
Matteo segera memerintahkan kepada empat WolfBot yang berjaga di sisi Barat Laut untuk bersiap.
Bablo, mulai bisa merelakan kepergian tetuanya yang ternyata masih berumur panjang karena teknologi yang diterapkan berasal dari Ceros Cromoson.
Namun, hal unik masih dalam misteri mengenai pembicaraan Sandra dengan pemimpin Cryzen yang tak diketahui sampai sekarang.
Sandra berlari cepat karena ia tak diberikan waktu untuk melakukan pause mengingat misi menyelesaikan level 8 hanya satu hari.
Ia memaksimalkan kemampuan robotnya dengan mengerahkan seluruh kemampuan dari hasil keras latihannya selama berbulan-bulan lamanya agar bisa tepat waktu.
Matteo memantau keadaan Sandra dengan saksama untuk memastikan wanita yang dicintainya itu tak tewas ketika menjalankan misi.
Roman kembali melakukan pengawasan ketat dan memperkuat pertahanan karena ia yakin, jika pasukan mutan pertama yang datang hanyalah sebuah kejutan dari perang yang sebenarnya, dan benar saja.
TET! TET!
TET!
“Sir! Satelit memindai ada pergerakan dalam jumlah besar dari sisi Utara menuju ke Great Ruler!” seru Xili mengejutkan semua orang.
“Sambungkan langsung ke semua Pusat Kendali Distrik!” perintah Matteo cepat karena sang Presiden kembali ke pusat komando untuk memastikan pemasangan senjata dikerjakan tepat waktu.
Menara Distrik 9 Gedung Green Eco-03 .
“Sir! Pasukan mutan dalam jumlah besar bergerak menuju Distrik 10!” ucap seorang operator dari tempatnya duduk.
Mata Roman melebar seketika. Ia melihat dari tampilan layar besar di mana pusat kendali tersebut belum pulih sepenuhnya karena terjadi kerusakan di beberapa tempat.
“Siapkan protokol X-Zero-X! Now!” perintah Roman lantang.
“Yes, Sir!”
Seketika, suara alarm berbunyi nyaring di seluruh Distrik. Protokol tersebut berupa penutupan gedung-gedung utama dengan sebuah pelindung agar tak hancur saat serangan terjadi.
Pengamanan orang-orang dengan status level golongan tertinggi diberlakukan. Mereka dipisahkan dari golongan lain dalam ruangan evakuasi tersebut.
“Kenapa mereka dibawa pergi?” tanya salah seorang penduduk yang menyadari jika orang-orang golongan Z atau elite dikawal oleh para User robot level E.
“Mohon perhatiannya. Orang-orang dalam golongan Z, akan ikut dalam rapat besar untuk mempertahankan Great Ruler. Perlu kalian ketahui, orang-orang itu adalah para cendikiawan. Mereka berperan penting agar negara ini bisa tetap makmur, damai, dan berkembang. Keadaan saat ini, kami kekurangan orang, dan bantuan para Z sangat dibutuhkan,” ucap Wakil Presiden Lala menjelaskan yang wajahnya muncul di semua layar televisi bunker evakuasi.
Para penduduk dari golongan M dan S akhirnya bisa memahami kondisi mereka yang kritis. Orang-orang golongan Z dibekali sebuah tablet.
__ADS_1
Mereka ikut ditugaskan untuk mempertahankan sektor-sektor krusial Great Ruler dari tempat evakuasi yang berada di bawah perpustakaan.
Bunker yang kini melindungi para warga Great Ruler tak seperti ketika tragedi Sandra beberapa tahun silam. Lala yang teringat akan kejadian naas itu, mengubah tampilan bunker agar tak terlihat lebih manusiawi dan nyaman untuk para warga yang bernaung di dalamnya.
Kini, bunker telah terfasilitasi dengan penerangan yang cukup, televisi layar lebar yang menempel di dinding, kamar mandi, wastafel, dan juga tempat istirahat sementara seperti di sebuah ruang tunggu meski tak banyak perabotan tersedia karena memang diperuntukkan sebagai ruang berkumpul sementara sampai bencana reda.
Satu buah ruangan bunker diperuntukkan untuk 100 orang. Ruangan-ruangan itu saling terhubung dengan bunker ruangan lainnya dalam satu Distrik dan dilindungi robot level E di sepanjang koridor.
Para penduduk yang masih berlindung di bunker evakuasi melebarkan mata. Mereka melihat ke televisi saat para User di seluruh Distrik terlihat bersiap seperti akan melakukan perlawanan terhadap musuh.
Jantung semua orang berdebar karena mereka belum melihat seperti apa wujud dari para penyerang itu.
“Oakkk!”
