SIMULATION

SIMULATION
AQUARIUM


__ADS_3

Adeh, maap lele belom bisa up rutin. Lagi riweh uyy sama kerjaan real life ditambah lagi mens. Jangan lupa untuk terus kasih like di tiap eps dan komen seru ya!!


------ back to Story :


Sandra keluar dari ruangan simulasi. Ia menyusuri koridor mengikuti dua buah robot yang berbentuk seperti bola bowling, menggelinding sebagai pemandu jalannya.


Hingga akhirnya, ia tiba di sebuah ruangan seperti sebuah ruang medis karena banyak peralatan dokter robot di sana seperti rumah sakit yang pernah ia kunjungi.


"Kau akan diperiksa. Silakan berdiri dan rileks saja," ucap robot bola tersebut serempak.


Sandra berusaha menenangkan dirinya. Ia melirik sekitar di mana ruangan itu hanya diisi oleh dirinya seorang, tak ada User ataupun manusia selain dirinya.


Sandra gugup, ketika mesin robot itu memintanya untuk merentangkan tangan. Sebuah lingkaran besar yang berada di atas kepalanya menyala, begitupula lingkaran berukuran sama di bawah kakinya.


Dan seketika, muncullah sinar berwarna putih seakan mengurungnya dalam dinding cahaya membentuk sebuah silinder mengelilingi tubuhnya.


Sandra spontan menoleh, ketika tangan-tangan robot keluar dari bawah dan atas. Jantungnya berdebar kencang ketika kedua pergelangan kakinya dibelenggu oleh tangan-tangan robot itu.


CLEB!


"Agh!" rintih Sandra saat ia merasakan sebuah tusukan di pergelangan tangannya.


PIP!


"Otka Oskova. Tinggi badan 180 cm, berat badan 65 kg. Golongan darah O," ucap mesin setelah melakukan pemindaian dari alat-alat robot yang memeriksanya. Sandra terlihat serius mendengarkan, dan berusaha untuk tetap tenang. "Tidak ditemukan penyakit kritis dalam tubuh. Tak ada virus mematikan dalam darah. Semua fungsi organ normal. Tekanan darah normal, detak jantung normal, penglihatan normal. Tak memiliki tato di tubuh, berambut pirang, tak memiliki uban, tak berketombe, jenis kulit normal, dan tak memiliki tanda lahir," sambung mesin memaparkan. Sandra kagum dengan hasil analisis mesin dokter karena cukup akurat. "Tes kesehatan selesai. Rekaman laporan selesai. Silakan ke tes selanjutnya. Semangat!"


Sandra tersenyum karena ucapan terakhir mesin cukup menggelikan untuknya, seperti seorang manusia yang berbicara karena memiliki intonasi.


Sinar-sinar yang mengurungnya padam. Dua buah robot hijau kembali mendatanginya dan meminta untuk mengikuti mereka.


Sandra melihat bekas tusukan jarum di pergelangan tangannya, tapi tak ada noda darah di sana.


Ia melirik barcode di tangannya dan terlihat tanda itu masih tertera jelas di sana. Sandra khawatir jika jati dirinya terbongkar.


Sandra keluar dari ruang medis dan kembali menyusuri koridor. Kini, ia melihat ada beberapa peserta berpakaian hijau seperti dirinya sedang berdiri mengelilingi aquarium besar berbentuk balok.


"Otka Oskova?" panggil seorang User robot level E di kejauhan.


Sandra mengangkat tangan dan segera berlari mendatangi User robot itu dengan tergesa. User robot memberikan sebuah tas koper jinjing transparan padanya.


Ia menunjukkan ruang ganti yang berada di sisi barat akuarium. Sandra mengangguk dan segera bergegas untuk mengganti pakaiannya dengan seragam khusus.


Sandra terlihat gugup saat berada di ruang ganti khusus wanita sendirian. Ia memakai pakaian berwarna putih.


Ia terlihat kagum saat menyadari jika pakaian selam itu memiliki detektor oksigen yang telah terpasang di dada, seperti milik Tony, tapi lebih canggih.


Ia penasaran dengan kemampuan pakaian renang yang elastis dan terlihat seperti tahan air tersebut.


Sandra sengaja membasahi lengannya yang tertutup lengan panjang di bawah keran otomatis, dan ternyata air itu tak merembes masuk mengenai kulitnya.


Air itu mengalir begitu saja di atas permukaan kain. Sandra tak merasakan dinginnya air dengan pakaian khusus tersebut.


"Ini keren," ucapnya kagum.


