
Setelah acara pertunangan selesai, Bastian dan seluruh kerabat keluarga berpamitan. Mereka pulang dengan mengendarai mobil masing-masing.
Di tengah perjalanan tiba-tiba terdengar suara ponsel Rena berdering. Dengan mendekap Rere di dadanya, Rena mengangkat panggilan di ponselnya dengan sebelah tangannya.
"Hallo!" sapa Rena mengangkat penggilan di ponselnya.
"Hallo, dengan saudara Rena, istri dari tuan Reyhan?" terdengar suara dari seberang.
"Ya, saya sendiri," jawab Rena seraya mengerutkan keningnya.
Rena merasa heran mengapa tiba-tiba ada panggilan dari orang yang tidak ia kenal. Padahal, selama ini ia tidak pernah memberikan nomor ponselnya kepada siapapun.
"Kami dari pihak rumah sakit, ingin menginformasikan bahwa, suami anda tuan Reyhan Panduwinata sedang di rawat di rumah sakit di karenakan mengalami kecelakaan." Papar seseorang dari seberang.
Dan, ternyata petugas rumah sakit.
Degh.
Jantung Rena serasa berhenti berdetak.
"Apa? suamiku kecelakaan?"
Seketika, air mata Rena mulai mengambang lalu mengalir membasahi kedua pipinya.
KRAAK.
Ponsel Rena terjatuh.
Mommy Rita yang sedang duduk di samping nya, segera mengambil ponsel itu, dan kemudian menjawab panggilan dari ponsel menantunya.
"Hallo!"
"Baik-baik, terima kasih!"
Kemudian panggilan terputus.
Rena menyandarkan punggungnya di sandaran kursi, seluruh tubuhnya terasa lemas seketika.
Dengan tangan gemetar ia memeluk putrinya yang sedang menangis.
"Diamlah sayang, nanti kita sama-sama menemui papa mu." bujuk mommy Rita kepada Rere yang terus menangis.
"Pantas akhir-akhir ini Rere sering rewel," gumam Rena lirih.
"Tenanglah, mommy akan hubungi kakak ipar mu,"
Rena hanya diam membisu, segenap do'a ia ucapkan di dalam hati. Agar suaminya di berikan keselamatan.
Mommy Rita menghubungi ponsel Arjuna.
"Hallo Ar, ada berita buruk tentang adik mu!" seru mommy Rita saat sambungan panggilan ponsel telah terhubung.
"Berita buruk apa mom? apa yang terjadi pada Reyhan?" Arjuna terdengar sangat panik.
__ADS_1
"Reyhan mengalami kecelakaan, sekarang sedang di rawat dirumah sakit xxxxxx." papar mommy Rita.
"Tunggu mommy kita berangkat bersama!"
"Baik mom."
Panggilan terputus.
Rena yang sejak tadi hanya diam saja, kini memandang ke arah ibu mertuanya dengan pandangan sendu. Dikarenakan telah begitu banyak air mata yang mengalir menyisakan rasa sedih dan pilu di dalam hatinya.
"Mom, aku ikut," lirih Rena dengan suara parau.
"Ya, sekarang lebih baik kita pulang dulu."
"Lebih cepat pak sopir!" perintah mommy Rita kepada pak sopir yang sedang sibuk menyetir.
Mobil pun berjalan dengan cepat.
Tak lama kemudian, mobil pun sampai di mansion.
Melihat kedatangan Mommy Rita dan Rena, sontak membuat Arjuna dan Dhita berlari menghampiri mereka.
"Mari mom, kita pakai mobilku saja!" ajak Arjuna kepada ibunya.
"Kak, aku ikut," pinta Rena.
"Tapi bagaimana dengan Rere? dia masih kecil tidak baik jika di bawa ke rumah sakit," ucap Arjuna merasa khawatir, mengingat keponakannya yang masih kecil.
"Tapi aku ingin melihatnya sendiri kondisi suamiku kak," Rena memohon, berharap keinginannya akan di turuti.
"Sudah kau pergi saja, biar Almira bersamaku," ucap Dhita seraya meraih Almira dari tangan Rena.
"Apa kau yakin bisa menjaga dua bayi sekaligus?" mommy Rita meragukan Dhita. Mengingat Dhita yang juga memiliki seorang bayi yang lebih kecil dari Rere.
