
Seperti biasanya pagi itu Dhita berangkat kerja menggunakan jasa taxi online yang telah ia pesan.
Ditengah jalan tiba -tiba macet, banyak kendaraan yang berdesak-desakan, karna takut terlambat akhirnya Dhita memutuskan untuk turun dari taxi.
Ia berjalan kaki menuju toko buku tempatnya bekerja. Kurang lebih setengah jam ia tiba di tempat kerjanya.
" Dari mana saja kamu jam segini baru datang ".tanya seorang security yang sedang bertugas.
" Maaf pak tadi jalanan macet jadi saya jalan kaki kesini. " jawab Dhita sopan.
" Ya sudah ayo cepat masuk. " Suruh security itu.
" Terima kasih pak ." ucap Dhita.
Beberapa menit kemudian Dhita telah sibuk dengan tugasnya. Ia menata buku -buku yang berserakan karna di pilih-pilih oleh pembeli. Ketika ia hendak menata buku-buku di tangannya indra penglihatan Dhita menangkap sepasang bola mata indah di sebelah rak buku.
Degh.
Degh.
Degh.
Jantung nya tiba-tiba berdebar-debar kala sepasang mata itu juga menatapnya.
Seorang pria bernama Arjuna calvin dharmendra sedang berdiri di balik rak buku itu, rupanya pria itu mengawasi nya sejak tadi.
Merasa dirinya di perhatikan Dhita menjadi canggung segera ia letakkan buku-buku di tangannya lalu menata nya di rak buku yang kemudian menghalangi pandangan mereka.
Dhita kembali melanjutkan pekerjaannya pura-pura tidak menghiraukan sang pria.
" Maaf mas wanita itu siapa ya? " tanya Arjuna, pria yang diam-diam mengawasi Dhita sejak tadi.
Arjuna bertanya pada seorang cleaning servis yang sedang membersihkan lantai.
" Oh dia itu karyawan baru tuan, baru beberapa bulan kerja disini," jawab si cleaning servis.
" Kalo boleh tau namanya siapa ya..?" tanya Arjuna lagi.
" Namanya Dhita tuan ". jawab si cleaning servis.
" Oh..ya sudah makasih ya mas. " ucap Arjuna kemudian.
Arjuna adalah pria tampan yang keren lebih tepatnya lagi.... dia tuh... Duren, duda keren. Walaupun seorang duda ia selalu menjadi pusat perhatian para wanita.
Ia bercerai dengan istrinya karna mengetahui bahwa Fanny, istrinya bermain gila di belakang, Fanny menjadi simpanan om om genit. Oleh sebab itulah Arjuna memutuskan untuk menceraikannya.
Selain tampan ia juga seorang pengusaha sukses ia menggantikan kedudukan sang ayah sebagai owner. Pendiri dan pemegang saham perusahaan setelah ayahnya meninggal akibat serangan jantung.
Sebagai pemilik perusahaan Arjuna adalah orang yang sangat sibuk,namun ia masih menyempatkan diri untuk singgah ke toko buku, itu adalah kebiasannya sejak dulu.
" Maaf... apakah kamu bisa membantuku?" tanya Arjuna mengalihkan kan perhatian Dhita.
Dhita menghentikan pekerjaannya, menoleh ke arah Pria yang berada di sampingnya.
" Ya.. ada yang bisa saya bantu tuan ? " tanya Dhita. Ia balik bertanya dengan suara lemah lembut.
Dari penampilan pria di depannya, Dhita tau dia bukan orang sembarangan, penampilan rapi dan menarik mendukung aura wajahnya semakin menawan.
" Ya.. aku ingin mencari sebuah buku berjudul ****** tapi aku tidak bisa menemukannya. " ucap Arjuna berpura-pura.
Sebenarnya itu cuma alasannya saja, penampilan Dhita yang sederhana ala kadarnya dengan kepala tertutup hijab mampu menarik perhatian sang Arjuna, orang terkaya di kota itu.
" Mari saya bantu tuan..letaknya di sana". Dhita menunjuk ke arah dalam toko buku, sebagai salah satu karyawan disana, Dhita dengan sangat mudah mengingat letak-letak buku berdasarkan judul.
__ADS_1
Dhita melangkah di depan, Arjuna membuntutinya di belakang membuat ia leluasa menatap dari kepala hingga ujung kaki gadis yang berjalan di depannya.
Tangan lentik Dhita memilah-milah buku di rak yang terpajang rapi. Sementara sang arjuna menatap lekat dirinya.
" Apakah ini bukunya tuan? " tanya Dhita membuyarkan lamunan Arjuna, entah apa yang dipikirkan.
" Loh kok cepat banget nemunya !" seru Arjuna tanpa sadar.
" Saya yang menatanya disini tuan, agar tidak berbaur dengan buku-buku yang lain, karna di buku ini ada catatan penting di dalamnya. " ucap Dhita.
" Aku baru melihat kamu disini, " ucap Arjuna.
" Saya karyawan baru tuan ." jawab Dhita ramah.
Kira-kira setahun yang lalu Arjuna pergi ke luar negri untuk menangani salah satu cabang perusahaan di paris yang sedang bermasalah. Saat itu Dhita masih belum bekerja di sana.
Arjuna membuka-buka buku yang di carinya namun tidak satu kata pun yang ia baca. Sering kali ia menatap Dhita dan tersenyum sendiri.
" Apa ini saatnya aku memulai hidup baru? selama ini banyak wanita yang mendekatiku namun dia berbeda, ah andai saja... ". pikir Arjuna.
Pukkk.
Pukkk.
Pukkk.
Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya. Arjuna menoleh ke belakang ternyata seorang gadis cantik berpenampilan modis.
