
Meskipun Russ-King, Titan dan Mega-US membantu Great Ruler melawan serangan dari New-US yang mengerahkan seluruh armada tempurnya untuk menjatuhkan benteng Great Ruler, negara itu masih tak bisa dikatakan menang melawan gempuran dahsyat.
"Mam! Drone milik New-US berhasil menembus Distrik 9. Meriam laser kita dihancurkan semua. Kita tak memiliki pertahanan secara otomatis lagi!" seru Qimi yang membuat semua orang di Pusat Komando langsung panik seketika.
Lala melihat keseluruh tampilan kamera pengawas yang menangkap situasi peperangan di lapangan. Tampak wajah orang-orang di kubu Great Ruler tegang.
"Kerahkan semua yang kita miliki, tak perlu lagi menyimpannya. Kita sudah terdesak! Lakukan!" titah Lala.
"Yes, Mam!" jawab semua petugas di seluruh Pusat Kendali Distrik.
TET! TET!
"Mengaktifkan seluruh robot level D di hanggar. Semua User diminta bersiap," ucap sistem memberikan perintah.
"Kalian dengar itu?! Robot-robot ini bukan lagi cadangan. Kita akan menggunakannya. Jangan segan untuk mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliknya! Berjuang!" seru Roves mengomandoi pasukannya.
"Yeah!" seru para kandidat User dalam naungan Sandra yang masih bertahan dari serangan brutal negara musuh.
Orang-orang itu segera pergi ke hanggar tempat robot-robot disimpan. Kini, mereka akan menggunakan robot-robot itu dalam pertempuran yang sesungguhnya, bukan dalam pelatihan dan percobaan lagi.
Pintu hanggar tempat robot-robot disimpan mulai terbuka. Puluhan robot keluar dari kandangnya untuk memukul mundur lawan.
Lala dan semua orang menarik napas dalam di mana hanya tersisa robot utama dari para Captain dan Level A milik Sandra yang belum difungsikan, menunggu pengendalinya pulang.
"Sedikit lagi ... bertahanlah. Ayo," ucap Matteo gemas hingga rahangnya mengeras.
Upaya Lala dengan mengerahkan cadangan robot terakhir menuai hasil. Para penyerang dari kubu New-US tak mengira jika Great Ruler masih menyimpan cadangan robot dalam pertempuran.
Namun karena hal itu, Xivovo makin bersemangat untuk merebut semua yang dimiliki oleh negara yang sedang digempurnya itu.
"Jangan biarkan Great Ruler menang! Tinggal sedikit lagi dan negara itu akan menjadi milik kita selamanya! Bunuh mereka semua!" seru Xivovo telah tenggelam dalam ambisinya untuk menjadi penguasa tunggal.
"Yes, Sir!" jawab para tentara yang terhubung dengan pusat.
Meskipun kapal induk New-US di Laut Cina Timur telah tenggelam, tapi pesawat tempur masih terus diterbangkan dari hanggar di wilayah Amerika Utara sebagai pasukan bantuan.
Kapal ikan pari milik Titan mulai kewalahan menghadapi serangan. Walaupun kapal perang New-US masih belum bisa berlayar, tapi senjata mereka telah kembali berfungsi menggunakan energi cadangan dari baterai berkapasitas besar.
Kapal ikan pari Titan mulai dibidik. Misil tersebut ternyata mampu mengejar hingga masuk ke kedalaman air.
Semua personil di dalam kapal ikan pari mulai panik menghindari kejaran misil dari kapal perang New-US di permukaan air.
"Misil!" seru salah satu operator ketika melihat dari kaca samping sebuah misil mengarah ke kapal mereka.
"Berlindung!"
SWOOSH! BLUARRR!!
"No!" seru Titan geram saat melihat salah satu kapal ikan pari miliknya meledak hebat beserta seluruh ABK yang bertugas di dalamnya.
Curva roboh dengan tubuh bergetar melihat pemandangan horor tersebut. Semua awak yang ikut dalam satu kapal bersama Curva ketakutan. Mereka mematung melihat kebuasan senjata pembunuh dari New-US.
__ADS_1
Misil-misil kembali diluncurkan dan membidik benteng Great Ruler yang masuk dalam jangkauan kapal perang New-US.
Kapal selam diberangkatkan dari daratan Amerika Utara sebagai armada bantuan setelah melihat dari satelit jika Titan berhasil melumpuhkan armada tempur mereka dan menjadikan kapal-kapal itu tak berdaya.
Tersisa dua kapal perang milik New-US yang berada di Laut Kuning. Kapal ikan pari Titan tersisa 5 buah termasuk Curva sebagai salah satu pemimpin armada laut itu.
"Tuan! Radar menangkap pergerakan dalam jumlah besar memasuki wilayah Laut Kuning. Sepertinya, itu adalah kapal selam kiriman New-US. Bagaimana ini?" tanya operator pria berambut hijau—Artic—dan memiliki tato di wajah hampir mirip sepertinya.
Curva terlihat tertekan dengan hal ini. Ia melihat jika pasukannya telah melakukan serangan habis-habisan.
Curva merasa jika perjuangannya akan berakhir di tempat itu. Semua orang menatap Curva lekat seperti menunggu perintah selanjutnya dari pemimpin mereka.
"Sir?" panggil operator berambut hijau menatap Curva lekat.
"A ... aku ...."
