
" Thankyou beib.... kamu emang yang terbaik !" seru puri penuh kegembiraan senang karna keinginannya di turuti.
" Emang ada yang lain ?" tanya eza dengan gemes, kata * kamu emang yang terbaik * seakan-akan ada orang lain saja selain dirinya.
" Nggggaak !!" jawab puri dengan cepat seraya menggelengkan kepalanya. Takut suaminya mulai salah paham.
Tiba-tiba suara bel pintu berbunyi.
Ting tong...
Ting tong...
Rupanya ada tamu.
Dhita terkejut ia takut kalau-kalau arjuna yang datang untuk menemuinya mengingat arjuna sering datang kesana.
" Ren, kalo mas ar yang datang bilang aja aku gak pulang gitu ya..!" bisik dhita segera beranjak dari duduknya, itu pun tak lepas dari pengawasan eza.
" Siip..." rena mengacungkan jempolnya kemudian melangkah kearah pintu.
" Rey...." seru rena sangat bahagia sekaligus lega karna dirinya tidak perlu berbohong.
" Loh, kok belum siap ?" tanya reyhan. Seingat nya sebelum ia pergi telah mengirim pesan kepada kekasihnya untuk melakukan fitting baju pengantin.
" Iya ada tamu ." jawab rena sedikit berbisik.
" Ayo masuk dulu, aku masih mau ganti pakaian." ucap rena.
Mereka pun masuk.
Kemudian reyhan duduk di ruang tamu bersama eza karna puri telah pergi ke dalam untuk mempersiapkan kamarnya mengingat ia dan suaminya akan menginap di apartement malam itu. Tentunya kamar itu akan sangat berantakan karna selama sebulan lebih tidak di tempatinya.
" Za, kapan kalian pulang dari bali ?" tanya reyhan memecah kesunyian di ruang tamu.
" Baru tadi pagi dan langsung kemari ." jawab eza.
" Kok gak pulang ke rumah ?" reyhan merasa heran biasanya orang yang baru saja melakukan kegiatan honeymoon akan merasa tidak sabar untuk pulang ke rumahnya berkumpul bersama keluarga untuk menceritakan semua moment-moment indah mereka.
" Istri ku merindukan kedua sahabatnya jadi kami memutuskan untuk menginap disini terlebih dahulu." eza menjawab pertanyaan reyhan.
" Kamu sendiri mau pergi jalan-jalan ?" tanya eza kepada reyhan.
" Kami ... akan melakukan fitting baju pengantin ." ucap reyhan.
" Bagus, pilih setelan yang lebih menarik ini akan menjadi pengalaman paling berharga dalam hidup mu !" eza membagi pengalamannya.
" Terima kasih atas sarannya ." ucap reyhan.
*
*
Flashback off.
__ADS_1
Sebelumnya reyhan berencana menemui orang tua rena untuk melamarnya hari itu juga mengingat hubungan mereka telah begitu lama, namun karena satu-satunya jalan yang menuju ke kampung halaman rena sedang di perbaiki untuk memperluas alur jalan. Sehingga rena harus menghubungi orang tua nya melalui ponsel.
Singkat cerita.
Kedua orang tua rena menerima lamaran reyhan yang telah lama menjadi kekasih putrinya. Bagi mereka jika putrinya telah memilih pria itu sebagai calon suaminya berarti tidak ada yang harus di ragukan lagi, karna pastinya rena telah mempertimbangkannya secara matang.
Oleh karna itu reyhan dan rena memutuskan untuk melakukan fitting baju pengantin mereka. Lebih cepat lebih baik bukan.
" Ayo berangkat ." rena mengajak kekasihnya karna ia sendiri sudah mulai tak sabar ingin mencoba gaun pengantin yang akan di kenakannya saat pernikahan nanti. Terus berlalu tanpa menghiraukan kalau eza sedang berada di sana.
