
DUK! DUK!
"Hemph," keluh Tony saat mendapati seseorang mengetuk jendela mobilnya. Matanya langsung kembali terpejam saat sinar matahari menyilaukan mata, mengusik pandangannya. "Agh, aku ketiduran di mobil?" tanyanya pada diri sendiri seraya bangun perlahan di mana tubuhnya terasa pegal karena ia tidur dalam posisi asal.
Tony menurunkan kaca jendela mobil, tempat Eliz berdiri di sisi luar.
"Kau tidur di sini semalaman?" tanya Eliz melihat kakaknya yang nampak berantakan disertai aroma menyengat dari alkohol tercium kuat. "Ohuk! Kau mabuk ya?!" pekik Eliz langsung mengibaskan tangan seraya mundur menjauh.
Tony duduk dengan pandangan kosong entah apa yang dipikirkannya. Pria tampan itu menekan tombol dekat kemudi untuk menetralisir udara di dalam mobil agar kembali bersih.
Tony melihat wajahnya di cermin tengah mobil dan mendapati dirinya seperti seorang berandalan.
CEKLEK!
"Wow! Hei, hati-hati," ucap Eliz memegangi sang kakak yang masih sempoyongan bahkan tak bisa berdiri dengan benar.
Tony menggaruk kepalanya hingga rambutnya makin berantakan. Eliz menatap kakaknya lekat di parkiran luar gedung apartemen.
"Jam berapa ini?" tanya Tony karena ia baru menyadari jika jam tangannya rusak karena perbuatannya sendiri saat di bar.
"Jam sembilan pagi," jawab Eliz pelan. Tony mengangguk pelan dan masih terlihat seperti mencoba mengumpulkan nyawanya yang tertinggal di mobil atau mungkin telah dinetralisir oleh penyaring udara. "Kau kenapa? Kau tak pernah seperti ini sebelumnya. Apa ... ada yang mengganggumu?" tanya Eliz cemas.
Tony tak menjawab dan memilih memalingkan muka. Eliz semakin yakin jika terjadi sesuatu dengan sang kakak.
"Aku tadi ingin mengantarkan sarapan untukmu sekaligus memberikan kabar gembira, tapi aku tak mendapatimu di rumah. Malah menemukanmu di sini," sambungnya, dan Tony mengangguk pelan.
"Kabar gembira apa?" tanya Tony penasaran.
"Jenderal Matteo datang ke restoranku dengan robot kerennya. Dia bertanya, apakah ini restoran milik Eliz adik dari Captain Tony? Aku jawab saja iya. Lalu dia memberikanku cek senilai 3 buah berlian untuk memberikan vocer makan gratis kepada lima anak buahnya dengan masa berlaku sampai dengan satu tahun, dan pemakaian untuk tiap orang hanya 7 hari. Oh! Aku bisa membeli mobil otomatis sepertimu!" ucapnya senang. Praktis, mata Tony melebar.
"What?!" pekiknya terlihat tidak senang. Senyum Eliz langsung berubah masam.
"Kau kenapa? Dia begitu baik. Bahkan seharusnya, cukup 1 berlian saja, tapi katanya karena aku berteman baik dengan salah satu kandidat User-nya, di mana aku tahu siapa yang dia maksud, dia memberikanku bonus. Dia baik sekali!" seru Eliz senang.
"Kembalikan berlian itu padanya!"
Eliz terlihat marah. "Tidak! Kenapa harus kukembalikan? Cek itu sudah kucairkan dan akan kugunakan untuk memperpanjang masa kontrak restoranku. Dia bahkan mengusulkan banyak hal untuk kemajuan rumah makanku. Dia juga mengecek robot pelayanku dan memberikan nomor rekanannya untuk memperbaharui fungsi robot agar mereka bisa bekerja lebih baik lagi. Kenapa aku harus membuang kesempatan langka ini hanya karena permintaanmu yang tak beralasan?" tanya Eliz kesal.
"Aku bilang, kem-ba-li-kan," tegasnya menunjuk sang adik.
Napas Eliz memburu dan balas melotot tajam kepada sang kakak. "Oke. Kau harus menggantinya. 6 berlian, maka akan kukembalikan berlian milik Matteo Corza," tegasnya.
__ADS_1
Tony terkejut dan langsung memundurkan tubuhnya. Eliz melipat kedua tangannya di depan dada terlihat siap untuk berselisih dengan sang kakak.
