Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 70 Menyesal


__ADS_3

Sebelum Calvin dan David sampai di kota, informasi tentang hilangnya Diana telah terlebih dahulu sampai ke tangan orang tua mereka yang saat itu sedang terbaring lemah di rumah sakit. Orang tua mereka pak Burhan Dharmendra di diagnosis menderita suatu penyakit kanker ganas yang telah menyebar di seluruh tubuh nya. Hingga kemungkinan untuk sembuh sangat kecil. Mendengar kabar putrinya yang hilang seketika kondisi pak Burhan semakin memburuk.


Tepat jam 12 siang Calvin dan David tiba di rumah mewah nan megah dengan pagar menjulang tinggi mencakar langit.


Rumah yang saat ini ditempati oleh mommy Rita dan Arjuna.


Namun betapa terkejutnya kedua bersaudara ini ketika melihat ke sekeliling rumah begitu banyak orang berlalu lalang.j


" Sabarlah tuan, mungkin ini sudah kehendak yang kuasa." ucap salah satu pengawal pribadi keluarga mereka.


Mendengar ucapan pengawal tersebut Calvin dan David tercengang.


" Maksudmu apa, mengapa di sini banyak orang, apa yang terjadi?" tanya Calvin.


" Tuan besar sudah di panggil yang maha kuasa."


" Apa, papa....!" teriak Calvin lalu berhambur ke dalam rumah bersama David.


Setiba di ruang tengah mereka mendapatkan tubuh pak Burhan yang tengah terbujur kaku tak bernyawa. Kain kafan putih menutupi tubuh itu dengan rapi, terlihat begitu tenang dan damai.


Calvin dan David duduk bersimpuh di samping jenazah pak Burhan sembari melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an sebagai hadiah terakhir untuk ayah mereka. Sebelum jenazah pak Burhan di kebumikan.


Sungguh malang nasib keduanya di saat kehilangan adik bungsu mereka, ditambah lagi dengan meninggalnya ayah mereka.


*


*


*


Sedangkan di hutan Diana yang sedang terkapar karena terluka sangat parah tanpa sengaja ditemukan oleh seorang pencari kayu bakar yang tak lain dan tak bukan adalah ayah dari pak Setyo yang bernama pak Amin.


Demi rasa kemanusiaan pak Amin membawa Diana pulang di bantu oleh para penduduk yang lain yang juga sedang mencari kayu bakar di hutan itu.


Pak Amin meminta kepada para penduduk agar membawa Diana ke rumahnya.

__ADS_1


Singkat cerita.


Diana yang telah berangsur-angsur sembuh dari sakitnya setelah melewati masa kritis berbulan-bulan lamanya, kini kondisinya semakin membaik meski ia harus membayar dengan semua ingatannya yang hilang. Diana mengalami Amnesia permanen di karenakan benturan yang cukup keras di kepalanya.


Hari demi hari Diana Melawati nya dengan sabar meski ia tidak dapat mengingat namanya sendiri sekalipun, Namun Setyo anak dari pak Amin memberinya nama Safitri dan dialah yang selalu mengisi hari-hari Diana dengan penuh cinta dan kasih sayang.


Melihat kedekatan putra nya dan juga Diana pak Amin berniat menikahkan mereka dan jadilah mereka memiliki sebuah keluarga sakinah mawadah dan warohmah, kebahagiaan itu semakin bertambah setelah kehadiran putri tercinta mereka, Dhita Pratiwi.


*


*


*


Pak Setyo mencoba mencerna cerita David dan menggabungkannya dengan insiden pertama kali keluarganya menemukan istrinya yang ternyata adalah adik kandung dari David Dharmendra.


" Sepertinya dugaan anda memang benar, dan mengenai tanda lahir yang terletak di punggung istri saya itu memang benar adanya," ucap pak Setyo mengingat semua cerita David adalah kebenaran dan tidak mungkin bagi orang lain mengetahui tanda lahir yang berada di punggung istrinya jika bukan memang saudaranya, mengingat Bu Safitri selalu memakai pakaian yang tertutup.


David Dharmendra bernapas lega mendengar ucapan pak Setyo yang membenarkan dugaannya.


" Golongan darah mu O ( Rhesus negatif ), dan saat dulu kau hilang kau memakai baju berwarna pink dan celana jeans setinggi lutut bukan hanya itu rambutmu juga pendek sebatas bahu." Tutur David, ia bahkan tidak pernah lupa dengan sosok Diana yang dulu meski sekarang tampak berbeda tapi kecantikan dan senyumnya yang sama persis seperti mendiang ibunya, membuat David mudah mengenali Bu Safitri sebagai adiknya.


