Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab. 53 Mengelabui Citra


__ADS_3

Flashback on.


Setibanya di dalam kamar Citra segera mendudukkan Arjuna yang sedang mabuk di atas sebuah ranjang. Tangannya mulai nakal membuka kancing kemeja yang di pakai Arjuna.


Dengan nakalnya Citra duduk di atas pangkuan Arjuna meraba dada bidang milik tunangannya yang sedikit berbulu membuat Citra semakin yakin untuk melampiaskan keinginannya.


Tangan Citra bergerak dengan gerakan sensual dari dada hingga perut Arjuna membuat Arjuna merasakan sensasi baru. Namun tak ada keinginan bagi Arjuna untuk membalas apa yang Citra lakukan padanya.


Citra masih saja berusaha untuk membuat Arjuna menginginkan sesuatu darinya, Citra melepas kemeja yang dipakai Arjuna lalu menghempaskan nya begitu saja.


Melihat tubuh Arjuna yang setengah polos, siapa yang tak akan tergoda dengan dada bidang sedikit berbulu dan penampilan perut yang atletis. Citra semakin mendekatkan tubuhnya memeluk erat Arjuna lalu dengan cepat ******* bibir manis milik tunangannya.


" Aku harus berhasil !" gumam Citra dalam hatinya. Semakin ******* bibir Arjuna yang sedang menikmati cumbuan nya. Tangannya terus meraba dari dada bidang hingga perut atletis milik pria itu.


Di saat sedang menikmati sensasi yang diberikan Citra, tiba-tiba bayangan wajah cantik Dhita melintas di benak Arjuna membuat pria itu setengah sadar dengan apa yang dilakukannya lalu mendorong wanita yang sedang duduk di atas pangkuan nya, siapa lagi kalau bukan Citra.


Bruuukkk.


Citra jatuh tepat di sampingnya, membuat belakang tubuhnya mengendus kasur.


" What ? apa yang sedang kau lakukan Ar ?" pekik Citra terkejut mendapatkan perlakuan kasar dari pria yang telah membuat dirinya merasa nyaman dalam buaian sensasi yang berbeda.


" Apa yang sedang kau lakukan ?" tanya balik Arjuna dengan beringas, menatap tajam pada wanita di sampingnya.


" Aku....aku cuma ingin...." Citra tak meneruskan perkataannya. Susah payah ia menelan Saliva nya.


Melihat Arjuna yang mulai setengah sadar, citra bingung harus melakukan apa. Tak mungkin baginya mengatakan bahwa ia sangat ingin di sentuh walau Arjuna adalah tunangannya.


Arjuna memandang dirinya sendiri yang setengah polos, ia pun menduga apa yang sebenarnya akan terjadi.


" Kau sangat ingin di sentuh ?" tanya Arjuna menatap intens pada wanita yang masih berada di sampingnya.


Mendapat pertanyaan seperti itu, Citra segera menganggukkan kepala dengan senyuman sensualnya. Berharap pria ini akan melampiaskan hasratnya setelah dirinya berhasil menggerayangi tubuh pria itu.


" Baiklah, " Arjuna dengan cepat mengambil posisi di atas wanita yang sedang mengharapkan sesuatu darinya.


Dengan hati berdebar Citra menatap tubuh Arjuna dari atas hingga bawah. Membuat keinginannya semakin menggebu.


Citra membenarkan posisinya agar merasa nyaman saat bersama nanti.

__ADS_1


Arjuna mulai menggerayangi tubuh Citra yang seksi, merabanya perlahan dari atas hingga bawah membuat tubuh wanita itu semakin menggelinjang.


" Ar, cepat lakukan ." pinta Citra dengan menahan gejolak di seluruh tubuhnya.


" Kau sudah tidak sabar ?" tanya Arjuna dengan tetap menatap wajah Citra, namun bukan tatapan penuh minat melainkan sebuah tatapan yang memancarkan sebuah kebencian.


Arjuna bangkit dari posisinya membuat Citra yang telah terbakar hasrat ingin bercinta cukup terkejut


" Ar, mau kemana ? jangan tinggalkan aku !" Citra bertanya sekaligus melarang. Hasratnya sudah tak tertahankan lagi.


Arjuna tidak menjawab ia terus mencari sesuatu di saku kemejanya yang di hempaskan Citra ke samping ranjang. Akhirnya seulas senyum terbit di bibirnya setelah mendapatkan apa yang ia cari. Sehelai kain yang biasa ia gunakan untuk mengusap keringat, atau bisa juga di sebut sapu tangan.


" Untuk apa itu Ar ?" Citra bertanya keheranan melihat apa yang di pegang tunangannya.


Arjuna mendekat kembali ke arah Citra.


