SIMULATION

SIMULATION
LEVEL 6 COMPLETED


__ADS_3

Manusia itu terlihat bingung. Ia lalu melakukan sebuah gerakan dengan menunjuk atap dari ruangan tersebut.


Sandra mengamati dengan saksama dan ia akhirnya membuka mulutnya lebar, pertanda paham yang dimaksud orang tersebut.


“Permukaan? Apakah aku berasal dari permukaan?” Para manusia itu mengangguk cepat. “Ya! Aku dari permukaan. Great Ruler.”


“Haaa!” seru para manusia itu terlihat seperti terkejut.


Beberapa dari mereka langsung mendekat dan hal itu membuat Sandra makin gugup. Terlihat jelas dari detektor denyut jantungnya yang makin menguat.


“Jika aku berada di sana, mungkin aku sudah pingsan, Jenderal,” ucap Bablo dengan wajah pucat. Matteo melirik sekilas dengan senyum tipis karena ia juga merasakan hal sama.


“Ge … ule,” ucap salah satu manusia tersebut.


“Sir! Komputer telah menganalisis gaya bahasa dan bicara. Mereka tak bisa menyebutkan huruf R dan beberapa kata yang terkombinasi dengan huruf R karena lidah mereka menyusut,” sahut Xili cepat. Matteo mengangguk paham.


“Yes, Great Ruler. Kalian tahu tempat itu?” tanya Sandra perlahan, dan para manusia evolusi tersebut mengangguk. Sandra diam sejenak seperti berpikir. “Rey, bisa kau buat diriku muncul di hadapan mereka. Seperti saat kau muncul di jam tanganku?”


“Apa yang ingin dia lakukan?” tanya Matteo bingung, dan semua orang menggeleng.


“Tentu saja. Hologram dipancarkan.”


BIB!


“Haaa!” seru para manusia itu meski tak ada suara pekikan layaknya orang terkejut, tetapi Sandra tahu dari ekspresi mereka jika orang-orang itu kaget.


“Halo. Aku … Otka Oskova,” ucapnya mengenalkan diri, di mana wanita cantik itu hampir keceplosan menyebutkan nama aslinya.


“Dia masih berpura-pura, padahal kita semua sudah tahu jati dirinya,” kekeh Matteo dengan kedua tangan terlipat depan dada. Semua orang ikut tersenyum.


Para manusia itu mendekat saat sebuah hologram setengah badan muncul dan terlihat wajah Sandra yang cantik dengan senyum menawannya menyapa orang-orang tersebut.


“Misiku adalah menyelamatkan kalian dan membawa semua orang keluar dari wilayah ini,” sambungnya.


“Pe … muka-an?” tanya salah satu manusia dan Sandra mengangguk membenarkan. Para manusia itu mengangguk terlihat setuju dengan permintaan Sandra.


“Hanya saja. Baterai pada robotku habis, dan hanya tersisa lima persen. Aku harus naik ke permukaan agar bisa mengeluarkan kalian semua. Bisa … menolongku?” tanya Sandra gugup. Orang-orang itu saling memandang dengan tubuh membungkuk, tak tegap lagi.


“No… kami … tak bisa ke-aaa …,” ucap salah satu manusia.


“Now! Now! HeliBot!” perintah Matteo. Wego dengan cepat mengarahkan helikopter tersebut ke ruangan tempat Sandra ditempatkan.


“O! O!” kejut beberapa manusia saat mendapati sebuah benda terbang masuk ke ruangan. Orang-orang itu langsung menyingkir dan beberapa dari mereka tiarap di lantai.


“Jangan takut, jangan takut! HeliBot ini kawanku. Dia akan membawaku keluar. Tak apa, benda ini tak akan menyakiti kalian,” ucap Sandra menenangkan saat benda tersebut melayang di atas robot level A yang berada di atas tempat tidur usang.


“Bot … bot,” ucap orang-orang itu kagum saat HeliBot mulai memasangkan diri ke tubuh robot Sandra.


“Aku akan kembali, aku berjanji,” ucap Sandra mantap dan orang-orang itu mengangguk.


Robot Sandra melayang dengan HeliBot membawanya keluar dari ruang bawah tanah. Para manusia itu berlari untuk melihat ke mana perginya benda tersebut.


Kepala mereka mendongak saat robot Sandra keluar melalui terowongan seperti saat ia datang tadi.

__ADS_1


SpiderBot masih mengawasi pergerakan para manusia tersebut di dalam terowongan sekaligus sebagai mata para petugas di Pusat Kendali Distrik 9 Great Ruler.


Di ruang kendali simulasi.


