
Cacing robot Great Ruler bergerak di dalam tanah. Namun, ada perbedaan dengan rute sebelumnya.
Terowongan itu seperti sudah digali sebelumnya. Ada beberapa plat logam yang menempel pada dinding-dinding terowongan dari tanah tersebut.
TET! TET!
Suara alarm peringatan muncul yang terdengar nyaring dalam cacing robot. Matteo dan orang-orangnya melihat dari jendela depan sebagai mata robot cacing, ada sebuah pintu dari besi mulai terbuka.
"Cacing robot Great Ruler diizinkan masuk," ucap seorang petugas yang terkoneksi dengan panggilan radio yang terkoneksi dengan jaringan komunikasi cacing robot.
Matteo tampak kagum karena ini pertama kalinya ia memasuki negara Baatar di tempat cacing Gobi dulunya disimpan.
"Bentuk cacingmu berbeda. Apa dia bisa dimasukkan tanpa merusak terowongan?" tanya pria asal Baatar menatap Matteo lekat.
"Ya, bisa. Kulit cacing kami bisa melata layaknya cacing sungguhan. Namun mungkin, akan sedikit menggores lantai dan merusak kabel besar yang menjuntai itu," jawab Matteo meringis.
"Kalau begitu, kami saja yang akan memasukkannya. Matikan mesin," pinta pria itu dan Colonel Brego segera mematikan mesin penggerak cacing robot.
Dari bagian bawah mirip seperti saluran pembuangan yang tertutup rangkaian besi, embusan angin muncul seperti sebuah gelombang dari celah-celah besi tersebut.
Cacing ciptaan Great Ruler terangkat dan melayang masuk perlahan ke dalam lorong panjang seperti ada mesin pendorong yang menggerakkan.
GREK! GREK! GREK!
Tubuh robot cacing terguncang. Matteo melihat jika bagian atas dari terowongan itu menangkap tubuh robot cacing dan membuat bagian bawahnya tak menyentuh lantai.
Matteo menatap orang-orangnya yang tampak kagum dengan teknologi yang dimiliki oleh Gobi.
Cara yang cukup sederhana tanpa harus merusak sekitar, hampir mirip dengan yang ia terapkan di lorong cacing robot miliknya.
Bedanya, Matteo menggunakan anti-gravitasi untuk membuat cacing robotnya melayang. Cacing robot bergerak dalam medan elektromagnetik ketika memasuki terowongan penyimpanan.
"Apakah ... ini kandang milik cacing Gobi?" tanya Morlan penasaran saat robot cacing mereka telah terparkir sempurna.
"Sebelum generasi kedua dengan dua kepala dibuat. Jawaban dari pertanyaanmu, 'ya'," jawab pria berwajah Asia tersebut.
__ADS_1
"Bolehkah kami tahu di mana bengkelnya? Maaf, tapi ... beberapa bagian luar dan dalam cacing kami mengalami kerusakan. Kami tak bisa kembali ke Great Ruler jika kendaraan kami rusak," tanya Matteo menatap dua pria di depannya lekat.
Sayangnya, dua pria itu diam saja tak menjawab. Matteo tampak gugup termasuk yang lain.
KLEK!
Praktis, Matteo dan lainnya tertegun saat mulut cacing tiba-tiba saja terbuka padahal Colonel Brego tak mengoperasikannya.
"Akan kutunjukkan bengkel cacing Gobi," ucap Khan seraya memasuki ruang kendali robot cacing Great Ruler.
"Terima kasih, Presiden Khan," jawab Matteo sungkan dan pria dengan otot tubuh padat itu mengangguk.
Orang-orang yang berada dalam robot cacing keluar satu per satu. Ternyata ada pintu palka di sepanjang lorong. Khan mengajak tamu dari negara yang dianggap musuh untuk masuk ke dalam.
Matteo dan orang-orangnya tampak gugup saat mereka menyusuri lorong dan menaiki banyak anak tangga padahal terlihat lift didekatnya.
Khan seperti sengaja membawa tamunya untuk berolah raga siang itu entah apa maksudnya. Tangga yang dinaiki cukup banyak dan berliku.
Ada banyak koridor, tangga naik dan turun. Matteo dan orang-orangnya seperti memasuki sebuah labirin dalam tanah hingga orang-orang dari Great Ruler melihat sebuah cahaya terang dari lubang pintu entah menuju ke mana.
Terlihat sebuah benteng seperti melindungi kota atau semacamnya di dalam sana. Seorang petugas ternyata telah bersiap di sebuah kapal.
