Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 27 Rahasia besar


__ADS_3

Mommy Rita tiba di kantor arjuna, ia melihat sekeliling ruangan namun tak mendapati putranya. Ada suatu hal yang harus ia bicarakan dengan arjuna, hingga membuat beliau harus datang kesana. Mommy Rita mengira arjuna sedang bersama dhita saat ini, berduaan hingga lupa waktu.


" Gadis itu benar-benar telah merubah watak putraku." Mommy Rita mendengus kesal.


Dilihatnya berkas-berkas penting yang menumpuk di meja kerja putranya, sambil memeriksa mommy Rita menggeleng-gelengkan kepalanya. " Bagaimana bisa dia seceroboh ini." mommy Rita membatin.


Tokkk...


Tokkk...


Tokkk...


Terdengar suara orang mengetuk pintu.


" Masuk..." perintah mommy Rita.


Eza. Ia terkejut ketika melihat ibu dari bosnya ada di sana.


" Selamat pagi tante.." sapa eza sekedar berbasa-basi.


" Pagi ." jawab Mommy Rita tanpa menoleh.


" Tumben tante kesini, ada apa ?" tanya eza heran.


Mommy Rita mengalihkan perhatiannya, memandang eza.


" Mana bos mu ?"


" Belum datang tante..." jawab eza asal bicara.


" Apakah hari ini tidak ada jadwal? Hingga dia bisa bermalas-malasan ? " tukas mommy Rita geram.


Eza memeriksa jadwal bosnya, ia melihat begitu banyak jadwal meeting hari ini, bahkan lima menit lagi meeting pertama akan di mulai, memang eza pergi ke ruangan arjuna untuk mengingatkan meeting paginya. Namun bukan arjuna yang ia temui malah ibu dari bosnya yang terlihat garang.


" Apa sebenarnya yang dia lakukan ? Mengapa jam segini belum datang juga." ucap mommy Rita berseteru dengan dirinya sendiri.


" Kemana dia ?" Mommy Rita menatap eza meminta jawaban darinya.


" Mana ku tau tante." ucap eza, dia sudah mulai jenuh dengan pertanyaan mommy Rita.


" Alihkan meeting denganku sekarang." perintah mommy Rita.


" Tapi tante..."


" Jangan remehkan aku, pengalamanku cukup luas dalam berbisnis, jadi cepat laksanakan perintah ku !" mommy Rita memaksa.


Eza hanya bisa mengangguk mematuhi perintah nya.


...****************...


Arjuna masih duduk di samping reyhan. Tiba-tiba ia teringat ada meeting pagi ini. Ia mengambil ponselnya, menghubungi eza,asistennya.


Berkali-kali ia mencoba menghubungi sahabatnya namun tak juga di angkat. Kemudian ia menghubungi mommy Rita, ibunya. Hal yang sama pun terjadi, mommy Rita juga tak menjawab panggilannya.


" Mommy pasti sedang mewakili aku meeting." Arjuna menduga.


Memang benar dugaan arjuna, mommy Rita dan eza sedang melangsungkan meeting saat ini, ponsel mereka senyapkan jadi mereka tidak menyadari kalau arjuna berkali-kali menghubunginya.


Setelah beberapa saat kemudian.


Dreeettttt


Dreeettttt


Ponsel arjuna bergetar, " Mommy " tulisan yang tertera di layar ponselnya.


" Hallo mom.... ." arjuna menjawab panggilan di ponselnya. Namun belum selesai ia bicara mommy Rita memotong kata-katanya.

__ADS_1


" Ar, kamu dimana sih, kerjaan ini penting kenapa kamu tinggalin begitu saja, kamu pasti lagi sama dhita kan? Ayo jawab!" suara mommy Rita nyerocos membuat telinga arjuna berdengung.


" Iya mom, arjuna minta maaf lupa kabarin mommy, sekarang aku lagi ada di rumah sakit mom !". Jawab arjuna kalem. Ia tau kalau sudah seperti ini mommy Rita tidak bisa di debat lagi, bisa-bisa emosinya semakin memuncak.


Mommy Rita terkejut mendengar putranya berada di rumah sakit, kemudian ia bertanya dengan nada lebih rendah.


" Kamu sakit, Ar ? Di rumah sakit mana? Kenapa gak hubungin mommy ?"


" Temen aku kecelakan mom, jadi aku bawa dia kerumah sakit, mommy bisa kesini? Ada yang mau aku tanyakan ke mommy." ucap arjuna, ia ingin membahas tentang hasil tes DNA.


