Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 39 Kecewa


__ADS_3

Sang mentari tak lagi bersinar, langit biru kini mulai meredup tertutup awan. Suasana langit yang mendung, semendung hati wanita berperawakan sederhana dengan hijab yang menutup kepalanya, Melangkah memasuki area apartement milik sahabatnya, disana lah ia tinggal selama ini. Dhita.


Sesampainya di depan pintu dhita terkejut ketika secara tiba-tiba rena sahabatnya berhambur memeluk dirinya. Rena mengangis terisak menyesali semua perbuatannya.


" Ren, kenapa kamu menangis ?" tanya dhita heran ketika tiba-tiba saja rena memeluknya sambil menangis.


" Maaf, ... maafkan aku dhi.... aku gak tau akan seperti ini jadinya hiks...hiks..." tutur rena dalam isak tangisnya, apa yang dia lakukan di masa lalu kini sahabatnya lah yang harus menanggung semua akibat dari perbuatannya.


" Kamu sama sekali gak bersalah." lanjutnya


" Memang nya apa yang kamu lakukan ?" dhita masih terlihat bingung.


" Semua foto itu, aku lah pelakunya, hiks...hiks... maafkan aku dhi gara-gara diriku kamu menanggung semua nya." rena masih terisak dalam tangisnya.


Dhita melerai pelukannya, ia sangat terkejut mendengar pengakuan sahabatnya.


Dan ternyata reyhan juga ada di sana.


" Bagaimana bisa ren ? bukankah aku udah menghapusnya ?"


" Ya itu benar, tapi ... aku yang udah mengupdate kembali semua foto itu tanpa sepengetahuan kamu, waktu itu aku cuma bercanda ingin membuat kamu kesal." rena menghapus air matanya menatap sahabatnya dengan penuh penyesalan.


" Aku gak tau semuanya akan menjadi seperti ini." rena menunduk sedih merasa sangat bersalah.


" Mengapa kamu tega melakukan semua ini padaku ren, kamu sahabatku orang yang paling aku percaya setelah orang tuaku." Bulir-bulir bening mulai menetes mengalir membasahi pipi dhita. Lagi-lagi ia harus menangis.


" Maafkan aku dhi.." rena berkali-kali meminta maaf.


Dhita terdiam begitu pun dengan rena. Kemudian rena menceritakan kembali peristiwa saat itu dari awal hingga akhir.


Mereka mengingat kembali peristiwa waktu itu, dimana dhita sedang menjalani asmara bersama andrian.


Malam itu mereka sedang berada di sebuah pameran yang di gelar di pinggiran desa. Andrian dan dhita berjalan berdua saling beriringan merajut cinta kasih nan mesra.


Tak pernah ada yang mengira bahwa keduanya akan berpisah.


Dan apa yang di lakukan rena ?


Tentu saja rena berjalan di belakang keduanya seperti nyamuk saja. Rena yang memang memiliki sifat jahil selalu saja menguping setiap pembicaraan dua sejoli yang sedang kasmaran. Entah apa yang ada di dalam pikirannya, tanpa malu atau apapun itu ia terus saja membuntuti keduanya, lucu saja melihatnya.


" Bang, temenin aku beli ice cream yuk !" ajak dhita pada andrian seraya memegang tangan lelaki itu.


" Boleh, tapi... gimana dengan...." andrian melirik ke arah rena yang berdiri di belakang mereka.


Merasa dirinya di bicarakan rena ikut bicara.


" Gak usah kepikiran sama aku, kalian pergi aja, eh dhi... aku pinjem ponsel kamu dong."


" Buat apa ?" dhita bertanya penuh heran karna rena juga memiliki ponsel sendiri buat apa meminjam ponselnya.

__ADS_1


" Aku lupa isi paketan, boleh kan aku minjem ponselmu siapa tau aja nanti ada cowok ganteng lumayan kan buat gebetan ." rena yang saat itu memang masih menjomblo bahkan belum pernah sekalipun merasakan yang namanya jatuh cinta.


Dhita menyodorkan ponsel miliknya.


" Nih, tapi awas ya .... jangan macem-macem."


" Beres..." rena mengacungkan jempolnya.


Kemudian ia sibuk berfoto lalu mengupdate nya dengan menggunakan ponsel dhita.


Sedangkan dhita dan andrian berlalu menuju kedai tempat orang menjual ice cream.


" Mau rasa apa ?" tanya andrian ketika mereka sampai di kedai tempat orang menjual ice cream.


" Avocado enak deh bang, kayaknya ." jawab dhita pandangannya tertuju pada box berisi tumpukan ice cream di dalamnya.


" Ya udah aku samain ya..." andrian membeli dua buah ice cream satu untuknya dan satu lagi untuk dhita.


Setelah selesai membayar ice cream mereka melangkah menuju pada sebuah kursi panjang di dekat tempat itu.


" Bang seger ya ..ice cream nya." ucap dhita sambil terus menjilati ice cream di tangannya.


" Ya, kamu suka ?"


Dhita mengangguk.


