
"Lain kali hati-hati!" seru suara pemilik tangan itu, reflek Dia menoleh. Karena terkejut, sontak membuat Dia melepaskan pegangan tangannya, sedangkan tubuhnya belum berdiri seimbang.
"Ah," Dia berteriak saat tubuhnya kembali terhuyung.
GREEP.
Pemilik tangan tadi kembali menangkap tubuh Dia, dan membuat mereka saling menatap satu sama lain.
Dia mengagumi wajah tampan yang sedang menopang tubuhnya. Ya, seorang pria tampan, siapa lagi kalau bukan Ans.
"Ya Tuhan, dia tampan sekali, tatapan matanya sangat menembus mata hatiku." batin Dia dan membuat bibirnya mengukir sebuah senyuman.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Ans karena Dia hanya diam saja seraya membalas tatapannya.
Dan pertanyaan Ans, sontak membuat Dia terkejut. Namun, kali ini ia sangat berhati-hati ketika berdiri dan melepaskan pegangan tangannya.
"Maaf!" seru Dia setelah pegangan tangannya terlepas
"Tidak masalah, tidak perlu meminta maaf juga." jawab Ans santai.
"Terimakasih telah menolongku,"
"Tidak perlu berterima kasih, aku kebetulan lewat saja."
"Aku baru pertama kali ini melihatmu, apa kau mahasiswa baru?" tanya Dia menelisik.
"Perkenalkan namaku Ans, Mahasiswa baru di Universitas ini dan baru pertama kali masuk ke kampus ini," Jawab Ans.
"Kalau boleh tahu, kau kuliah di bidang apa?" Ans bertanya.
"MBA!" jawab Dia cepat.
"MBA?" Ans mengulang jawaban Dia.
"Master of Business Administration." jawab Dia lagi.
"Wah, hebat, kau seorang wanita tapi kau memilih jurusan yang sangat elit." puji Ans, walau sebenarnya di dalam hati ia merasa sangat membenci wanita itu.
MBA atau Master of Business Administration, adalah materi pembelajaran yang berkaitan dengan manajemen bisnis, cocok bagi seseorang yang ingin menjadi CEO. Sehingga dapat mengoperasikan sistem secara rapi dan tertata.
Oleh karena itu, Dia lebih memilih untuk mengambil jurusan MBA, agar kelak dirinya dapat menggantikan posisi ayahnya sebagai CEO di perusahaannya.
"Itu harus ku lakukan, karena tidak ada pilihan lain lagi." ucap Dia dan baru pertama kalinya ia bersikap ramah terhadap seorang pria.
"Maksudmu?" Ans bertanya menelisik.
__ADS_1
"Aku adalah satu-satunya penerus di dalam keluargaku, jadi aku harus bisa menjadi sehebat Daddy." jawab Dia dengan penuh keyakinan.
Ans semakin geram mendengar Dia menyebut dirinya sebagai satu-satunya penerus, padahal dirinya juga sama-sama terlahir dari darah yang sama.
"Kalau begitu, aku pergi dulu," ucap Dia seraya hendak melangkahkan kakinya.
Namun, Ans tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk mendekati dia, Ans segera memegang tangan wanita cantik itu.
"Biar ku antar sampai ke kelas mu!" tawar Ans.
Karena masih merasakan sakit pada pergelangan kakinya, Akhirnya Dia menerima tawaran Ans.
"Dia, kau kenapa?" tanya seseorang dari belakang.
Almira, ya orang itu adalah Almira sepupunya Dia. Almira melihat Dia yang berjalan pincang, oleh karena itu ia bertanya.
Sontak membuat Dia dan juga Ans menoleh seketika.
BRUUUKK.
Tiba-tiba saja Dia mendorong Ans hingga membuat Pria itu, terjatuh ke lantai.
"Ah, tidak apa-apa." jawab Dia berbohong.
"Dia siapa?" Almira menatap Ans yang telah berdiri dari jatuhnya.
"Kau!" seru Almira ketika mengingat Ans, pria yang kemarin bertemu dengannya di jalan.
"Oh, tidak menyangka kita bertemu di sini," ucap Ans tersenyum.
Lagi-lagi Ans mendapatkan perilaku yang aneh dari kedua wanita itu.
