SIMULATION

SIMULATION
LEVEL 1-LEVEL A ROBOT TRIAL*


__ADS_3

Keesokan harinya. Sandra terlihat sudah begitu siap untuk melakukan uji coba tes robot level A.


Ternyata, ruang simulasi telah penuh orang di mana para pejabat tinggi di Great Ruler berkumpul untuk menyaksikan secara langsung percobaan itu.


Sandra terlihat gugup saat melangkah masuk ke ruangan besar di mana hanya ada satu ruang simulasi, khusus untuk robotnya saja.


"Oh, ini dia User robot level A kita. Beri sambutan meriah untuk Otka Oskova!" seru Lala saat mendengar Eco mempersilakan Sandra masuk.


Semua orang langsung berdiri dan memberikan tepuk tangan untuk wanita cantik itu. Sandra merasa tersanjung dan terhormat dalam waktu bersamaan. Sayangnya, ia tak melihat Matteo dan Tony di ruangan itu entah apa yang terjadi pada dua lelaki tersebut.


"Kemarilah, Otka. Tak perlu gugup. Aku jamin, semua sistem sudah melewati serangkaian tes. Kau akan aman seperti kau mencoba simulasi robot level C kala itu," ucap Roman seraya merangkul pundak Sandra.


"Aku percaya padamu, Presiden Roman," jawab Sandra dengan senyum terkembang.


Sandra diminta untuk masuk ke sebuah ruangan khusus untuk mengganti pakaian seragamnya dengan baju khusus. Wanita itu mengikuti semua instruksi yang diberikan padanya.


Sandra mengenakan seragam khusus berwarna hitam-silver seperti wujud dari robotnya. Tangan-tangan robot memasangkan pin logam di seluruh tubuhnya ketika wanita berambut pirang pendek seperti potongan pria itu merentangkan kedua tangan.


Semua orang melihat dari tampilan layar besar 100 inch sebagai monitor utama di ruangan tersebut. Semua pergerakan Sandra terpantau jelas dari kamera pengawas di ruangan.


"Persiapan selesai," ucap sistem robot.


Pintu tabung terbuka dan Sandra melangkah keluar. Sebuah garis di lantai menyala terang dengan cahaya lampu berwarna biru seperti memberikan arahan ke mana Sandra harus melangkah.


Wanita itu berada di dalam ruangan kaca anti peluru, anti getaran dan anti laser sendirian tanpa petugas manusia mendampinginya.


Semua orang duduk di luar dinding kaca dengan RC masing-masing. Mereka melihat pergerakan Sandra saat memasuki lingkaran simulasi.


Mola mulai memproses setelah lima operator terpilih yakni Xili, Wego, Bablo, Imo dan Rhyz dipercaya untuk mengoperasikan serta mengawasi jalannya simulasi uji coba robot level A.


Seketika, ruangan yang tadinya bercahaya terang berubah gelap. Pin-pin di tubuhnya menyala biru.


Sandra tahu, inilah saat ketika ia sudah tersambung dengan robotnya. Sandra menarik napas dalam seraya memejamkan mata sejenak. Ia berdiri dengan posisi siap untuk bertempur.


"Melakukan sinkronisasi dengan robot level A di lapangan," ujar Rhyz yang ucapannya di dengar oleh Sandra dari earphone portabel di kedua telinganya, dan semua orang di ruangan.


Sandra terlihat tegang saat ia membuka mata. Akhirnya, Sandra bisa melihat ruangan tempat robotnya berada dari kacamata fiber. Ia menemukan di mana keberadaan sang Jenderal yang tak ditemukan di ruang kendali.


Apa yang dilihat Sandra dari kacamata robotnya, dilihat juga oleh semua orang di ruang kendali.


Tampilan layar 100 inch terbagi menjadi dua. Bagian atas tentang pergerakan robot di lapangan, sedang bagian bawah adalah pergerakan Sandra di ruang simulasi. Semua orang nampak tegang dengan mata terfokus pada dua tampilan itu.


Sandra melakukan beberapa gerakan pemanasan di dalam ruang simulasi di mana semua pergerakannya sama persis dengan robot level A yang dijaga oleh Matteo di ruangan tersebut.


Meskipun Sandra marah padanya, tapi ada perasaan lega karena pria itu tetap bertanggungjawab dengan pekerjaannya.


