Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 171 Kembali ke Negeri Tercinta


__ADS_3

Di bandara Internasional John F. Kennedy, new york city. Ans bersama dengan kedua orang tua angkatnya, telah berada di dalam badan pesawat yang sedang terbang tinggi di angkasa.


Pesawat yang akan mengantarkan Ans ke negri kelahirannya. Negri tumpah darahnya.


Bagi Ans, kepulangannya ke Indonesia hanya memiliki satu tujuan yang pasti. Yaitu, membalaskan dendam ibunya yang merasa telah di khianati oleh Arjuna.


Setelah Tiga hari perjalanan sekitar tiga puluh empat jam tiga puluh lima menit. Akhirnya mereka bertiga pun sampai ke negri tercinta.


"Indonesia, I'm coming!" teriak Ans ketika telah turun dari pesawat.


"Ans, apa yang kau lakukan?" tanya Fanny ketika melihat Ans bertingkah kegirangan.


"Biarkan saja, ini kan pertama kalinya dia menginjakkan kaki di negara kelahirannya." tukas Jason membela Ans.


Tak lama kemudian seorang pengawal berlari mendekat ke arah mereka.


"Bagaimana, semua aman?" tanya Jason kepada pengawal itu.


"Sudah tuan!" jawab nya dengan tegas.


"Bagus, sekarang kau antarkan putra ku ke tempat kediamannya," perintah Jason kepada pengawalnya.


"Baik, tuan!"


Ans yang mendengar perintah dari seorang pria yang telah ia anggap sebagai ayahnya, merasa heran hingga membuat ia bertanya.


"Pa, apa maksud papa dengan tempat kediaman ku?"


"Bukankah, kita akan tetap tinggal bersama?" Ans melanjutkan pertanyaannya.


Mendapat pertanyaan seperti itu dari putra Angkatnya, membuat Jason tertawa.


"Ans, dengarkan papa!" ucap Jason ketika suara tawanya mereda.


Ans pun menurut dengan ucapan Ayah angkatnya.


"Ans, bukankah kau ingat dengan cerita mama mu, kalau di kota ini adalah tempat tinggal ayah kandungmu, Arjuna, dan dia adalah orang yang paling berkuasa di kota ini." jelas Jason.


"Aku telah dewasa pa, laki-laki itu tidak akan pernah bisa mencelakai ku." Jawab Ans geram setiap kali mendengar nama Arjuna.


"Ans, mama mohon turuti keinginan papamu," Fanny pura-pura mengiba.


"Kami melakukan semua ini demi kebaikanmu nak, kami takut jika kau tinggal bersama dengan kami, justru akan membawa malapetaka bagi dirimu sendiri." Fanny melanjutkan bicaranya.


"Mulai sekarang orang ini akan menjadi pengawal pribadi mu!" ucap Fanny.


"Baik ma!" jawab Ans yang langsung mematuhi perintah dari Fanny.


Ans pun membenarkan ucapan Fanny, ia juga berpikir jika mereka mengetahui tentang keberadaannya di kota itu, maka akan hancur segala misi yang telah ia persiapkan selama ini. Tentu saja Ans tidak ingin hal itu terjadi.

__ADS_1


Ans pun mengekor, mengikuti langkah pengawal itu menuju ke arah mobil yang terparkir tidak jauh dari bandara.


Sementara itu, Jason dan Fanny tertinggal jauh di belakang, dan mereka akan kembali ke rumah mereka yang dulu pernah mereka tempati sebelumnya. Sedangkan bi Murni akan pulang ke Indonesia akhir pekan, karena ia kehabisan tiket pesawat.


Ans hanya terdiam sejak ia memasuki mobil.


Berbagai pertanyaan bersarang di kepalanya.


Ans menerka-nerka seperti siapa sosok pria yang telah menjadi ayah kandungnya, sekaligus pria yang telah mencampakkan ibu dan dirinya.


Setidaknya itulah pemikiran Ans saat ini.


Di saat Ans sedang asyik melamun, tiba-tiba...


SREEETTT...


Mobil berhenti mendadak.


"Ada apa?" tanya Ans terkejut.


"Maaf tuan, sepertinya saya telah menabrak seseorang." jawab Pengawal itu dengan panik.


