
" Bang , Andrian udah dapat hidayah... sebenarnya dia orang baik hanya saja suatu keadaan yang membuat dia seperti itu." ucap dhita, dia kembali teringat andrian yang dulu begitu perhatian padanya, banyak momen romantis yang mereka lalui bersama, hanya saja mereka tidak berjodoh, dan itu bukan masalah baginya.
" Kau pasti akan lebih bahagia bersama arjuna bestie." ucap rena, ia mengerti apa yang tengah di rasakan sahabatnya.
" Ya... akan ku buat momen -momen indah bersamanya, momen yang tak tergantikan dan tak akan pernah terlupakan." dhita memandang wajah kekasihnya yang sedang berada di ruang tamu.
Rena dan puri pun juga menatap kekasih masing-masing.
" Coba kamu liat deh ren, arjuna sama reyhan kayak mirip gitu ya.." ucap puri tanpa sengaja ia melihat reyhan dan arjuna yang duduk bersebelahan.
" Iya.. ya... kok aku gak nyadar ya.. ih.. dasar kamu ya ri, gak bisa liat orang ganteng dikit aja, langsung melotot tuh mata.." ucap rena, ia merasa risih jika puri menatap terlalu lama pada kekasihnya.
" kok sewot sih, tuh pacar ku...ganteng banyak...baru ganteng dikit aja sewot." gerutu puri.
" Tapi bener kok ren, mereka berdua kayak mirip, apalagi kalo senyum, sama-sama ada lesung pipitnya." dhita setuju dengan ucapan puri, ia memang melihat kemiripan di antara ke duanya dari pertama mereka bertemu tapi ia tak terlalu memikirkannya.
Arjuna dan reyhan memang mirip hanya saja yang membedakan hanyalah warna kulit mereka, arjuna berkulit putih sedangkan reyhan kulitnya lebih gelap. juga dari segi penampilan yang membuat mereka agak berbeda, tapi kalau di lihat secara detail keduanya memang benar-benar mirip.
Di meja makan, ketiga gadis itu bisa lebih leluasa menilik pasangan masing-masing. ada -ada saja yang mereka debatkan, seputar info pasangan masing-masing.
Itulah mereka persahabatan yang begitu erat penuh canda tawa, suka maupun duka.
...****************...
Di ruang tamu.
" Maaf ya ... apakah kamu udah lama bergelut dalam bidang bisnis ?" Tanya reyhan tiba-tiba.Mungkin karena ketenaran dan popularitas arjuna yang begitu tinggi hingga membuat reyhan sangat ingin tau menau.
" Lumayan lah... aku belajar dari lepas SMA, waktu kuliah juga sambil belajar bisnis, ayah ku yang selalu mendorongku untuk bergelut di bidang ini." jawab arjuna santai.
Eza hanya menyimak percakapan keduanya, dengan sesekali mencuri pandang pada kekasihnya, berharap ada kesempatan untuk berduaan.
" Rupanya ayah kamu sangat sayang padamu." reyhan.
" Iya.. mungkin karena ayah ku udah ngerasa akan secepatnya meninggalkan ku dan Mommy." Arjuna teringat akan mendiang sang ayah, yang sangat sayang dan perhatian padanya, namun tidak pernah memanjakannya.
" Oooo Jadi, ayah mu udah..."
" Meninggal, setahun yang lalu, aku justru merasa sangat beruntung karna ayah selalu mendukung ku dalam berkarier, jika saja tidak... aku gak tau apa yang harus aku lakukan saat ayah tiada, pasti aku akan kebingungan mengurus perusahaan peninggalannya." ucap arjuna panjang lebar.
__ADS_1
" Ya... kamu beruntung sekali, memiliki bakat yang luar biasa di bidang bisnis, kamu hebat." ujar reyhan mengagumi arjuna. karna perusahaan yang tengah di pegangnya maju pesat.
" Kamu pastinya hebat juga dong..." arjuna pada reyhan, yang nyaris minder.
" Hebat apanya? aku masih sering kewalahan di kantor, apalagi sejak papa ku sakit, aku sendirian ngurus perusahaan, kadang aku ngerasa patah semangat." reyhan,
Ia memang belum mahir dalam berbisnis, karna selama ini ia tak pernah mau belajar, sukanya hanya malas-malasan saja. namun ia sadar, ketika ayahnya jatuh sakit, ia harus mengambil alih tanggung jawab perusahaan.
" Santai saja, lama-lama belajar kamu akan mahir juga." ucap arjuna.
