SIMULATION

SIMULATION
I'M FINE


__ADS_3

Great Ruler, Distrik 9.


Sandra yang mengalami luka segera ditangani oleh pihak rumah sakit. Wanita cantik itu datang dengan HeliBug dalam kondisi tak sadarkan diri.


Lala menemani Sandra selama menjalani pemeriksaan. Terlihat, sang Wakil Presiden cemas dengan kondisi salah satu calon User-nya karena wajah wanita itu pucat.


Sedang di sisi lain, Roman mendatangi Matteo di bengkel robot yang berada di Distrik 4. Matteo terlihat panik karena Spectra mati daya dan tubuhnya mengeluarkan asap.


Sang Presiden hanya berdiri diam melihat keponakannya berusaha keras menghidupkan Spectra kembali dengan perlengkapan yang tersedia di malam yang mulai larut.


"Matteo," panggil Roman serius.


"Aku sedang sibuk, Paman. Sebaiknya kau pastikan kepulangan orang-orang kita agar selamat sampai ke Great Ruler," jawab Matteo tak melihat sang paman.


Matteo begitu cekatan saat melepaskan bagian Spectra satu persatu dan mensejajarkannya untuk melihat kerusakannya secara manual. Roman menghela napas pelan.


"Aku tahu kau mencemaskan Spectra karena robot ini kau buat bersama dengan ayahmu. Sama seperti halnya dengan Purple, robot itu kau buat bersama ibumu, Aurora," ucap Roman yang membuat pergerakan tangan Matteo terhenti sejenak.


Namun, Matteo kembali bekerja dan tak menghiraukan pamannya. Roman menarik napas dalam.


"Usai jamuan besar, Otka akan melakukan uji coba dengan robot level A esok harinya. Namun, melihat dia sekarang sedang terluka dan butuh waktu untuk penyembuhan, aku rasa, latihan untuknya sudah cukup. Aku membutuhkannya agar fisik Otka kembali prima. Aku hanya ingin mengatakan hal itu. Jadi ... sudah cukup latihan Otka bersamamu, Matteo."


KLANG!


Roman terkejut saat Matteo menjatuhkan obeng dari genggaman tangannya. Roman dan Matteo saling bertatapan tajam.


"Apa kau menyalahkanku karena meninggalkan Otka di area pertempuran?" tanyanya tajam.


"Aku tak mengatakan demikian."

__ADS_1


"Yes, sangat jelas dari ucapanmu barusan, Paman. Otka, calon User robot level A. Di luar sana nanti, dia sendirian, meski robotnya yang berada di lapangan. Dia sudah kularang untuk melawan, tapi wanita itu ngotot dengan aksinya. Dia berlagak, dan sangat sulit dikendalikan. Dia seperti memiliki pemikiran sendiri dan tak peduli dengan dampak aksi nekatnya. Ia malah mengajak kawan-kawannya untuk bertempur bersamanya. Dia tidak profesional, egois dan keras kepala!" jawab Matteo berteriak meluapkan pikirannya.


Roman diam sejenak. "Mungkin karena itu, saat ia memasuki lorong cahaya, semua lampu berkedip. Jalan pikirannya tak bisa kita tentukan. Ia memiliki kemauan kuat dalam improvisasi untuk bertindak. Keinginannya untuk melindungi sesama begitu kuat, karena ia tahu jika tak cukup orang untuk melawan mutan. Ia mengorbankan dirinya agar sipil tak terluka. Mungkin itulah, robot level A akan sangat cocok dikendalikan olehnya, berbeda dengan robot lainnya. Sebaiknya, kau beristirahat. Kau juga terlihat berantakan," ucap Roman tenang dengan dua tangan saling menggenggam di belakang pinggang.


Sang Presiden pergi meninggalkan keponakannya sendirian di bengkel khusus miliknya di Distrik tersebut.


Matteo terdiam untuk beberapa saat seperti memikirkan ucapan sang paman, tapi ia kembali memperbaiki robot andalan penuh kenangannya itu.


Keesokan harinya, orang-orang yang ikut dalam pertempuran di Oasis dikumpulkan di Distrik 9 Gedung Green Eco.


Para kandidat User diliburkan, tak ada latihan selama sehari penuh. Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan di fasilitas Distrik 9 bersama para User robot level B dan Colonel Brego.


Para mutan yang telah mati dikumpulkan untuk diotopsi oleh para ilmuwan di Great Ruler dalam pengawasan ketat Mayor Petroska.


