
Kepala pelayan menginformasikan kepada mommy Rita bahwa jamuan makanan yang akan di hidangkan untuk kedua tamunya telah siap di meja makan.
" Baiklah terimakasih," ucap mommy Rita sebelum pelayan itu kembali ke dapur.
Mommy Rita segera mempersilahkan Andrian dan Bellinda untuk menikmati jamuan.
" Dimana Arjuna dan Dhita tante?" tanya Bellinda merasa heran, karena sejak tadi mereka belum kembali.
" Entahlah, sebentar Tante susul mereka." jawab mommy Rita, ia juga merasa heran karena tidak mungkin jika hanya ingin ke toilet memakan waktu selama itu.
" Kami disini mom!" seru Arjuna yang saat itu sedang menggandeng Dhita.
Menghentikan langkah mommy Rita.
" Dari mana saja kalian?" tanya mommy Rita menatap Arjuna dan Dhita secara bergantian.
" Ini mom, Dhita merasa nyeri di bagian bekas lukanya," jawab Arjuna beralasan, karena tidak mungkin baginya mengatakan hal yang sebenarnya.
" Bagaimana kalau kita ke rumah sakit, mommy khawatir lukanya infeksi." tukas mommy Rita, ia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada menantunya.
" Tidak perlu mom, sekarang sudah membaik," ucap Dhita berusaha untuk tersenyum.
" Ya sudah kalau begitu, ayo kita makan bersama, Andrian dan Bellinda telah menunggu kalian." papar mommy Rita kemudian melangkah menuju ruang makan, menemui Andrian dan Bellinda yang telah sejak tadi menunggu di sana.
Sedangkan Arjuna dan Dhita mengikuti dari belakang.
" Kalian dari mana saja?" tanya Andrian yang sedang duduk di ruang tamu.
" Ada urusan sebentar." jawab Arjuna terkekeh, bukan apa-apa ia berkata seperti itu, hanya saja ia tidak ingin Andrian dan Bellinda merasa curiga.
" Oh," gumam Andrian dan Bellinda bersamaan.
Kemudian saling melirik satu sama lain dengan mengulum senyum.
Arjuna menarik sebuah kursi untuk di duduki oleh istrinya.
" Terima kasih mas," ucap Dhita.
Andrian memandang Dhita dengan lekat lalu bertanya.
" Kau kenapa?" tanya Andrian menelisik Dhita dengan pandangan intens nya.
Mendengar pertanyaan suaminya, Bellinda pun ikut memandang Dhita.
" Tidak apa-apa bang," jawab Dhita berusaha tenang.
" Jika tidak ada apa-apa, mengapa suaramu serak?" tanya Andrian merasa ada yang di sembunyikan oleh adik angkatnya.
" Eh.... itu....karena..."
Melihat istrinya kebingungan Arjuna segera berkata.
" Istriku merasa nyeri di bagian bekas lukanya."
Andrian langsung terkejut mendengar jawaban Arjuna.
" Boleh ku lihat?" Andrian terlihat sangat khawatir, namun ke khawatiran itu berubah ketika melihat Arjuna yang menatapnya dengan intens.
__ADS_1
" Sudah ku urus, jadi kau tidak usah melihatnya." ucap Arjuna dengan tegas.
" Maaf aku hanya khawatir saja tidak ada maksud lainnya," jawab Andrian yang memahami ke tidak sukaan Arjuna.
" Ayo makanlah, suamiku." Bellinda menengahi, ia mengerti apa yang sedang terjadi di antara keduanya.
Andrian menyantap makanannya, namun di dalam hati ia masih bertanya-tanya.
Andrian merasa ada yang sengaja di sembunyikan.
Kelima orang itu makan bersama tanpa ada yang berbicara sepatah katapun.
Beruntung Glen Alvaro masih tertidur pulas, hingga Bellinda bisa menikmati hidangan itu tanpa terburu-buru.
Setelah selesai menikmati makan bersama, semua orang berkumpul di ruang tamu.
Mereka kembali bersenda gurau sesekali di iringi suara tawa canda ria.
Cukup lama mereka bersenda gurau hingga tak terasa hari semakin malam.
Andrian melirik arlojinya.
" Jam 08.00 malam," gumamnya lirih namun terdengar oleh Bellinda.
" Sudah malam, mari kita pulang." ajak Bellinda kepada suaminya.
