
" Kami berdua mom, bukan sendiri," celetuk Dhita sambil melirik ke arah Arjuna yang masih tertidur pulas.
Rupanya Arjuna merasa sangat lelah hingga ia tidak mendengar percakapan antara ibu dan istrinya.
Mommy Rita bangkit dari duduknya menghampiri Menantunya.
" Terima kasih nak, kau telah rela berkorban demi suamimu." ucap Mommy Rita memegang tangan Dhita.
Mommy Rita mengetahui segalanya dari Arjuna yang telah bercerita kepadanya mengapa Dhita sampai seperti ini.
" Mas Ar suamiku mom, sudah menjadi kewajiban ku untuk selalu mendampinginya,
meskipun nyawa taruhannya aku akan selalu bersamanya." jawab Dhita tersenyum.
Mommy Rita menitikkan air mata mendengar ketulusan dari ucapan menantunya.
Ia teringat dulu ketika dirinya berpisah dengan kekasihnya, pak Teddy.
Namun ia tidak seberani Dhita yang rela berkorban untuk orang yang di cintainya, hingga memutuskan untuk berpisah.
" Mom, kenapa?" tanya Dhita saat melihat wanita yang telah menjadi mertuanya menangis diam-diam.
" Tidak apa-apa nak, aku hanya teringat waktu mommy masih muda dulu." mommy Rita berhenti sejenak.
Dan Dhita mendengarkannya dengan serius.
" Waktu masih seusia mu, mommy tidak bisa seberani kamu, mommy tidak bisa memperjuangkan cinta kami dan membuat mommy menikah dengan orang lain." papar mommy Rita menceritakan masa lalunya.
" Sabar mom, semua ini mungkin memang takdir dari Allah." Dhita berusaha menguatkan mertuanya yang ternyata sangat rapuh.
" Mommy tidak menyesal karena berpisah dengan orang yang mommy cintai, tapi mommy menyesal karena putra mommy tidak bisa merasakan momen bersama ayahnya sewaktu kecil." Mommy Rita kembali menangis, hingga tangisannya membangunkan Arjuna yang sedang tidur.
" Mom!" seru Arjuna terkejut saat melihat ibunya duduk di samping sebelah istrinya.
" Sudah bangun Ar?" tanya mommy Rita berpura-pura mengucek kedua matanya.
" Mommy kenapa, mommy menangis?" Arjuna terlihat khawatir melihat ibunya menangis.
" Tidak Ar, mommy hanya kelilipan saja." jawab Mommy Rita berbohong.
" Mas, aku haus," ucap dhita mengalihkan perhatian suaminya, karena ia tidak ingin suaminya memaksa ibu mertuanya untuk berterus terang.
" Sebentar aku ambilkan." jawab Arjuna meraih botol minuman di atas end table.
Namun botol itu ternyata kosong.
" Airnya habis, aku beli dulu ya." ucap Arjuna seraya bangkit dari duduknya.
Dhita mengangguk karena ia memang telah merasa sangat kehausan.
" Terima kasih nak, kau telah membantuku menghindari pertanyaan suamimu," ucap mommy Rita saat melihat putranya telah menghilang di balik pintu.
__ADS_1
Jika saja Dhita tidak mengalihkan perhatian Arjuna, maka tidak dapat di hindari lagi mommy Rita harus berterus-terang menjawab pertanyaan putranya.
" Aku mengerti perasaan mu mommy," jawab Dhita tersenyum.
Baru pertama kalinya antara mommy Rita dan Dhita berbicara dari hati ke hati.
" Maafkan Mommy yang selama ini meragukan kesetiaanmu kepada putraku." ucap mommy Rita dengan penuh penyesalan.
Mengingat dirinya yang waktu dulu sering memojokkan Dhita.
Bahkan tidak segan-segan menghinanya.
" Sudah lah mom, tidak apa-apa anggap saja semua itu tidak pernah terjadi." jawab Dhita.
Menurutnya saling memaafkan itu lebih baik dari pada harus menyimpan dendam.
" Apa kau tau siapa Bastian itu Dhi?" tanya mommy Rita mengalihkan pembicaraan.
" Bastian dia bos aku mom." jawab Dhita polos.
" Bukan," mommy Rita menggelengkan kepalanya.
Mendengar ucapan dari mertuanya, Dhita mengerutkan kening.
" Maksud mommy?"
" Bastian adalah sepupumu, dia juga sepupu Arjuna dari mendiang papinya." jawab Mommy Rita mencoba menjelaskan hal yang sebenarnya.