" Ngomong-ngomong perusahaan kamu bergerak dalam bidang apa ?" tanya arjuna.
" Ekstraktif, pembudidayaan alam dan pertambangan." ucap reyhan.
" Kalo kamu gak keberatan bisa dong kita kerja sama, kebetulan perusahaan ku bergerak dalam bidang industri, bulan depan aku ada rencana membuka pabrik baru di luar negri, tepatnya diamrik. Jadi kamu bisa ekspor usaha kamu di sana." arjuna menawarkan kerja sama.
" Wahh.. aku senang sekali, makasih ya atas tawarannya." ucap reyhan gembira, dia tak pernah menyangka akan mendapatkan kontrak kerja sama dengan orang terpandang seperti arjuna.
" Untuk info selanjutnya, biar sahabat ku ini yang handle." jawab arjuna menunjuk ke arah eza.
" Ya, selain kerja sama kita juga bisa memper erat tali persahabatan." celetuk eza yang dari tadi hanya diam saja menyimak pembicaraan kedua pengusaha tersebut.
Tak lama kemudian ketiga gadis cantik keluar dari arah dapur, rupanya mereka baru selesai berberes-beres di sana.
" Oh iya... sampek lupa, rencananya aku mau undang kalian ke acara ulang tahun mommy." ucap arjuna.
" Kapan mas ..." tanya dhita, dia ingin segera bertemu dengan ibu dari kekasihnya.
" Lusa ." jawab arjuna.
" Aku pasti datang, ini merupakan sebuah kehormatan bagi ku bisa hadir di acara orang besar seperti mu ." ucap reyhan.
" Kamu juga calon orang besar, suatu saat nanti akan banyak orang yang memanggil mu Tuan reyhan." arjuna memberi semangat pada reyhan.
" Ya... tentu dong... Tuan rey yang terhormat ." rena mulai berseloroh, itu memang telah menjadi ciri khas dirinya.
Se muanya tertawa mendengar celotehan rena, saking gemesnga reyhan sampai lupa diri, ia segera memeluk kekasihnya dan mencium pipinya berkali-kali.
Sontrak yang lain menahan napas, tak pernah mengira akan menyaksikan adegan romantis yang bikin merinding.
__ADS_1
" Wah..wah..wah.. Drakornya tayang lagi nih."celetuk eza senyum-senyum kegirangan. ia merasa jadi memiliki kesempatan untuk membalas mereka yang membuli dirinya tadi.
" Ya.. beib.. Drakor trailer Sweet Sin ." ucap puri menambah panasnya hati reyhan dan rena.
" Sudah..sudah.. Drakor apapun itu pasti selalu romantis ." dhita menengahi, ia khawatir keduanya akan merasa tersinggung.
" Kalian juga suka Drakor kan?" lanjutnya pada eza dan puri.
Kedua orang itu, senyum-senyum tersipu malu.
Arjuna tak ingin ketinggalan ia merogoh saku jas nya dan mengambil sesuatu di dalam.
Sebuah benda berbentuk hati berwarna merah tergenggam di tangannya.
Kemudian ia menghampiri dhita, si gadis impian yang hatinya berhasil ia taklukkan. arjuna berjongkok di depan dhita. membuat semua mata tertuju padanya.
" Mas Ar, apa yang kamu lakuin mas ?" tanya dhita, netra nya melihat sekeliling. tampak malu-malu.
" Aku igin melamarmu, agar ada ikatan di antara kita, kamu mau kan ? " arjuna menatap mesra.
Dhita menganggukkan kepala.
" Iya , aku mau mas ."
Arjuna segera meraih tangan kanan dhita, lalu menyematkan cincin berlian di jemari kekasihnya yang lentik. arjuna merasa sangat bahagia akhirnya impiannya selama ini menjadi kenyataan. kemudian ia mengecup tangan putih mulus yang tengah di pegangnya.
Dhita tersipu malu, ia menundukkan wajahnya berusaha menyembunyikan senyumnya.
Yang lain bertepuk tangan, mereka juga merasa bahagia.
" Ini baru namanya Drama korea, romantis abis, arjuna keren bro." ucap eza.Ia mengacungkan jempolnya.
" Kayaknya serial Sweet Sin bakal ada saingannya nih.." rena sambil menahan senyum.
Kemudian reyhan berkata.
" Intinya kita sama nih, sama-sama Drakor..."
Membuat yang lain tak bisa menahan geli di hati mereka untuk tertawa.
__ADS_1
Semoga persahabatan ini akan selalu hangat, selamanya.