia tidak ingin terlalu memberikan harapan kepada Reyhan dan keluarganya, mengingat cidera yang di alami oleh Reyhan sangatlah serius.


Mendengar jawaban dokter Ridwan yang tidak begitu meyakinkan, membuat Rena kembali berurai air mata.


"Dokter saya mohon, tolong sembuhkan adik saya, lakukan apapun agar penglihatannya kembali seperti semula." Arjuna memohon untuk kesembuhan adiknya.


"Untuk sementara waktu kami tidak dapat melakukan apapun, mengingat kondisinya yang sangat lemah, jika terlalu dipaksakan untuk melakukan tindakan operasi, saya khawatir akan membahayakan keselamatannya." papar dokter Ridwan.


Arjuna dan mommy Rita pun mengangguk membenarkan penjelasan dokter Ridwan.


"Tapi, suami saya bisa sembuh kan dok?" Rena mengulangi pertanyaannya meminta kepastian dari dokter Ridwan.


"Kami hanya melakukan apa yang bisa kami lakukan, selebihnya kita serahkan kepada yang maha kuasa." jelas dokter Ridwan.


Dalam lirih Reyhan berkata.


"An~sel~," sontak kata Ansel membuat Arjuna terkejut.


"Ansel? Ansel siapa yang kau maksud?" tanya Arjuna semakin mendekat ke arah adiknya.


"Jangan hiraukan diriku kak, Ansel, dia lebih membutuhkan dirimu," napas Reyhan tersendat-sendat, antara menahan rasa sakit.


"Ansel siapa? dari mana kau mendengar nama itu?" tanya Arjuna heran.


"Ansel adalah Ardhi, putramu yang hilang kak," jawab Reyhan pelan.


Walaupun Reyhan tidak pernah tahu akan kelahiran kedua baby twins, namun, ia mendengar kabar kelahirannya dari Rena.


"Ardhi? putraku? dimana?" pertanyaan bertubi-tubi di lontarkan oleh Arjuna.


"Ya, tanpa sengaja aku mendengar salah seorang pria yang juga termasuk rekan dari salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan ku." Reyhan menghentikan kata-katanya.


"Orang itu mengatakan bahwa Ansel itu adalah bayi yang mereka culik beberapa hari yang lalu, dan itu membuat ku teringat dengan cerita Rena, kalau putra mu hilang." jelas Reyhan.

__ADS_1


"Dan aku langsung mengikuti orang itu kak, secara diam-diam aku mendengar orang itu menghubungi seseorang, suaranya seperti suara wanita."


"Mereka membahas tentang Ansel yang sebelumnya bernama Ardhi,"


"Lalu?" Arjuna semakin penasaran dengan cerita adiknya.


"Saat aku mengikuti orang itu, tiba-tiba saja ada yang memukul kepalaku dari belakang, tak hanya itu kak, mereka juga menghantam kedua mataku dengan benda keras, setelah aku tidak ingat apa-apa lagi." papar Reyhan.


Seluruh tubuhnya bergetar mengingat peristiwa mengerikan yang telah menimpa dirinya.


"Mereka?" Arjuna bertanya mengulangi ucapan adiknya.


"Ya!" jawab Reyhan lirih.


"Berarti mereka lebih dari satu orang, bisa jadi ini adalah komplotan dari orang-orang yang ingin menjatuhkan diriku!" seru Arjuna geram


Tanpa ia sadari, tangannya terkepal erat.


Tiba-tiba Arjuna teringat tentang bayi yang di temui Dhita di rumah sakit. Bayi laki-laki yang menderita sakit perut karena terinfeksi bakteri.


"Sepertinya aku tahu dimana Ansel berada, semoga saja dia masih tetap berada di sana." gumam Arjuna, entah kepada siapa.


"Apa maksud mu Ar?" tanya mommy Rita setelah sekian lama ia terdiam mendengarkan cerita Reyhan.


"Mommy masih ingat dua hari yang lalu?" Arjuna balik bertanya kepada ibunya.


"Ya, saat kalian pulang kesiangan dari rumah sakit." jawab Mommy Rita.


"Ya benar mom, saat itu kami sedang menemui seorang bayi laki-laki yang sedang sakit."


"Namanya Ansel, ya begitulah pengasuhnya memanggil namanya." lanjut Arjuna.


"Lalu?" mommy Rita semakin penasaran.


"Aku rasa dialah Ardhi putraku yang telah berganti nama menjadi Ansel Abraham!"


"Memangnya dia sakit apa Ar?" tanya mommy Rita mulai tampak khawatir, jika memang benar bayi itu adalah cucunya.


"Sakit perut karena terinfeksi bakteri mom!"


"Kasihan sekali, kira-kira bagaimana sekarang kondisinya?"


"Entahlah mom, tapi yang jelas saat kami tinggal pergi bayi itu menangis seakan tidak ingin jauh dari Dhita, aku tidak pernah mengira akan hal ini, Karena aku mengira itu terjadi mungkin karena Dhita telah memberikan ASI nya untuk bayi itu!" ujar Arjuna panjang lebar.

__ADS_1


__ADS_2