Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 14 Ada apa denganmu?


__ADS_3

Di tengah perjalanan pulang Eza tak henti-hentinya berceloteh, sambil menyetir ia terus saja berbicara tentang kekasihnya. Mobil yang ia bawa terus melaju menerpa kesunyian malam.


Ia menoleh ke arah sang bos yang sedari tadi hanya diam saja entah apa yang di pikirkan.


Eza mengerutkan kening mencoba memahami jalan pikiran sang bos mudanya.


" Kenapa bro? " Eza angkat bicara.


" Kamu punya solusi gak? apa yang harus aku lakukan selanjutnya?" Arjuna menatap mata sahabatnya .


" Solusi untuk apa?" tanya Eza heran.


" Tentang kelanjutan hubunganku dengan Dhita." jawab Arjuna.


" Kalian kan udah saling kenal, kalo menurut aku nih ya... mendingan cepet - cepet deh tembak tuh cewek." Eza memberikan saran


" Apa gak terlalu cepat?" Arjuna merasa ragu bagaimana bisa ia main tembak begitu saja sedangkan mereka baru saja saling kenal.


" Ya... dari pada keburu di ambil orang ." celoteh Eza.


" Ingat bro si Dhita itu bukan cewek sembarangan, tentunya akan banyak lelaki yang ingin mendapatkannya, jadi... lebih baik kau ikuti saranku." Lanjut Eza.


" Akan ku pikirkan nanti." ucap Arjuna.


" Jangan lama-lama mikirnya, kasian tuh si junior pengen ketemu pasangannya." Eza melirik ke arah bawah tubuh Arjuna.


" Sialan lu za, gini-gini aku ini bos mu, sopan dikit kenapa sih mau aku pecat?" Arjuna meninggikan nada suaranya, ia merasa marah jika ada yang menyinggung juniornya.


Eza tertawa lebar melihat reaksi sahabat yang merangkap sebagai bosnya.


...****************...


Di rumah Reyhan


Reyhan memarkirkan mobil di garasi rumahnya, ia tergesa-gesa memasuki rumah mewah yang hanya di tempati berdua dengan sang ayah, dan juga beberapa pembantunya.Ibunya telah lama tiada meninggal dunia ketika berjuang melahirkannya.


Pak Teddy membesarkan Reyhan seorang diri, tak pernah ia memikirkan untuk menikah lagi, baginya cukup dua wanita saja yang menempati ruang hatinya.


Sebelum menikah dengan Angelina (ibu dari Reyhan ), ia terlebih dahulu menikahi Rita sudirja ( mommy Rita ) pernikahan mereka hanya berjalan satu tahun saja, itu pun secara siri, ya mereka telah menikah siri. Karna tak mendapat kan restu dari kedua orang tua masing-masing dan disertai dengan banyaknya tekanan oleh kedua belah pihak keluarga membuat mereka memutuskan untuk bercerai, walau sebenarnya Rita sudirja tengah hamil tiga minggu waktu itu, tanpa sepengetahuan suaminya Rita sudirja menyembunyikan keberadaan sang buah hati mereka.


" Papa kenapa? papa sakit lagi? " tanya Reyhan ketika melihat sang ayah berbaring di tempat tidurnya.


" Tidak nak, papa hanya merasa dada papa sedikit nyeri." pak tmTeddy menekankan telapak tangan kanannya di dada. sebenarnya beliau mengidap penyakit jantung sudah sejak lama.


" Kita kerumah sakit pa, " ajak Reyhan.


" Tidak perlu Reyhan, papa ingin bicara padamu." pak Teddy berusaha untuk duduk.


Reyhan membantunya. mendudukkannya di tepi tempat tidur.


" Bicara tentang apa pa?" Reyhan duduk di samping sang ayah.


" Hubungan mu dengan Rena, papa ingin kalian segera menikah." pinta pak Teddy.


" Tapi pa...." Reyhan tak melanjutkan perkataannya.


" Papa sudah tua Reyhan, apalagi papa sering sakit-sakitan cepatlah kau menikah agar papa bisa melihat mu bahagia." pak


Teddy menitikkan air mata.

__ADS_1


Reyhan tak kuasa untuk menolak permintaan sang ayah .


" Baiklah pa akan Reyhan usahakan nanti." ucap Reyhan.


Reyhan memeluk sang ayah tercinta, baginya ayah adalah segalanya terlebih lagi ia tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.


" Sekarang papa tidur ya,istirahat, jangan capek-capek, Reyhan janji secepatnya akan bawakan menantu yang baik untuk papa." janji Reyhan.


Reyhan menarik selimut, menutupi sebagian tubuh sang ayah.


" Selamat malam pa." ucap Reyhan sembari mencium tangan sang ayah, tangan yang selama ini telah mengurusnya tangan yang selalu memberikan kasih sayang yang tiada batasnya.


" Iya nak, kamu juga pergilah tidur jaga kesehatanmu." jawab sang ayah.


Pak Teddy mulai memejamkan netranya.


Reyhan melangkah keluar kamar.


Ceklek.


Suara pintu di tutup.


Reyhan berjalan menuju kamar, ia duduk di ruang kerjanya. menatap sebuah foto yang di pajang di meja kerjanya.


Reyhan menghela nafas panjang.


" Mama... andai mama ada disini, Reyhan pasti akan sangat bahagia...mama yang tenang ya di sana." Reyhan meraih bingkai foto, lalu mendekapnya erat sekali. seakan-akan ia tengah memeluk sang ibu saat itu.