"Bisa mom, tenang saja, toh selama ini Almira juga minum susu formula." jawab Dhita dengan tegas.
"Jadi, tidak masalah jika aku harus menjaga mereka berdua sekaligus." ucap Dhita melanjutkan perkataannya.
"Terimakasih Dhi, aku pergi dulu ya," ucap Rena lalu beralih memandang putrinya.
"Sayang, baik-baik saja ya, mama pergi dulu."
bisik Rena kepada putrinya.
Rere yang saat itu sedang minum susu formula hanya memandang wajah ibunya, seraya mengerjap-ngerjapkan kedua matanya.
"Hati-hati!" seru Dhita ketika mobil telah di jalankan.
Arjuna sengaja mengendarai mobil itu sendiri, di karenakan ia ingin membawa mobil itu dengan sekencang-kencangnya.
Rena membalas lambaian tangan sahabatnya dengan lambaian tangan pula.
Setelah mobil itu menghilang di balik pagar, Dhita membawa Rere memasuki ruangan mansion.
__ADS_1
"Sekarang kau tenang saja, lebih baik kita doakan semoga papamu baik-baik saja." ujar Dhita seraya memeluk Rere.
Mendapat pelukan hangat dari Dhita, membuat Rere hanya tersenyum.
Sedangkan Arjuna, Rena dan Mommy Rita duduk di dalam mobil.
Sekitar satu setengah jam menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di sebuah rumah sakit, dimana Reyhan di rawat.
Dengan langkah tergesa-gesa mereka melalui koridor rumah sakit.
Rena membuka pintu dengan tangan gemetar, saat mereka telah berada di depan sebuah kamar ruang rawat inap.
"Rey...!" pekik Rena ketika pintu terbuka.
Tampak jelas olehnya seorang pria yang sedang terbaring lemah tidak berdaya. Seluruh tubuhnya di penuhi dengan alat-alat medis.
Rena berhambur ke arah Reyhan, dan tangisnya pun pecah seketika. Ia tidak pernah menyangka setelah perpisahan, mereka akan di pertemukan dalam keadaan seperti itu.
Begitupun dengan Arjuna dan mommy Rita, mereka juga tidak kuasa menahan air mata yang mulai jatuh berderai.
"Rey, bangun Rey, bukalah matamu, jika tidak untukku, setidaknya untuk putri kita Rere, dia masih sangat membutuhkan mu!" lirih Rena dengan suara yang sedikit bergetar, Karena menahan rasa sedih yang teramat dalam.
"Rena, kuatkan dirimu, saat ini suamimu sedang koma." sahut Mommy Rita.
Rena menyeka air matanya yang sejak tadi menetes membasahi pipinya.
"Mommy!" Rena berhambur ke dalam pelukan ibu mertuanya.
"Reyhan mom!" lirih Rena di antara Isak tangisnya.
"Sabar, kamu yang kuat ya nak, percayalah Tuhan tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuannya."
Tangan mommy Rita mengusap-usap punggung Rena yang sedang menangis tergugu.
Arjuna pun merasakan hal yang sama seperti apa yang dirasakan oleh Rena.
Perlahan Arjuna mendekati adik nya, di pandanginya seluruh tubuh Reyhan.
"Jadi ini alasannya mengapa kau menolak untuk segera pulang!" gumam Arjuna.
Ya, memang beberapa hari sebelumnya ia telah menyuruh Reyhan untuk pulang, namun, Reyhan tetap saja bersikeras untuk menginap di kota itu.
"Bertahanlah, aku yakin bahwa kau bisa melewati semua nya?"
Arjuna memberi semangat kepada adiknya.
Reyhan seakan mampu mendengar, ia pun mulai menggerakkan jarinya. Dan membuat semua orang tertegun melihatnya.
"Mom, lihatlah, jari-jarinya mulai bergerak!" seru Arjuna dengan kedua mata yang berbinar-binar.
"Oh ya Tuhan, semoga ini adalah mukjizat darimu." gumam Mommy Rita bahagia.
Rena melerai pelukan dari ibu mertuanya, lalu berpaling menghadap Reyhan.
__ADS_1
"Sayang, aku yakin kau bisa mendengar ku, bangunlah demi diriku dan juga putri kita." Ucap Rena, kedua matanya yang telah sembab dengan air mata, kembali berkaca-kaca.