Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 44 Resign


__ADS_3

Dhita menyeruput segelas lemon tea yang di suguhkan oleh pelayan andrian. Walau rumah andrian tak semewah rumah arjuna, namun orang tua andrian mempekerjakan beberapa pelayan di rumahnya mengingat area rumahnya yang begitu luas.


Andrian merasa aneh melihat dhita dengan kacamata hitam yang tak di bukanya sedari tadi. Karna ia tau itu bukanlah gaya dhita.


Saat itu ketiganya sedang duduk di ruang tamu.


" Kamu kenapa ?" tanya andrian menilik lebih dalam pada kedua mata dhita.


" Aku ?" dhita balik bertanya.


" Maksudku, kenapa kacamata mu tidak di buka ?"andrian memperjelas pertanyaannya.


Degh.


" Ya tuhan, bagaimana aku bisa membuka kacamata ku dalam situasi seperti ini ." bisik hati dhita.


" Kamu gak apa-apa kan ? bukalah !" ucap bellinda yang juga merasa aneh, tapi ia tidak begitu mempermasalahkan.


Karna merasa terdesak akhirnya mau tak mau dhita harus membuka kacamatanya. Dan........


" Apa yang terjadi padamu ?" tanya andrian panik ketika melihat dengan jelas kondisi kedua mata dhita yang membengkak.


" Gak apa-apa kok bang, cuma......"


" Menangisi arjuna pria yang tidak tau diri itu ." andrian memotong dengan cepat jawaban dhita.


Dhita menunduk, tak menjawab sepatah katapun.


" Jadi dia benar-benar telah melamara citra ?" tanya andrian berapi-api. Amarah telah bergejolak di dalam dirinya.


Dhita mengangguk tetes demi tetes air mata mulai jatuh mengalir dipipinya.


" Kamu masih saja menangisi dia, kamu tau dia itu tidak pantas untuk mu ." ucap andrian dengan tangan yang mengepal erat dan rahangnya yang mengeras.


Dhita menatap intens kepada andrian. " Mengapa kamu marah bang, bukankah dulu kamu juga pernah melakukan hal yang sama ." ucap dhita di dalam hati.


Bellinda yang tidak tega melihat dhita menangis segera memeluknya, kini ia benar-benar merasa tenang setelah mengetahui bahwa dhita sangat mencintai arjuna bukan andrian. Jadi.....posisinya aman lah....!

__ADS_1


Setelah beberapa lama dan tangisnya telah mereda, dhita pamit undur diri mengingat dirinya masih harus bekerja.


" Aku balik dulu ya, soalnya mau langsung kerja ." ucap dhita berpamitan .


" Bagaimana kalo aku antar ? sekalian nganter bellinda cek up ke rumah sakit ." andrian menawarkan diri.


Hari itu bellinda ada jadwal untuk melakukan cek ANC ( Antenatal care ) yang merupakan pemeriksaan kehamilan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental secara optimal hingga mampu menghadapi masa persalinan, nifas dan pemberian ASI secara eksklusif. Andrian benar-benar menjaga kesehatan bellinda yang sedang mengandung buah hatinya.


" Nggak usah bang, aku udah pesan gojek kok ." jawab dhita yang baru saja selesai mengirim pesan pada taxi online langganannya.


Andrian tidak memaksa mendengar penolakan dhita karna ia tidak ingin membuat istrinya kembali cemburu.


" Oke lah jika itu maumu ." ucap andrian.


Setelah gojek nya datang dhita segera keluar dari rumah andrian. Ia berjalan menuju taxi online yang tengah menantinya di depan pintu gerbang.


*


*


*


Triiiiiiiiiiiiittt.......


Arjuna yang melihat semua itu tanpa berpikir panjang lagi segera berlari menyelamatkan dhita. Ia merangkul tubuh wanita yang pernah di cintainya atau lebih tepatnya wanita yang sangat di cintainya, keduanya jatuh berguling-guling di tepi jalan, dengan posisi saling merangkul.Sebuah mobil melintas dengan kecepatan yang begitu tinggi hampir saja menabraknya. Karna panik dhita memejamkan mata membiarkan tubuhnya bergulir sempurna tanpa mengetahui siapa yang sedang bersamanya. Dhita mencium aroma tubuh yang sangat di kenalnya.Perlahan dhita kembali membuka kedua mata dan apa yang di duganya ternyata benar. dia pria yang sangat di cintainya, reflek dhita semakin menguatkan pelukannya,menikmati moment indah yang mungkin ini adalah yang terakhir kalinya. Dhita melepaskan pegangannya ketika di rasa tubuhnya berhenti bergulir di tanah.


