Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 17. Tangis dalam do'a


__ADS_3

Dhita mengamati seisi kamar tempat ia di sekap, kalau biasanya seseorang di culik dan di tawan pasti di tempatkan di gudang atau tempat apapun yang mengerikan. Terlebih lagi orang itu di ancam dan di siksa.


Lain halnya dengan dhita, ia di sembunyikan di tempat yang begitu nyaman. Serasa ia berada di hotel kebutuhannya di penuhi, mulai dari makanan, alat make up bahkan pakaian. Semua tersedia di tempat masing-masing. Bahkan anak buah andrian memperlakukannya seperti seorang putri.


" Nona mau apa? nanti saya ambilkan." ucap bobby salah satu anak buah andrian.


" Tidak..." ucap dhita datar.


" Makanlah nona kalau sampai terjadi sesuatu pada mu bos kami tak akan mengampuni kami." ucap yang roy, dengan nada suara lebih tinggi, dia orang nya agak pemarah.


Melihat makanan yang masih utuh di meja, membuat roy tersulut emosi. Sejak seharian di sekap dhita tidak menyentuh makanan atau apapun yang ada di sana, bibirnya hanya bergetar mengucapkan do'a.


Jonny menelpon bos andrian, karna ia tak ingin di salahkan kalau sampai terjadi sesuatu pada tawanannya.


" Bagaimana? apa dia baik-baik saja." tanya andrian, setengah berbisik karna pada saat itu ia sedang bersama dengan sang istri. Makan malam .


" Ini tuan, nona dhita tidak mau makan, kami sudah berusaha membujuknya namun ia tetap tidak mau." jonny dengan suara bergetar karna takut menyinggung perasaan bosnya.


" Oke, nanti biar aku yang bereskan." andrian menutup telpon.


" We Raft an, Scruhtz Baby?" ( siapa yang menelponmu sayang?) tanya Bellinda dalam bahasa jerman. Sambil menyuapkan nasi terakhir ke dalam mulutnya.


" Liebe Buromenschen ( orang-orang kantor)." jawab andrian dalam bahasa jerman pula. Andrian berbohong.


" Was ist es? Gibet es etwas wightiges? (ada apa? ada yang pentingkah?" bellinda tampak khawatir.


" Nicht alles ist gut ( tidak semua baik- baik saja )." andrian menenangkan.


" Ich gehe zuerst Baby ( aku pergi dulu sayang )." ucap andrian lalu mengecup puncak kepala istrinya. Di rumah mereka sering melakukan drama seperti ini, apalagi di depan orang tuanya, andrian dan bellinda berusaha agar terlihat romantis sedemikian rupa.


" Ja, sei vorsichtig scahtz baby ( ya hati-hati sayang )." ucap bellinda.


Andrian pun berlalu.


*


*


*


Arjuna semakin geram, sekian lama ia mencari namun tak menemukan hasil dimana dhita berada. Ia mengerahkan semua anak buahnya mencari keberadaan dhita.


" Maaf tuan kami telah mencari sampai ke luar kota tapi nona dhita tidak di temukan." lapor salah satu anak buahnya.


" Nona dhita tidak meninggalkan jejak apapun." yang lain menimpali.


" Tetap lakukan pencarian kerahkan semua anggota kalian, periksa setiap sudut kota, perkampungan kecil dan daerah-daerah perbatasan." perintah arjuna pada semua anak buahnya.


Tiba-tiba ia teringat ketika berjumpa dengan andrian. Orang yang selama ini menjadi rekan bisnisnya, ternyata adalah orang yang telah menyakiti hati gadis impiannya.


" Apa mungkin andrian terlibat? tapi mengapa? bukankah dia sendiri yang mutusin dhita?" ucap arjuna pada dirinya sendiri.


Eza yang baru memasuki ruangan bosnya mendengar semua ucapannya.


" Bisa jadi ar, bisa jadi dia menyesal lalu pengen balikan lagi sama dhita." Eza memberikan kesimpulan.

__ADS_1


" Mungkin karna dhita menolak , dia menculiknya." lanjut eza.


Arjuna terdiam, ia merenung berusaha mencerna ucapan eza.


" Ayo kita selidiki za, kalo sampai itu terbukti benar tak akan kuampuni dia." arjuna mengepalkan tangannya. Pertanda ia murka.


" Siap bro, tapi sebelumnya kita harus selesaikan dulu urusan bisnis kita, aku sudah mempersiapkan semua berkas perpanjangan masa kontrak kita dengannya." ucap eZa.


" Ya kau benar, jangan sampai dia berpikir kalo kita mencurigainya, kita harus tenang."


" Besok adakan meeting dengannya, aku ingin lihat wajah orang yang telah menyakiti dhita." lanjut arjuna.


Eza mengangguk, kemudian ia pergi setelah menyerahkan beberapa berkas penting, berkas kontrak kerja sama dengan andrian.


Andrian bergegas pergi ke villa, ia tak ingin terjadi sesuatu pada gadis pujaannya. langkahnya terlihat tergesa-gesa. Sampainya di depan villa andrian langsung menimbrung ke sebuah kamar yang di dalamnya terdapat seorang gadis tengah berbalut mukenah. Dengan wajah sendu dan mata yang membengkak ia duduk di atas sajadah. Memohon ridho ilahi atas perjalanan hidupnya yang malang. Dengan khusyuk ia menengadahkan tangan.