Dia yang sedari tadi bersikap baik dan ramah, tiba-tiba saja berubah kasar hingga mendorongnya.
Lalu Almira yang kemarin tidak sengaja terserempet mobilnya, kini menjadi lebih hambar.
"Maaf, kami harus pergi ke kelas kami dulu, sebentar lagi pembelajaran di mulai." ucap Almira datar.
"Di, Dia!" Seru Ans memanggil wanita yang baru saja ditolongnya.
"Maaf, anda salah orang!" Balas Dia seraya memegang tangan Almira sebagai pegangan agar dirinya tidak terjatuh.
Melihat kedua gadis itu pergi, Ans hanya menggelengkan kepalanya. Bagaimana bisa sikap yang tadinya ramah, tiba-tiba berubah jutek seketika.
"Rupanya seperti ini sikap Wanita Indonesia, suka berubah-ubah tidak karuan." gumam Ans.
__ADS_1
Sangat berbeda sekali dengan para wanita di Amerika yang menganggap semua hubungan itu biasa, bahkan mereka dengan senang hati menyerahkan kehormatannya kepada siapapun pria yang bersama dengan mereka.
Namun, Ans menganggap ini semua adalah tantangan yang harus ia hadapi. Ans bertekad akan memenangkan hati kedua wanita itu sekaligus.
Dengan modal postur tubuh ideal dan segala ketampanannya, Ans yakin akan dengan mudah memikat hati kedua wanita itu.
Tiba-tiba saja, Jimmy yang sedari tadi menyaksikan insiden dimana majikannya yang sedang berjuang untuk memenangkan hati kedua wanita itu.
"Aneh-aneh wanita Indonesia," gumam Ans yang langsung mendapat tawaan dari Jimmy.
"Mengapa tertawa, ada yang lucu?" tanya Ans dengan wajah yang menunjukkan rasa kesal.
"Yakin, tuan bisa menaklukkan hati wanita itu?" tanya Jimmy seolah meragukan.
"Jangankan hanya mereka, seluruh wanita indonesia ini pun sanggup aku taklukkan!" seru Ans dengan penuh kepercayaan diri.
"Hebat, tuan mudaku ini benar-benar hebat!" Jimmy memuji Ans. Namun, dengan nada mengejek.
"Sekali lagi berani mengejekku, akan ku pastikan kau di pecat!" seru Ans dengan berang.
"Oh, maaf tuan, saya hanya bercanda jadi tolong jangan pecat saya," Jimmy mengiba.
Dan, kini giliran Ans yang tertawa melihat mimik lucu di wajah Jimmy yang memelas.
Karena hanya dari gajinya sebagai pengawal, Jimmy bisa membayar biaya kuliahnya.
Di tambah lagi hari ini Ans meminta Jimmy untuk pindah kuliah bersamanya di Universitas Negeri Yogyakarta. Hingga membuat pengeluaran biaya hidupnya semakin membengkak.
"Sudahlah, mana mungkin aku memecatmu, aku tidak akan tega melihatmu menderita karena biaya hidupmu," ucap Ans kemudian.
"Terimakasih tuan," ucap Jimmy menangkupkan kedua tangan di depan dadanya.
"Mulai hari ini, biaya kuliahmu akan ku tanggung." ucap Ans dengan tegas.
Mendengar hal itu, Jimmy tidak lagi menangkupkan kedua tangannya, melainkan ia langsung memeluk Ans untuk yang pertama kalinya.
"Ayo kita masuk!" seru Ans seraya melangkahkan kakinya dengan tegap, sedangkan Jimmy mengikutinya dari belakang.
Langkah demi langkah Ans mulai memasuki gedung kampus, banyak pasang mata yang mengikuti langkahnya. Bukan hanya dari kalangan wanita, bahkan dari kalangan pria pun sama mengagumi ketampanan dan keindahan tubuh Ans.
Dada bidang yang kekar, perut yang penuh dengan garis kharismatik menambah keindahan pemandangan mata.
Hingga membuat para mahasiswi di kampus itu, merasa salivating.
Semua itu ia dapatkan dari Gym, karena memang sejak kecil Ans telah di latih pembentukan otot oleh pelatih kepercayaan Jason. Hingga ia dapat membentuk postur tubuh indah dan ideal.
__ADS_1