Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 105 Haredang


__ADS_3

" Mas, lepaskan aku, cepat turunkan aku!" pekik Dhita sambil terus meronta-ronta, tangannya memukul-mukul punggung suaminya, namun tidak di gubris sama sekali.


Karena tidak di gubris oleh Arjuna, Dhita meminta bantuan kepada Andrian.


" Bang, bang Andrian tolong aku bang," teriaknya sambil memandang ke arah pria yang hanya bisa menatapnya tanpa bisa melakukan apapun.


" Maafkan aku dhi, aku tidak bisa melakukan apa-apa." jawab Andrian, walau sebenarnya ia merasa tidak tega adik angkatnya di perlakukan seperti itu, namun jika ia melarang nya maka akan dapat di pastikan kalau istrinya akan merasa cemburu.


Bukan tanpa alasan Andrian berkesimpulan seperti itu, melainkan karena saat ini ia sedang melihat bagaimana istrinya tersenyum bahagia melihat Dhita di bawa oleh Arjuna.


Sementara itu, Arjuna terus berjalan membawa Dhita keluar dari rumah Andrian, tanpa memperdulikan wanitanya yang sedang meronta-ronta minta di turunkan.


" Kau jahat mas," umpat Dhita ketika dirinya di turunkan dari gendongannya dan didudukkan di kursi mobil di samping Arjuna.


Tanpa menyahuti umpatan istrinya, Arjuna mulai menjalankan mobilnya.


Berkali-kali Dhita megumpat namun tidak dihuraukan oleh Arjuna, hanya saat ini Arjuna menatapnya dengan sangat intens.


Mendapat tatapan yang tidak biasa dari suaminya, Dhita pun diam. Namun hanya bibirnya yang terlihat mengerucut kedepan.


Menandakan hatinya sedang kesal.


Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, hingga akhirnya mereka tiba di depan mansion mewah yang beberapa waktu yang lalu di tinggalkan oleh Dhita.


Arjuna keluar dari dalam mobil, lalu berjalan ke arah Dhita yang ia dudukkan di samping kemudi. Tanpa berkata sepatah katapun, Arjuna kembali memikul tubuh mungil istrinya yang kembali meronta-ronta minta di lepaskan.


" Mas, apa yang kau lakukan, cepat turunkan aku!" seru Dhita seraya kembali memukuli punggung suaminya.


Namun pukulan dari Dhita tidak ada apa-apa nya bagi Arjuna, pria pemilik tubuh kekar yang telah terbiasa menahan benda berat di tubuhya, saat berlatih di gym.


Semua pelayan di mansion itu hanya bisa memandangi insuden lucu di depan mereka.


Ya, mereka menganggap itu sebuah insiden lucu, karena Dhita tidak ubahnya seorang anak kecil yang di paksa pulang dari tempat bermain.


Arjuna melewati para pelayannya yang menundukkan kepala seraya menahan senyum.


Arjuna tetap tidak memperdulikan istrinya yang terus meronta, hingga pada akhirnya ia menurunkan Dhita di atas ranjang di dalam kamarnya.


Kamar yang sempat sepi karena nonanya pergi meninggalkannya.

__ADS_1


" Apa maksudnya semua ini mas?" tanya Dhita dengan sengit, sambil terus menatap wajah tampan di depannya.


Arjuna tidak menjawab, melainkan ia membuka kemejanya hingga menampilkan setengah tubuhnya yang kekar berotot.


Melihat pemandangan di depan mata, membuat Dhita menelan Saliva nya. Wanita mana yang tidak akan tergoda melihat tubuh kekar Arjuna, pria pemilik wajah tampan itu.


" Apa yang akan kau lakukan mas?" kembali Dhita bertanya, perasaannya mulai campur aduk, antara kesal dan kagum.


Kesal karena pria itu bertingkah semaunya sendiri, dan kagum melihat tubuh suaminya yang kekar berotot.


Mendapat tatapan dari istrinya yang sangat berbeda dengan apa yang di ucapkan, membuat Arjuna merasa geli. Hampir ia tertawa namun masih mampu ditahannya.


Ya, dari pertanyaannya Dhita menunjukkan sikap kesal dan marah, namun jika di lihat kembali dari sudut pandang nya, wanita itu menatapnya dengan penuh rasa dan kekaguman, hingga membuat kedua matanya berbinar.


