
Waktu terus berjalan, seiring dengan irama melodi cinta ketiga gadis desa yang telah menjerat hati para pria kaya di kota itu. gadis desa yang menjadi pujaan, menjadi impian para penghuni hati mereka. masa yang begitu indah sangatlah romantis mewarnai di setiap langkah mereka para pujangga cinta.
namun siapa sangka masa kisah kasih nan romantis ini akan menghadapi begitu banyak rintangan, cobaan, ujian yang selalu hadir mengiringi kisah mereka. perjalanan cinta ternyata tak selalu indah dan mulus seperti yang mereka harapkan.
Sore itu suasana apartement tak seperti biasanya, ketiga gadis cantik tengah sibuk mempersiapkan diri untuk menghadiri pesta ulang tahun seseorang yang begitu penting bagi salah satu dari mereka.
Dhita pratiwi, kini ia sedang sibuk mencari pakaian yang cocok untuk menghadiri pesta ulang tahun sang calon ibu mertua.
" Gimana nih...kok bajunya gak ada yang cocok, gak mungkin kan aku pakek baju kayak gini ?" ucap dhita, ia merentangkan sebuah dress berwarna coklat, dress itu sudah berkali-kali di pakai olehnya.
dhita merasa sangat bingung, sudah beberapa pakaian yang di coba olehnya namun belum juga pantas menurutnya.
Di tengah kebingungannya tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi, tanda ada tamu.
Ting...tong...
ting...tong...
dhita menghentikan aktifitasnya lalu berjalan tergesa-gesa menuju pintu. Ia tak melihat kedua sahabatnya, " mereka pasti lagi sibuk dandan." pikirnya.
Dhita membuka pintu, tampak terlihat olehnya seorang kurir sedang membawa sebuah kotak besar berwarna coklat.
" Permisi mbak, selamat siang." sapa si kurir dengan ramah.
" Ya, selamat siang ada yang bisa saya bantu?" jawab dhita. " tumben, ada paket oh.. mungkin punya rena atau puri " pikirnya. karna ia merasa tidak pernah memesan paket apapun.
" Dengan mbak dhita pratiwi.." ucap si kurir
" Iya... saya sendiri. " dhita terkejut mendengar si kurir menyebut namanya.
" Ini ada paket untuk anda." si kurir menyerahkan kotak besar itu pada dhita.
" Ah ya ... dari siapa ya...?" tanya dhita penasaran karna di sana tidak tertulis nama pengirimnya.
" Silahkan tanda tangan di sini mbak." ucap si kurir tanpa menjawab pertanyaan dhita. Ia menyerahkan sebuah buku catatan dan pulpen.Sebagai tanda bukti penyerahan paket.
Dhita segera membubuhkan tanda tangannya.
lalu menyerahkan kembali pada si kurir.
" Terima kasih mbak, permisi." si kurir berpamitan.
" Iya , sama-sama.." dhita menjawab si kurir yang telah pergi berlalu dari tempatnya.
__ADS_1
Dhita bingung, memandangi paket tersebut." dari siapa ya.." Pikirnya lagi.
Tiba-tiba sebuah chat Wa masuk di ponselnya.
Triing...
tring...
Tanda sebuah notifikasi masuk di beranda handphone nya.Dengan netra membelalak dhita membaca isi pesan tersebut.
" Please, dipakai malam ini ya.... semoga kau suka ❤ ." ternyata dari arjuna.
Dhita senyum-senyum sendiri, seraya melangkah memasuki kamarnya.
Dhita membuka paket tersebut, ia mulai tak sabar ingin mengetahui apa isi di dalam nya.Sekali lagi netra dhita membulat, ketika melihat isi paket tersebut.
Sebuah gaun mewah berwarna hitam, di lengkapi dengan aksesoris di bagian lengan dan dada. serta teksturnya yang lembut dan nyaman merasa dhita ingin segera memakainya.
Rupanya arjuna sudah mulai memahami selera style kekasihnya, sederhana namun elegan serta mengagumkan.
" Mas Ar tau aja sih aku lagi butuh ini." batin dhita, ia merasa sangat beruntung memiliki kekasih yang mengerti dirinya.
...****************...
Ketiga nya memasuki area apartement yang langsung di sambut manis oleh kedua gadis yang tengah menantikan kehadirannya. mereka duduk di ruang tamu.
" Kalian udah siap ?" tanya eza mewakili yang lain.
" Udah dong beib... " jawab puri.
" Dia kemana? " tanya arjuna, kepalanya celingak-celinguk mencari keberadaan sang gadis pujaan.
" Hmm.. si dhita emang kebiasaan deh, kalo dandan suka lama ngapain aja tuh orang." ucap rena mulai tak sabar, ia ingin segera berangkat ke acara pesta.
Sementara itu dhita di dalam kamar, ia merasa berdebar-debar. Ia merasa belum siap untuk bertemu calon ibu mertua. namun semua itu memang harus di lakukannya. Dengan tangan gemetar ia membuka pintu.