" Syukurlah bukan kamu, gimana kondisi temanmu ? Dan apa yang ingin kamu tanyakan ?"


" Pokoknya mommy kesini aja, temen aku udah melewati masa kritisnya, tapi belum siuman !"


" Ooo ya sudah mommy kesana sekarang !" mommy Rita memutuskan sambungannya.


...****************...


Pak Teddy pandu winata, beliau tiba di rumah sakit di temani oleh sopirnya. Dengan langkah agak gontai pak Teddy menelusuri lorong rumah sakit, karna kondisinya yang sakit-sakitan di tambah dengan kabar reyhan, putranya yang mengalami kecelakaan. Membuat dirinya semakin terpuruk. Umpama pepatah, Sudah jatuh tertimpa tangga.


Pak Teddy membuka pintu. Netranya langsung tertuju pada putranya yang tengah terbaring, tak sadarkan diri.


" Putraku, reyhan.... apa yang terjadi padamu nak...?" pak Teddy meratapi putranya. Bulir-bulir bening menetes membasahi pipinya. Wajah nya yang menua di hiasi dengan garis-garis halus, mengisyaratkan perjalanan hidupnya yang tak sempurna.


Arjuna menatap pak Teddy, baru kali ini ia bertemu dengannya tapi rasanya sungguh aneh, ia merasa seperti telah dekat dengannya. Begitu pun dengan pak teddy ia merasakan hal yang serupa.


" Sabar ya, om...kita do'akan saja semoga reyhan cepat sembuh !" ucap arjuna, ia menepuk bahu pak Teddy.


" Kamu siapa nak ?" Tanya pak Teddy, " mengapa pria ini mirip dengan reyhan ? Siapa dia ?" ucap pak teddy dalam hatinya. Beliau menatap lekat.


" Perkenalkan saya Arjuna Calvin Dharmendra !"


" Saya yang telah membawa putra om kesini kebetulan saya sedang lewat di tempat kecelakaan." lanjut arjuna.


" Terima kasih nak arjuna, semoga tuhan melindungimu !" ucap pak Teddy seraya memeluk arjuna.


" Kamu kenapa nak arjuna ?" tanya pak Teddy, ia melerai pelukannya.


Rena yang dari tadi diam saja,menjelaskan bahwa arjuna lah yang telah mendonorkan sumsum tulang belakangnya untuk reyhan.


" Sekali lagi terima kasih banyak nak, semoga hidupmu berkah, dan impianmu menjadi nyata." Pak Teddy berdo'a untuk arjuna.


" Amiin... " ucap dhita menadahkan tangannya.


Terdengar suara orang berbicara di luar. Mommy Rita mencari keberadaan putranya.


Arjuna mengisyaratkan pada dhita untuk membuka pintu.


" Mari masuk tante." ajak dhita, melihat mommy Rita kebingungan mencari keberadaan putranya.


" Ngapain kamu disini ?" mommy Rita bertanya, ia heran. " mengapa gadis ini selalu mengikuti arjuna, seperti bayangan saja." mommy Rita menggerutu dalam hatinya.


" Mom....! " Seru arjuna. Ia tak ingin kekasihnya menjadi pelampiasan amarah ibunya.


" Ar.... Kamu gak apa-apa ?" mommy Rita bertanya ketika ia melihat putranya berusaha menahan rasa sakit. Sebagai seorang ibu mommy Rita cukup peka walau ia tidak tau apa sebenarnya yang terjadi. Tanpa Arjuna mengatakan pun ia tau bahwa putranya sedang kesakitan.


Pak Teddy yang saat itu sedang duduk di samping putranya, menoleh ketika mendengar suara yang sangat ia kenal beberapa tahun yang lalu. Ya, Mommy Rita adalah mantan istrinya. Yang sangat ia rindukan. Karna mereka berpisah juga karna terpaksa.


" Apa yang ingin kamu bicarakan sama mommy ?" mommy Rita tidak menyadari keberadaan pak Teddy karna pandangannya hanya tertuju pada arjuna.


" Mungkin ini saat yang tepat aku tanyakan sama mommy." pikir arjuna.


Namun pak Teddy mendahului menyapa mommy Rita.


" Rita sudirja..." seru pak teddy, ia menatap mommy Rita yang sedang membelakanginya.


Mendengar namanya di panggil mommy Rita terkesiap, " Suara itu...." Pikirnya. Kemudian perlahan mommy Rita membalikkan badan, dan apa yang ia lihat sungguh tak pernah terduga sebelumnya.

