
Usai menikmati sarapan bersama, Matteo memberikan waktu kepada para kandidat untuk mencoba mengoperasikan robot level D yang digunakan sebagai pekerja konstruksi secara bergantian. Tentu saja, para kandidat merasa senang.
Lokasi yang cukup luas di luar kawasan Oasis, menjadi tempat yang cocok untuk melakukan uji coba dan pengalaman, di mana tak akan ada sipil yang terluka karena tempat itu sepi.
Sedang Colonel Brego yang penasaran dengan pengoperasian robot level D generasi terbaru, ingin membawanya kembali ke Great Ruler.
Matteo tak enak hati, jadi ia mengizinkan sang Colonel mengemudikannya seraya membawa robot B-One miliknya.
Selain itu, sang Jenderal memang ingin selalu bersama dengan Sandra. Baginya, wanita itu seperti memilki daya pikat yang sangat kuat sehingga membuat pria bermanik biru tersebut ingin selalu berdekatan dengannya.
Usai makan siang, para kandidat bersiap untuk meninggalkan lokasi Oasis. Mereka berpamitan dengan para pekerja yang telah menyambut dengan baik selama di kawasan tersebut.
Tepat sore hari saat langit sebentar lagi gelap, para kandidat User yang telah berpakaian dengan seragam tempur robot level E, bersenjata lengkap, dan komunikasi tersambung dengan pusat di Great Ruler, berbaris rapi menunggu jemputan di luar gerbang.
Saat truk yang membawa para kandidat dari Great Ruler sedang dipersiapkan, tiba-tiba, robot yang dikendalikan oleh Colonel Brego bergerak dengan langkah besar menuju ke suatu tempat.
Matteo dan lainnya terlihat bingung karena persenjataan robot itu bergerak seperti diaktifkan. Praktis, mata Matteo melebar seketika.
"SPECTRA!" teriaknya lantang.
"Ada pergerakan besar di bagian Utara, Tuan. Kumpulan makhluk itu bergerak dengan langkah cepat menuju kemari," ucap Spectra yang melayang setinggi robot D G2.
"Bersiap!" perintah Matteo lantang.
Sang Jenderal yang tak berpengaman, segera diamankan oleh Cendric ke dalam gedung. Para pekerja segera dievakuasi oleh para kandidat User menuju ke bunker.
Namun, tim Sandra malah berdiri kokoh dengan persenjataan siap dalam genggaman untuk mempertahankan Oasis dan melindungi orang-orang yang bernaung di dalamnya.
"Otka!" panggil Matteo lantang saat ia sudah di depan pintu masuk gedung, tapi Sandra hanya menoleh dan kembali membidik di belakang robot yang dipiloti Colonel Brego sebagai tameng mereka.
"Agh! Sial!" pekik Matteo kesal karena ia merasa tak berdaya.
Matteo memaksa salah satu pengendali robot level D seri 05 untuk turun. Pilot itu terpaksa menuruti permintaan sang Jenderal di mana Matteo ingin menggantikan tugasnya.
Para User robot level D yang ditugaskan di kawasan tersebut, melindungi wilayah tempat para manusia berlindung.
"Spectra!" panggil Matteo lagi yang kini mendekat ke arah kelompok Sandra yang telah bersiaga.
Sistem komunikasi di robot level E tersambung dengan robot miliknya dan juga pusat kendali di Great Ruler Distrik 10.
"Hasil analisis. Makhluk-makhluk yang akan menyerang kita adalah mutan. Namun, jenisnya tak dikenali oleh database. Jenis mereka belum terekam," ucap Spectra yang membuat Matteo serta semua orang yang mendengar terkejut seketika.
"Kalian jangan gegabah. Masuk ke bunker sekarang. Robot level E tak bisa melawan para mutan!" perintah Matteo tegas yang terhubung ke seluruh radio kandidat User kelompok Sandra.
"Bukankah ... Anda ingin menguji coba robot ini, Jenderal? Sekaranglah waktunya. Aku akan berusaha untuk tak mati. Aku memiliki janji dengan Anda," ucap Sandra yang membuat Matteo dan semua orang yang mendengar hal itu terkejut seketika.
__ADS_1
Benar saja, terlihat sekumpulan mutan jenis baru berlari dengan suara lengkingan saat mendatangi Oasis.
Mutan-mutan itu adalah jenis yang pernah dilihat oleh Vemo sebelumnya saat ia disekap. Mata Sandra dan lainnya terbelalak lebar. Kelompok Sandra terlihat gugup, tapi dengan sigap, DODODODOOR!!
"Iekkk!!"
BRUKK!!
"Tahan! Jangan menembak! Biarkan Colonel Brego melakukannya. Tembak jika ada mutan yang lolos dari bidikannya. Hemat amunisi!" seru Matteo lantang, dan membuat para kandidat tak jadi melepaskan tembakan dari senapan laser.
Namun, ketegangan sungguh terasa. Peluru-peluru dari laser yang ditembakkan Brego berhasil membuat para mutan itu roboh, tapi tak membunuhnya.
Mutan-mutan itu kembali bangkit dan terlihat marah. Sandra merasa jika mutan-mutan itu semakin buas. Beberapa mutan tersebut berhasil menghindari serangan brutal dari Brego.