Terlihat, Sandra yang terhubung dengan robot generasi baru level A, kini sedang mengisi ulang baterai bersama para WolfBot di luar wilayah yang terkontaminasi radiasi nuklir.


Semua orang disibukkan dengan hal baru dan tak terduga dalam simulasi User seperti yang sudah-sudah.


Meskipun misi yang dijalankan oleh Sandra di luar kendali, tetapi orang-orang itu malah merasa tertantang untuk bisa menyelesaikan misi dengan sempurna, termasuk Sandra.


“Rey, sambungkan aku dengan Sandra. Aku tak perlu menjadi dirimu lagi. Aku … lelah berpura-pura. Jika dia membenciku, biarlah. Anggap saja sebagai hukuman buatku karena telah merenggut pria yang dikasihinya,” ucap Matteo terlihat serius dengan ucapannya.


“Baik. Komunikasi tersambung.”


BIB!


“Sandra,” panggil Matteo yang praktis, membuat mata Sandra melebar seketika karena sang Jenderal memanggil namanya seperti saat meminta dirinya melakukan pause.


Sandra mengira, saat itu salah dengar, tapi ternyata memang demikian. Matteo, sudah mengetahui kebenarannya. Sandra mematung.


“Kami semua sudah tahu. Tony sudah menceritakan semua. Aku … minta maaf atas perbuatanku di masa lalu yang membuatmu kehilangan Rey, dan … janin dalam kandunganmu. Aku … sungguh menyesal,” ucapnya terlihat sedih.


Sandra diam memalingkan wajah. Semua pendengar ikut membisu di bangku masing-masing.


“Sandra dengar. Kau harus menyelesaikan misi agar bisa membangunkan para User. Distrik 10 telah jatuh dan para mutan menerobos Distrik 9. Di luar sana, kami hanya bisa mengerahkan robot level D dan E. Kau tahu, itu hampir mustahil dilakukan untuk mempertahankan Negara dan melindungi seluruh warga Great Ruler. Jadi … kau kini satu-satunya harapan kami,” ucap Matteo menatapnya lekat.


Sandra langsung mengembalikan pandangannya dan kini menatap wajah Matteo saksama.


“Kami berusaha keras memberikan bantuan dari sini. Aku berjanji tak akan membiarkanmu tewas di luar sana. Akan kami lakukan apa pun untuk membuatmu kembali ke Great Ruler dengan selamat. Kau … percaya pada kami ‘kan?” tanya Matteo di mana kini semua operator di ruangan itu terlihat oleh Sandra.


Matteo dan semua petugas terlihat senang. Mereka lega karena Sandra bisa mengesampingkan dendamnya untuk fokus menyelesaikan misi.


“Oke. Cukup tiga puluh menit pengisian penuh karena matahari sedang berpihak pada kita. Dan, aku telah menyiapkan WolfBot tambahan di dua titik jikalau, empat WolfBot yang melindungimu sekarang mengalami kerusakan dan tak bisa melanjutkan misi,” sambung Matteo dan Sandra mengangguk pelan.


“Kini, kau harus pikirkan cara membawa para manusia itu keluar dari wilayah radiasi. Xili memetakan sebuah wilayah aman dan jauh dari peradaban yang bisa ditinggali oleh para manusia itu. Tempat itu dekat dengan Great Ruler. Oasis. Kau pernah ke sana sebelumnya. Nantinya, mereka bisa tinggal di tempat itu. Bagaimana?” tanya Jenderal menyarankan.


“Oke, aku terima saranmu. Aku … telah memikirkan sebuah cara untuk membawa mereka keluar. Hanya saja, aku tak tahu ini mungkin atau tidak untuk dilakukan,” jawab Sandra gugup.


“Apa itu?” tanya Matteo dengan kening berkerut. Sandra hanya tersenyum tak menjawab. “Apa maksudnya dia tersenyum seperti itu?” tanya Matteo menatap semua operator yang ikut tersenyum melihat Jenderal mereka kebingungan.


BIB!


“Pengisian daya telah selesai. Robot telah terisi penuh. Siap untuk melanjutkan misi,” ucap Rey.


“Bagaimana dengan WolfBot?” tanya Matteo, dan Rhyz menunjukkan jempol serta senyumannya. “Let’s go! Kita selesaikan misi ini!” ucapnya mantap dan disambut teriakan lantang dari semua orang.


Sandra yang masih terkoneksi dengan pusat kendali hanya tersenyum seraya berdiri.


HeliBot kembali terpasang dan membawa Sandra memasuki terowongan tersebut. Empat WolfBot bersiaga di luar terowongan untuk mengantisipasi serangan dari pihak manapun yang berusaha menggagalkan misi.


“Robot Sandra rusak di bagian dada. Apakah dia masih bisa bertahan?” tanya Matteo cemas.


