Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 29 sebuah perjanjian


__ADS_3

Eza melangkah memasuki kamar rumah sakit yang di tempati reyhan. Arjuna dan pak teddy masih disana.


Eza menanyakan kabar reyhan.


" Gimana keadaannya ? sudah membaik ? "


" Kondisi adikku sudah jauh lebih baik !" jawab arjuna dengan muka datar.


" What ? adik ? maksud nya ?" pekik eza, ia terkejut saat arjuna menyebut reyhan dengan sebutan adik.


" Kamu tuli ? kalau aku bilang adik ya adik jangan banyak tanya ." ucap arjuna dengan nada ketus.


" Ya .. benar mereka bersaudara, arjuna adalah anak kandungku ." jelas pak teddy.


" Lah kok bisa ? " eza hanya bisa mengucapkannya dalam hati karna ia takut akan terkena semprot lagi.


" Beib... kamu gak apa-apa kan ?" rena mendekat ke arah reyhan, ia tak perduli dengan yang lainnya.


Reyhan mengangguk. Berusaha tersenyum untuk sekedar menenangkan hati sang kekasih.


" Aku khawatir beib... aku takut terjadi sesuatu sama kamu !" kedua mata rena mulai berkaca-kaca.


Yang lain hanya bisa memandang mereka berdua.


" Tenanglah aku gak apa-apa, lihat saja ." reyhan tersenyum.


Reyhan menghentikan gerakan rena yang hendak ingin memeluknya, ia memberi isyarat dengan mengerlingkan matanya.


" Jangan, lihatlah..."


Sekilas rena memandang sekeliling, kemudian ia tertunduk malu. " Bodoh, harusnya kau lihat dulu rena ada siapa saja di sekitarmu." rena membatin.


Rena menunduk dengan wajahnya yang merona.


Pak teddy tersenyum bahagia, putranya, reyhan tidak salah memilih calon pendamping hidupnya. Terbukti dari cara rena memperhatikan keadaan reyhan, hubungan mereka semakin dekat saja kelihatannya. Membuat pak teddy berencana untuk segera menikahkan mereka.


Namun di balik itu semua, tampak eza sedang mengambil sesuatu dari dalam saku jas nya.


Sebuah surat berwarna kuning ke emasan, rupanya surat undangan pernikahan yang bertuliskan namanya dan nama kekasihnya.


Eza menyerahkan surat undangan tersebut kepada sahabatnya, siapa lagi kalau bukan arjuna.


" Gak ada apa momen yang pas buat ngasih surat undangan za ?" arjuna mendongkol." orang lagi kena musibah malah di kasih surat undangan nikah." pikir arjuna sambil berdecak kesal.


" Waktunya yang gak bisa pas ar, ini kepepet banget, gak ada waktu buat nunda-nunda." jawab eza.


Kini Auranya semakin menawan, biasa aura calon pengantin baru.


Berbeda dengan reaksi wajah arjuna, ketika ia melihat tanggal yang tercantum di dalam surat itu.


" What ? za ... yang bener ?" kini giliran arjuna yang memekik, matanya melotot.


" Pernikahan kalian kurang dari seminggu ini ?" lanjutnya masih belum percaya.


Eza hanya tersenyum.


" Mulai besok aku akan ambil cuti 3 bulan, bukankah aku harus mengurus persiapan pernikahanku kan ?" eza memutuskan sendiri cuti yang akan di ambilnya tanpa meminta pertimbangan dari sang bos. " waktu tiga bulan, cukuplah untuk pergi berbulan madu." pikir eza.


" Kalo kamu ambil cuti, siapa yang akan mengurus semuanya za ?" arjuna menghela napas kesal. Mengingat eza adalah karyawan yang baik membuat ia segan untuk mengizinkannya.

__ADS_1


Namun kalau ia tidak mengambil cuti siapa yang akan mempersiapkan acara pernikahannya." Ini pasti sangat istimewa baginya ." pikir arjuna.


" Baiklah kamu boleh ambil cuti semaumu, kapanpun kamu ingin kembali bekerja kantor ku akan selalu terbuka untukmu." Arjuna memeluk sahabatnya.


Rena dan dhita tak kalah bahagianya mendengar kabar baik ini. Tak henti-hentinya mereka berpelukan.


" Wah... selamat ya ri, sebentar lagi kamu akan menikah." ucap dhita.


