SIMULATION

SIMULATION
BENYAMIN VS XIVOVO*


__ADS_3

Namun, New-US masih bersikukuh untuk bisa menduduki Great Ruler. Armada bantuan terus berdatangan seolah tak ada habisnya. Meski demikian, negara-negara lain juga ikut melakukan hal yang sama.


"Kita pertahanan Distrik 9 apa pun yang terjadi. Bersiap!" seru Benyamin lantang.


"Yeah!" jawab pasukan manusia mutan dari kubu Bintang di bawah komando Benyamin.


Curva dan bangsa Titan ikut bergabung. Mereka mencoba menjatuhkan semua drone yang berhasil menerobos pertahanan pasukan robot Great Ruler yang berjaga di luar dan dalam dinding.


"Sial! Jumlah mereka banyak sekali!" pekik Curva geram karena drone-drone terbang dan bersenjata itu terus muncul seraya menembaki kaumnya yang berada di permukaan.


Saat Curva terdesak dan terpaksa berlindung di bangunan yang berada di sekitarnya, tiba-tiba saja, DODODODOOR!! BLUARR!


"Lihat!" seru Verosa menunjuk ke atas saat terlihat sebuah drone berwarna merah terbang melintas seraya menembakkan peluru-peluru pembunuhnya ke drone lawan.



"Pasti milik Mega-US! Mereka berhasil melumpuhkan kapal selam New-US! Yeah!" seru Atlanta bersorak gembira dengan dugaannya.


"Yeah! Hancurkan mereka semua! Itulah akibatnya jika kalian mengingkari perdamaian yang coba diwujudkan!" seru Benyamin lantang ke arah drone bersenjata milik New-US.


Namun siapa sangka, ucapan Benyamin terdengar oleh Pusat Kendali drone milik New-US.


Presiden Xivovo geram karena akhirnya ia tahu maksud dan tujuan dari berkumpulnya negara-negara lain yang memihak Great Ruler.


"Perdamaian dunia? Hah, jangan bercanda denganku! Tak ada namanya perdamaian! Hanya ada satu kekuasaan dan pemimpin tunggal di Bumi. Orang itu, adalah aku, Xivovo Morago!" seru Presiden New-US lantang mengklaim kekuatannya.


Xivovo dengan sigap merebut alat kendali drone dari tangan salah satu petugas. Pria tersebut hampir jatuh saat didorong oleh sang Presiden yang berambisi untuk menyelesaikan perang dengan tangannya sendiri.


Mata semua operator langsung terfokus pada pemimpin tertinggi mereka yang kini menggerakkan stik.


Drone bersenjata dari New-US kini mengincar Benyamin karena dianggap sebagai otak dari persekutuan ini.



Drone bernomor seri 69 dengan sigap menggelontorkan seluruh pelurunya. Benyamin terkejut karena ia dikejar oleh benda terbang tersebut. Benyamin berlari menghindar dari amukan peluru yang ingin melubangi tubuhnya.


DODODODOOR!


"Sial!" seru Benyamin gusar seraya terus berlari menuju ke mobil yang ia kendarai tadi.


Dengan sigap, Benyamin mengambil pistol laser milik pasukan robot Great Ruler yang dipinjamkan oleh warga Pipemo saat mereka bertemu dengan pasukan Bintang di gerbang Kermogal.


Benyamin juga mendapatkan banyak persenjataan lain termasuk pedang laser yang ia sarungkan di pinggul kirinya.


SHUW! SHUW!


"Yeah! Kaupikir aku takut, ha?! Akan kuhancurkan kau!" seru Benyamin lantang menantang drone tersebut.

__ADS_1


Mata Xivovo melebar. Semua petugas yang berada di sekitar Presiden New-US tersebut memilih diam.


Benyamin terus menembak dengan pistol laser dalam genggaman tangan kanan dan tangan kiri memegang bangkai WolfBot yang ia jadikan tameng.


Benyamin maju dengan berani tak terlihat takut seraya terus menembak. Para pasukan manusia mutan terkejut karena melihat Benyamin seperti berhadapan satu lawan satu dengan drone tersebut.


"Arghhh!" seru Benyamin lantang saat ia melemparkan bangkai WolfBot ke arah drone tersebut.


Drone yang dikendalikan Xivovo menghindar dan berhasil, tapi ia tak melihat pergerakan selanjutnya saat Benyamin dengan sigap menarik pedang laser yang ia sarungkan di salah satu pinggulnya.


SRING! KRAS! BLUARR!!


"Bagus, Tuan!" seru salah satu manusia mutan saat Benyamin dengan tangkas menyabetkan pedang lasernya dan membelah drone tersebut saat ia terbang ke samping menghindari bangkai WolfBot.


Drone tersebut meledak dan membuat Xivovo geram. Dengan sigap, Xivovo membuat seluruh drone di tempat pertempuran itu menjadi satu bidikan ke arah Benyamin.


Para operator bingung saat mereka tak lagi memiliki wewenang atas drone yang mereka kendalikan. Xivovo mengambil seluruh kendali drone.


Benda terbang bersenjata itu kini membidik Benyamin. Praktis, mata mantan pemimpin negara Bintang itu melebar seketika.


