SIMULATION

SIMULATION
MEETING*


__ADS_3

Morlan yang mengetahui jika cucunya telah lahir, tak sabar ingin segera pulang ke negaranya.


Namun, harus ada yang menggantikan tugasnya untuk mengawasi selama masa reboisasi di negara Bintang.


Keesokan harinya. Ruang rapat Distrik 9, Gedung Eco-Green Great Ruler. Para pejabat di Great Ruler melakukan teleconference dengan Morlan.



Ayah dari Matteo Corza dan dua puluh tenaga ahli dari Great Ruler, tinggal di sebuah kapsul selama berada di negara Bintang.


Mereka menempatkan diri di pinggir pantai dengan memanfaatkan kincir angin portabel sebagai sebagai sumber energi konsumsi listrik.


"Aku saja yang pergi menggantikan sampai 3 bulan terakhir untuk menggenapi masa kerja Morlan yang sudah berjalan selama 9 bulan di negara Bintang dari jatah 1 tahunnya," ucap Roman mengusulkan diri.


"Kau bermaksud memberikanku cuti agar bisa menjenguk cucuku?" tanya Morlan memicingkan mata.


"Jangan menolak kebaikanku. Aku sudah membicarakan hal ini dengan Lala," sahut Roman terlihat gusar.


"Oke. Aku terima," jawab Morlan setuju pada akhirnya. "Jadi, selama aku menggantikanmu, apakah ... aku harus menjadi Walikota? Apakah warga tak keberatan?" tanya Morlan cemas.


"Aku akan menginformasikan hal ini pada warga di Distrikku. Jangan khawatir. Fokuslah pada detail pekerjaan yang harus kulakukan selama di tempat itu. Jangan sampai membuang waktu," tegas Roman dan Morlan mengangguk pelan.


Tiba-tiba, Vemo mengangkat tangan. Mata semua orang kini terfokus pada lelaki yang berpenampilan nyentrik karena barcode-nya berada di wajah dan tak bisa dihapus.


"Yes, Vemo?" tanya Matteo melirik sahabatnya.


"Aku dan tim telah menyempurnakan robot cacing, meski baru berhasil menciptakan satu buah dan ukurannya tak sebesar yang diharapkan seperti rancangan awal, tapi ... kita bisa menggunakan robot tersebut untuk membuat rongga dalam tanah," ucap Vemo menjelaskan.


"Maksudmu?" tanya Mayor Kyel berkerut kening.


"Maksudku ... jika kita membawa alat berat konstruksi ke negara Bintang, pasti pergerakan kita akan terpantau oleh satelit negara musuh karena kita melintasi permukaan. Mereka akan mengintai sekaligus mencurigai. Yang kukawatirkan, kita disergap saat menuju negara Bintang atau sebaliknya saat pulang. Namun, dengan robot cacing, kita bergerak dalam tanah, dan satelit musuh tak bisa melihat pergerakan kita. Kami telah memasang pemancar khusus yang hanya bisa ditangkap oleh jaringan komunikasi Great Ruler dan Great Mazepita," jawab Vemo menjelaskan.


Matteo terdiam seperti memikirkan sesuatu.


"Apa daya kita cukup untuk membawa robot cacing sampai ke negara Bintang? Membutuhkan waktu dua hingga tiga hari untuk tiba di sana," tanya Matteo tak yakin dengan usulan Vemo.


"Bisa. Namun, kita harus muncul ke permukaan untuk mengisi daya dari panas matahari yang membutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk pengisian penuh dan bisa menggerakkan robot sampai satu hari tanpa istirahat. Atau, kau ingin menggunakan energi alternatif seperti batu bara? Sehingga, robot cacing kita seperti kereta api zaman dahulu," tanya Vemo.


"Pekerjaan itu akan merubah sistem kerja robot kita lagi. Membutuhkan waktu cukup lama untuk memodifikasinya," tegas Roman dan diangguki oleh tim pekerja robot lainnya.


"Bukankah kita ingin membuat 2 robot cacing? Kita gunakan dua metode saja. Satu menggunakan sinar, satu menggunakan batu bara," jelasnya.