Ia segera merapikan pakaiannya dan memasukkan dalam loker khusus yang tersedia sesuai dengan nomor barcode. Sandra segera kembali ke ruangan tempat para peserta mengantri untuk dites.


Mata Sandra melebar, ketika melihat seorang pria melompat dari papan dengan ketinggian 5 meter, sedangkan kolam itu memiliki kedalaman kurang lebih 20 meter.


Jantung Sandra berdebar tak karuan. Air dalam akuarium itu sangat jernih, sehingga pergerakan orang tersebut terlihat jelas di dalam.

__ADS_1


Mata semua orang terfokus pada pria yang berenang ke dasar akuarium, terlihat begitu berusaha. Sandra merasakan dadanya sesak membayangkan dirinya yang berada di dalam sana.


Ternyata, di bawah permukaan akuarium terdapat banyak benda yang harus diambil oleh pria itu. Namun, pria itu seperti berpikir ketika akan mengambil benda-benda yang sengaja diletakkan secara acak tersebut.


"Maaf, kenapa dia tak mengambil benda-benda itu?" tanya Sandra kepada seorang pria yang berdiri di depannya terlihat tangguh.


"Kau lihat layar di atas? Di sana ada peraturannya, Nona. Kau tak cermat," jawabnya seraya menunjuk.


Sandra meringis. Ia merasa bodoh karena tak menyadari hal tersebut. Ia melihat pada layar instruksi jika para peserta akan diberikan beberapa gambar sesuai dengan benda yang ada di dasar akuarium untuk diambil.


Batas waktu diberikan selama 15 menit dan diperbolehkan untuk menyelam kembali jika ada barang yang terlewat.


'Oh, aku diminta mengingat benda-benda itu. Lalu ... bagaimana jika salah mengambil? Adakah hukuman, ataukah ... aku tak lolos?' tanyanya dalam hati langsung cemas seketika.


TET! TET!


"Waktu habis. Idof Igaros, maaf, Anda gugur. Terima kasih telah mencoba untuk menjadi bagian dari kami. Sampai bertemu di lain waktu," ucap mesin begitu penilaian selesai.


Terlihat, Igaros kesal. Ia marah dan berjalan dengan gusar menuju ke ruang ganti. Semua peserta tegang seketika, termasuk Sandra yang ternyata wanita seorang diri dalam antrian dengan jumlah peserta sebanyak 15 orang.


Para peserta berguguran karena kehabisan waktu. Ada pula yang salah mengambil benda. Terlihat, wajah-wajah kecewa para peserta yang harus kembali ke rumahnya dan membawa kabar duka.


'Rey, doakan aku. Aku pergi sejauh ini agar kau mendapatkan keadilan atas kematianmu,' ucap Sandra dalam hati dengan mata terpejam dan kedua tangan mengepal di depan dada.


"Otka Oskova? Apa kau sudah siap?" tanya User robot level E yang membuyarkan khidmat di hatinya.


"Yes," jawabnya gugup dan langsung berjalan dengan telanjang kaki menuju ke lift.


Sandra masuk ke tabung yang membawanya ke atas akuarium dengan User robot level E lainnya telah berdiri menunggunya.


"Kau siap?" tanya User tersebut dan Sandra mengangguk dengan mata terfokus pada layar besar di hadapannya.


"Hallo, Otka Oskova. Fokus dan ingat kesepuluh benda yang harus kau ambil dari dasar kolam dengan waktu 15 menit. Kau bisa mengembalikan benda dan mengambil benda yang tepat asalkan waktu cukup. Kau siap?" tanya komputer.


"3 ... 2 ... 1, start!"


Mata Sandra melebar. Ia melihat berbagai jenis benda yang muncul di layar dan berusaha mengingatnya dalam memori otak.


"Sepatu, ikat pinggang, topi, jaket, cangkir, pulpen, kacamata, kaos kaki, gelang, dan dasi," ucapnya menghafal benda-benda yang ditampilkan dari layar.


Tiba-tiba, PIP! Layar itu padam, Sandra terkejut dan menoleh ke arah User yang memakai helm tak terlihat wajahnya.


"Angkat tangan kananmu ke atas dengan kepalan jika siap," ucap User tersebut seraya menunjukkan tempat Sandra harus melompat.


Sandra melongok ke bawah. Jantungnya berdebar kencang. Ia tak menyangka jika akan setinggi itu.


Kakinya terasa lemas seketika, dan rasa gugup langsung menjalar ke seluruh tubuhnya. Ia seperti ingin kencing, tapi ia tahu jika itu adalah dampak kecemasan dalam dirinya.


