Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 116 Terpaksa menikahinya


__ADS_3

Di dalam rumah Citra tampak berbeda dari biasanya, rumah yang biasanya sepi kini menjadi lebih ramai dan ceria.


Sebuah mobil mewah sedang parkir di halaman rumah itu, kemudian beberapa orang keluar dari mobil tersebut.


Mereka yang tak lain dan tak bukan adalah Arjuna, Dhita, dan Mommy Rita.


Mereka melangkah memasuki rumah itu dengan ekspresi wajah yang sama sekali tidak menunjukkan tanda kebahagiaan.


Tapi tidak untuk Dhita, ialah satu-satunya orang yang selalu melayangkan senyum di manapun ia berada.


" Selamat datang jeng, siapa sangka kita akan kembali bertemu di dalam kebahagiaan ini," sambut Bu Devina dengan penuh rasa kebahagiaan.


" Iya jeng, saya juga tidak menyangka akan ada kesempatan baik untuk kita berjumpa kembali." Mommy Rita menjawab sambutan Bu Devina, dengan sebuah sindiran.


Mengingat betapa mengecewakan sikap bu Devina setelah pertunangan putrinya di batalkan, bahkan Bu Devina tidak pernah merespon ketika mommy Rita mengirimkan teks Chat. Seolah mereka tidak pernah saling mengenal sebelumnya.


" Hehehe... iya jeng, saya tidak pernah menyangka Arjuna akan benar-benar menikahi putri saya." Bu Devina kembali akting dengan air mata buayanya.


Mommy Rita tidak menjawab, hanya saja ia sedikit tersenyum untuk menghormati Bu Devina.


Kemudian mereka duduk di ruang tamu yang telah di dekor sedemikian rupa . Tampak begitu indah memanjakan mata.


Beberapa menit kemudian seluruh anggota keluarga berkumpul di dalam ruangan tersebut.


Seorang penghulu datang dan duduk bersama para keluarga, memang acara pernikahan ini sangatlah sederhana hanya di hadiri oleh beberapa kerabat dekat saja. Karena itu persyaratan yang diajukan oleh Arjuna sebelum ia menyetujuinya.


Bukan tanpa alasan Arjuna memberikan persyaratan itu, karena ia sendiri tidak ingin pernikahan keduanya ini menjadi sorotan para wartawan yang selalu saja mencoba mencari celah untuk mendapatkan informasi terkini dari kehidupannya.


" Dimanakah mempelai wanitanya?" tanya pak penghulu, karena sebentar lagi acara akan di mulai.


" Masih di dalam pak, sebentar lagi akan keluar karena masih di jemput." jawab Dhita, karena tidak satupun jawaban dari orang yang berada di ruangan itu.


Tak lama kemudian, Bu Devina turun dari tangga rumahnya dengan menggandeng seorang wanita cantik dan molek.


Penampilan Citra saat ini sangat berbeda dengan kemarin, yang terlihat acak-acakan.


Bu Devina mendudukkan putrinya di samping Arjuna yang telah duduk di sana sejak tadi.


" Bagaimana, bisa kita mulai acaranya?" tanya pak penghulu kepada para tamunya.


Semua menjawab serempak.

__ADS_1


" Bisa pak!"


Kemudian pak penghulu mengalihkan perhatiannya kepada Dhita yang saat itu sedang di duduk di sebelah Arjuna namun agak sedikit kebelakang.


" Bagaimana bu Dhita, apakah anda ikhlas, dan anda mengizinkan suami anda menikah kembali?" tanya pak penghulu menatap Dhita dengan perasaan mengiba.


" Ya pak penghulu, saya benar-benar ikhlas," jawab Dhita bersemangat.


" Baiklah, dengan bismillah kita buka acara sakral ini!" ucap pak penghulu, kemudian menjabat tangan Arjuna.


Pak penghulu mengucapkan ikrar ijab kabul yang kemudian di ikuti oleh Arjuna.


" Bagaimana para saksi? Sah?" pak penghulu bertanya kepada seluruh kerabat yang hadir di dalam ruangan tersebut.


" SAH!" jawab para kerabat dengan mantap.


Tiba-tiba terdengar suara dari arah pintu.


" Tunggu pak penghulu!" seru suara itu yang berasal dari seorang pria tampan.