"Biar kutebak. Kau menjadi kacau karena bersengketa dengan Jenderal, hem? Apa karena Sandra? Kulihat, kau senang bersama Sekretaris Negara Sora. Bahkan wanita itu dengan bangga dan penuh percaya diri mengatakan kau adalah kekasihnya. Sora juga mengunjungiku sendirian beberapa hari yang lalu di restoran. Dia banyak bertanya padaku tentangmu, dan aku katakan semuanya," tegasnya.
Mata Tony semakin terbelalak lebar.
"Apa yang kaukatan padanya?" tanya Tony panik.
"Aku katakan jika kau pria kesepian dan butuh seorang pendamping. Selain itu, aku pastikan padanya jika kau belum memiliki kekasih. Aku tahu, kau mengharapkan Sandra selama ini, Tony. Namun, aku juga tegaskan, Sandra, hanya menganggapmu sebagai kawannya, sama sepertiku jika berada di posisinya. Sebaiknya, kau lupakan Sandra dan terimalah Sora yang jelas-jelas menyukaimu, Kak," tekan Eliz mengintimidasi lalu berjalan dengan gusar meninggalkan saudara lelakinya.
Tony tertunduk dengan pandangan tak menentu usai mendengar penjelasan dari sang adik.
Namun, bukannya Tony masuk ke gedung, ia malah kembali ke dalam mobil dan melaju kendaraannya pesat.
"TONY!" teriak Eliz gusar karena sang kakak mengabaikannya.
Tony termenung selama di dalam mobil yang membawanya pergi dari kepenatan. Mobil melaju kencang melewati terowongan khusus menuju ke Distrik 9.
Tony yang lama tak kembali ke kamar pelatihannya, masuk ke ruangan tersebut dengan langkah gontai.
Ia duduk dengan wajah tertunduk seraya menyalakan televisi di hadapannya. Tony menyimpan sebuah rekaman saat ia dan Rey dulu menjadi kandidat hingga akhirnya mereka berdua menjadi Captain pasukan.
"Jadi ... wanita seperti apa yang kausukai, Tony?" tanya Rey di mana keduanya melakukan rekaman saat duduk di sofa saling berhadapan dengan meja sebagai pembatas, usai merayakan pesta kelulusan User.
Namun, Rey malah terkekeh. "Mana bisa begitu? Kau sama saja merebut kekasihku nanti!" seru Rey merasa kawannya aneh.
"Aku tak tahu. Aku tak pernah berpacaran sebelumnya. Jadi ... jika kau nanti memiliki kekasih, aku akan mengamatinya. Setidaknya, dari situ aku tahu jika wanita pilihanmu nanti adalah ciri-ciri dari calon kekasihku kelak. Ya ... mirip," jawabnya gugup.
Rey kembali terbahak. Terlihat jelas keluguan Tony dalam video itu. Tony tersenyum tipis mengingat kejadian silam. Ternyata banyak video rekaman di mana Rey juga menginputkan dalam televisi itu.
Dulu, jumlah kamar pelatihan para User masih terbatas. Rey dan Tony berbagi kamar selama bertugas hingga akhirnya, Rey mendapatkan fasilitas, begitupula Tony.
"Hei. Ini seperti ... diary? Hahaha. Jangan menertawaiku, Tony, jika kau melihat rekaman ini," ucap Rey dalam video tersebut. "Jadi ... aku seperti merasakan sebuah hal aneh dalam diriku. Hem, singkatnya ... aku jatuh cinta pada Sandra Salvarian. Dia wanita yang sangat cantik, baik, dan juga ... perhatian. Dia sungguh mengerti apa yang kumau tanpa harus kukatakan. Aku akan sangat bersyukur jika dia mau menerimaku sebagai calon suaminya. Aku ... akan melamarnya malam ini, Tony, doakan aku. Dan ... aku berterima kasih padamu karena telah mengenalkannya. Jadi ... mengenai pembicaraan kita beberapa waktu lalu ... jika kau ingin mencari seorang wanita sebagai pendampingmu, carilah seperti Sandra. Sungguh, kau akan bahagia jika bisa memiliki wanita sepertinya. Itu saja dariku, Sobat. Sampai jumpa!" ucap Rey seraya melambaikan tangan dengan senyum terkembang.
Rekaman tersebut adalah video terakhir dari Rey karena akhirnya, Rey menikah dengan Sandra.
Rey tak lagi berkunjung ke kamar pelatihan karena ia tinggal di apartemen. Sampai sebuah tragedi menimpa dan merenggut nyawanya.
