Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 123 Cucu Oma yang Lucu


__ADS_3

Dhita meraih tangan suaminya, lalu mencium tangan itu dengan penuh kebaktian. Citra yang melihat hal itu juga berniat melakukan hal yang sama, namun Arjuna masih terlihat kaku untuk mengulurkan tangannya kepada wanita itu.


" Mas!" Dhita mengisyaratkan agar pria itu juga memberikan hak yang sama kepada Citra yang merupakan istri keduanya.


Arjuna yang mengerti dengan maksud istri pertamanya, segera mengulurkan tangan yang langsung di sambut oleh tangan Citra kemudian menciumnya dengan penuh arti.


Di dalam hati bu Devina bergumam.


" Mungkin hari ini hanya tanganmu yang kau berikan kepada putriku, tapi suatu saat nanti Citra akan memiliki semua yang ada pada dirimu!"


" Kenapa pulang, bukankah sudah aku bawakan bekal makan siang?" tanya Citra heran, karena sebelumnya ia telah memberikan rantang yang berisi bekal makanan untuk makan siang.


Jika telah makan siang, lalu untuk apa pria itu pulang. Tentu jawabannya untuk istri tercintanya, Dhita.


" Ya, tadi ada karyawan yang kelaparan di kantor, Karena belum sarapan, jadi ku berikan saja bekal itu untuknya!" jawab Arjuna sekenanya saja, karena ia juga bingung untuk mencari alasan yang tepat.


" Oh!" hanya kata itu yang terucap dari mulut Citra, menandakan bahwa hatinya mulai kecewa.


" Tidak apa-apa kan?" Arjuna menatap wajah Citra yang terlihat senyumnya sedikit memudar.


" Hei, tidak apa-apa kan?" Arjuna mengulangi pertanyaannya dengan sedikit lebih dekat ke arah wanita itu.


" Ah... tidak ... apa-apa !" jawab Citra tergagap ketika mendapati tubuh pria itu sangat dekat dengannya.


Bu Devina yang melihat semua itu, merasa bahagia karena Arjuna telah berani mendekati putrinya tanpa ada rasa enggan. Dan ia tidak tahu kalau semua itu karena Dhita yang telah memberikan kode kepada Arjuna.


" Lebih baik kita makan siang bersama!" ajak Dhita yang kemudian membuat Arjuna mundur beberapa langkah dari Citra.


Citra yang pipinya terlihat merona karena merasa malu-malu di dekat Arjuna, lebih memilih untuk bergegas ke belakang.


Rupanya ia ingin menyembunyikan rona di wajahnya.


Sedangkan Arjuna membantu Dhita yang terlihat kerepotan untuk bangun dari duduknya, di sebabkan dua bayi kembar yang menyangga di bagian perutnya, hingga membuat Dhita sulit untuk beraktifitas.


" Hati-hati !" bisik Arjuna seraya menuntun sang istri dengan penuh kasih sayang. Dhita memegang erat tangan suaminya sembari berjalan perlahan.

__ADS_1


Bu Devina yang menyaksikan semua itu, merasa bersyukur memiliki menantu yang penyayang. Hingga ia tidak perlu khawatir dengan masa depan putrinya.


Hanya saja yang menjadi kendalanya adalah menantunya yang masih belum bisa memberikan cinta dan kasihnya untuk Citra. Tetapi ia berharap suatu saat nanti mereka akan bisa hidup bersama selayaknya sebuah keluarga pada umumnya.


" Mari tante!" ajak Dhita ketika melihat Bu Devina hanya termenung di tempat duduknya.


Ia sengaja menoleh ke belakang karena tidak merasakan gerakan dari Bu Devina untuk mengikutinya.


" Ah, ya mari!" jawab Bu Devina sembari berjalan mengikuti mereka dari belakang.


*


*


Dirumah Reyhan.


Mommy Rita sedang bermain bersama Rere di kamarnya. Bayi cantik yang mungil tampak lucu dengan bola mata yang sedikit lebih lebar.


Rere tertawa saat Omanya mencium perutnya sembari meniupkan napasnya, yang membuat Rere merasa geli, hingga bayi cantik itu tertawa lepas.


" Eeaaakk... eeaaakk!" Rere yang mungil menggeliat sambil tertawa membuat mimik lucu di wajahnya.