Degh.


Degh.


Degh.


Jantung dhita berdegub kencang ketika kedua bola matanya menangkap sosok indah ciptaan tuhan tengah mengukungnya. Tubuh keduanya saling berhimpitan, ada rasa hangat menjalar di hati mereka, rasa yang sama-sama mereka rindukan.


Untuk sesaat mereka saling beradu pandang. Lumayan sekedar ngobati rasa kangen.


" Ar, kamu gak apa-apa ? " citra berteriak bukan karna khawatir melainkan ia ingin adegan mesra itu segera berakhir. " Ini gak bisa di biarin, bisa-bisa aku kehilangan arjuna ." ucap citra pada dirinya sendiri sambil terus berlari ke arah arjuna.

__ADS_1


" Bukankah kamu pernah bilang ar, haram bagimu berhubungan dengannya ." ucap citra yang langsung membuat dhita mendorong tubuh kekar arjuna yang masih merangkulnya.


" Apa maksud mu ?" dhita langsung berdiri ia terkejut mendengar ucapan citra.


" Oh god, why is this women always beetween us ." citra bergumam.


" Ya tuhan, mengapa wanita ini selalu berada di antara kita ." gumam citra dengan nada menyindir dhita.


Merasa tak akan mendapat jawaban dari citra, akhirnya dhita mengalihkan pandangannya kepada arjuna yang terlihat bingung. Dhita menatap arjuna dengan tatapan tajam, pandangannya menghunus penuh tanda tanya.


" Benar kamu mengatakan semua itu mas ?" dhita bertanya sambil terus nenatap arjuna dengan intens.


Arjuna tidak menemukan alasan yang tepat untuk berdalih, akhirnya mau tak mau ia pun mengakui semua apa yang telah di katakannya.


" Aku gak nyangka mas, kamu sejahat itu kamu menghukum diriku atas kesalahan yang gak pernah aku lakukan ." dhita mulai emosi.


" Aku harap kamu gak akan menyesal di kemudian hari ."


Dhita mendekati citra lalu berbisik di telinganya. Tangannya mencengkram kuat lengan bahu citra.


" Maaf, atas apa yang terjadi tadi kamu gak perlu khawatir karna aku bukan tipe orang yang suka menikung ." Dhita menepuk pundak citra setelah mencengkram. Kemudian tersenyum sinis ke arah kedua nya.


Mendengar ucapan itu dari mulut dhita, citra merasa terkesiap, darahnya seakan berdesir mengalir deras di seluruh persendiannya. " Apa mungkin dhita sudah tau semuanya ? gawat bisa-bisa posisiku terancam ." batin citra penuh kebimbangan.


Dhita melangkahkan kakinya hendak pergi namun baru beberapa langkah saja ia berhenti lalu menoleh ke belakang.


" Selamat ya atas pertunangan kalian, maaf aku gak bisa datang, semoga hubungan kalian baik-baik saja hingga sampai ke jenjang pernikahan ." ucap dhita lalu beranjak pergi memasuki area toko.


Sesampainya di dalam ruangan kerja dhita segera mengemasi barang-barang miliknya. Ia bermaksud akan berhenti bekerja. " Dari pada tiap hari aku harus melihat mereka berdua lebih baik aku pergi saja ." dhita membatin sambil terus mengemasi barang-barangnya. Tak lupa ia membuat surat penyataan pengunduran diri, tekadnya sudah bulat untuk resign dari pekerjaannya.


" Kau mau kemana ?" tanya arjuna membuat wanita yang sedang berkemas ini terkejut.


" Bukan lagi urusanmu ." jawab dhita dengan ketus tanpa menoleh sedikitpun.


Mendapat perlakuan seperti itu dengan sikap dhita yang acuh membuat arjuna merasa tidak terima. Ia mendekat.


" Jangan dekat-dekat kamu udah punya tunangan ." ucap dhita menghentikan langkah arjuna.

__ADS_1


" Aku bukan tipe wanita yang suka mengambil hak milik orang lain ." dengan tatapan tajam dhita meninggalkan arjuna pria yang telah mengharamkan cinta untuknya.


__ADS_2