Andrian menganngguk, setelah berbasa-basi sedikit, akhirnya ia berpamitan.
" Kami pulang dulu Tante, Ar, Dhita." ucap Andrian berpamitan.
" Kok buru-buru," ucap mommy Rita yang sedang menggendong Glen.
" Sudah malam Tante, papanya Glen harus istirahat." jawab Bellinda sambil meraih putranya.
Mommy Rita menyerahkan Glen ke dalam dekapan ibunya.
Glen menggeliat.
" Oooeeeekkk, ooooeeeekkk." tangis Glen yang terkejut ketika berpindah ke tangan ibunya.
" Oh, rupanya Glen masih ingin di sini!" seru mommy Rita berusaha untuk membantu menenangkan bayi itu.
Setelah selesai meletakkan Glen di dalam gendongannya, Bellinda menyodorkan botol susu dan memasukkannya ke dalam mulut Glen yang langsung menghisapnya.
" Dia haus rupanya," gumam mommy Rita seraya tersenyum.
Tak lama kemudian Andrian dan Bellinda berpamitan.
Dhita yang sedari tadi lebih banyak diam, melambaikan tangannya mengiringi kepergian Andrian dan Bellinda.
Arjuna mengajak Dhita masuk ke dalam mansion, angin malam yang dingin tidak baik untuk kesehatan istrinya.
Sedangkan mommy Rita telah berada di kamarnya untuk beristirahat.
*
*
__ADS_1
*
Keesokan harinya.
Pagi-pagi sekali Dhita telah bersiap, ia berdandan rapi untuk melakukan perjalanan ke desa.
Arjuna yang sedang duduk di balkon merasa segar setelah menghirup udara pagi.
" Mas!" panggil Dhita mencari keberadaan suaminya.
Karena tak mendapat jawaban, Dhita terus mencari ke balkon mansion dan ternyata Arjuna sedang duduk menikmati udara pagi yang segar.
Melihat kedatangan istrinya, Arjuna langsung beranjak dari tempat duduknya.
" Aku mencari mu mas," ucap Dhita yang langsung mendapat ciuman hangat dari suaminya.
Namun sama seperti biasanya, Dhita hanya diam saja tidak menunjukkan ekspresi apapun.
" Kau sudah siap?" tanya Arjuna menatap lekat wajah istrinya.
Dhita yang baru selesai berhias terlihat cantik menawan walaupun hanya dengan make up sekadarnya.
Membuat Arjuna semakin mempererat pelukannya.
Karena pelukan yang sedikit erat, membuat Dhita merasa nyeri di punggung dan perutnya.
" Maaf," ucap Arjuna sembari mengurai pelukannya.
Rupanya luka bekas operasi belum sepenuhnya mengering.
" Kapan kita berangkat mas?" tanya Dhita sambil meringis menahan rasa nyeri di tubuhnya.
" Lima menit lagi," jawab Arjuna.
Lalu menggandeng istrinya melangkah masuk ke dalam mansion.
" Kalian jadi pergi hari ini?" tanya Mommy Rita ketika melihat anak dan menantunya memasuki mansion.
" Iya dong mom, kami telah siap sejak tadi, hanya saja masih menunggu mobil yang masih di panaskan." sahut Arjuna.
Memang di luar terdengar jelas suara mobil menderu berkali-kali.
Sambil menunggu mobil selesai di panaskan, Arjuna dan Dhita duduk di ruang tamu sambil berbincang-bincang.
Sedangkan para pelayan rumah sedang sibuk memindahkan barang-barang yang akan di bawa olah kedua majikan mereka.
Barang-barang itu kemudian di letakkan di dalam mobil.
" Mobil sudah siap tuan," ucap pak sopir melaporkan.
" Ya, kalau begitu mari kita berangkat." jawab Arjuna lalu bersalaman kepada ibunya yang diikutin oleh Dhita.
" Hati-hati kalian!" pesan mommy Rita sebelum Keduanya pergi.
" Pasti mom," jawab Arjuna lalu menggandeng tangan istrinya.
Keduanya masuk kedalam mobil yang langsung membawa sepasang suami-istri itu pergi meninggalkan mansion mewah mereka.
__ADS_1
Dinginnya udara pagi semakin menambah keindahan pemandangan yang memanjakan kedua mata.
" Makasih ya mas, kau selalu membuat aku bahagia," ucap Dhita sambil menyandarkan kepalanya di dada suaminya.