
Ternyata, dugaan dari para petugas operator pusat kendali Russ-King benar jika Mega-US dan New-US ikut memantau pergerakan Great Ruler.
Dampak dari perang dunia keempat, benua Amerika terpisah dan terbagi menjadi dua. Utara dan Selatan.
Negara yang berada di wilayah Amerika Tengah atau dulunya meliputi Belize, El Savador, Guatemala, Honduras, Nicaragua, Costa Rica, dan Panama lenyap setelah terkena bom nuklir dari Eropa.
Negara-negara dari benua Amerika yang masih sanggup bertahan mulai saling menyalahkan usai perang terjadi dan memilih untuk memisahkan diri.
Dampak dari itu, Amerika kini memiliki dua negara besar bernama Mega-US dan New-US. Amerika Utara dikuasai oleh New-US dan Amerika Selatan dikuasai oleh Mega-US.
Sedang negara-negara yang berada di Benua Eropa, Amerika, Australia, dan Asia mulai mengurung diri seperti mengisolasi.
Meski demikian, negara besar tetap mengincar negara-negara yang tak memiliki sistem pertahanan.
Seperti zaman penjajahan, tapi telah berkembang ke arah modernisasi, para warga yang tak memiliki kemampuan khusus terutama dalam bidang militer, pengembangan senjata, pengembangan teknologi, kemampuan dalam budidaya, pertanian, peternakan, perkebunan, dan pelestarian lainnya disingkirkan.
Orang-orang itu diusir dari negara tempat mereka lahir setelah tanah air diduduki oleh negara-negara pemangsa tersebut. Migrasi besar-besaran dan tindak kriminalitas terjadi.
Peraturan tersebut berlaku di seluruh wilayah di dunia. Sistem seleksi alam terjadi karena para penjajah ingin menunjukkan kemampuan mereka dalam kepemimpinan baru. Namun, hal itu berdampak pada keseimbangan.
Semua orang merasa paling hebat dibidangnya sehingga tak ada yang ingin menjadi pekerja. Semua ingin menjadi pemimpin karena merasa paling unggul.
Sifat egois dan sombong mulai merasuk dalam diri tiap manusia dan hal itu menimbulkan perpecahan yang semakin meluas.
Para cendikiawan satu per satu memutuskan pergi dari negara penguasa untuk membentuk negara sendiri yang masih bisa taklukkan.
Sayangnya, untuk menciptakan sebuah negara bukanlah hal yang mudah. Dari ketidakmampuan itu, para cendikiawan yang mampu menghimpun koloni tinggal di sebuah kota dari negara yang ditinggalkan setelah kekayaan dari wilayah itu digerus oleh para penjajah.
Hingga akhirnya, negara-negara yang masih menyisakan sedikit kehidupan mulai ditinggali dan coba untuk dipulihkan.
Kasus ini mirip dengan yang terjadi pada kota Magenta, Cryzen, Pipemo, Zezeta, Bintang dan masih banyak lagi di belahan Bumi lainnya.
Wilayah yang mengklaim jika memiliki negara di Bumi hanya enam. Negara Russ-King yang berada di Rusia. Negara Mega-US yang berada di wilayah Amerika Utara. Negara New-US yang berada di wilayah Amerika Selatan. Negara Baatar yang berada di Mongolia. Bintang-Titan yang berada di Asia Timur—dulunya adalah negara Korea Utara—dan terakhir Great Ruler yang berada di wilayah China.
Sedang sisanya, negara-negara yang dulu berjaya pada masanya kini sudah kehilangan kharismanya. Negara-negara itu berubah menjadi nama kota.
Sebagian masih menggunakan nama asli seperti asal dari negara tersebut, tapi ada yang menamai dengan julukan lain.
Namun, para penduduk dari kota-kota itu memilih menutup diri dari dunia luar agar tak terlihat mencolok di permukaan sehingga tidak diserang.
Kediaman Colosseum Blue.
"Lihatlah dia. Alva seperti tak khawatir dengan keadaan orang tuanya yang sedang berjuang di luar sana untuk menciptakan kedamaian demi masa depan generasi penerus Bumi," ucap Eliz melihat bayi Alva disusui oleh tubuh robot yang memiliki buah dada layaknya seorang ibu.
Air ASI itu adalah stokan dari perahan Sandra sebelum ia bertugas. Sayangnya, stok ASI tersebut hanya bisa bertahan sampai 1 minggu dan harus segera diisi ulang.