" Ya ri, aku juga ikut senang dengarnya semoga kalian berjodoh dunia akhirat." ucap rena. ia masih teringat permintaan eza waktu itu.


" Makasih bestie, dukungan kalian sangat berarti untukku !" puri. Wajahnya terlihat merona membayangkan acara pernikahannya.


Mendengar apa yang di bicarakan para pemuda-pemudi di sampingnya pak teddy juga ikut bicara.


" Selamat ya nak eza dan nak puri, om do'akan semoga kalian bahagia." ucap pak teddy dengan wibawanya.


" Iya makasih om ." ucap eza, kemudian puri juga mengucapkan hal yang sama.


" Rencananya om juga akan segera menikahkan reyhan dan rena." ucap pak teddy lagi, mengingat dirinya yang sudah tua beliau ingin segera mendapatkan seorang cucu.


" Tapi pa... bagaimana bisa ? pernikahan itu butuh proses!" reyhan menolak, karna hal itu belum terpikir olehnya. Ia masih ingin mengejar kesuksesannya terlebih dahulu.


Sementara rena mengulum senyum yang ia sembunyikan. Sebenarnya ia juga tak sabar ingin segera menikah dengan kekasihnya. Menjalani hari penuh kebahagiaan.


" Menunggu keputusan mu itu sama saja menyia-nyia kan waktu, kamu tau kan hal yang baik tidak boleh di tunda." ucap pak teddy memberi pengertian kepada putranya.


" Lagi pula nak rena sepertinya sudah siap menjadi istrimu !" lanjut pak teddy.


" Tapi pa...aku masih ingin menjadi sukses dulu, baru nikah." protes reyhan.


Arjuna menepuk pundak adiknya.


" Tenang saja adikku, setelah menikah kamu masih bisa belajar, seperti janjiku, akan ku bimbing dirimu sampai sukses. Lagi pula usaha mu sekarang berada di bawah naungan perusahaanku." ucap arjuna panjang lebar. Mengingat mereka telah bekerja sama dalam berbisnis.


" Ya... aku juga pasti akan menikah, dalam waktu yang telah aku tentukan, jadi jangan berdebat." ucap arjuna membuat kaget semua orang, terutama dhita.


Selama ini kekasihnya tidak pernah mengatakan apapun padanya.


Diam-diam arjuna menyusun rencana pernikahannya dengan kekasihnya, semua sudah di siapkan secara matang. Hanya saja tinggal menunggu restu dari ibunya.


Oleh karena itu eza mendadak ingin cepat-cepat menikahi kekasihnya, karena jika sampai arjuna yang menikah terlebih dulu maka akan sangat sulit baginya untuk meluangkan waktu mengurus pernikahannya sendiri. Karena arjuna pasti akan melimpahkan semua tanggung jawab perusahaan kepadanya.


Pak teddy melirik dhita, wanita yang di pilih oleh arjuna untuk menjadi pelabuhan terakhirnya. " Gadis ini ... sepertinya gadis yang baik, semoga saja mereka memang berjodoh." gumam pak teddy dalam hati.


" Sebenarnya ..... aku penasaran gimana ceritanya kalian bisa menjadi kakak adik begini ?" tanya Eza, ia mengutarakan isi hatinya yang mengganjal dari tadi.


" Ceritanya panjang za, aku juga gak pernah mengira sebelumnya." jawab arjuna.


Atas permintaan arjuna pak teddy bersedia menceritakan kisahnya, kisah cinta yang berakhir dengan perpisahan. Karna sebuah pertikaian yang terjadi di antara keluarga nya dan keluarga mommy Rita mereka terpaksa memutuskan untuk berpisah. Keluarga mommy Rita mengancam akan membunuh pak teddy jika anaknya masih bersamanya dan itu bukanlah ancaman yang sekedar main-main.


Akhirnya dengan berat hati mommy Rita memutuskan untuk bercerai dan kembali pulang kerumah orang tua nya. Walau saat itu ia sedang mengandung arjuna, hasil dari cinta kasih mereka.


" Tak ku sangka kisah cinta om sangat mengerikan ." komentar eza sambil bergidik.


" Itulah takdir tuhan nak eza, walau om tidak tau telah memiliki seorang putra dari tante Rita, tapi pada akhirnya tuhan mempertemukan kami kembali." tutur pak teddy.