Sandra yang sudah sadarkan diri, dijenguk oleh Tony, Akira dan Ego di ruang perawatan.


"Hai," panggilnya ramah meski terlihat pucat.


"Entahlah. Aku merasa lemas, tapi hasil analisis mengatakan jika aku baik-baik saja. Aku butuh istirahat total karena sebentar lagi uji coba robot level A akan dimulai," jawabnya pelan.


"Tak bisakah ditunda?" tanya Ego ikut cemas.


"Jangan. Kita harus tetap melakukan sesuai jadwal. Hanya terkilir, aku akan baik-baik saja," jawab Sandra tetap tersenyum.


Tony dan dua Komandan itu mengangguk. Akira dan Ego pamit pulang, tapi Tony tetap di sana untuk menemani Sandra. Wanita itu pun tak menolak perhatian Tony di mana pria itu memang tak bisa diusir karena kengototannya.


"Kau sebaiknya bersiap. Apa kau sudah menyiapkan jas keren untuk kaupakai saat menghadiri jamuan? Kau akan mendampingi Sekretaris Negara Sora. Jangan membuatnya malu," tegas Sandra, tapi Tony malah tersenyum miring.


"Jika Sora memilihku untuk mendampinginya, ia seharusnya sudah siap dengan apapun kostum yang akan kukenakan nanti," jawab Tony malas. Namun, Sandra tak berpikir demikian. "Oia, bagaimana jika—"

__ADS_1


"Captain Tony," panggil seorang wanita tiba-tiba masuk ke ruang perawatan dengan anggun.


Praktis, Tony yang duduk di sebelah Sandra memunggungi tamu itu menoleh. Ia terkejut karena Sora datang berkunjung.


"Oh, hai, Sekretaris Sora," jawab Tony gugup langsung berdiri.


"Panggil saja, Sora. Kenapa kau jadi formal sekali?" tanya Sora berkerut kening. Tony mengangguk dengan senyum paksa. Sora mendekati Sandra yang mengenakan pakaian khusus pasien serba putih. "Bagaimana? Kau baik-baik saja?" tanyanya penuh selidik.


Sandra terkejut karena Sora seperti memberikan perhatian padanya, karena biasanya wanita cantik itu sedikit ketus.


"Ya. Aku sepertinya memang butuh banyak istirahat, Sekretaris Sora. Terima kasih atas kunjungannya," jawab Sandra sungkan.


"Sebenarnya, aku ingin mengunjungi Captain Tony karena menurut informasi, ia menjalani pemeriksaan usai pertempuran di luar. Dia dipuji oleh banyak pejabat karena aksi heroiknya. Jika kakimu tak tersangkut, kau seharusnya juga mendapatkan pujian," ucapnya dengan wajah datar, tapi membuat Sandra langsung menundukkan pandangan. "Pastikan kau segera pulih karena kau harus siap untuk uji coba robot level A. Jangan mengecewakan kami. Kau tahu, butuh waktu hingga 5 tahun lebih bagi Roman untuk mewujudkan impiannya itu. Tunjukkan rasa hormatmu, Otka Oskova. Selamat beristirahat."


Sandra mengangguk pelan usai mendengar ucapan Sora yang membuat dadanya sedikit sesak. Tony hanya bisa diam karena yang diucapkan Sekretaris cantik itu ada benarnya.


"Sebaiknya kau bersiap untuk jamuan, Captain Tony. Apa kau sudah menyiapkan tuksedo untuk undangan spesial itu?" tanya Sora seraya merangkul lengan Tony tak terlihat malu.


"Mm, belum, Sekretaris. Am, maksudku ... Sora. Aku belum menyiapkannya," jawab Tony canggung karena Sora cukup agresif.


"Kalau begitu, mari kita mencari kostum bersama agar tampak serasi saat pesta. Aku ingin memastikan, pahlawan baru di Great Ruler tampil maksimal," ucap Sora dengan senyum menawan dan Tony mengangguk sungkan.


Sandra tersenyum tipis saat Tony melangkah keluar, tapi menyempatkan menoleh ke arahnya hingga sosoknya hilang dari pandangan.


Sandra menarik napas dalam. Ia terlihat sedih akan sesuatu, tapi memilih untuk mengistirahatkan pikiran serta hatinya karena ia harus segera pulih secepatnya.


***


__ADS_1


uhuy tengkiyuw tipsnya❤️ lele padamu💋 selamat malam. kwkwk upnya kemaleman🤭


__ADS_2