" Bismillaah..." ucapnya. Berharap bisa lebih tenang dengan mengucapkan kalimat itu.
Arjuna terkesima melihat penampilan sang kekasih yang begitu mempesona. Sejatinya dhita memang seorang gadis yang berparas cantik, hingga tak memerlukan begitu banyak make up, hanya sedikit polesan tipis yang makin memancarkan aura kecantikannya.
" Sudah siap?." tanya arjuna dengan netra hampir tak berkedip. perlahan ia melangkah mendekati sang kekasih.
Dhita mengangguk, kemudian arjuna mengembangkan sebelah tangannya. Dhita mengerti, dengan segera ia menyambut tangan kekasihnya. Mereka bergandengan tangan, mesra sekali.
__ADS_1
Puri dan rena juga melakukan hal yang serupa, mereka tidak ingin menyia-nyia kan moment yang begitu berharga.
Dengan bergandengan tangan ketiga pasang kekasih melangkah keluar apartement membuat orang-orang yang melihatnya merasa iri. mereka menuju mobil masing-masing lalu melajukannya.
Di rumah arjuna.
Seorang wanita hampir berumur paruh baya, dengan gaun mewah yang glamour berjalan menuruni tangga. seulas senyum terbit di bibirnya. namun netranya sibuk mencari-cari sesuatu.
Mommy Rita sedang sibuk mencari-cari keberadaan sang buah hatinya, Arjuna calvin dharmendra. Sesekali ia bertanya pada para pekerja yang sedang sibuk mempersiapkan jalannya acara. Namun tak seorang pun di antara mereka yang mengetahui keberadaannya.
" Ini Arjuna mana ya, kok belum datang juga, gak biasanya dia bertingkah seperti ini, mana tamu undangan udah pada dateng." ucap mommy rita, ia terus berusaha menghubungi putra semata wayangnya, namun tetap tidak tersambung. Itu karna saat ini arjuna sedang mengalihkan semua panggilan di handphonenya.
Para tamu undangan yang hadir di pesta itu sebagian besar adalah pengusaha. mommy rita juga mengundang teman-teman sosialitanya.
" Hai jeng..." sapa seorang tamu yang baru datang.
" Hai juga jeng...." jawab mommy rita, ia sedikit terkejut.
" Lama gak ketemu makin tambah cantik aja jeng." ucap tamunya lagi, yang ternyata bernama Devina. Ia adalah teman mommy rita. Teman sosialita. Ia datang bersama dengan putrinya, Citra ayana keisha.
" Ah, jeng bisa aja...kamu juga cantik kok jeng, awet muda lagi." jawab mommy rita, ia membalas memuji temannya yang memang terlihat cantik, dengan pakaian sexy glamour di padukan dengan sepatu wedges berwarna silver.
" Kenalin jeng ini putri saya, Citra ayana keisha." ucap tante devina memperkenalkan putrinya yang tak kalah cantik dengannya. Dia tak lain adalah citra saudara sepupunya eza, sahabat arjuna.
" Hai tante..." ucap citra mengulurkan tangan, mereka bersalaman.
" Wah , kamu cantik ya... " ucap mommy rita, mengagumi sosok wanita muda dengan pakaian sexy dan juga modis, pakaian ketat adalah selera style citra.
" Putra jeng mana ?" tanya tante devina, sejak tadi ia tak melihat arjuna.
" E.... anu jeng, tadi keluar sebentar katanya ada urusan, maklumlah jeng anak saya itu pengusaha muda yang sukses jadi sedikit sibuk." jawab mommy rita berbohong padahal yang sebenarnya ia juga tidak tau dimana putranya berada.
" Kamu hebat jeng, bisa mendidik putra mu sampek sukses gitu." tante devina kembali memuji mommy rita.
Rencananya mommy rita ingin memperkenalkan citra pada arjuna, lagi-lagi ia ingin menjodohkan putranya dengan wanita pilihannya. menurut mommy rita, citra adalah sosok wanita muda berkelas, ia juga sukses dalam berkarier, salah satu usahanya adalah toko buku karunia jaya, tempat dhita pratiwi bekerja. Tak hanya itu ia juga memiliki beberapa butik dan salon.
" Kamu juga jeng, selain punya putri yang cantik, dia juga wanita karier yang hebat."
" Iya jeng, anak ku ini juga punya beberapa butik dan salon loh jeng, udah gitu dia juga membangun usaha baru, Toko buku." jawab tante devina, ia makin menonjolkan posisi putrinya, karna ia berharap mommy rita benar-benar akan menjodohkan putrinya dengan arjuna. Pria mapan yang telah menjadi incaran putrinya sejak lama.
" Wah... selamat ya citra, tante senang dengarnya."
" Iya makasih tante." jawab citra
__ADS_1