"Oke. Pergerakan robot sempurna dan tersinkronisasi dengan baik," ucap Matteo dari sambungan earphone di telinganya, di mana ia bertugas untuk mengawasi pergerakan robot level A tersebut.


"Cek komunikasi," pinta Xili.


"Aku mendengarmu dengan jelas, Xili," jawab Sandra.


"Bagaimana denganku?" tanya Matteo.


"Yes, Jenderal. Clear," jawabnya gugup.


Semua penonton terlihat lega karena robot dan User baik-baik saja. Xili menginformasikan jika seluruh fungsi tubuh Sandra berjalan dengan normal tak ditemukan kerusakan. Sinkronisasi berjalan dengan lancar.


Kembali, orang-orang bertepuk tangan karena uji coba tahap pertama berjalan dengan sempurna.


"Oke. Ini yang paling kita tunggu," ucap Matteo mengambil alih.


Sandra bisa melihat dengan jelas sang Jenderal yang berdiri di hadapan robotnya. Kawan-kawan kandidat User yang saat itu melakukan latihan dengannya juga berada di sana sedang duduk di bangku, berjejer dengan rapi. Sandra terlihat gugup karena ditatap banyak orang.


"Uji coba kali ini seperti sebuah simulasi video games level 10 di Distrik 2. Bagi yang sudah memasuki level terakhir, pasti sudah tahu seperti apa rasanya. Jika belum, akan aku jelaskan sedikit," ucap Matteo. Semua orang mendengarkan dengan serius, termasuk Sandra.


"Akan ada 10 jenis ujian dalam uji coba ini. Disesuaikan dengan jumlah Distrik, robot Otka tetap berada di Great Ruler. Ia akan menjalankan misi dari level 1 sampai dengan level terakhir yakni 10 dalam pengawasan ketat. Lokasi meliputi 10 Distrik yang telah kita pilih sebagai area misi. Apakah sampai sini, kau paham, Otka Oskova?" tanya Matteo.

__ADS_1


"Yes, Jenderal," jawabnya mantap, Matteo mengangguk pelan.


"Jika kau sudah siap, katakan saja," ujar Matteo.


"I am ready."


Semua orang tersenyum. Roman terlihat bangga karena Sandra seperti tak takut dengan rintangan yang telah ia persiapkan.


Roman melirik Xili dan pria tersebut dengan sigap menekan tombol 'START' di papan kendali. Semua orang menarik napas dalam.


PIP!


"Selamat datang, Otka Oskova. Aku MOLA. Simulator yang akan menjadi pemandumu selama kau menjalankan misi," ucapnya memperkenalkan dengan suara tanpa sosok di hadapannya.


"Aku siap, Mola," jawabnya tenang.


"Misi pertama. Kau akan pergi ke Distrik 1. Kau akan mendapatkan petunjuk ketika sudah berada di tempat tersebut," ucap Mola. Sandra mengangguk paham.


NGEKKK!!


Cahaya terang bersinar menyilaukan mata saat pintu yang menyimpan robot level A terbuka. Sandra melangkah perlahan di atas papan seperti treadmill yang membuat tubuhnya tetap berada dalam lingkaran simulasi.


Robot level A berjalan keluar dari ruang penyimpanan. Semua orang terlihat tegang ketika kepala robot level A tersebut menoleh ke kanan dan ke kiri seperti mencoba untuk beradaptasi dengan sekitarnya.


Sandra memposisikan tubuhnya seperti orang siap untuk berlari. Dengan sigap, "Ha!" serunya lantang saat ia mulai melaju dengan pesat dan terlihat fokus dengan tujuannya.


"Wohooo!!" seru para kandidat kagum saat melihat robot level A tersebut berlari dengan sangat cepat. Kemampuan larinya tiga kali dari yang Sandra lakukan di ruang simulasi.


Roman melihat pergerakan robotnya yang berlari bagaikan mobil balap tersebut saat keluar dari Distrik 9 dengan sangat cepat bahkan hampir menyamai kecepatan kereta antar Distrik.


Roman dipuji oleh beberapa orang karena kemampuan robot barunya. Matteo tersenyum di depan pintu tempat ia menyimpan robot level A tersebut.


Para kandidat User ikut menyalami Matteo karena banyak pembaruan yang ia terapkan di robot tersebut.


"Anda memang sangat keren, Jenderal," ucap Ben memuji.