“Burung mutan! Pastikan barikade tak tertembus!” perintah Roman lantang yang suaranya terdengar di seluruh Distrik karena makhluk itu terbang mengitari langit Great Ruler yang berbentuk seperti sebuah cangkang kura-kura berlapis baja untuk menahan segala jenis serangan agar tak merusak kota di dalamnya.
“Mereka mulai menyemprotkan zat asam! Barikade langit akan tertembus!” seru operator di Pusat Kendali Distrik 4 dari tampilan kamera pengawas.
Praktis, semua orang di pusat kendali seluruh Distrik panik.
“Mereka melakukan serangan ke semua Distrik. Mereka akan menerobos ke dalam kota!” sahut operator dari Pusat Kendali Distrik 6.
Tony bersama seluruh User yang ditunjuk, bersiap untuk melakukan serangan balasan jika burung-burung mutan itu berhasil masuk.
Mereka melakukan sebuah formasi di jalan raya dengan mengarahkan senapan laser ke langit Great Ruler yang terlihat mulai berlubang sedikit demi sedikit.
“Oakk!!”
“FIRE!”
Seketika, tembakan laser mulai memberondong para burung mutan yang berhasil memasuki Distrik 7. Mutan terbang tersebut terkena serangan fatal dan membuat mereka berjatuhan.
Lubang yang dibuat oleh para mutan terbang, membuat para mutan lainnya yang berhasil memanjat dinding Great Ruler mulai mencoba memasuki negara besar tersebut.
“Mengerikan,” ucap Sekretaris Negara—Sora—sampai menutup mulutnya dengan kedua tangan saat melihat dari pantauan satelit jika barikade luar yang membentuk seperti tempurung besar itu dikerumuni oleh para mutan yang berjumlah hingga ratusan.
“Qimi! Bersiap!” perintah Roman lantang, dan wanita berambut cokelat kucir kuda tersebut terlihat mantap saat kedua tangannya memegang dua tuas. “Now!”
KLEK!
CRETTT!!
“Harrghhh!!”
__ADS_1
“Oaakkkk!”
“Piiikkkk!”
Para mutan merintih saat sengatan listrik bertegangan tinggi menyetrum para makhluk buatan tersebut yang menginjakkan kaki dan tangan mereka di barikade terluar Great Ruler.
Beberapa mutan hangus terbakar dan sebagian mengering karena sengatan tersebut. Para mutan berjatuhan di gerbang terluar, meski beberapa dari mereka berhasil selamat dari serangan dahsyat itu.
“Yeaahhh!” sorakan kegembiraan terdengar di seluruh Distrik.
Roman terlihat lega karena berhasil melumpuhkan para mutan tersebut. Namun tiba-tiba ….
DEMM!
“Oh!” pekik orang-orang di seluruh Distrik yang berada di bunker evakuasi karena ruangan itu mendadak gelap gulita.
“Aktifkan generator!” perintah Roman, dan Qimi dengan segera menarik tuas tersebut.
Hanya saja, tak terjadi apa pun setelah tuas tersebut di tarik. Qimi menatap Roman saksama.
Dengan sigap, Roves memerintahkan kepada para wanita tangguh kawan Sandra saat bekerja di Pertambangan Batu Bara untuk segera ke lokasi tempat generator berada.
Beruntung, pusat kendali yang berada di seluruh Distrik masih beroperasi karena memiliki generator cadangan mandiri.
Hanya bunker evakuasi, gedung-gedung sentra bisnis, pemukiman, dan fasilitas umum yang mengalami pemadaman.
Roman masih bernapas lega karena khawatir jika pusat kendali sampai padam, para User yang terkena hypersleep akan terjebak selamanya.
Saat para wanita tangguh itu tiba di lokasi generator Distrik 6, langkah mereka terhenti. Para User level E yang melindungi generator tewas karena serangan brutal para mutan.
“FIRE!” seru Zua—wanita berkulit hitam dan rambut kepang panjang—lantang saat mendapati mutan serigala merusak generator dan membuat beberapa kabel putus.
Qiyo, Gora, Nega, Woly, dan Zua, segera menembakkan senapan laser ke arah dua serigala mutan. Roves yang melihat dua mutan berhasil menyusup, segera memberikan info kepada Pusat Komando di Distrik 9.
Hanya saja, para User lain masih sibuk memberantas para mutan yang berhasil lolos dari sengatan listrik mematikan dan kini bersembunyi di balik bangunan dalam Distrik.
“Berpencar, dan tetap waspada,” titah Tony memerintahkan para pasukan robot level E yang kini terbagi menjadi beberapa kelompok untuk memburu para mutan yang berhasil kabur.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
uhuy tengkiyuw tipsnya💋 lele padamu❤️ ini gak ada yg mau sodakoh tips koin kah? bosen aku liat nama Aju nangkring mulu.