SIMULATION

SIMULATION
FIGHT TOGETHER*


__ADS_3

Sandra fokus dengan lawannya yang cukup tangguh meskipun ia sudah meluncurkan pukulan berulang kali ke arah Xivovo. Di luar gedung, peperangan hebat tetap terjadi.


Kobaran api dendam menyelimuti hati para pejuang Bintang dan Titan karena meninggalnya Benyamin dengan cara yang mengenaskan.


Seluruh Distrik porak-poranda karena gempuran dahsyat dari bom-bom yang dijatuhkan oleh pesawat tempur New-US. Great Ruler tak pernah terlihat separah ini sejak pertama kali berdiri.


Para warga sipil yang berada di bawah tanah bunker evakuasi, tak henti-hentinya memanjatkan doa demi keselamatan seluruh pejuang perdamaian pembela Great Ruler.


Alolo dan para pejuang dari Magenta berupaya penuh mempertahankan Distrik 10 di mana meriam laser otomatis mereka telah hancur karena serangan rudal dari pesawat tempur New-US.


Meskipun Mega-US dan Russ-King sudah membantu melumpuhkan beberapa armada terbang itu, tapi armada bantuan terus dikirimkan oleh New-US.


"Satu-satunya jalan untuk menghentikan serangan ini adalah melenyapkan induknya. Kita harus menggempur Pusat Komando New-US di Amerika Utara!" seru Matteo dari mobil otomatis yang melaju kencang dalam terowongan.


"Kau gila? Kau ingin menyerang negara itu? Benua itu dikelilingi oleh armada tempur. Mereka dalam posisi siaga," jawab Lala tak habis pikir dengan ide keponakannya yang kini menjadi pemimpin negara.


"Apakah ada kapal induk milik New-US di Pasifik Utara? Jika ya, kita harus menghancurkan kapal induk itu. Mereka terus-terusan mengirimkan armada tempur. Sudah pasti, ada kapal induk yang dekat dengan benua kita," sahut Colonel Brego mengemukakan pendapatnya.


Qimi dengan sigap mencari keberadaan kapal induk itu dari pantauan satelit, tapi tak mendapatkan gambaran apa pun. Matteo menyipitkan mata dan yakin jika kapal tersebut terkamuflase dengan baik.


"Lala, hubungi kapal selam Mega-US. Minta mereka untuk menemukan keberadaan kapal induk New-US di perairan Pasifik Utara. Aku yakin, jika masih ada kapal induk mereka yang berjaga di sana," pinta Roman serius.


"Baik," jawab Lala cepat.


Qimi segera meneruskan pesan itu ke Pusat Komando Mega-US di Amerika Selatan. Birova menugaskan para nahkodanya untuk mencari di sekitar perairan tersebut di mana mereka telah berhasil mengamankan Laut Cina Timur dengan menenggelamkan seluruh kapal selam milik New-US yang tersisa.


"Sir! Kami mendapatkan visual dari teropong. Kapal induk itu memang ada, tapi tak sebesar yang berada di Laut Cina Timur! Mereka menerbangkan pesawat tempur dari landasan," ucap salah satu petugas di kapal selam milik Mega-US yang posisinya paling dekat dengan kapal induk tersebut.


"Baik! Kita akhiri peperangan ini. Biarkan Mega-US yang menyelesaikannya, Presiden Matteo Corza," ucap Birova dari sambungan komunikasi.


"Terima kasih, Presiden Birova. Great Ruler berhutang banyak hal pada Mega-US. Semoga, perdamaian dunia segera terwujud usai perang ini. Selamat berjuang," jawab Matteo tegas dari hologram yang terpancar di Pusat Komando Mega-US Amerika Selatan.


Segera, seluruh kapal selam milik Mega-US menyiapkan rudal mereka. Kini, tugas mereka menenggelamkan kapal induk milik New-US yang keberadaannya tak terdeteksi radar seperti memiliki pelindung.


Hanya saja, mata manusia tak bisa dikelabuhi. Kapal itu terlihat jelas dari pantauan teropong dan kini telah dibidik oleh misil-misil berhulu ledak besar.


"Mereka pikir hanya New-US saja yang memiliki teknologi kamuflase? Kita tunjukkan jika Mega-US tak kalah hebat dalam persenjataan! Dalam hitunganku, bersiap!" seru Birova lantang.

__ADS_1


Kapal selam Mega-US yang berada di dalam air langsung tersamarkan sosoknya. Kapal tersebut memiliki kemampuan layaknya kapal ikan pari Titan yang mampu membaur dengan kehidupan laut.


Kapal-kapal tersebut jika terdeteksi radar seperti ikan paus yang sedang berenang. Birova tak ingin ceroboh, ia meminta kapal-kapal selam miliknya berpencar tak berkelompok menjadi satu agar tak menuai kecurigaan.


Kapal-kapal selam itu mengepung kapal induk New-US dan tetap menjaga jarak agar pergerakan mereka tak mencolok.


Seluruh petugas peluncur rudal dalam kapal selam tersebut memposisikan telunjuk mereka pada tombol peluncur.


"Satu! Dua! Tiga! Luncurkan!"


