
Arjuna sengaja meletakkan kedua bayi kembarnya di atas tubuh istrinya dengan harapan bahwa istrinya akan di beri keajaiban oleh yang maha kuasa.
"Jika kau memang ingin pergi, maka pergilah! tapi kau harus membawa mereka berdua bersamamu! aku tidak akan menerima mereka jika kau tidak bersama kami!!" ucap Arjuna penuh penegasan.
Seketika kedua bayi kembarnya menangis bersamaan di atas dada ibunya dengan tangan yang menggapai-gapai seolah memanggil sang ibu.
" Ar, apa yang kau lakukan? kasihan mereka? istrimu tidak akan mendengar tangisan kedua bayinya!" Mommy Rita merasa tidak tega, menyaksikan kedua cucunya menangis di atas jenazah ibunya.
" Ooeeekk....oeeekk...ooeekkk...ooeekkkk...!!" suara tangis kedua bayi kembar itu saling bersahutan. Seakan-akan mereka menangis memanggil ibunya agar kembali ke dunia ini.
Tangan dan kaki kedua bayi mungil itu meraba-raba tubuh ibunya, di sertai suara tangis mereka yang kencang.
Tuhan maha mendengar dan maha adil, tubuh Dhita yang sebelumnya membujur tanpa nyawa, tiba-tiba tangannya tangannya bergerak perlahan, kemudian ia mulai menghirup napas perlahan-lahan. Namun tak satu pun orang yang menyadari semua itu, mereka masih dalam ke adaan berkabung.
" Tidak mom, jika Dhita melahirkan kedua anak-anak ku maka kewajibannya adalah merawat dan membesarkan mereka hingga mereka dewasa!" ucap Arjuna dengan tegas.
" Bukannya melahirkan dan meninggalkan mereka sendiri di dunia ini!" lanjut Arjuna.
Kemudian ia berbalik badan hendak melangkah pergi, namun seketika langkahnya terhenti ketika ia mendengar sebuah suara memanggilnya. Walaupun terdengar sangat lemah, namun di telinga Arjuna suara itu terlihat sangat merdu.
" Mas, A...r."
Suara itu berasal dari Dhita, istrinya tercinta.
Rupanya sebuah keajaiban telah terjadi kepadanya.
" Subhanallah..!" seru pak Setyo ketika melihat putrinya bernafas kembali.
Dan seketika itu juga, kedua bayi kembar yang tadinya menangis bersamaan, kini tiba-tiba diam, dengan pandangan saling menatap satu sama lain. Seolah mereka ingin berkata " Kami berhasil."
Arjuna dengan segera menghampiri istri dan kedua putra-putrinya. Di dalam hati beribu-ribu kali ia mengucapkan rasa syukur.
" Sayang, kau kembali, kau kembali untuk ku dan anak-anak kita" ucap Arjuna masih serasa di alam mimpi.
__ADS_1
Tubuh yang sebelumnya terbujur tak bernyawa, kini telah kembali hidup.
" Mas A...r" hanya kata-kata itu yang terdengar dari bibirnya.
" Ya sayang, aku disini, berjanjilah kau tidak akan pernah pergi meninggalkan diriku lagi." air mata kebahagiaan jatuh menetes di pipinya.
" Ini benar-benar sebuah keajaiban, bagaimana mungkin orang yang telah meninggal, bisa hidup kembali." dokter Alya masih belum bisa mempercayai apa yang telah di lihatnya, dan baru kali ini ia menyaksikan semua itu.
Pasien yang sebelumnya telah di nyatakan meninggal dunia, kini hidup kembali.
" Jika Allah telah berkehendak, apapun bisa terjadi, walaupun itu adalah hal yang tidak mungkin sekalipun." jawab pak Setyo seraya tersenyum penuh rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah kepadanya.
Kemudian bu Safitri dan mommy Rita meraih kembali kedua cucu kembar mereka dari tubuh ibunya.
" Maafkan aku, sebelum menikah denganku kau telah menderita karena pengkhianatan yang ku lakukan, setelah menikah kau pun menderita dengan berbagai tuduhan yang ku berikan, dan saat kau berjuang melahirkan anak-anak ku, kau bahkan sampai rela kehilangan nyawamu, ku mohon maafkan aku, hiks ..hiks..hiks...!" Arjuna menyesali semua perbuatan yang pernah ia lakukan kepada istrinya.