“Sistem mendeteksi jika ia tak bisa melakukan sengatan lagi, Jenderal. Sisanya, tetap berjalan normal. Cedera di bagian tersebut tak membuat robot level A kehilangan fungsi seutuhnya. Hem, Presiden Roman memang hebat, pantas dia menjadi Presiden,” jawab Bablo memuji.

__ADS_1


Matteo mengangguk pelan, ia terlihat setuju dengan ucapan Bablo. Namun jauh dalam hati kecilnya, pria bermanik biru tersebut merasa minder karena ia adalah calon pengganti Roman.


Perlahan, Matteo mulai menyadari ketidakmampuannya sebagai pemimpin mengingat ia memiliki banyak catatan kegagalan selama hidup di Great Ruler. Seketika, Matteo merasa tak pantas menjadi seorang Presiden untuk memimpin Great Ruler.


“Sir, Sir?” panggil Xili yang membuyarkan lamunan sang Jenderal.


“Hem?” sahut Matteo langsung menoleh ke arah operator tersebut.


Xili menunjuk Sandra yang kini melumuri tubuh salah seorang manusia dengan cairan bening yang muncul dari potongan tubuh mutan tersebut. Praktis, mata Matteo terbelalak.


“Apa yang dia lakukan? Kenapa semua hal yang dia kerjakan di luar akal sehatku!” pekik Matteo terlihat jijik karena darah tersebut seperti lendir.


“Apa kau merasa baik-baik saja?” tanya Sandra setelah manusia itu dilumuri oleh cairan lengket mutan. Manusia yang terlihat seperti pria itu mengangguk. “Oke. Kau … percaya padaku?” tanya Sandra gugup dalam wujud robotnya.


“Ya … aku … ing-in melihat duni-a … aku … si-ap, mene-ima … se-mua … esiko-nya …,” ucapnya seperti orang berbisik, dan Sandra mengangguk pelan.


“HeliBot! Bawa Tuan J ke tempat aku melakukan pengisian baterai,” perintahnya.


Dengan segera, Wego menerbangkan HeliBot yang membawa salah seorang manusia keluar dari terowongan.


Jantung semua orang berdebar. Sandra minta ditunjukkan visual dari HeliBot saat manusia yang disinyalir bernama Tuan J berada di wilayah paparan radiasi.


WolfBot ikut menunjukkan visual dari penglihatannya saat Tuan J menutup mata dengan sebuah kain yang telah dipersiapkan karena ia telah kehilangan kelopak mata akibat paparan radiasi.


“Analisis,” perintah Matteo terlihat tegang karena Tuan J diam saja ketika HeliBot membawanya melintasi wilayah paparan. Hingga akhirnya, mereka tiba di tempat seekor WolfBot menunggunya.


“Apa Tuan J baik-baik saja?” tanya Sandra cemas.


“Tuan J? Apa Anda baik-baik saja?” tanya Matteo yang suaranya muncul dari bawah leher HeliBot yang mirip serangga berbentuk sabit itu.


Suasana hening ketika Tuan J yang tergeletak di atas tanah mulai menggerakkan kedua tangannya yang ia gunakan untuk memegangi kain penutup kepala agar tak terbang saat melayang di udara.


“Ya … aku … masih hi-dup ….”


“Woahhhh!” seru kegembiraan terdengar riuh hingga Sandra meneteskan air mata karena haru.


Para manusia yang melihat tampilan hologram dijam tangan Sandra ikut gembira, meski ekspresi suka cita mereka malah terlihat makin mengerikan baginya.


“Oke. Jangan sungkan untuk menggunakan darah mutan ini, Saudara-saudara,” ucap Sandra seraya menunjuk bangkai mutan yang ia bawa dari permukaan.


Segera, para manusia itu melumuri tubuh mereka dengan darah mutan tersebut ke seluruh badan. HeliBot kembali untuk menjemput para manusia. Satu per satu, para manusia evolusi itu berhasil dikeluarkan.


Orang-orang itu berkumpul dan terlihat bahagia karena bisa bertemu dengan matahari, merasakan semilir angin, dan daratan luas setelah seabad terkurung di bawah tanah.


SpiderBot kembali ke dalam cangkang HeliBot dan meninggalkan lokasi tersebut bersama Sandra.


BIB!


“Selamat, Otka Oskova. Misi level 6 berhasil kau selesaikan dengan baik. Apakah kausiap melanjutkan misi level 7?” tanya Rey yang membuat semua orang yang mendengar serius seketika.


***


__ADS_1


makasih tipsnya mbak aju, sehat selalu❤️ kwkwkw doain diri sendiri rasanya gimana gitu😆


__ADS_2