"Jika kita mengerahkan pekerja pabrik, robot bisa diselesaikan dalam waktu satu bulan. Kita sudah punya plat untuk mencetak bentuk robot cacing termasuk pemasangan komponen. Bisa dianggap, robot yang diuji coba kemarin sudah layak untuk dioperasikan. Mungkin, harus kerja lembur sampai pengerjaan keseluruhan untuk pembuatan robot kedua. Namun, ukuran robot tak seperti design awal. Hanya bisa setengahnya," sahut Matteo terlihat serius.

__ADS_1


"Memang, seberapa jauh robot cacing bisa bergerak jika menggunakan panas matahari?" tanya Lala menatap Roman, Matteo dan Vemo serius.


"Satu hari," jawab ketiganya serempak. Orang-orang yang baru mengetahui hal tersebut mengangguk paham.


"Berapa pekerja yang kaubutuhkan, Presiden?" tanya Joe serius.


"Sekitar 100 orang belum termasuk tim inti sepertiku, Vemo, Roman, dan lima anggota kepercayaanku," jawab Matteo menunjuk Xili dan lainnya.


"Aku bisa mengerahkan pekerja pabrik untuk membantu pengerjaan, Presiden. Aku mungkin akan mengurangi jumlah produksi untuk sementara waktu sampai robot cacing selesai," sahut Jaksa Helium selaku Walikota Distrik 4.


"Terima kasih, Walikota Helium," ucap Matteo dengan senyuman dan Helium balas mengangguk pelan.


"Kau tetap harus mempersenjatai robot cacingmu, Presiden," tegas Ceros.


"Kenapa?" tanya Matteo yang kini pandangannya teralih ke pria berambut silver tersebut.


"Menuju negara Bintang, kau akan melewati beberapa wilayah tak bertuan. Asal kau tahu. Masih banyak para polisi dari negara perbatasan yang berpatroli di sekitar wilayah yang akan kaulewati itu. Mungkin robotmu berada di bawah tanah, tapi sampai sekarang, kita tak pernah tahu rahasia di balik negara Gobi. Bagaimanapun, cacing robot adalah ide Gobi untuk menjaga wilayahnya. Siapa tahu, wilayah yang akan kaulewati adalah jalur Gobi sebelumnya. Aku khawatir, ada beberapa perangkap di sana mengingat banyak orang sering hilang ketika mereka berada di daratan tersebut," ucap Ceros yang mengejutkan banyak orang.


"Benarkah?" tanya Brego terkejut. Ceros mengangguk.


Ceros menekan gelang besi dengan kamera kecil di bagian atasnya. Sebuah hologram muncul seperti rekaman video kejadian yang tak pernah diketahui oleh warga Great Ruler sebelumnya.



"Wilayah di luar kekuasaan negara Baatar, meski dulunya tempat itu masih dalam cakupan Gurun Gobi saat zamannya. Gobi dan Baatar adalah satu. Namun, mereka membuat seolah-olah negara itu ada dua. Gobi berkuasa di dalam tanah, sedang Batar berkuasa di permukaan. Yang dilihat oleh Sandra saat itu adalah penduduk sesungguhnya dari Gobi-Baatar."


Semua orang akhirnya mengetahui rahasia tersebut di mana selama ini mereka salah kaprah. Ceros, diam-diam memiliki banyak informasi yang tak disampaikan kepada Great Ruler.


"Anak buahku pernah menelusuri wilayah tak bertuan untuk melihat perkembangan Bumi usai perang besar. Saat ia memasuki wilayah gurun yang terlihat beberapa tumbuhan hidup, tiba-tiba saja tanah yang dipijak seperti pasir hisap. Mereka tersedot dan tak pernah muncul kembali sampai sekarang. Kejadian itu sudah 10 tahun berlalu dan wilayah tersebut selalu berpindah. Dari sana aku berpikir jika Gobi memantau seluruh pergerakan dari negara musuh yang melewati permukaan," jawabnya serius.


Sandra menyipitkan mata. "Oleh karena itu, kau membuat mesin terbang agar bisa melintas tanpa menyentuh permukaan, Walikota Ceros?"


Praktis, wajah Ceros menjadi tegang seketika. "Begitulah," jawabnya singkat seraya memalingkan wajah.


"Akan tetapi ... kenapa saat negara Bintang melintas bersama dengan helikopter kita, tak ada serangan terjadi dari negara musuh? Konvoi kita saat itu cukup menarik perhatian," tanya Tony heran.