Pak Setyo mengangguk.


" Semua ucapannya memang benar istriku, dia adalah kakak mu!"


Mendengar ucapan suaminya bu Safitri mulai percaya meski pun masih ada sedikit keraguan di dalam hatinya.


" Dulu kau memang memakai baju pink dan celana pendek jeans rambutmu juga pendek sebahu," pak Setyo mengulangi perkataan David untuk meyakinkan istrinya.


Memang penampilan bu Safitri dulu saat di temukan mengenakan pakaian itu, namun seiring dengan berjalannya waktu pak Setyo dan keluarganya membimbing Bu Safitri agar menjadi wanita Sholeha seperti saat ini.


" Ka.... kakak ...!" seru Bu Safitri lirih, ia tidak menyangka kalau dirinya masih memiliki sanak saudara karena selama hidupnya hanya pak Setyo lah tempatnya bergantung selama ini.


Titik-titik air mata mulai mengambang di sudut netranya perlahan menyeruak mengalir membasahi kedua pipinya.

__ADS_1


" Adik ku, Diana." ucap David lirih, seketika hatinya yang selama ini mengeras bagai batu perlahan mulai lembut dan titik air mata pun jatuh dari kedua netranya.


Tanpa di sadari keduanya berpelukan melepas rindu yang bertahun-tahun di pendamnya. Bu Safitri yang masih belum mengingat apapun hanya bisa pasrah dengan keadaan berusaha menerima bahwa mereka memang kakak beradik.


" Aku ikut senang dengan pertemuan kalian sebagai saudara, andai saja almarhum suamiku masih hidup dia pasti akan bahagia sekali." ucap mommy Rita, ia juga baru mengetahui bahwa suaminya memiliki adik perempuan.


" Jadi, Arjuna adalah...... bagaimana nasib putri kita pak?" tanya Bu Safitri melepas pelukan kakaknya. Terlihat Bu Safitri sangat khawatir mengenai hubungan putrinya dan Arjuna jika mereka adalah saudara sepupu.


" Kau jangan khawatir Bu Safitri, Arjuna bukan putra dari suamiku, Calvin Dharmendra. Karena dia putra bawaanku dengan suamiku sebelumnya pak Teddy." jawab mommy Rita membuat Safitri bernapas lega.


" Kalau begitu apa kau masih menyimpan dendam kepada kami?" tanya mommy Rita kepada David yang saat itu sedang mengusap air matanya.


" Dendam?" Bu Safitri dan pak Setyo bersamaan.


Karena desakan dari Bu Safitri, akhirnya mommy Rita menceritakan semua peristiwa dulu. Dari A hingga Z.


" Kak, sungguh akan sangat beruntung jika kita hidup dalam kedamaian dan saling memaafkan, dendam tidak akan menyelesaikan masalah justru akan membawa kita kedalam lembah kehinaan." ucap bu Safitri berusaha menasehati David yang masih diam saja.


" Sekarang lepaskan mereka David, mereka tidak bersalah," pinta mommy Rita yang lansung mendapat tatapan intens dari Bu Safitri.


" Lepaskan mereka, apa maksudnya?" tanya Bu Safitri tidak memahami apa yang sebenarnya terjadi.


" Arjuna dan Dhita, dialah yang telah menculik mereka." Tutur mommy Rita.


" Apa, jika aku adalah adik mu, maka Dhita putriku dia adalah keponakanmu!" teriak Bu Safitri tidak menyangka kakaknya akan bertindak sejahat itu.


Sebagai seorang ayah pak Setyo tidak tinggal diam, pak Setyo meraih Krah kemeja David bersiap melayangkan tinjunya.


" Kurang ajar, kau sungguh biadab cepat lepaskan putri dan menantuku, atau kalau tidak....!" sedikit lagi tinju pak Setyo mendarat di wajah David kalau tidak segera di hentikan oleh Bu Safitri.


" Jangan pak, jangan lakukan itu, apa beda nya kita dengannya." bu Safitri berusaha menghentikan suaminya.


" Maaf...." hanya ucapan itu yang keluar dari mulut David dan terdengar sangat lirih. Ia tidak menyangka ternyata yang menjadi targetnya selama ini ternyata adalah keponakannya sendiri. Dalam hati David sungguh menyesali perbuatannya.


" Sekarang bawa kami ke tempat di mana putri dan menantu kami berada!" ucap pak Setyo menahan amarah, jika tidak di halangi oleh istrinya tentulah David telah babak belur di buatnya.

__ADS_1


__ADS_2