" Tidak mas, kau jangan meminta maaf, aku ikhlas menjalani semua ini mas, telah menjadi kewajiban ku sebagai seorang istri." ucap Dhita dengan suara lirih dan masih terdengar lemah.
Citra yang baru saja tiba di sana, karena di tinggalkan oleh ibu mertuanya dan Rena. Ya, mommy Rita yang saat itu terburu-buru hanya mengajak Rena dan ia melupakan Citra yang telah berlari mengejar di belakangnya.
Akhirnya Citra memutuskan untuk mengendarai mobilnya sendiri.
Sementara itu Bastian yang sedari tadi hanya berdiam diri di luar, dikarenakan ia tidak akan pernah tega melihat saudara sepupunya kehilangan nyawa.
Dan memutuskan masuk kedalam ruangan itu, ketika ia tahu Dhita telah kembali dari mati suri.
Ya, Dhita hanya mengalami mati suri, atau mati sementara. Di karenakan aliran darah yang tidak sampai ke otak, dan jantung tidak bisa bekerja dengan baik, namun setelah beberapa lama secara spontan organ-organ tubuh bisa bekerja kembali dengan normal.
" Bagaimana keadaanmu, Dhi?" tanya Citra yang berdiri di depan Bastian.
Sedangkan Bastian mengamati seluruh tubuhnya dari atas hingga bawah dari belakang.
Mendapat sapaan dari Citra, Dhita tersenyum. Senyuman yang mulai tampak setelah beberapa menit menghilang.
__ADS_1
Citra menatap wajah Dhita, wajah wanita yang telah rela di duakan demi menolong nyawanya. Dan itu membuat Citra sadar, bahwa pernikahannya dan Arjuna adalah suatu kesalahan terbesar di dalam hidupnya.
Dan ia berjanji akan melepaskan Arjuna sebagai rasa penyesalannya.
" Cepat sembuh Dhi, kasihan bayi-bayi mu!" ucap Citra, seraya mengelus rambut Dhita.
" Dhita adikku!" seru Bastian dengan air mata berlinang.
" Kakak!" panggil Dhita lirih.
" Maukah kau berjanji padaku?" tanya Bastian penuh harap.
Dhita memandang wajah Kakak Sepupunya dengan lekat. Kemudian ia mengangguk.
" Kau harus sembuh sebelum hari pernikahanku!" Bastian melirik ke arah Citra yang telah berdiri di sampingnya.
Semula Bastian memang tidak menyukai Citra di karenakan mereka belum saling mengenal. Namun di dalam hati Bastian, ia berjanji akan belajar untuk menerima Citra di dalam hidupnya, jika wanita itu memang bersedia untuk menjadi istrinya.
Bukan tanpa alasan Bastian melakukan hal itu, Karna ia tidak ingin ada benalu di dalam kehidupan pernikahan Dhita. Demi membuktikan rasa cinta yang tak seharusnya ada, Bastian rela berkorban demi kebahagiaan Dhita.
" Pernikahan?" tanya Dhita, namun di dalam hati ia mengerti apa maksud dari ucapan saudara sepupunya itu.
" Ya, pernikahan ku dengan...." Bastian terdiam sejenak.
kemudian ia melirik Citra yang sedang menunduk, Citra menunduk bukan karena malu, melainkan karena ia yang tiba-tiba merasa kecewa saat mendengar pria yang ia kagumi secara diam-diam akan menikah.
" Citra !" lanjut Bastian seraya menatap wajah cantik di sampingnya.
Dan kata-kata Bastian membuat Citra terperangah. Sulit untuk di percaya oleh Citra ketika mendengar pria yang ia kagumi memilih dirinya untuk menjadi calon pengantinnya.
Sedangkan Arjuna tersenyum bahagia mendengar pernyataan dari kakak iparnya.
Yah karena Bastian telah bersedia untuk menikahi Citra maka ia memanggil Bastian dengan sebutan kakak ipar.
__ADS_1