Matteo diminta menaiki kapal itu bersama yang lain termasuk Khan. Pertama kalinya, orang-orang Great Ruler menaiki perahu kuno dari kayu.
Matteo bahkan mencelupkan tangannya untuk merasakan air yang tergenang dalam kolam besar itu. Seketika, senyumnya terkembang.
"Open the gate!" seru anak buah Khan yang berada di geladak depan kapal dengan senapan laras panjang dalam genggaman.
Matteo kembali dibuat takjub saat gerbang besar itu terbuka. Ternyata, luapan air tempat mereka menaiki perahu, dibuat semacam air terjun untuk mengairi pemukiman yang ada di bawahnya.
Ada beberapa pipa air besar yang masuk ke dalam celah dinding seperti digunakan untuk mengairi pemukiman di sekitar.
Sebuah dermaga kecil menghentikan laju kapal tersebut. Matteo turun bersama yang lain mengikuti Khan sebagai pemimpin jalan.
Khan berdiri di tepian pagar dari batu yang kokoh seraya menunjukkan kota bawah tanahnya. Matteo dan lainnya tak menyangka jika di bawah tanah ada tempat yang cukup indah untuk ditinggali.
__ADS_1
Terlihat sebuah kota dengan banyak bangunan tinggi menjulang di dalam gua besar tersebut. Kerumunan orang terlihat sibuk diantara tenda-tenda seperti sebuah pasar, mirip dengan Distrik 10 sebelum dirombak atas ide Sandra.
Cahaya matahari menyelinap dari lubang-lubang di atap gua untuk menerangi bagian dalam.
Udara yang masuk disaring dengan sebuah mesin besar seperti baling-baling yang berada di dinding-dinding gua dalam jumlah banyak, sehingga udara dalam gua tetap terasa sejuk tak begitu panas dan pengap.
Matteo mengangguk dan mengagumi sistem ventilasi Baatar. Ia yakin, energi untuk menggerakkan mesin-mesin itu menggunakan panas matahari yang berada di permukaan dan juga air terjun.
"Inilah negara Baatar, Presiden Matteo Corza. Kami bukan negara yang memiliki teknologi super seperti kalian. Yang kami inginkan adalah hidup dengan damai dan bisa muncul di permukaan tanpa khawatir mati diserang oleh negara musuh. Cukup lama kami bersembunyi, dan aku rasa, sudah waktunya bagi kami untuk menunjukkan pada dunia keberadaan kami yang sebenarnya melalui bantuan Great Ruler," ucap Khan yang membuat kening Matteo berkerut.
"Maaf, saya tidak paham," tanya Matteo bingung.
"Isteri Anda, Sandra Salvarian, selaku Wakil Presiden Great Ruler mengatakan jika dia sedang berjuang untuk mewujudkan perdamaian dengan membantu negara-negara musuh yang selama ini bertikai dengan Great Ruler. Negara Bintang, Pipemo, Zezeta, Cryzen dan Magenta, telah berdamai dengan Great Ruler. Jika mereka bisa, kenapa kami tidak?" tanya Khan menatap Matteo lekat.
"Sandra mengatakan semua itu?"
Khan mengangguk. "Jadi, apakah yang dikatakan oleh isterimu hanya kebohongan, atau memang sungguh seperti itu keadaannya?"
"Semua itu benar. Aku bersumpah atas nyawaku jika yang dikatakan isteriku adalah benar. Titan, bahkan telah menyatakan damai dengan Bintang. Kini, Curva Titan adalah pemimpin negara Bintang-Titan, bukan Benyamin lagi. Benyamin memberikan kekuasaannya pada Titan karena ia merasa, jika Curva memang pemimpin sesungguhnya dari negara itu," jawab Matteo mantap yang membuat Khan terkejut termasuk orang-orangnya.
"Benarkah?" tanya Khan memastikan, dan semua orang dari Great Ruler mengangguk membenarkan.
Khan tersenyum tipis. Ia seperti melihat harapan besar di depan matanya. Khan berdiri dan memegang kuat pagar batu yang berada di puncak dari gua besar itu seraya melihat ke bawah, di mana penduduknya sibuk beraktifitas seperti tak menyadari keberadaan sang pemimpin yang selalu mengawasi dan melindungi mereka.
"Akhirnya ... Baatar akan muncul ke permukaan," ucapnya dengan senyum terkembang dan diikuti oleh yang lain.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
Akhirnya ada yang kasih tips bukan lele❤️ Kwkwkw makasih ya dan jangan lupa boom like audio book rekaman lele sebagai ganti bagi kalian yang gak bisa kasih tips koin😁Terima kasih😘
__ADS_1