" Nanti kita beli lagi sampai kamu puas." ucap andrian ia selalu memanjakan dhita tak pernah sekalipun andrian menolak permintaan kekasihnya itu.


" Loh kenapa ?"


" Takut gendut, nanti abang nggak sayang lagi." jawab dhita ceplas-ceplos.


Andrian hanya tersenyum mendengar penuturan kekasihnya.


" Eh, ada apanya tuh." andrian menunjuk ke wajah dhita.


" Apaan bang." dhita terkejut.


" Sisa ice cream, sini aku bersihin." andrian menarik selembar tisu dari sakunya. Kemudian mendekati wajah dhita hendak membersihkan sisa-sisa kotoran ice cream yang belepotan di wajahnya.


" Ternyata pacarku cantik sekali." gumam andrian yang langsung membuat dhita tersipu malu kedua pipinya pun merona.


" Ah, abang bisa aja." dhita tersenyum malu-malu kucing.


Di saat itulah, di saat andrian sedang duduk bersama dhita di sebuah kursi panjang, rena mengambil potret mereka dari arah belakang. Yang saat itu andrian dalam posisi membelakanginya, andrian mendekati wajah dhita berniat untuk membersihkan sisa-sisa ice cream yang menempel di bibir dhita sebelah bawah.


Ceklek.


Ceklek.

__ADS_1


Rena mengambil potret mereka, terlihat di sana andrian sedang mencium dhita. Sedangkan dhita dalam ke adaan mata terpejam, bukan apa-apa karna dhita merasa malu di dempet oleh kekasihnya sedekat itu. Jadi menurutnya memejamkan mata bisa membuatnya lebih tenang.


Rena langsung mengupdate nya di sosmed, karna rasa jahilnya yang tak ketulungan ia melakukan semua itu, agar dengan mudah ia bisa meledek dhita. Tentunya ia menggunakan ponsel milik dhita. Hingga terkesan dhita lah yang sengaja melakukan itu semua.


" Setelah semua ini kamu gak akan bisa mungkir lagi." gumam rena tersenyum jahil. Tak pernah ia memikirkan ke depannya, akibat dari perbuatannya.


" Hei... apa yang kamu lakukan ren ?" dhita bertanya sambil berteriak karna jarak mereka agak jauh.


" Gak... bukan apa-apa kok." jawab rena masih dengan senyum jahilnya. Berteriak pula.


Dhita segera berlari ke arah rena ingin mengetahui apa yang sedang di lakukan sahabatnya dengan ponselnya. Ia khawatir rena akan melakukan hal yang bukan-bukan.


" Sini aku lihat." dhita menarik kembali ponselnya. Ternyata benar dugaannya rena mengupdate fotonya bersama andrian.


" Ren, kau..." dhita merasa geram sambil menghapus foto-foto tersebut.


" Hm.. ketahuan deh." gumam rena seolah berbisik.


Namun di detik berikutnya rena kembali mengambil ponsel dhita dengan berbagai alasan, mau tak mau dhita pun percaya dengan ucapan sahabatnya. Rena pun beraksi mengupdate kembali foto itu tanpa sepengetahuan dhita.


" Jadikan ini pelajaran berharga untukmu." ucap reyhan yang ikut menyimak cerita rena.


" Makanya jangan suka jahil, jadilah wanita yang lebih dewasa, jangan kekanak-kanakan." reyhan memberikan pengertian kepada rena. Ia mengelus kepala kekasihnya dengan lemah lembut.


Tring.


Tring.


Sebuah notifikasi masuk di ponsel reyhan.


" Dari siapa ?" tanya rena saat melihat raut wajah kekasihnya berubah.


Dengan sedikit ragu reyhan menjawab pertanyaan rena.


" Kak arjuna ."


Mendengar nama arjuna di sebut, dhita yang sejak tadi terdiam karna rasa kecewa kini menatap reyhan seolah meminta penjelasan.


" Kak arjuna memintaku dan papa untuk ikut bersamanya ke....." kata-kata reyhan terpotong oleh ucapan dhita.


" Ke rumah citra ."


Reyhan mengangguk.


" Udah ku duga, ternyata benar mas arjuna gak main-main dengan ucapannya." dhita menunduk sedih.


" Katakan apa yang harus ku lakukan, aku akan selalu mendukung mu." reyhan memberi semangat kapada dhita.


" Nggak perlu, biarkan semuanya terjadi sebagaimana mestinya, akan ku lihat sampai kemana takdir membawaku." ucap dhita dengan tegas.

__ADS_1


" Tapi dhi... apa kamu gak mau memperjuangkan cintamu ?" rena menatap intens pada sahabatnya, jika saja dirinya yang berada di posisi itu ia pasti akan memperjuangkan cintanya hingga titik darah penghabisan.


" Biarkan saja, biarkan mas arjuna melakukan apapun yang menurutnya benar." dhita berlalu memasuki apartement. Ia terlihat sangat terburu-buru masuk ke dalam kamarnya.Dhita tak kuasa menahan tangisnya, di dalam kamar itulah tangisan dhita pecah kembali.


__ADS_2