__ADS_1
Tubuh robot yang dijuluki 'Mom-Bot' berukuran setinggi tubuh manusia dewasa. Robot itu dibuat mirip seperti sang Ibu, tapi memiliki keterbatasan.
Robot tersebut hanya bisa ditugaskan sampai bayi berumur 2 tahun karena pemberian ASI. Robot itu bertugas untuk mengasuh bayi meski manusia tetap berperan dalam pengoperasian robot.
Sandra merekam suara, ekspresi wajah dan juga kebiasaannya pada robot pengganti itu.
Robot tersebut memiliki dua buah tangan bertekstur lembut agar tak menyakiti kulit bayi. Wajahnya berupa tampilan layaknya monitor sehingga bisa berubah-rubah sesuai dengan rekaman yang dilakukan oleh sang Ibu.
Robot tersebut juga bisa berbicara, bernyanyi, tapi hanya satu arah karena semua itu dalam bentuk rekaman.
"Aku berharap semoga masa sulit ini segera berakhir. Aku kasihan pada Sandra yang pasti sangat merindukan anaknya. Selain itu, stok ASI Alva hanya bertahan dua hari lagi," sahut Otka cemas.
"Aku tak pernah setegang ini sebelumnya. Semoga, suami-suami kita berhasil menjalankan misi tanpa harus terluka apalagi kehilangan nyawa. Sungguh, aku tak sanggup jika melihat Tony ...," ucap Sora terputus dengan mata berkaca.
"Kakakku lelaki yang tangguh. Kau harus percaya pada kemampuannya. Dia akan pulang. Semua orang yang pergi dari Great Ruler akan kembali dengan selamat. Aku yakin itu," sahut Eliz mantap dan meyakinkan iparnya.
Sora mengangguk dan terlihat khusyu berdoa sampai matanya terpejam dengan kepalan tangan depan dada. Eliz dan Otka hanya bisa melakukan hal yang sama untuk keselamatan bersama.
Di tempat Sandra berada. Negara Baatar.
GREKKK!!
Sandra yang tertidur di lantai gua langsung membuka mata. Ia terbangun saat mendengar suara besi penjara yang mengurungnya diangkat.
Sandra perlahan duduk dan mendapati Khan, Nekhii dan para pengawal mereka berdiri di depannya menatap tajam.
Namun, Sandra menyadari jika lehernya seperti terpasang suatu alat entah kapan benda itu terpasang di lehernya.
"Ikut dengan kami. Saatnya pembuktian," tegas Khan.
Sandra diminta berdiri. Wakil Presiden Great Ruler tersebut diam saja ketika dua tangannya diborgol. Ia dibawa melewati terowongan yang tak pernah dikunjungi sebelumnya.
Mata Sandra terpaku pada lukisan di dinding gua bercahaya terang seperti menunjukkan kisah masa lalu dari para leluhur yang bermukim di tempat itu.
Terlihat, jika para penduduk itu tinggal di bawah tanah dan membangun banyak lorong serta ruangan layaknya sarang semut.
Sandra teringat saat ia membaca sebuah bacaan di Perpustakaan Great Ruler tentang semut.
Kini, ia sedikit memahami kenapa orang-orang Baatar mampu bertahan dari cuaca ekstrim yang melanda permukaan karena mereka sudah terbiasa hidup di dalam tanah selama berpuluh-puluh tahun lamanya.
Hal ini mengingatkanku pada kehidupan manusia evolusi, batin Sandra.
Ternyata, pengamatan Sandra ditangkap oleh sang Permaisuri.
"Kami mengadaptasi dari cara hidup orang Turki pada zamannya. Kami mencoba menerapkannya saat perang memaksa kami untuk bersembunyi," ucap Nekhii seraya berjalan dengan anggun didampingi oleh Sahara dan Kalahari.
Sandra mengangguk paham, meski ia tak menyangka jika Nekhii menyadari penglihatannya.
__ADS_1
Akhirnya, mata Sandra menyipit saat ia terkena silau matahari dari celah bangunan di depannya.
Mulut Sandra menganga lebar saat ia berada di sebuah tebing batu yang memiliki banyak lubang seperti sengaja dibuat.
Sandra bisa merasakan hembusan angin dari gurun pasir yang terhampar luas di hadapannya meski banyak tumbuhan kering di sekitar.