Reyhan bangkit dari duduknya lalu pergi menyusul rena setelah berpamitan kepada eza.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam mereka tiba di sebuah butik mewah yang menyediakan setelan pakaian pengantin.
Seorang pelayan menjemput rena untuk mencoba gaun pengantinnya. Sebelumnya reyhan telah mengirim pesan kepada pemilik butik yang kebetulan kenal baik dengannya.
Reyhan duduk di sebuah kursi panjang yang terletak di ruangan yang sama hanya sehelai kelambu yang menghalangi pandangan mereka.
Selesai mengganti pakaiannya dengan gaun pengantin rena keluar dari balik kelambu ingin menunjukkan kepada kekasihnya. Betapa seksi dirinya.
Bukannya memuji reyhan malah menyuruhnya untuk mengganti kembali gaunnya.
" What ? ini bagus yang, apa lagi yang kurang ?" rena mulai kesal mengingat betapa sulit dirinya bersusah payah mengenakan gaun pengantin pilihan calon suaminya, gaun yang sangat menyiksa baginya bukan hanya ketat melainkan sesak.
Namun reyhan tidak mengubris omelan kekasihnya, melainkan terus bermain ponsel .
Mau tak mau rena kembali masuk ke ruang ganti dan setelah beberapa menit ia keluar kembali menemui reyhan.
Degh.
Degh.
Susah payah reyhan menelan salivanya, segera ia alihkan pandangannya agar tidak mudah tergoda terlalu dalam.
" Kau cantik sekarang ganti pakaianmu ." ucap reyhan tanpa menoleh ke arah rena.
" Apa ? yang benar saja ? kau tidak ingin memberikan kritikan dengan gaun ini ?" rena semakin mendekati reyhan, mau tak mau ia harus menuruti keinginan wanita nya, itu berarti ia harus memperkuat pertahanannya.
Reyhan menilik penampilan rena dari atas hingga bawah. Tak satupun setiap lekuk dari tubuhnya yang luput dari pandangannya.
"Bagaimana ?" tanya rena dengan senyuman sensual membuat pertahanan reyhan hampir
runtuh.
" Ca....can...tik. kamu cantik banget sempurna ." jawab reyhan gugup karna harus menahan dua rasa di saat yang sama.
Rena tersenyum senang melihat reyhan salah tingkah. Karna berhasil telah membalaskan kekesalannya tadi akibat ulah reyhan.
Akhirnya mereka telah menentukan untuk memakai setelan pakaian pengantin yang terakhir di hari H.
Selesai acara fitting baju pengantin rena maupun reyhan memutuskan untuk langsung pulang. Mengingat hari telah sore hampir menjelang malam.
" Eh, gimana tadi ? seru gak ?" tanya puri saat keduamya telah sampai di apartement.
__ADS_1
" Seru dong, sampai-sampai ada yang...." rena tak meneruskan perkataannya di karenakan reyhan telah menyepak kakinya secara diam-diam. Saat itu mereka tengah duduk diruang tamu. Kecuali dhita ia masih tetap di kamarnya.
Eza dan puri yang seakan mengerti apa yang sedang terjadi menahan tawa mereka.
" Aku balik dulu ya !" ucap reyhan yang akan segera bangkit dari duduknya.
" Kamu gak nginap aja ?" pertanyaan eza membuat reyhan menghentikan gerakannya.
" Tapi..." reyhan.
" Udah lah nginap aja, sambil temenin aku di sini ." ucap eza, mengingat ia harus berada di antara wanita-wanita cantik tentu akan sangat membosankan jika hanya sendirian, maksudnya ia sendiri yang cowok karna semuanya adalah cewek.
" Iya beib, kamu nginep aja, nanti kamu istirahat di kamar ku, biar aku di kamar dhita aja ." celetuk rena.
" Baiklah, jika itu mau kalian ." reyhan menyetujui.