Ternyata, banyak orang yang penasaran dan menunggu aksi Sandra karena ia wanita seorang diri.


"Ayolah! Kami juga ingin mencobanya! Jika takut, mundur dan pulanglah!" teriak salah seorang peserta meledeknya dari antrian.


Sandra kesal dan menghembuskan nafas kasar, tapi hal itu malah membangkitkan semangatnya.


Rasa gugupnya perlahan hilang dan ia terlihat siap. Tangan kanannya terangkat ke atas dengan kepalan tangan dan tarikan nafas dalam.


PRITT!!


Suara peluit yang disuarakan oleh mesin terdengar nyaring.

__ADS_1


BYURRR!!


Sandra melompat dengan mata terpejam saat tubuhnya beradu dengan limpahan air yang kini menggenangi dalam kolam. Sandra membuka mata dan pandangannya langsung terarah ke dasar akuarium.


Sandra teringat akan ajaran dari Roves. Ia meluncur dan terus menggerakkan kedua kakinya seperti ikan dengan ritme stabil.


Para peserta terlihat serius menyaksikan saat Sandra membutuhkan waktu tak sampai 2 menit untuk tiba di dasar kolam.


'Pakaian, semua benda-benda itu berhubungan dengan kantor,' ucapnya dalam hati.


Mata Sandra memindai melihat sekitar mencari benda-benda tersebut. Ia melihat jas warna hitam dan ia pun segera berenang ke arah benda itu.


Sandra memakai jas itu di tubuhnya. Para peserta berkerut kening saat Sandra memasukkan beberapa benda dalam kantong jas. Ia bahkan memakai sepatu dan kaos kaki. Sandra yang tergesa, membuat detektor di dadanya menyala.


Sandra tahu jika nafasnya mulai tercekat dan tak mau ambil resiko. Ia kembali berenang ke atas dengan benda-benda yang membuat pergerakannya sedikit lambat. Sandra berusaha untuk tetap tenang dengan terus berenang ke permukaan.


SPLASH!!


"Uhuk, hah," engahnya saat kepala dan pundaknya terlihat di permukaan air.


Sandra berenang ke tepian dan memasukkan benda-benda yang ditemukannya pada sebuah keranjang besi untuk dinilai.


Sandra melihat perhitungan waktu jika tersisa 5 menit untuk menyelesaikan. Sandra menarik nafas dalam dan segera menyelam. Kini, Sandra fokus dan berenang dengan cepat ke dalam.


Ia segera mengambil sisa benda yang belum terambil dan mendekapnya. Ia bergegas berenang ke permukaan, tapi tiba-tiba, kacamata yang ia pasang di wajahnya jatuh. Sandra terkejut. Ia berusaha menangkap kacamata itu dengan punggung kakinya.


'Aku tak boleh gagal!' ucapnya dalam hati memotivasi diri.


TUK!


Sandra terlihat begitu lega. Ia menarik kakinya ke atas dan dengan sigap, ia kembali menyelam. Namun, kacamata itu malah ia gigit tak dipakainya lagi. Sandra berenang ke permukaan dengan cepat.


SPLASH!


"Sedikit lagi! Cepat!" teriak User robot level E menyemangatinya dari atas.


Mata Sandra melebar. Ia segera berenang ke tepian, tapi ia sadar jika waktunya tak cukup karena jaraknya jauh. Sandra berhenti berenang dan hal itu mengejutkan semua orang.


"Hah, masuk ... harus masuk," ucapnya seraya memasukkan semua benda terakhir yang berhasil di dapatnya ke dalam topi.


SWINGG!! BRUKK!!


TET! TET!


"Waktu habis."


"Wooo!" teriak orang-orang karena Sandra berhasil melemparkan benda-benda itu dari jauh seperti seorang pemain basket.


Sandra masih mengapung dan melihat tangan-tangan robot menyeleksi benda-benda dalam keranjang yang berhasil di dapatnya.


Namun seketika, mata Sandra melebar. Ia melihat cangkir keramik tersebut terbelah dua. Semua orang yang ikut melihat dalam tampilan layar besar saat penilaian ikut tegang seketika.


"Otka Oskova. Maaf, Anda gugur. Terima kasih telah mencoba untuk menjadi bagian dari kami. Sampai bertemu di lain waktu," ucap mesin.


"What?" ucap Sandra terlihat begitu sedih dan kecewa akan keputusan dari mesin penilai.


Matanya langsung berlinang. Ia memejamkan matanya rapat karena merasa jika ia telah gagal.


***

__ADS_1


Trims sudah menunggu dan makasih tips koinnya. Lele padamu💋💋💋



__ADS_2