"Mati kau, Benyamin," ucap Xivovo keji dengan kendali penuh atas semua drone berjumlah 25 unit itu.


"Benyamin!" seru Curva lantang saat melihat seluruh moncong senjata dari drone milik New-US terarah ke tubuh pria tua itu.


"Heahhhh!" teriak Benyamin lantang tak gentar meski tubuhnya telah dibidik.


"BENYAMIN!" teriak semua orang saat melihat Benyamin diberondong oleh ratusan peluru yang melubangi tubuhnya dari kepala hingga ke kaki.


Curva berteriak lantang dengan air mata langsung jatuh begitu saja saat melihat Benyamin ditembak dengan keji bahkan satu pun tembakannya tak sempat terlontar dari senapan dan pedang laser dalam genggaman.


BRUKK!


"BENYAMIN!" panggil Curva dengan wajah sudah tergenang air mata saat melihat Benyamin ambruk dengan darah sudah membanjiri seluruh tubuhnya.


"Hargghhh!" erang para pasukan manusia mutan murka karena pemimpin mereka tewas mengenaskan.


"Hahahaha! Rasakan! Itulah akibatnya jika menantang Xivovo! Mati kalian semua!" seru Xivovo dengan tawa kemenangan setelah berhasil membunuh salah satu pemimpin penyeru kedamaian tersebut.


Xivovo terus menggelontorkan seluruh amunisinya untuk membunuh orang-orang dari pihak musuh yang menentang kekuasaannya.


Warga Bintang mengamuk. Mereka menangkap drone-drone itu dan menghancurkannya dengan tangan kosong.


Kekuatan sebenarnya dari manusia mutan ditunjukkan karena luapan amarah yang menyelimuti jiwa mereka.


Suara raungan kesedihan dan duka mendalam terdengar di Distrik 9 karena tewasnya mantan pemimpin negara Bintang bernama Benyamin.


Semua orang di Pusat Kendali Distrik dan Pusat Komando shock melihat kematian Benyamin yang tragis itu. Curva menangis histeris di samping mayat Benyamin yang telah berubah merah karena dibanjiri darah.

__ADS_1


Verosa dan Atlanta sampai duduk dengan tubuh gemetaran melihat kekejaman Xivovo saat mengeksekusi mati Benyamin hidup-hidup.


Mata Sandra sampai melotot saat diperlihatkan kejadian tewasnya Benyamin dari komunikasi pusat.


"Arghhh! Sungguh kejam!" teriak Sandra geram hingga kedua tangannya menggebrak sandaran kursi cacing robotnya.


"Kita harus membalasnya! Xivovo tak pantas untuk diampuni! Dasar pengecut!" seru Khan ikut murka melihat Benyamin tewas dengan tubuh berlubang karena peluru bersangkar di tubuhnya.


Namun perlahan, mata Xivovo menyipit. Drone-drone yang dikendalikannya mulai hancur satu per satu karena amukan para manusia mutan.


Sang Presiden terlihat bingung saat kendali drone-nya mulai tak stabil. Xivovo malah mengangkat kedua tangannya dari stik pengendali dan melihat benda itu bergerak dengan sendirinya dibiarkan dihancurkan.


"Sir! Berikan wewenang kembali pada kami!" pinta salah satu operator drone dari tempatnya duduk, tapi Xivovo malah terdiam terlihat bingung.


"Ya, kami masih bisa mengendalikannya!" sahut salah satu operator.


"Ya, ambilah," jawab Xivovo begitu saja dan beranjak dari kursi meninggalkan drone-nya yang kini dihancurkan oleh para manusia mutan.


"Sial! Kita terlambat!" pekik salah satu pengendali drone saat benda yang digunakannya sudah diremukkan oleh salah satu manusia mutan.


"Kau menyalahkanku?" tanya Xivovo langsung mendekati operator tersebut.


"Ti-tidak, Tuan," jawab operator itu tergagap karena Xivovo menatapnya tajam.


Seketika, suasana tegang di Pusat Kendali tempat para operator menerbangkan drone di seluruh penjuru Distrik Great Ruler.


"Berani meragukan kepemimpinanku, kukirim kalian ke pertempuran agar para manusia mutan itu memakan kalian," tegas Xivovo menunjuk orang-orangnya yang kini menatapnya lekat.


Semua orang terlihat pucat. Xivovo berjalan memunggungi orang-orangnya menuju ke pintu keluar.


"Aku ingin mendengar sorakan kemenangan dalam waktu 15 menit! Cepat selesaikan!" titahnya tegas seraya terus berjalan.


"Yes, Sir!" jawab para operator cepat.


"Gila! 15 menit? Apakah kita bisa? Jumlah drone kita berkurang drastis setelah insiden ini. Sepertinya, kematian Benyamin malah membuat semangat para pejuang Great Ruler bangkit," ucap salah satu operator mengemukakan pendapatnya.


"Beruntung kita di sini, tak di sana. Jika aku bertempur langsung melawan mereka, pasti aku sudah menjadi mayat," ucap operator lain saat melihat kebuasan manusia mutan dari negara Bintang yang mengamuk.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



Wahhh dapat tips koin😍 Makasih ya. Lele terharu❤️

__ADS_1


__ADS_2