Arjuna mendekati Dhita yang masih terduduk di atas ranjangnya. Perlahan, semakin lama semakin dekat.


" Apa yang akan kau lakukan mas?" namun itu hanyalah sebuah pertanyaan semata.


Karena Dhita memandang Arjuna dengan tatapan penuh rasa. Ada suatu keinginan di dalam hatinya namun ia masih berusaha untuk menahannya.


Mengingat dirinya adalah seorang wanita yang tidak mungkin melakukannya sebelum suaminya.


" Apa yang akan di lakukan oleh pria ini, mengapa dia mendekati diriku seperti ini?" batin Dhita dengan napas yang memburu.


Ini bukan yang pertama kalinya ia sedekat itu dengan suaminya, tapi entah mengapa ia merasa ada sesuatu yang berbeda.


" Jangan pernah pergi dari sisiku, karena aku tidak akan pernah membiarkan hal itu. Kau milikku dan sampai kapanpun akan tetap menjadi milikku!" bisik Arjun di telinga Dhita yang terdengar begitu seksi di telinga wanita itu.


Dhita dapat merasakan hembusan napas suaminya di ceruk leher nya. Rupanya pria itu sedang bermain di sana.


Dhita lebih memilih untuk diam, karena ia tahu sekeras apapun ia berusaha menghindar pasti akan tetap di kejar oleh pria itu.


" Mas!" Dhita menahan dada suaminya ketika pria itu hendak mengukungnya.


" Ada apa?" suara Arjuna terdengar bergetar.


" Aku ingin ke bathroom, ingin pipis!" sahut Dhita yang mungkin karena grogi atau cemas membuat dirinya ingin membuang hajatnya.


Dengan susah payah Arjuna menarik mundur tubuhnya.

__ADS_1


" CK, kebiasaan, dia selaku membuatku menunggu!" batin Arjuna kesal.


Bagaimana tidak akan kesal, telah dua kali ia harus mengurungkan niatnya, keinginannya untuk meneguk surga dunia belum pernah terlaksana.


Kini Arjuna yang di buat kesal oleh Dhita, pria itu hanya bisa memandang wanitanya yang turun dari ranjang melangkah menuju bathroom.


Di dalam bathroom, Dhita yang merasa sangat grogi mengelus dadanya dengan lega.


Karena ia berhasil membuat suaminya merasa kesal sama seperti dirinya sebelumnya.


" Mengapa dia belum keluar juga, apa dia sengaja usil, karena ingin membuatku menunggu!" batin Arjuna sambil berdecak kesal.


Arjuna lebih memilih untuk berbaring di ranjangnya sembari menunggu istrinya tercinta, yang berhasil membuat dirinya gelisah.


KREEKK...CEKKEK.


Suara pintu bathroom.


Menampilkan sosok wanita yang cantik dan putih mulus tiada cela.


Saat itu Dhita tidak lagi menggunakan hijab, ia membiarkan rambutnya tergerai panjang.


Dhita mengira suaminya telah tertidur pulas, oleh karena itu ia berniat untuk mendekatinya.


Dhita duduk di samping Arjuna yang memang sedang menutup matanya.


Dhita berniat mengecup kening suaminya, walau bagaimanapun pria yang telah membuat dirinya kesal dan kecewa, ia adalah suaminya tercinta.


" I LOVE YOU!" bisik Dhita setelah mengecup kening Arjuna yang hampir tidak bisa menahan rasa geli di hatinya. Menyaksikan sendiri tingkah lucu dari istrinya.


" I LOVE YOU TOO!" jawab Arjuna yang sontak membuat Dhita terkejut.


" Mas, kau...." Dhita tak meneruskan ucapannya ketika Arjuna si pria gagah telah berhasil menjatuhkan tubuhnya kembali di atas ranjang.


Tanpa menunggu apapun lagi, tanpa menghiraukan wanitanya yang meronta-ronta, Arjuna mengukung tubuh mungil itu. Karena ia tidak ingin lagi kehilangan kesempatan atau kalau tidak wanitanya ini akan membuat dirinya selalu menunggu.


" Apa lagi, kau tidak akan bisa mengakali diriku lagi." bisik Arjuna kembali di telinga istrinya, dan membuat Dhita susah payah menelan Saliva nya.


" Sepertinya aku tidak akan pernah bisa lepas darinya!" gumam Dhita lirih.

__ADS_1


__ADS_2