Pria itu sedang berdiri dengan gagahnya di depan pintu. Kemudian pria itu memasuki ruangan yang menjadi tempat dimana acara sakral tersebut sedang berlangsung.


PRAAAKKK


BRAAKKK


"AAAKKKHH...!" suara yang berasal dari mempelai pria Yang sedang di amuk oleh pria itu dengan pukulan membabi buta.


Siapa lagi kalau bukan Andrian, pria yang tidak rela adik angkatnya atau lebih tepatnya, mantan kekasih yang telah ia anggap sebagai adik angkatnya di sakiti.


" Dumn!" Andrian mengumpat sambil terus menghajar Arjuna tanpa ampun.


Arjuna yang sama sekali tidak menduga akan mendapat serangan secara mendadak tidak mampu menghindar.


" Andrian, hentikan!" seru Arjuna yang bibir dan wajahnya telah di buat lebam.


Namun seperti orang kesurupan, Andrian terus menyerang Arjuna hingga pada akhirnya terdengar sebuah suara yang mampu menghentikan aksinya.


" Hentikan Bang!" teriak Dhita yang telah sedari tadi berdiri memperhatikan kedua pria di depannya dengan tatapan bingung.


Sontak membuat Andrian menghentikan pukulan tangannya yang hampir menyentuh wajah Arjuna, sedangkan Arjuna dalam keadaan terpejam.

__ADS_1


" Hentikan, kataku!!" Dhita kembali berteriak namun kali ini lebih keras dari sebelumnya.


" Biarkan aku menghabisi pria tidak tahu diri ini, biar dia tidak lagi menyakitimu!" Andrian tidak kalah keras menggertak Dhita.


" Kau salah paham bang, mas Ar tidak bersalah!" bela Dhita, ia merasa tidak suka suaminya di tuduh yang bukan-bukan.


" Tidak bersalah? bagaimana bisa pria yang telah beristri, bahkan istrinya kini tengah mengandung anaknya masih ingin menikahi wanita lain, di nyatakan tidak bersalah!!" Andrian semakin emosi, ia berkata seraya menunjuk ke arah perut Dhita yang sedang membesar.


" Ini semua karena mu!!"


Arjuna yang merasa telah di permalukan pergi dengan menahan amarah, tanpa memperdulikan apapun tentang pernikahan yang tidak pernah di inginkannya.


Andrian yang sedari tadi penuh dengan amarah, kini ia merasa di landa kebingungan.


Bingung karena Arjuna justru menyalahkan Dhita, jelas-jelas wanita yang telah di duakan olehnya.


" Itu, lihatlah pria yang selalu kau bela, dia justru menyalahkan dirimu!" Andrian menunjuk Arjuna yang telah jauh di luar sana.


PLAAAKK


Dhita yang telah muak dengan kelakuan Andrian, saat itu juga menamparnya. Mendapat tamparan yang begitu keras, Andrian semakin bingung.


" Apa salahku Dhi? mengapa kau menamparku?" Andrian menatap tajam Dhita yang juga membalasnya dengan tatapan tajam pula.


" Pertama, dari mana kau tahu bang hari ini mas Ar akan menikah?"


" Kedua, atas dasar apa kau berani menyerangnya?" Dhita memberikan pertanyaan yang bertubi-tubi.


" Aku hanya ingin kau bahagia, aku tidak ingin kau di sakiti dan di duakan." jawab Andrian.


Ya, karena sebelumnya Andrian yang baru saja tiba di kantor, terkejut mendengar kabar kalau Arjuna akan menikah kembali hari ini.


Dengan penuh rasa amarah, Andrian pergi menuju ke rumah Citra dan membuat keributan di sana.


" Akulah orang yang ingin mas Ar menikahi Citra!" Seru Dhita.


" Apa? jadi kau yang telah menyebabkan pernikahan ini terjadi?" Andrian terperanjat mendengar pernyataan dari adik angkatnya.


Sedangkan Dhita kembali duduk di samping Citra lalu berkata kepada pak penghulu yang sedari tadi diam saja, hanya tercengang menatap kepada kedua pria yang sempat beradu di dalam ruangan itu.


Andrian yang merasa malu sendiri segera keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


" Maaf atas kesalahan yang telah terjadi pak penghulu." ucap Dhita mewakili kedua pria yang entah di mana sekarang.


__ADS_2