" Suamiku, Calvin Dharmendra memiliki seorang adik bernama David Dharmendra,
setelah menikah David pindah ke Paris dan memiliki putra bernama Bastian." papar mommy Rita.
Dhita mendengarkan dengan seksama.
" Mereka kembali ke negara ini karena ingin mengambil alih semua aset milik suamiku, karena mereka mengetahui Arjuna bukanlah darah dagingnya." lanjut mommy Rita.
" Lalu apa hubungan nya dengan ku mom, mengapa tadi mommy bilang dia itu sepupuku?" tanya Dhita masih tidak mengerti dengan jalan pikiran ibu mertuanya.
" Atau mungkin karena aku telah menikah dengan mas Ar, makanya mommy bilang dia sepupuku, ya benar juga." lanjut Dhita menjawab pertanyaannya sendiri.
" Bukan!" cepat-cepat mommy Rita menukas.
" Ibu mu!" seru mommy Rita yang langsung membuat Dhita tertawa.
Karena terlalu keras tertawa, Dhita merasakan rasa perih di bekas operasi di atas rongga perutnya.
" Kenapa dengan ibuku mom?" tanya Dhita sambil terus menahan rasa geli yang menggelitik di hatinya.
Tidak mungkin ibunya yang hanyalah wanita desa mengenal keluarga terpandang seperti mereka ditambah lagi Bu Safitri tidak pernah pergi ke kota itu meskipun hanya sekali.
" Ibumu, dia adalah adik kandung dari suamiku," jawab mommy Rita yang
__ADS_1
langsung mendapat respon dari Dhita yang terkejut.
" Adik kandung, tidak mungkin." tukas Dhita tidak percaya.
" David sendiri yang bercerita pada kami." ucap mommy Rita.
" Kami?"
" Ya, aku, ibu dan ayahmu!" jawab mommy Rita.
Kemudian mommy Rita menceritakan kembali perihal peristiwa yang di ceritakan oleh David.
Dari semenjak hilangnya Diana yang ternyata adalah Bu Safitri Sampai akhirnya mereka di pertemukan kembali dirumah mommy Rita.
" Begitulah ceritanya nak," mommy Rita mengakhiri ceritanya.
Tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang.
" Pantas saja aku merasa familiar sekali dengan wajah ibumu!" seru Arjuna yang baru saja kembali dari luar.
Rupanya ia mendengar percakapan ibu dan istrinya.
" Kau mengetahuinya juga?" tanya mommy yang merasa aneh, sebab pada saat itu Arjuna sedang di tawan oleh Bastian.
" Ya, aku pernah melihat foto seorang wanita di gudang saat aku masih kecil, saat itu aku dan papi sedang bermain petak umpet, saat aku tanya papi tidak menjawab malah papi menyembunyikan foto itu seperti merasa bersalah." papar Arjuna.
Lalu memberikan botol minuman kepada Dhita setelah di buka terlebih dahulu.
Dengan segera Dhita meneguk air botol tersebut sambil mendengarkan cerita suaminya.
" Dan pada saat aku pergi ke desa dan bertemu dengan Bu Safitri, aku teringat dengan foto itu!" lanjut Arjuna menceritakan unek-uneknya selama ini.
Dhita terdiam karena merasa syok dengan kenyataan itu.
" Lalu sekarang mereka dimana?" tanya Dhita dengan suara lirih, antara percaya dan tidak.
" Di kantor polisi!" jawab Arjuna cepat.
" Kantor polisi?" Dhita mengulangi perkataan suaminya.
" Ya, mereka pantas menerima semua itu." jawab Arjuna dengan geram mengingat perbuatan biadab Bastian kepada dirinya dan Dhita.
" Kalau begitu, besok aku ingin bertemu dengan mereka." ucap Dhita dengan nada sedih.
" Untuk apa" Arjuna merasa keberatan dengan keinginan istrinya.
Bukan tanpa alasan Arjuna merasa keberatan, karena ia tau jika istrinya pasti akan melakukan hal yang di luar dugaan.
" Walau bagaimanapun kami berasal dari darah yang sama, apa salah jika aku ingin bertemu dengan paman dan saudara sepupuku?" Dhita menatap Arjuna dengan lekat.
Seolah meminta penjelasan dengan sikap Arjuna yang menunjukkan keberatan atas ke inginkannya.
__ADS_1
Mendapat tatapan yang tidak biasa, Arjuna dan mommy Rita hanya bisa diam tanpa mengatakan sepatah katapun.