Mendengar ucapan pengawalnya, sontak Ans membuka pintu dan mulai turun melihat keadaaan orang yang telah di tabrak oleh pengawalnya.


Dan benar saja, ketika Ans telah berada di luar mobil, tampak terlihat olehnya seorang wanita cantik tengah duduk bersimpuh di depan mobil.


"Maaf, nona tidak apa-apa?" tanya Ans Ketika telah berada di samping wanita itu.


"Tidak apa-apa!" ucap wanita itu ketika Ans mengulurkan tangannya.


Kemudian wanita itu bangkit dari tempat ia terjatuh dengan susah payah seraya memegang tangan Ans.


Wanita yang hanya menggunakan rok mini itu mengalami luka di bagian lututnya.


Perawakannya yang putih mulus dan berbadan ideal, sungguh memancarkan sebuah kecantikan yang alamiyah.


"Perkenalkan aku Ans!" ucap Ans kembali mengulurkan tangannya.


"Almira," jawab wanita itu dengan sedikit mendesis karena menahan rasa sakit di bagian lututnya.


Telah menjadi kebiasaan bagi Ans ketika berjumpa dengan wanita cantik, maka ia akan segera mengajak berkenalan.


"Nama yang bagus." ucap Ans, mulai menggombal yang langsung membuat wanita yang bernama Almira itu tersipu malu.


"Lutut mu berdarah!" seru Ans ketika melihat lutut yang indah putih mulus sedang berlumuran darah.


Ans, segera memapah Almira duduk di pinggir jalan.


"Tunggu sebentar!" seru Ans, lalu segera membuka pintu mobil mencari sesuatu di sana.

__ADS_1


Kemudian ia membawa sesuatu di tangannya, kotak P3K. Ans segera menemui Almira kembali yang sedang duduk di pinggir jalan.


"Mari ku obati lukamu!" Ans megambil kapas dari dalam kotak P3K.


"Tidak usah, aku bisa sendiri," Tolak Almira ketika Ans hendak membersihkan darah di bagian lukanya.


"Tidak apa-apa, kau terjatuh karena kami, untung saja keadaanmu baik-baik saja," ucap Ans.


"Kau ingin kemana, biar kami antar!" lanjutnya lagi sedikit berbasa-basi.


Setelah selesai membersihkan luka di lutut Almira.


"Tidak perlu, rumahku tidak jauh dari sini." jawab Almira.


"Boleh ku tahu nomor ponselmu?" Ans si Playboy mulai beraksi.


"Maaf, saya tidak bisa memberikan nomor ponsel saya kepada siapapun." jawab Almira.


Kemudian Almira, si wanita cantik itu hendak bergegas untuk pergi dari tempat itu. Namun, Ans segera menghentikannya.


"Aku ingin pulang, please jangan halangi aku!" Suara Almira terdengar lebih tegas.


Mendengar ucapan Almira yang selalu menolak setiap ucapannya, membuat Ans terpaksa harus mengalah.


Tidak ada yang bisa di lakukan oleh Ans, selain memandangi punggung Almira yang semakin menjauh.


"Wanita yang aneh." gumam Ans, hampir tidak terdengar.


Baru pertama kalinya, Ans mendapatkan penolakan dari seorang wanita, karena selama ini justru ia yang selalu di kejar oleh para wanita.


"Semangat Ans, ini adalah tantangan baru untuk mu!" ucapnya kepada dirinya sendiri.


Setelah wanita itu tidak lagi tampak di depan matanya, Ans segera memasuki mobil. Kemudian mereka pun berlalu dari tempat itu.


*


*


Di sebuah rumah mewah, dengan segala kebutuhan yang telah di persiapkan segalanya.


Ans berjalan memasuki rumah itu.


"Ah, lega!". suara Ans memecah kesunyian, akibatnya suaranya begitu keras menggema di seluruh rumah itu.


Ans duduk di sofa yang terasa sangat empuk, hingga membuat Ans semakin merasa nyaman duduk di sana seraya membayangkan wajah ayu milik Almira.


"Dia cantik dan manis, ah andai saja aku bisa tahu dimana letak rumahnya." ucap Ans kepada dirinya sendiri.


"Tentu akan ku datangi rumahnya setiap hari." khayal Ans, masih membayangkan wanita cantik itu.

__ADS_1


__ADS_2