__ADS_1


" Pipi..." suara mommy Rita tertahan karna rasa sesak di dada.Ia teringat akan masa lalunya.


" Ah, maksudku...mas Teddy pandu winata." ujarnya kemudian, berusaha untuk tetap tegas walau pun sebenarnya ia sangat gugup.


Sebutan " pipi " Adalah panggilan kesayangan untuk pak Teddy saat mereka masih bersama dulu. Pak Teddy pun memanggilnya " mimi " kala itu.


Arjuna, hanya menyimak. Sedangkan rena dan dhita telah keluar dari ruangan tersebut karna tidak mungkin dalam ruangan itu penuh dengan banyak orang.


" Ya tuhan.. Apakah ini nyata ? Ini benar-benar kamu?" pak Teddy masih tak percaya.


" Apa kabar mu mimi ?" lanjutnya.


" Aku baik mas, kabarmu bagaimana ? " mommy Rita balas bertanya.


" Baik... " jawab pak Teddy.


" Jadi nak Arjuna ini putramu ?" tanya pak Teddy kemudian. Tangan kekarnya menunjuk ke arah arjuna.


" Iya mas, dia putraku. " jawab mommy Rita.


" Lebih tepatnya dia anakmu mas, anak kita, buah cinta kita." bisik mommy Rita dalam hati.


" Rupanya kau telah bahagia dengan pernikahanmu yang sekarang." pikir pak Teddy.


" Ini putra mu mas ?" tanya mommy pula, ia melihat ke arah reyhan yang masih tak sadarkan diri. Tampak di wajah nya luka lebam, kebiru-biruan.


Pak Teddy mengangguk.


" Iya ..dia putra ku satu-satunya." jawab pak Teddy kemudian memandang reyhan dengan penuh kasih sayang.


" Tidak mas, putramu tak hanya satu, tapi kau memiliki dua orang putra, arjuna putramu juga mas." Mommy berbisik kembali di dalam hati. Hanya itu yang bisa ia lakukan mengatakan yang sebenarnya itu tidaklah mungkin baginya.


" Istrimu mana mas, mengapa tidak ikut kesini ?" tanya mommy Rita, karna sejak tadi ia tidak melihat istrinya pak Teddy, ibu dari reyhan.


Pak Teddy menghembuskan nafas perlahan, dengan berat ia berkata.


" Istriku telah lama tiada." jawab pak teddy dengan suara lirih, teringat olehnya wajah cantik sang istri yang selalu setia padanya.


" Tiada? Maksud mu? " mommy Rita seakan tak mengerti.


" Dia meninggal saat melahirkan putraku." pak teddy menatap wajah mommy Rita. Wajah yang sama seperti waktu mereka masih bersama dulu.


Arjuna meraih secarik kertas yang ia simpan dalam sakunya.


" mom, tolong jelaskan maksud dari kertas ini ?" arjuna memberikan kertas tersebut kepada mommy Rita.


Dengan rasa heran mommy Rita meraih kertas yang di berikan putranya.


Ia meneliti isi kertas tersebut, surat keterangan kecocokan tes sumsum tulang belakang sekaligus tes DNA.


Tangannya bergetar saat ia membaca bahwa 99,9 persen gen arjuna dan reyhan sama. Artinya mereka berdua satu ayah.


" Jelaskan mom ?" pinta arjuna, ia semakin yakin bahwa sang ibu telah menyembunyikan suatu rahasia besar darinya.


Mommy Rita menatap pak teddy yang sedari tadi juga menatapnya.


" Sebenarnya....." sebuah ide terlintas di benaknya.


" Memangnya kenapa Ar? Ini bisa saja karna kesalahan teknis." Mommy Rita berbohong, tidak mudah baginya untuk berterus terang setelah lama menyembunyikannya.


" Mana mungkin kesalahan teknis mom, hasil tes ini sangat akurat, dan rumah sakit ini termasuk rumah sakit terbaik karna semua fasilitasnya sudah terjamin." arjuna tidak percaya.


" Kau pikir mommy berbohong Ar ?" tukas mommy Rita, sebisa mungkin ia berusaha menutupi rahasia besar yang selama ini ia sembunyikan.


" Lalu apa mommy pikir, di dunia ini akan ada dua orang yang segala apa yang ada dalam dirinya sangat identik dengan orang lain tanpa adanya hubungan apapun." Arjuna tetap tidak percaya.


Bagaimana ia akan percaya karna sebelumnya telah melakukan tes ulang dan hasilnya sama.

__ADS_1


__ADS_2