" Citra. " seru arjuna. Ia tersenyum.
" Kapan balik dari paris ?" tanyaCitra
" Baru kemaren " jawab Arjuna.
" Gak lagi males pengen refreshing nih otak ." Seloroh Arjuna.
" Refreshing kok di toko buku, tuh di tempat pariwisata harusnya, kalo di sini lama lama entar pengep ." ucap Citra dengan bercanda.
Mereka tertawa bersama.
" Oh, udah punya cewek rupanya " . batin Dhita, Ia melihat keduanya dari kejauhan.
Arjuna dan Citra terlihat sangat akrab, mereka saling mengenal karna mereka sering bertemu ketika Arjuna bertamu kerumah sahabatnya, Eza afriansyah. Mereka berteman sejak masih duduk di bangku SMA.
" Kamu masih sendiri nih? di paris gak ada gitu cewek yang bisa menaklukkan hatimu ?" Citra bertanya menyelidiki.
" Aku masih menikmati kesendirianku, so aku belum memikirkan hal itu ." jawab Arjuna dengan tenang.
" Oke, aku doakan kamu segera dapetin yang terbaik ". ucap Citra, di hatinya ia berharap kalau-kalau dialah nantinya yang akan dipilih oleh Arjuna sebagai istri.
Sejak lama Citra memiliki perasaan pada pria duren itu, namun Arjuna hanya menganggapnya sebagai adik tidak lebih, karna ia anak tunggal.
" Aku duluan ya... " ucap Citra melihat pada arloji di lengannya.
" Iya hati-hati ." jawab Arjuna.
Citra melangkah pergi, diam - diam Dhita memperhatikan Aruna. Namun memalingkan wajah ketika Arjuna meliriknya.
...****************...
Jarum jam menunjukkan pukul 03:00, waktunya Dhita pulang, ia melangkah melewati pria tampan yang berdiri tak jauh darinya, Dhita enggan berbasa-basi jika tadi ia sangat ramah karna itu merupakan tanggung jawabnya untuk melayani para pelanggan selama jam kerja.
Dhita berdiri di tepi jalan menunggu taxi online pesanannya. Arjuna menyusulnya.
__ADS_1
" Hai.. " ucap Arjuna menyapa Dhita.
" Hai juga " Dhita membalas tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya.
" Lagi nunggu angkot ya ?" tanya Arjuna kepada Dhita.
Dhita mengangguk kecil.
" Tadi kita belum berkenalan, namaku Ar.... "
Bersamaan dengan arjuna mengulurkan tangan datang sebuah Taxi,tanpa menghiraukan pria di sampingnya, Dhita langsung berhambur masuk kedalam mobil.
" Hei.. namaku Arjuna..." teriak Arjuna.
Taxi telah melaju dengan cepat, namun Dhita masih bisa mendengar yang di ucapkan pria tampan tadi. Dhita tersenyum di balik kaca mobil.
Arjuna langsung menuju parkiran masuk kedalam mobil lalu membawanya melaju cepat, ia bermaksud pergi kerumah sahabatnya. Eza.
*
*
*
Tak lama kemudian ia memarkirkan mobilnya di depan rumah mewah bercat biru muda di padu dengan warna putih. Itulah rumah kediaman Eza selain bersahabat mereka juga merupakan partner kerja.
" Hei.. bro tumben kesini? ada apa? " tanya Eza menyambut kedatangan sahabatnya.
Ia juga baru turun dari mobil, baru pulang dari kantornya.
" Ada suatu hal yang ingin aku bicarakan ." ucap Arjuna to the point.
" Apa? masalah kantor? " tanya Eza.
" Bukan ini pribadi " ucap Arjuna
Eza adalah tempat Arjuna berkeluh kesah, setiap ada masalah ia selalu bercerita padanya, karna Eza adalah pendengar yang baik.
" Maksudmu? " Eza merasa penasaran.
" Gak di ajak masuk nih, jadi kali ini temanya bertamu di teras rumah gitu? " Arjuna menggoda sahabatnya."
" Iya aku lupa ayo masuk" Eza membuka pintu kemudian mereka duduk di sofa di ruang tamu.
" Tadi aku ke toko buku gak sengaja bertemu gadis cantik, sikapnya lembut tapi orangnya agak cuek". Arjuna memulai pembicaraannya. Mengingat seorang gadis yang di temuinya di toko buku.
" Oh, jadi sebentar lagi kamu akan melepas status mu sebagai Duren hm..? " goda Eza pada sahabatnya.
" Mungkin ini rintangan untukmu bro, berusahalah aku yakin kamu pasti bisa meluluhkan hatinya. " ucap Eza memberi semangat.
Terus terang saja Eza merasa prihatin dengan Arjuna tentang rumah tangga sebelumnya, yang harus kandas di tengah jalan. Ia berharap sahabatnya benar-benar menemukan wanita yang baik dan soleha.
" Tapi aku butuh bantuanmu ? " Arjuna menatap kedua mata Eza.
" Selagi aku mampu pasti aku bantu bro ." ucap Eza.
" Oh iya, katanya mau ngenalin pacar kamu? " Arjuna mengalihkan pembicaraan.
" Iya kapan-kapan. " jawab Eza.
Mereka mengobrol dengan akrab, seorang Art membawa dua gelas minuman dan sepiring kue, setelah di perintahkan oleh Eza sebelumnya.
" Silahkan diminum, bawa santai aja bro, jangan terlalu di pikirkan" seloroh Eza.
__ADS_1
Ia melihat dari raut wajah Arjuna bahwa laki-laki itu sedang memikirkan sesuatu.