"Inilah negara Baatar, Salvarian. Kami hidup di bawah tanah. Kami tak muncul ke permukaan, tapi bersembunyi. Kami mencoba menyatu dengan alam dengan berkamuflase. Kami sadar jika kami tak sekuat Great Ruler dan negara lainnya. Kalian berani menunjukkan diri di atas permukaan, sedang kami tidak," ucap Nekhii dengan pandangan sendu.
"Aku mengerti," ucap Sandra dengan wajah tertunduk.
"Mengerti tentang apa?" tanya Khan menatap Sandra tajam.
"Aku mengerti penderitaan kalian," ucapnya, tapi Khan terkekeh sinis.
"Kau tak tahu apa pun tentang kami," tegasnya.
"Ya, aku memang tak tahu, sampai kalian menunjukkan semua hal ini padaku." Khan dan lainnya diam seperti menyimak penuturan Sandra. "Selama ini, yang aku tahu, atau mungkin Great Ruler tahu jika negara Baatar adalah negara bar-bar. Kalian adalah negara pemangsa karena adanya cacing Gobi yang melahap semua makhluk yang melintas di wilayahnya. Namun, hal itu dilakukan untuk melindungi warga kalian dari pihak-pihak yang ingin mengusik kedamaian di negara Baatar. Apakah yang kukatakan itu benar?" tanya Sandra menoleh.
Khan dan Nekhii saling memandang tak menjawab pertanyaan tersebut. Kalung detektor kebohongan tak berbunyi dan Sandra masih terlihat tenang dalam bersikap.
"Namun, alasan kenapa kalian menyerang Great Ruler, itu masih menjadi tanda tanya besar untukku. Bisa kalian utarakan?" tanya Sandra menatap Khan dan Nekhii lekat dari tempatnya berdiri.
"Hidup di bawah tanah tak bisa menghasilkan komoditi pangan memadahi untuk rakyatku. Setiap Baatar membuat lahan di permukaan, kami selalu diserang. Hal itu terjadi berulang kali hingga pada akhirnya, kami memilih untuk bersembunyi. Tanaman tak bisa hidup tanpa cahaya matahari. Meski kami memiliki air dalam tanah, tapi tak bisa menyuburkan tumbuhan karena tak bisa berkembang dengan baik," tegas Khan.
Sandra terlihat kaget dengan penjelasan Khan yang baginya tak ada hubungannya sama sekali dengan kekerasan penyerangan ke Great Ruler.
"Siapa yang menyerang kalian? Apakah Great Ruler?" tanya Sandra mengerutkan kening.
"Bukan. Sayangnya, Great Ruler tak mau membantu kami. Alasan kami menyerang karena konon katanya kalian memiliki teknologi matahari buatan. Energi itu bisa digunakan sebagai cahaya penerang. Kami berpikir, jika kami mendapatkan teknologi itu, masalah utama negara Baatar selama ini akan terpecahkan," jawab Khan mantap.
"Matahari buatan? Tidak. Itu tidak benar. Kami tak memilikinya," jawab Sandra yakin.
Semua orang melihat kalung yang Sandra gunakan tak berbunyi. Nekhii menatap suaminya lekat.
"Namun, Russ-King mengatakan kalian memilikinya. Bom bilang sendiri padaku jika teknologi itu tersimpan di salah satu Distrik dan dijaga ketat. Oleh karena itu, Gobi bekerjasama dengan Russ-King untuk bisa masuk ke tempat energi itu disimpan dan membawanya untuk kuterapkan menggunakan cacing robot. Sebagai gantinya, Gobi membantu Russ-King untuk bisa menduduki Great Ruler. Jika Great Ruler berhasil dikuasai oleh Russ-King, mereka menjanjikan keamanan saat kami muncul ke permukaan," jawab Khan yang membuat Sandra langsung melongo seperti tertegun.
"Sial. Kita ditipu," ucap Nekhii yang merasa dibodohi oleh pemimpin negara tersebut.
Napas Khan menderu. Ia terlihat marah hingga kedua tangannya mengepal. Sandra sampai memijat dahinya meski kedua tangannya terborgol.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
uhuy ada tips lagi dari mbak Aju❤️Habiskan mbak terus nanti rekaman lagi. kwkwkw. rekaman sendiri, ngetips sendiri. sib nasib😩 tetep semangat!!