Tanpa terasa waktu terus berjalan dengan cepat tanpa mereka sadari, di tengah-tengah asyiknya bergurau sang jagad merah telah terbenam kembali ke peraduannya.
Jam menunjukkan Pukul 21: 46 wib. Suasana di ruang tamu telah lengang sunyi, sepi tanpa suara. Karna semuanya telah berada di kamar masing-masing.
Rena berniat untuk pergi ke kamar dhita, ia ingin istirahat di sana karna rasa lelah telah menjalar di sekujur tibuhnya. Namun tangan reyhan segera menahannya.
" Ada apa ?" tanya rena.
" Butuh sesuatu ? katakan saja akan ku ambilkan ." lanjutnya.
" Tidak, aku hanya ingin kamu tetap di sini bersamaku ." reyhan menatap dalam wajah kekasihnya yang telah berhasil membuat dirinya turun-naik waktu di butik tadi.
" Maksudmu ?" rena masih belum mengerti.
" Temani aku, aku janji tidak akan melakukan sesuatu di luar batas ." ucap reyhan membawa rena ke dalam pelukannya. Rena lebih memilih diam hanya mengangguk kecil. Ia membiarkan reyhan yang menyentuh wajahnya, ******* bi***nya. Bahkan saat reyhan mulai bermain di area dadanya ia hanya diam menerima setiap sentuhan lembut dari kekasihnya. Rena berpikir tidak ada salahnya melakukan making out mengingat mereka akan segera menikah. Entah apa yang telah merasuki jiwanya, membuat ia semakin terbuai.
Dhita yang sejak tadi di kamarnya merasa bosan, karna di dalam pikirannya hanya bayang-bayang arjuna yang selalu melintas tanpa henti membuatnya semakin gelisah. Dhita berniat menemui rena ingin meluapkan semua unek-unek di pikirannya. Ia rasa mungkin setelah berbagi dengan sahabatnya pikirannya akan kembali tenang.
Saat itu dhita tidak tau menau kalau reyhan akan menginap di sana. Karna sejak ia masuk ke dalam kamarnya baru kali ini ia keluar.
Dag.
Dig.
Dug.
Bunyi jantung dhita, ia menghentikan langkahnya kemudian berbalik badan. Sungguh apa yang di lihatnya baru kali ini seumur hidupnya. Apa yang dhita lihat ?.
Tanpa sengaja dhita melihat aksi rena dan reyhan yang sedang making out, bercumbu mesra dengan saling bertautan. Dhita melihat dari celah pintu yang sedikit terbuka. Rupanya mereka lupa menutup rapat pintunya. " Oh tuhan mengapa aku harus menyaksikan semua ini ." bisik hati dhita.
Kemudian ia pun melangkah menuju ruang tamu, ia meraih sebuah majalah yang terletak di atas meja bermaksud ingin menyibukkan pikirannya dengan membaca agar tidak selalu teringat sang arjuna.
Namun beberapa detik kemudian telinganya di buat panas oleh suara sesuatu yang membuatnya semakin merana. Suara apakah itu ?.
Tentu suaru itu berasal dari kamar puri dan eza yang sedang making love, suara ******* mesra di iringi bunyi ranjang yang berderak sangat kontras memasuki gendang telinga dhita.
" Ya tuhan mengapa kau hukum aku dengan melihat dan mendengar semua ini ." dhita menutup telinganya. Kemudian berlari ke kamarnya dengan perasaan yang lebih merana dari sebelumnya. Ia menggerutu seorang diri.
__ADS_1
" Kalau tau akan begini akhirnya, mending aku mengurung diri di kamar, dari pada keluar bukannya membuatku tenang malah semakin pusing ." dhita membenamkan kepalanya ke dalam bantal berharap bisa tidur agar tidak lagi mendengar semua suara mengerikan itu.
Ya dhita menganggap itu suara yang mengerikan dan pemandangan yang menakutkan karna dirinya belum pernah merasakannya sedikit pun.