" Ya Allah... ya robb.. berilah hamba ketabahan dan kesabaran untuk menghadapi semua ini, dan berilah kebahagiaan untuk sahabat-sahabat hamba agar mereka tak merasa kesepian, jika ada kesempatan pertemukanlah hamba dengan seseorang yang pernah hamba abaikan walau hanya sekedar meminta maaf, dan berilah hidayah dan kesadaran pada bang andrian agar ia kembali ke jalan mu ya Robb, agar ia mampu menjadi imam yang baik untuk keluarganya, hanya engkau yang maha membolak-balikkan hati para hambamu. Amiin.." Dhita mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


Degghhh


Jantung andrian serasa berhenti berdetak kala ia mendengar suara tangis dhita dalam do'anya.


" Maafkan aku dhita, aku telah jahat padamu." Andrian menyesal, rupanya hatinya mulai terbuka, semoga ia mendapatkan hidayah dari yang kuasa.


" Maaf...." andrian dengan suara lirih. Ia berjalan perlahan mendekati dhita.


" Bang... semua orang pasti pernah melakukan kesalahan sekarang bertaubatlah.... terkadang jalan takdir tak sesuai dengan keinginan kita. Aku udah maafin kamu kok bang..." ucap dhita berderai air mata.


" Tapi aku terlalu mencintai mu dhita sulit bagiku untuk melepaskanmu."


" Cobalah untuk mencintai istrimu bang...dia yang paling berhak atas dirimu, suatu saat nanti aku yakin kamu pasti bisa mencintainya.


" Belajarlah bang.. melupakan diriku.. "


Andrian menunduk malu, ternyata gadis yang ia kekang sama sekali tak membencinya.


" Bang... jika kau merasa berat melupakan aku..Setidaknya jadikan aku sebagai adikmu bang, ubah lah cinta dan kasih sayang mu sebagaimana seorang kakak yang menyayangi adiknya."


" Kau ingin jadi adikku?" andrian takpercaya.


Dhita mengangguk meyakinkan


" Apa kau tidak membenciku?" andrian


" Nggak bang...aku tau tuhan tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuannya, sekarang kita jalani hidup baru ya bang.. sebagai saudara.. kita lupakan saja masa lalu kita."


" Baiklah Dede... sekarang peluklah abang mu ini." ucap Andrian seraya merentangkan kedua tangannya.


Dhita tersenyum lalu menghambur ke dalam pelukan andrian, mantan kekasih yang telah beralih menjadi kakaknya.


Dhita bukan hanya cantik dari luar saja namun ia juga memiliki keimanan yang teguh hingga ia mampu menyadarkan andrian yang begitu tergila-gila padanya.


Inilah yang namanya Wanita Sholehah, tak akan tumbang di terpa badai, tak akan terkikis di hantam gelombang. Walau berkali-kali andrian merayunya namun ia tetap pada pendiriannya, berpegang teguh pada syariat islam.


" Sekarang abang antar aku pulang.." ucap dhita sambil melerai pelukannya. Seulas senyuman terbit di celah bibirnya.Senyuman yang hampir sirna kini terlihat begitu manis di wajahnya.

__ADS_1


" Tidak.." ucap andrian


" Villa ini untukmu, jadi tinggallah disini adikku."


" Tapi bang..." dhita ingin menolak.


" Terimalah, semua surat-surat villa ini atas namamu, anggap ini hadiah dari abang mu, sebagai bukti permintaan maaf ku padamu." andrian meyakinkan.


" Baiklah bang.."


Kemudian mereka saling tertawa bahagia, tak pernah terpikirkan sebelumnya dari Mantan menjadi Abang.


" Bang bolehkan aku ambil handphone ku,


aku ingin menghubungi sahabatku.." dhita mulai bertingkah manja. Maklum ia adalah anak tunggal tidak pernah merasakan memiliki seorang kakak.


Andrian melirik benda pipih di saku bajunya. Ia mengambilnya dan memberikannya pada adik barunya.


" Nih hubungi sahabatmu dan juga calon pacarmu." andrian mengedipkan matanya sebelah, menggoda adik cantiknya.


" Ah.. abang... " dhita tersipu malu.


" Sekarang makan lah... aku mau pulang dulu..besok kita temui mereka."


Netra dhita membulat sempurna, bahagia rasanya ia saat itu, saat terindah yang tak pernah terduga olehnya.


Dhita mengantar andrian, abang tampannya sampai ke pintu depan, roy bobby dan jonny keheranan melihat keduanya.


" Kesambet apa si bos " ucap roy


" Gak biasanya si bos bertingkah kayak gitu, manis banget biasanya kan garang." Jonny


" Hust ... nanti si bos denger tuh." bobby menengahi kedua rekannya.


" Bobby, jonny, dan roy.." panggil andrian.


" Ya bos" jawab mereka serempak.


" Mulai sekarang kalian jadi bodyguart adik kesayanganku ini, Dhita pratiwi." perintah andrian pada ke tiga anak buahnya.


" Ba...baik tuan." ucap mereka serempak di tengah kebingungan mereka.


" Ingat, jaga baik-baik."


ketiganya menunduk patuh.


dhita tersenyum,


" Aku pulang dulu ya... baik-baik di sini."


" Iya ... abang tampan..." seloroh dhita


" Jangan lupa besok ajak kakak ipar juga."


Dhita merasa penasaran dengan wanita yang dinikahi andrian.

__ADS_1


" Dede .. ingin berkenalan dengannya." lanjutnya.


" Pasti..." ucap andrian sambil melambaikan tangan yang langsung di balas oleh dhita dengan lambaian tangan pula.


__ADS_2