Memang takdir jodoh, rezeki dan maut tidak satupun makhluk di muka bumi ini yang mengetahuinya. Semua akan berjalan sesuai dengan apa yang telah di tetapkan.


*

__ADS_1


*


*


Sementara itu di sebuah restoran mewah, mommy Rita berjalan menghampiri tante devina. Rupanya mereka ada janji hari itu.


Tante devina tersenyum menyambut kehadiran sang calon besan. Itu sih menurutnya.


" Sudah lama nunggunya jeng ?" tanya mommy Rita begitu ia tiba di hadapan tante devina.


" Baru saja." jawab tante devina, menebarkan senyum.


Mommy Rita duduk di kursi di sebelah tante devina.


" Bagaimana perjanjian kita jeng ?" tanya tante devina mulai gelisah.Ia takut kalau mommy Rita akan membatalkan perjanjiannya.


" Tenang saja jeng vina saya pastikan semua berjalan lancar." mommy Rita terikat sebuah perjanjian dengan tante devina.


" Bagaimana dengan hubungan arjuna dan kekasihnya itu jeng ?"


" Untuk saat ini masih baik, tapi untuk hari-hari berikutnya saya akan buat hubungan mereka berantakan."


" Syukurlah kalau jeng Rita tidak suka padanya, bukan apa-apa loh jeng, secara nih ya, keluarga jeng rita ini kan keluarga terhormat terpandang lagi jadi... gak pantes lah jeng kalau arjuna bersanding dengan gadis kampung itu." Tante devina memprovokasi mommy Rita. Ia mengetahui dhita berasal dari kampung karna citra yang menceritakannya.


" Iya jeng saya juga berpikir seperti itu, citra jauh lebih baik bagi saya jeng."


" Oh jelas dong jeng, putri saya kalo sampai jadi menantu jeng Rita pasti nih ya... dunia itu bakal gempar menyaksikan pernikahan mereka, semua pasti akan merasa takjub jeng."


" Iya saya tau itu jeng.."


" Tapi kalo sampai gadis kampung itu yang di pilih arjuna, pasti keluarga jeng Rita akan mendapat malu besar, dan semua orang akan memperguncingkan keluarga kamu jeng."


" Jangan sampai itu terjadi jeng, saya benci sekali dengan gadis itu ." mommy Rita mengepalkan tangannya di atas meja.


Tak lama kemudian putri dari tante devina datang menghampiri keduanya. Siapa lagi kalau bukan citra , dengan langkah anggun ia berjalan ke arah ibunya dan mommy Rita.


" Hei.. citra sayang sudah sampai ?" sapa tante devina, dengan gaya lebaynya.


" Iya dong ma, tante...." citra menyapa mommy Rita. Dengan sebuah senyuman manis.


" Tadi ada problem sedikit di kantor, tapi sekarang udah gak lagi kok, aku udah nanganin semuanya." lanjut citra.


" Tuh kan jeng putri saya ini emang terbaik."


Mommy Rita menganggukkan kepala menyetujui ucapan temannya.


" Tante.... aku janji akan selalu membuat arjuna bahagia bersamaku, aku sangat mencintai nya tan..." citra mulai merayu mommy Rita.


" Lihatlah jeng bagaimana putri saya ini sangat mencintai putra jeng." tante devina.


" Tolong pisahkan mereka tan... aku gak bisa hidup tanpa arjuna." citra memasang wajah sedih.


" Ya ... kamu tenang saja serahkan semua pada tante." ucap momyy Rita, ia mengelus rambut citra yang sedang duduk di sampingnya.


" Tante janji, arjuna akan menjadi milikmu." lanjut mommy Rita.


Citra dan tante devina tersenyum lega mendengar ucapan mommy Rita, setidaknya mereka masih memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari keluarga terkaya di kota itu.


Sebenarnya mommy Rita tidak terlalu mempermasalahkan hubunga arjuna dan dhita hanya saja ia terikat dengan sebuah janji yang harus ia penuhi.

__ADS_1


Janji terhadap temannya, tante devina. secara kebetulan tante devina pernah menyelamatkan dirinya dari serangan perampok yang hendak merampoknya. Berkat bantuan tante devina yang memanggil warga untuk menyelamatkan mommy Rita akhirnya para perampok tersebut kabur, mungkin karena takut di amuk masa.


Sejak saat itulah mereka mulai berteman.


__ADS_2