Tanpa ia sadari titik-titik air mata mulai menetes di pelupuk netranya.


*


*


*


Suasana pagi yang cerah.


Seperti biasa Dhita dan kedua sahabatnya berangkat kerja bersama-sama. Sesekali terdengar canda tawa mereka menghiasi hari-hari yang penuh aktivitas.


Dhita turun dari TAXI melangkah memasuki area tempat kerjanya. Baru beberapa langkah ia berjalan seseorang memanggilnya.


" Dhita.." rupanya Arjuna, ia memang tengah menunggu gadis pujaannya sedari tadi.


Dhita menghentikan langkahnya, menoleh ke belakang.


" Mas Ar, ngapain disini?" tanya Dhita merasa heran.


Arjuna datang menghampirinya.


" Nungguin kamu." Jawab Arjuna.


" Maaf mas aku harus kerja.. permisi." ucap Dhita tanpa basa-basi.


Dhita membalikkan badannya namun belum sempat ia melangkah....


Sreeett.


Arjuna meraih tangan Dhita dan menarik nya hingga tubuh gadis itu terpental membentur dada bidang miliknya. Sangat terlihat jelas oleh Dhita dada bidang yang tegap berotot di hiasi oleh bulu-bulu halus yang menawan menambah pesona pria dihadapannya.

__ADS_1


Dhita merasa sangat nyaman berada dalam pelukan pria yang baru di kenalnya. Pelukan itu sangat hangat.... sangat hangat ia rasakan.


Arjuna melepaskan tangannya saat Dhita mendorong dirinya kebelakang.


" Maaf mas aku kerja dulu." ucap Dhita sambil berlari.


Berlari meninggalkan pria yang saat itu ingin menyatakan perasaannya. menyatakan rasa cinta di hatinya.


" kenapa ini? mengapa sikapnya berubah? tidak seperti biasanya...ada apa dengannya?" pikir Arjuna ia merasa ada yang berubah dari sikap gadisnya.


Ya memang, Dhita sengaja merubah sikapnya menjadi dingin bukan karna apa-apa, dia hanya ingin memastikan apakah Arjuna benar-benar mencintainya, ia tak ingin terluka untuk yang kedua kalinya.


Tap.


Tap.


Tap.


Terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah Dhita yang tengah sibuk melayani para pengunjung toko.


Dhita melirik dari ekor matanya, terlihat Arjuna menatap nya dengan tatapan bertanya-tanya?.


" Dhi, kamu kenapa? mengapa kamu berubah?." tanya Arjuna.


Dhita tidak menyahut dia terus saja sibuk melayani para pengunjung. seolah-olah ia tak mendengar pertanyaan Arjuna.


Merasa tak di perdikan Arjuna memegang pundak Dhita membalikkan badannya menghadap dirinya. ia tak peduli semua orang yang ada di tempat itu.


" Dhi, kamu kenapa sih? kenapa selalu menghindar dariku?". tanya Arjuna lagi.


Dhita menatap tajam , pandangan mereka bertemu.


" Jangan ganggu aku mas, aku lagi sibuk." jawab Dhita datar saja.


" Malu di lihat orang mas." lanjutnya menatap sekeliling, rupanya semua mata tertuju pada mereka.


" Baik, setelah jam makan siang aku tunggu kamu di depan." Arjuna melepas pegangannya.kemudian melangkah pergi.


Tepat jam makan siang, pengunjung mulai sepi hanya ada beberapa orang saja.Dhita termenung. " Mungkin aku terlalu cuek padanya?." Gumam Dhita ia menghela napas panjang.


Seperti yang diminta Arjuna ia pergi menemuinya. Ditempat parkiran yang terletak di sebelah samping toko.tampak lah Arjuna tengah berdiri bersandar pada mobilnya. Arjuna sibuk mengotak -atik benda pipih yang di pegangnya. ia tak menyadari Dhita berdiri di depannya. Dhita memandang pria di hadapannya ingin sekali rasanya ia memeluk tubuh kekar berotot yang selalu menggodanya.


" Mas Ar.." suara Dhita mengalihkan perhatian Arjuna.


" Aku ingin penjelasannya sekarang." ucap Arjuna to the point.


" Penjelasan apa mas?" tanya Dhita.


" Tentang sikap mu yang tiba-tiba berubah." ucap Arjuna.


" Gak ada yang perlu di jelaskan mas, semua sudah jelas, mas Ar kita jalani hidup masing-masing." Dhita mengelak.


" Ok Kalo kamu gak mu terus terang, aku juga gak mau maksa, Permisi." Arjuna kesal.


Arjuna memasuki mobil menghidupkan mesin lalu pergi meninggalkan Dhita.


Dhita masih berdiri di tempatnya memandang kepergian Arjuna dengan hati penuh iba.


" Maafkan aku mas, aku terpaksa aku cuma gak mau kamu terlalu berharap sama aku." air mata Dhita mengalir begitu saja, seakan-akan menjadi saksi kehampaan hatinya.

__ADS_1


Jujur Dhita masih belum bisa melupakan masa lalunya, masa lalu yang menguras emosi dan air mata, membuat ia enggan berhubungan dengan laki-laki manapun.


Siapa sih yang gak trauma pas udah mau ijab kabul, pria yang akan menikahinya pergi meninggalkannya begitu saja memutuskan hubungan secara sepihak tanpa pertimbangan apapun. belum lagi merasa sakit hati karna di hianati, ia dan keluarganya harus menanggung malu akibat gagal menikah.


__ADS_2