"CURVA! Apa yang kaulakukan? Cepat habisi mereka semua dengan cara yang sama! Gunakan gelombang elektromagnetikmu itu untuk menghentikan kapal selam! Cepat lakukan, jangan tunda lagi!" seru Benyamin yang suaranya tiba-tiba saja masuk ke ruang kendali ikan pari tersebut.
"Be-Benyamin?" panggil Curva melihat sekitar terlihat bingung.
"Yeah, Great Ruler! Kami datang!" seru Benyamin lantang dengan pasukan tempurnya.
Pasukan Bintang berhasil menaklukkan badai. Mereka datang lebih cepat karena menerapkan cara baru dari teknologi gabungan milik Great Ruler ke kendaraan mereka.
"Ayo, Curva! Tunjukkan pada New-US jika Titan penguasa lautan!" seru Benyamin yang membuat hati Curva tergerak.
Semua petugas di kapal ikan pari mengangguk mantap. Curva menarik napas dalam dan kini terlihat serius dengan instruksi yang akan diberikannya.
"Yes, Sir!"
Segera, lima kapal ikan pari terakhir berjejer membentuk barisan seperti penghalang untuk menahan laju kapal selam dari New-US yang ingin menerbos pertahanan.
"Bersiap!" seru Curva memulai komandonya. Tangan semua petugas yang akan mengirimkan gelombang itu telah berada di tombol tersebut. "Luncurkan!"
KLIK! WHUSS! BLOOM!
CRETTT!
"Yeah!" seru seluruh petugas di kapal ikan pari.
Namun, keanehan terjadi. Kapal selam itu tetap bisa bergerak. Mereka seperti memiliki pelindung agar gelombang tersebut tak merusak kelistrikan mereka.
"Sir! Serangan kita tak memberikan dampak apa pun!" seru Artic menginformasikan.
"Jangan menyerah. Gunakan senjata lain. Semuanya, siapkan ekor sengat! Maju!" seru Curva lantang dari tempatnya duduk.
Ekor dari kapal selam ikan pari itu mengeluarkan cahaya biru dan kilatan layaknya petir dalam air. Lima ikan pari bergerak maju menantang kapal selam dari New-US.
Kapal besi bersenjata torpedo itu tak mau diremehkan. Benda itu mulai meluncurkan misil ke arah kapal ikan pari untuk menghindari serangan.
__ADS_1
"Mereka menyerang! Berpencar!" seru Curva melihat dari sisi kiri dan kanan kapal selam tersebut meluncurkan rudal.
Benar saja, SWOOSH!
"Tuan! Rudal mereka bisa mengejar! Kita tak mungkin bisa menghindar!" seru salah satu operator bagian kemudi menginformasikan.
Radar melihat jika rudal tersebut mampu berbelok seperti telah mengunci target. Mata Curva melebar, ia tak tahu jika rudal itu bisa mengikuti pergerakannya.
Mata Curva kembali ke depan. Ia melihat jika kapal perang milik New-US masih terapung di permukaan. Curva tersenyum miring terpikirkan ide gila.
"Arahkan kapal ke permukaan. Kita berikan kejutan pada kapal perang New-US tentang arti, senjata makan tuan," ucap Curva bengis.
"Yes, Sir!" jawab semua nahkoda kapal ikan pari.
Semua armada Titan bergerak cepat ke permukaan. Mereka membidik dua kapal perang milik New-US yang belum ditenggelamkan.
"Bersiap benturan!" seru Curva lantang karena sebentar lagi kapalnya akan menabrak bagian bawah kapal perang New-US yang ada di atasnya.
Para nahkoda kapal berjuang keras mengendalikan laju kapal ikan pari yang mereka kemudikan.
Curva melihat dari layar yang tertempel pada atap ruangan jika torpedo dari kapal selam New-US masih mengejarnya.
"Gunakan ekor dan tancapkan!" titahnya lagi.
Petugas di bagian ekor ikan pari segera melakukan yang diperintahkan oleh pemimpinnya.
Ekor ikan pari yang telah dialiri listrik tersebut kini menancap pada bagian bawah kapal perang New-US.
"Lepaskan!" seru Curva lantang.
KLANG!
"Pegangan!" pekik Curva yang menggenggam kuat sandaran kursinya saat roket itu membidik ekor dari ikan pari yang tertancap di bagian bawah kapal musuh.
Curva sengaja menanggalkan ekor kapal ikan parinya untuk mengecoh rudal musuh. Benar saja, usaha Curva berhasil, SWOSHH ... BLUARRR!!
"Yeah!"
Gelombang besar ledakan tersebut membuat kapal ikan pari yang kehilangan ekornya mengalami ketidakseimbangan.
Kapal terhempas cukup jauh dan membuatnya muncul di permukaan karena tak ada beban dan penggerak dari ekor tersebut. Namun, usaha Curva dan lima ikan pari miliknya berhasil.
Dua kapal perang dari New-US meledak hebat oleh rudal kiriman dari kapal selam negara mereka sendiri.
Saat Curva merasa jika petaka sudah berhasil dilewati, rudal kembali diluncurkan dari kapal selam New-US seakan serangan tadi hanya pembukaan saja.
"Oh, shiit," umpat Curva dengan wajah pucat karena ia sudah kehilangan ide untuk menghindar kali ini.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
wah tips koin habis😩 pie iki padahal lele mau crazy up😭 gak ada yg mau sedekah koin kah? huhu menyedihkan