KLIK! SWOOSH!!


TET! TET! TET!


"Sir! Radar mendeteksi puluhan misil terarah ke kapal induk kita! Permukaan tak mendapati apa pun, tapi luncuran itu berada di kedalaman laut!" seru salah satu petugas dari hasil tangkapan radar.


"Pasti Mega-US! Lakukan protokol F-01! Kerjakan!" seru Kapten kapal induk bertitah.


Seketika, mata para awak kapal selam Mega-US melebar. Kapal induk New-US memiliki mesin pendorong layaknya pesawat jet sehingga kapal tersebut terbang di atas permukaan laut.



"Yes, Sir!"


Para petugas bagian persenjataan mengunci sasaran dari rudal yang telah mereka luncurkan. Torpedo milik kapal selam Mega-US juga mampu mengejar target.


Praktis, mata komandan kapal induk tersebut melebar saat melihat misil-misil itu meluncur ke atas permukaan air laut dan kini terarah ke kapal besi bermuatan besar berisi pesawat-pesawat tempurnya.


"Segera tinggalkan landasan! Terbangkan seluruh pesawat!" seru Kapten kapal induk tersebut memberikan perintah.


"Yes, Sir!" jawab para petugas menginformasikan hal tersebut ke para pilot yang berada di geladak untuk segera menaiki pesawat.


Kapal induk tersebut memberikan serangan balasan. Mereka menembaki rudal-rudal yang mencoba untuk menghancurkan kapal besar tersebut.


Ledakan demi ledakan terdengar santer dan mengguncang permukaan laut karena gelombang besar yang dihasilkan.


Siren melihat dari kejauhan jika terjadi sesuatu di lautan. Siren dan Artic saling bertatapan seperti terpikirkan sesuatu.

__ADS_1


"Kita harus membantu. Tinggal sedikit lagi dan ini akan segera berakhir. Ayo," pinta Siren dan diangguki oleh Artic.


Saat Siren jalan tertatih menuju ke kapal ikan pari dari bangsanya yang berlabuh di pesisir Great Ruler, tiba-tiba saja, ia mendengar suara langkah besar menuju ke arahnya.


Langkah Siren dan Artic terhenti ketika melihat robot level D generasi kedua mendatangi mereka dengan senjata besar dikedua tangan serta misil pada punggung. Siren terdiam saat melihat lima robot itu berdiri di pantai.


"Siren! Apakah kapal ikan parimu bisa membawa kami? Jika ya, antarkan kami menuju ke sana! Kapal induk New-US akan mendekati perairan Great Ruler. Kita harus menghadangnya sebelum tiba di pantai!" tanya Xili dari bangku tempat ia mengendalikan robot tersebut.


"Ya. Kapal ikan pari mampu menahan beban berat robotmu itu. Ayo!" jawab Siren mantap dan segera berjalan ke arah kapal ikan parinya yang dilabuhkan.


Para petugas operator kapal ikan pari masih berada di kursi kendali. Lima robot level D bersenjata dengan sigap menaiki bagian atas ikan pari tersebut dan menempel kuat karena memiliki kaki magnet.


Kapal ikan pari tetap tenggelam di dalam air dan menjadikan dirinya sebagai kapal pengangkut.


Lima robot besar bersenjata besar itu seperti berselancar di atas lautan luas. Xili dan empat kawannya tak menyangka jika ide gila dari Vemo tersebut membuahkan hasil.


Saat itu, di mobil otomatis.


"Kenapa Mega-US, Russ-King, bahkan New-US memiliki pesawat sedang Great Ruler tidak? Ini sungguh memalukan!" gerutunya yang duduk di samping Xili, tapi didengar oleh semua orang yang terhubung dengan komunikasi mobil otomatis tersebut.


"Karena, jika pesawat kita terlihat melintasi wilayah negara musuh, Great Ruler dianggap siap untuk berperang. Oleh karena itu, kami tak membuat pesawat terbang," jawab Morlan menjelaskan.


"Setidaknya tetap buat, tapi tak perlu diterbangkan atau ditunjukkan. Gunakan untuk berjaga-jaga jika terjadi hal buruk seperti sekarang. Lihat! Kita hanya memiliki HeliBot dan helikopter yang bentuknya seperti mainan. Sekali tembak, mati semua tentara kita!" jawabnya masih berintonasi tinggi.


"Daripada kau hanya mencaci saja, berikan solusi agar kita bisa melawan New-US!" sahut Wego kesal karena negaranya malah dijelek-jelekkan.


"Oke. Aku rasa, ideku ini cukup keren. Aku sudah melakukan modifikasi diam-diam pada lima robot level D generasi kedua. Kalian gunakan robot itu untuk melawan musuh. Namun, kita membutuhkan kapal ikan pari Titan, atau kapal selam dari Mega-US," jawab Vemo dengan senyum tengilnya.


Praktis, semua penumpang mobil otomatis itu berkerut kening karena harus melibatkan dua negara yang sedang berperang membantu Great Ruler.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


__ADS_1


wah ada tips masuk. makasih ya😍 kan jdi semangat tamatin novel kalo gini❤️


__ADS_2