"Negara Bintang berani melintas setelah tahu jika cacing Gobi berhasil ditaklukkan. Namun, aku mencemaskan keadaan ini. Saat melihat negara Bintang dan konvoi kita berhasil melintas, hal itu bisa membuat negara lain berani untuk ikut mendekati Great Ruler. Aku cukup yakin, konvoi kita saat itu diawasi, tapi sengaja dibiarkan untuk melihat perkembangan selanjutnya. Namun, jika kita muncul lagi untuk mengirimkan bantuan, aku yakin, konvoi kita akan diserang. Mereka akan merampas muatan kita," jawab Ceros menunjukkan keseriusannya.


Semua orang terlihat tegang seketika.


"Kita akan lakukan hal yang sama," ucap Sandra tiba-tiba.


"Apa maksudmu, Sayang?" tanya Matteo menatap isterinya lekat.

__ADS_1


"Kita tunjukkan pada negara yang menyerang konvoi kita jika tujuan kita baik dengan negara Bintang. Seperti yang telah kupresentasikan sebelumnya. Russ-King, Mega-US, dan New-US, adalah negara-negara besar yang tersisa dengan pemasok limbah terbesar karena terus membuat senjata. Meskipun aku cukup yakin jika mereka ini termasuk golongan orang-orang keras. Jika negoisasi dan gencatan senjata tak berhasil, kemungkinan terburuk adalah berperang," jawab Sandra tegang.


Semua orang terdiam.


"Kita akan membiarkan negara Bintang kesulitan dan melupakan janji kita seperti yang dilakukan Rodega dulu? Aku tak mau mengulang sejarah pahit. Kita datang untuk membantu mereka," tegas Roman mengingatkan.


"Oleh karena itu, kita hanya bisa menggunakan robot cacing. Aku setuju dengan saran Vemo dan Ceros. Kita akan melewati wilayah yang pernah Gobi telusuri. Aku yakin, jika tempat-tempat itu tak memiliki perangkap. Jika ada jebakan, itu sama saja Gobi bunuh diri," tegas Sandra. "Sayangnya, resiko besar juga menunggu kita."


"Apa itu?" tanya Ego berkerut kening.


"Tak ada satu pun dari kita yang memahami jalan bawah tanah seperti Gobi. Tak ada satu pun dari kita yang tahu peta di bawah permukaan. Mungkin kita bisa meniru Gobi dengan robot cacingnya, tapi ... pengalaman di bawah tanah, itulah yang tak kita miliki," jawab Sandra menatap semua orang tajam.


Matteo menarik napas dalam. Ia mengangguk pelan begitupula Vemo, Roman, dan lima anggota tim pembuat robot cacing.


"Oleh karena itu, kita membutuhkan WolfBot."


"WolfBot?" tanya Sora ikut menyahut. Sandra mengangguk.


"Sensor WolfBot sangat sensitif terhadap ancaman. WolfBot yang saat itu ikut denganku, merekam bau dari orang-orang yang kutemui. Seperti Vemo, orang-orang Baatar, bahkan para mutan. Meskipun dalam tanah, aku yakin, jika WolfBot bisa menjadi pembantu untuk mengetahui ancaman dan mengendus jejak robot Gobi sebelumnya. Hanya saja, satu pertanyaan penting."


"Apa itu?" tanya semua orang bersamaan.


"Apakah bangkai robot cacing Gobi masih ada?"


"Tentu saja," jawab Vemo menyeringai.


"Oke! Vote. Siapa yang setuju dengan saran Wakil Presiden kita untuk menggunakan cacing robot yang nantinya akan dipersenjatai sesuai saran Ceros, dan mengikutsertakan WolfBot sebagai pelindung muatan sampai menuju negara Bintang?" tanya Lala lantang.


Segera, papan vote muncul di meja kaca masing-masing para pejabat yang mengikuti rapat hari itu.


Eco mulai mengakumulasi jumlah vote. Hasil menyebutkan, semua pejabat setuju untuk menggunakan cacing robot.


Segera, Matteo memerintahkan kepada para pekerja yang bertugas untuk segera merampungkan dalam waktu 1 bulan.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



uhuy makasih votenya. yg nunggu 4YM sabar dulu ya. kan kemarin lele bilang kalau 4YM lele delay dulu karena fokus di novel simulation dan Love is Henry yang mulai on going daily up di apk Fizzo*. Cek IG lele untuk jelasnya. Trims❤️

__ADS_1


__ADS_2