" Aku hanya tidak ingin nanti saat kita melakukannya, kau melihat milikku !" jawab Arjuna dengan senyum yang di paksakan.


" Mengapa harus begitu ?" Citra masih tak mengerti.


" Kau hanya cukup bisa merasakan, bukan melihat !" Ucap Arjuna tegas.


Arjuna mengikatkan kain tersebut di kepala Citra, menutupi kedua matanya.


" Tunggu sebentar, aku hanya ingin ke kamar mandi ." perintah Arjuna berbisik di telinga wanita itu sambil menyentuh sedikit bagian telinganya membuat Citra benar-benar merasa yakin bahwa Arjuna juga menginginkan dirinya sama seperti dirinya yang sedang menginginkan pria itu.


Citra mengangguk menuruti perintah Arjuna, dengan setia menunggu kehadiran pria yang akan membuat dirinya melayang.


Arjuna berdiri dari ranjang tersebut mengambil kemeja kemudian memakainya dan pergi, bukan ke kamar mandi melainkan cepat-cepat keluar dari kamar tersebut untuk menemui sahabatnya, Eza. Rupanya ia telah mengaktifkan ponselnya kembali dan membaca pesan dari sahabatnya itu.


Suasana lengang seketika.


Beberapa menit Citra menunggu namun pria yang di tengah di tunggu nya tidak kunjung datang.


Citra mulai gelisah.


Akhirnya ia memutuskan untuk membuka kain penutup matanya. Dan apa yang ia lihat ?.


Citra menatap sekeliling kamar namun tak mendapatkan apa yang ia cari, hanya sepi dan sunyi yang ia dapatkan.

__ADS_1


" CK, sial aku telah di tipu !" ucap Citra dengan geram. Bagaimana tidak akan geram jika di saat menginginkan sesuatu, jiwa dan raga telah siap untuk mendapatkannya malah di tinggal pergi tanpa mendapatkan apapun yang ia inginkan.


" Arjuna.....awas kau...!!" teriak Citra lalu bergegas pergi dari kamar tersebut.


*


*


*


Arjuna pergi menemui Eza di rumahnya yang kebetulan juga baru sampai dari tempat Dhita. Walaupun hari sudah larut malam Arjuna tak ingin menunda-nunda lagi mengingat pesan yang di kirim Sahabatnya sangat penting adanya.


" Ada apa Za ?" tanya Arjuna pada sahabatnya saat ia sudah duduk di ruang tamu.


" Dari mana saja kamu ?" tanya Eza dengan ketus, wajahnya memperlihatkan kekesalan.


Saat itu mereka hanya berdua di ruang tamu, sebab Puri, istri Eza telah lebih dulu pergi ke kamarnya. Entah mengapa ia merasa sangat pusing dan memutuskan untuk beristirahat di kamarnya saja.


" Aku dari.... " ucapan Arjuna terpotong Karna Eza mendahului perkataannya.


" Jangan bilang kamu habis minum !" ucap Eza saat ia mencium bau alkohol di tubuh sahabatnya.


" Iya aku memang minum ." Arjuna mengiyakan ucapan sahabatnya Karna tidak ada gunanya lagi bagi dirinya untuk berbohong.


" Sejak kapan Ar ?" Eza terkejut, Karna setahunya Arjuna tidak pernah meminum minuman beralkohol, walau dulu ia sempat kecewa dengan perselingkuhan yang dilakukan oleh Fanny, mantan istrinya. " Mungkin sekarang hatinya benar-benar sakit." pikir Eza.


Eza menatap Arjuna dengan intens, melihat penampilan sahabatnya yang acak-acakan, di tambah lagi kancing kemejanya yang salah masuk hingga ujung bawah kemejanya panjang sebelah, membuat Eza menerka-nerka apa sebenarnya yang terjadi.


" Kamu bersama dengan Citra ?" tanya Eza dengan curiga.


Mendapat pertanyaan yang detail dari sahabatnya , Arjuna langsung mengerti kemana arah pembicaraan mereka saat ini, ia pun menceritakan apa sebenarnya yang terjadi Karna ia tak mau jika nanti sahabatnya salah mengira.


Arjuna juga menceritakan bagaimana dirinya berhasil mengelabui Citra dengan menutup kedua mata wanita itu, dan pergi meninggalkannya begitu saja.


" Ha..ha..ha... !" Eza tertawa dengan keras mendengar cerita sahabatnya.


" Gak kebayang bagaimana kesalnya dia saat tau kamu pergi ninggalin dia !" lanjut Eza masih dengan rasa geli yang menggelitik di hatinya.


" Ternyata dia bukan cuma nyebelin tapi juga penyandang disabilitas ." gumam Eza lagi.

__ADS_1


__ADS_2