Tony terdiam untuk beberapa saat terlihat sedih jika mengingat sosok Rey, kawan karibnya. Tony merebahkan tubuhnya yang mendadak terasa begitu lunglai seperti tak bertulang dengan perasaan sesak menyelimuti hatinya.
"Tapi ... Sandra tak mencintaiku, Sobat. Dia ... mencintai pria lain, dan orang itu, adalah pria yang membunuhmu," jawab Tony terlihat kecewa.
__ADS_1
Tony membiarkan dirinya berbaring dalam waktu lama hingga akhirnya ia tertidur lelap.
Di sisi lain. Kabar gembira akhirnya datang pada Sandra. Terlihat, wanita cantik itu gembira karena uji coba robot level A akan segera dilangsungkan.
Roman meminta maaf karena membuat jadwal uji coba mundur hingga 1 minggu, tapi Sandra memakluminya.
"Bersiaplah. Esok hari kau akan memulai simulasi. Hari ini, kau pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatanmu. Semoga, semua berjalan normal dan tak terkendala lagi," ucap Roman dengan senyum terkembang.
"Ya, Presiden. Terima kasih," jawabnya senang.
Sandra ditemani oleh Ego hari itu ke rumah sakit. Terlihat, Sandra gugup ketika harus melakukan pengecekan darah.
Ego menunggu dengan sabar seraya mengecek ponsel dalam genggaman. Tanpa Ego sadari, ia menunjukkan senyum lebar. Ternyata, Sandra menyadarinya.
"Kau sedang berbincang dengan siapa?" tanya Sandra penuh selidik.
Seketika, Ego langsung mematikan ponselnya dan memasukkan ke saku. Sandra tersenyum lebar karena tingkah Ego yang tak biasa.
"Fokus pada pemeriksaanmu. Kenapa kau jadi sibuk memata-mataiku?" tanya Ego ketus.
Sandra terkekeh tak menjawab. Cukup lama Sandra di rumah sakit hingga 5 jam karena pengecekan menyeluruh sebelum uji coba.
"Kau sebaiknya pulang dan beristirahat. Hasil laboratorium akan dikirim langsung ke petugas di ruang simulasi. Nanti kau akan mendengar penjelasan dari Roman jika kau dinyatakan aman untuk melakukan uji coba esok. Jangan begadang. Makanlah makanan bernutrisi agar kondisimu kembali prima," tegas Ego di luar ruang pemeriksaan.
"Yes, Sir!" jawab Sandra mantap. Ego terkekeh dan keduanya kembali ke gedung tempat Sandra tinggal.
Sandra menuruti perintah sang Komandan. Ia terlihat gugup menunggu hasil laboratorium tentang kesehatannya. Sandra menghabiskan seharian di kamar sembari menonton televisi dan menikmati makanan.
Hingga malam itu, PIP!
Sandra yang sudah berbaring dan siap tidur, segera duduk di atas ranjang karena Eco memberikan sebuah informasi dari Presiden Roman. Tentu saja, hal yang ia nantikan seharian ini akhirnya datang. Sandra terlihat gugup.
"Hasil laboratorium mengatakan jika kondisi fisik dan organ dalammu normal. Tak ditemukan masalah, penyakit menular atau mematikan. Silakan datang ke ruang simulasi esok hari pukul 9 pagi dengan sarapan terlebih dahulu. Para petugas akan membimbingmu saat uji coba akan dilangsungkan. Selamat dan semoga sukses, Otka Oskova," ucap Eco membacakan surat elektronik dari Roman.
Senyum Sandra terkembang. Apa yang ia harapkan selama ini akhirnya segera terwujud. Sandra begitu senang, ia malah tak jadi tidur karena sibuk berjoget meluapkan kegembiraannya.
"Oh! Kau dengar itu, Rey? Aku akan menjadi User sepertimu! Aku tak sabar menunggu hari esok. Semoga ... hasilnya memuaskan saat uji coba pertama," ucapnya gembira dengan kedua tangan saling menggenggam di depan dada layaknya orang berdoa.
Sandra bergegas pergi tidur karena ia tak ingin terlambat datang esok hari. Akhirnya, apa yang ia harapkan selama ini, akan segera terwujud.
***
__ADS_1
Uhuy bonus eps nih😍 Semoga nanti bisa tamat dengan baik. Pengen crazy up tapi kok pinggang cenut2 ya. Adeh umur. Tengkiyuw tipsnya💋