"Bersiap!" seru Matteo lantang, karena ada beberapa mutan yang berlari dengan cara memutar saat Brego fokus untuk menembak mutan yang berada di hadapannya.
"Bagi menjadi dua sisi! Mutan-mutan itu akan datang dari samping!" perintah Matteo lantang yang belum melakukan apapun.
Sang Jenderal menugaskan Spectra menjadi mata dengan terbang di atas robot untuk melihat pergerakan musuh.
Tim Sandra yang kini dibantu oleh Cendric, membagi anggota pasukannya menjadi dua bagian. Sandra, Cendric dan Sam bersiaga di sisi kanan. Sedang Baden, Ben dan Retro berada di sisi kiri.
"Ieeekkk!" lengking mutan itu yang berlari dengan cepat di mana seluruh tubuhnya ditumbuhi seperti bulu berduri.
SHUW! SHUW!
BRUK! BRUKK!
Mutan-mutan yang berkeinginan untuk menyerang dari sisi lain berhasil dijatuhkan oleh pasukan Utara ditambah Cendric dengan peluru laser mereka.
Namun ternyata, jumlah mutan-mutan jenis baru tersebut cukup banyak. Beberapa dari mereka berhasil lolos dari bidikan Brego dan menuju Oasis.
"Halau mereka! Jangan biarkan mereka masuk ke gedung!" perintah Matteo lantang.
"Yes, Sir!"
Dengan segera, para robot level D seri 05 dan para kandidat User robot level E yang berjaga di sekitar gedung bersiaga.
Benar saja, Oasis yang belum dipersenjatai dengan sistem keamanan layaknya di Great Ruler, menjadi rapuh dan mudah diserang. Terlebih, musuh kali ini adalah mutan ganas, tak bernaluri dan gesit.
Suara tembakan terdengar nyaring dan bersahut-sahutan di sekitar Oasis. Robot Matteo masih berdiri gagah di depan pintu masuk utama Oasis dan belum menunjukkan kemampuannya.
Matteo menjadikan dirinya sebagai komandan dalam pertempuran tak terduga itu di mana Spectra terbang di sekitar Oasis untuk memeriksa keadaan.
"Spectra. Rekam dan lakukan analisis. Cari titik lemah para mutan itu dan cara mengalahkannya," perintah Matteo.
__ADS_1
"Baik." Spectra merekam pergerakan para mutan usai mendapat serangan di tubuh mereka dan makhluk-makhluk itu bisa bangkit lagi. "Tuan. Hasil analisis dari pergerakan para mutan dan dampak serangan senjata kita. Peluru laser hanya melukai mutan-mutan itu, tapi tak membunuhnya," ucap Spectra menilai.
Matteo diam sejenak. "Oh! Pedang laser!" serunya lantang. "Gunakan pedang laser untuk membunuh mereka. Fokus utama, tebas kepala muatan-muatan itu. Laksanakan!"
"Ai ai, Sir!" jawab semua User.
Colonel Brego terlihat fokus untuk melumpuhkan para mutan yang terus berdatangan seperti tak ada habisnya.
Ternyata, serangan itu tertangkap oleh satelit Great Ruler. Praktis, para petugas di pusat komando tegang seketika.
"Kirimkan User robot level B sekarang! Gunakan HeliBug!" perintah Roman tegas.
"Yes, Sir!" jawab Xili sigap.
Tony, Akira, Ego dan 10 User robot level B segera bersiap. Mereka terbang menggunakan HeliBug menuju ke Oasis di mana membutuhkan waktu hingga 1 jam untuk tiba di sana.
Qimi yang ditugaskan untuk mengendalikan para HeliBug terlihat fokus dengan tugasnya. Meriam laser yang sudah dipersenjatai dan siap untuk dioperasikan, telah bersiaga untuk melindungi benteng Great Ruler dari segala jenis serangan. Para operator yang bertugas, terlihat siap dengan joystick dalam genggaman.
Dari atas langit, para User robot level B bisa melihat keadaan di luar benteng yang gersang. Tak ada tumbuhan hijau dan hanya tanah dengan beberapa retakan terlihat sejauh mata memandang.
Di kejauhan, tampak kabut hitam dan kegelapan menyelimuti daratan. Petir terlihat jelas di baik awan hitam yang terus menyambar, meski suara gemuruh guntur tersebut tak begitu terdengar dari tempat mereka berada.
"Sungguh mengerikan. Sebuah keajaiban, Great Ruler menjadi wilayah yang bisa dihuni dan memiliki sumber daya alam yang kaya," ucap Tony berpendapat saat tubuhnya melayang ke luar benteng.
"Ya. Pertama kalinya aku keluar benteng sejak aku lahir. Ternyata aslinya, benar-benar mengerikan. Tak ada apapun di sini. Seperti ... hampa," sahut Akira dan diangguki oleh para User lainnya.
Roman hanya diam saat mendengar penuturan para User robotnya yang baru pertama kali ditugaskan di luar benteng dan melihat kenyataan pahit di luar tempat mereka bernaung selama ini.
Para User robot level B bisa mendengar dengan jelas komunikasi dari Oasis di mana pertempuran masih terjadi sengit.
Tony berharap, Sandra baik-baik saja mengingat ia membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk tiba di sana.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE & PINTEREST
Uhuy makasih tipsnya😍 Lele padamu❤️
__ADS_1