Dan berhasil membuat mommy Rita semakin gemas melihatnya.


" Ih, cucu Oma, ingin bicara sama oma ya, ih lucunya ingin di cium lagi!" mommy Rita mengajak cucunya mengobrol seolah bayi cantik itu bisa mengerti ucapannya.


Walaupun Reyhan bukanlah anak kandungnya, akan tetapi kasih sayang mommy Rita tidak membeda-bedakan antara Arjuna dan Reyhan.


Apalagi semenjak almarhum pak Teddy meninggal, mommy Rita semakin merasa memiliki tanggung jawab untuk menyayangi Reyhan sebagai bukti ketulusan cintanya kepada almarhum pak Teddy. Mantan suami yang dengan terpaksa ia tinggalkan.


Rena yang melihat semua itu merasa sangat bersyukur atas keadilan yang maha kuasa yang telah menganugerahkan kepadanya dan juga suaminya, dengan kehadiran mommy Rita di tengah-tengah mereka.


Jika saja tanpa kehadiran mommy Rita, tentu saja, saat ini ia telah merasa sangat kesepian. Beruntung masih ada mommy Rita yang selalu siaga setiap kali di butuhkan, mommy Rita selalu bersedia menemaninya.


" Mom!" panggil Rena yang saat itu telah duduk di samping ibu mertuanya.

__ADS_1


" Ya, ada apa Ren?" mommy Rita bertanya dengan lembut, tidak ada perbedaan sama sekali di antara Rena dan Dhita yang merupakan istri dari putra kandungnya.


" Terimakasih mom, telah bersedia menemani kami di sini," ucap Rena menjawab pertanyaan ibu mertuanya. Walaupun sebenarnya wanita itu bukanlah ibu kandung dari suaminya.


" Apa maksudmu? bukankah aku adalah ibu kalian? bukankah aku adalah nenek dari cucuku?" mommy Rita memberikan pertanyaan yang bertubi-tubi.


" Iya, oleh karena itu, aku mengucapkan terima kasih kepada mommy atas...," Rena tidak melanjutkan ucapannya karena mommy Rita telah lebih dahulu memotongnya.


" Stop, sudah cukup kau mengucapkan terima kasih karena mommy tidak membutuhkan ucapan itu!" ucap mommy Rita serius.


" Maksud mommy?" Tanya Rena terlihat bingung.


" Mommy tidak membutuhkan ucapan terima kasih, karena yang aku inginkan hanya kita sama-sama saling berbagi kasih!" tegas mommy Rita.


Sontak membuat Rena tersenyum, karena ia pikir mommy nya akan merasa tersinggung dengan perkataannya, namun pada akhirnya ia bernapas lega karena ternyata dugaannya salah.


" Iya, mom tentu!" ucap Rena masih dengan senyuman hangat di wajahnya.


Kini ia merasa tidak keberatan lagi jika suaminya pergi jauh darinya, karena akan selalu ada mommy Rita yang bersedia menemaninya.


Ya, bahkan tadi mommy Rita datang sebelum Reyhan berangkat ke luar kota. Jadi masih ada waktu untuk mereka mengobrol sebentar, sampai akhirnya Reyhan meninggalkan mereka demi sebuah bisnis.


" Ketahuilah, kalian semua adalah semangat untuk hidup mommy, jadi jangan pernah merasa kalau mommy akan terbebani dengan semua ini, justru aku sangat menikmatinya.


" Ya, mom,!" Rena berhambur ke dalam pelukan mommy Rita yang langsung mendapat balasan dari wanita paruh baya itu.


Sekarang mereka saling berpelukan satu sama lain, saling berusaha menyalurkan semangat dan kekuatan dalam diri masing-masing.


" Eeaakkkk....eekk...eekk...!" suara Rere melerai kehangatan pelukan dari kedua wanita paruh baya itu.


" Sayang, kenapa?" tanya Rena yang langsung meraih tubuh mungil bayi cewek nan lucu.


" Oh rupanya kau pup!" gumam Rena yang merasakan ada sesuatu yang mengganjal di bagian bawah tubuh bayi mungilnya.


Rena meletakkan tubuh Rere kecil dan mungil di atas stroiler. Lalu memeriksa apakah pup nya telah selesai atau belum.

__ADS_1


__ADS_2