Para kandidat pria tersebut memberikan salam hormat dan kemudian pergi meninggalkan ruangan. Matteo kembali ke pusat kendali simulator ditemani oleh Spectra yang sudah ia modifikasi.


Di sisi lain.


Sandra terlihat kagum dengan kemampuan robotnya. Ia diarahkan untuk menggunakan terowongan khusus di mana tempat tersebut hanya digunakan oleh kendaraan para pejabat dan penduduk golongan Z atau elit.


Robot Sandra mendapatkan banyak perhatian dari para pengguna jalan yang terpesona dengan kehebatan kecepatan dalam berlari.


"Kau akan tiba di Distrik 1 dalam waktu 30 menit jika mempertahankan kecepatan berlari," ucap Mola. Sandra mengangguk paham.


Sandra tetap konsisten dengan laju larinya di mana sebelumnya ia sudah digembleng habis-habisan oleh para mentor untuk melatih fisik.


Para pejabat yang duduk di RC, tetap bekerja sembari menunggu kelanjutan dari misi Sandra yang masih berlari dengan robotnya.


Ruangan di pusat kendali ikut sibuk di mana para operator mengawasi dengan serius pergerakan Sandra dan robot.


Petugas medis juga telah siap di luar dinding kaca jikalau terjadi hal buruk pada User karena cedera saat menjalankan misi.


Tak lama, Matteo muncul dengan Spectra. Sang Jenderal di sambut oleh Lala dengan sebuah pelukan, begitupula Roman.


"Kau sudah membantu banyak, Matteo. Sebaiknya kau beristirahat," ucap Roman.


"Ah. Energiku meluap-luap, Paman. Jangan meremehkanku," jawabnya berlagak.


Lala dan semua orang yang mendengar hanya tersenyum tipis. Matteo mendekati kelima operator yang bertugas sembari melihat pergerakan Sandra dan juga robotnya.


"Apakah kamera pengawas di sekitar Distrik yang menjadi pusat misi Otka sudah diaktifkan?" tanya Matteo.


"Ya, sudah, Jenderal. Anda ingin ... aku menampilkannya juga?" tanya Wego penasaran.


"Yes, please," jawab Matteo sopan berdiri di belakang Wego duduk.

__ADS_1


Wego segera menunjukkan beberapa tampilan khususnya di Distrik 1 di mana robot Sandra nanti akan melakukan misi di sana.


Beberapa orang meski sibuk bekerja, menyempatkan melirik untuk sekedar melihat pergerakan robot bertubuh ramping tersebut.


Hingga akhirnya, Mola memberikan arahan titik misi. Semua orang nampak serius dan mulai menghentikan pekerjaannya di RC masing-masing.


"Hah, hah," engah Sandra karena ia berlari hampir 1 jam dan tak berhenti.


"Pergilah ke titik yang telah ditandai. Kau akan mendapatkan misi di sana. Semoga berhasil," ucap Mola dan Sandra mengangguk paham.


Kali ini, Sandra berjalan perlahan. Ternyata, tempat itu adalah sebuah gedung yang masih dalam tahap renovasi, tapi terlihat kosong.


Sandra melihat dari tampilan kacamata fiber, jika titik misi berada di lantai 3 dari gedung berlantai 5 tersebut. Robot Sandra memasuki gedung terlihat waspada.


"Otka. Ada banyak fitur dari robot itu. Salah satunya, kepala robot bisa berputar hingga 180 derajat. Cobalah, tapi minta tolong pada Mola. Kau jangan melakukannya dalam simulasi atau lehermu patah," ucap Matteo.


Sandra langsung menghentikan langkah seketika saat tubuh robotnya telah masuk ke lantai dasar gedung tersebut.


"Oh, benarkah? Oke, aku coba," jawabnya terlihat penasaran. "Mola, lakukan putaran kepala ke kanan 180 derajat," pintanya sedikit ragu dengan instruksi itu.


"Perintah diterima."


Seketika, kepala robot tersebut bergerak seraya melakukan pindaian di sekitarnya sembari berputar ke arah kanan hingga 180 derajat dengan perlahan.


Orang-orang terkejut karena merasa jika tulang leher mereka seperti akan remuk jika mengikuti gerakan itu.


"Wow! Aku ... bahkan tak perlu menoleh," ucap Sandra masih berdiri tegak dengan pandangan fokus ke depan. "Mola, lakukan putaran kepala 180 derajat ke kiri," sambungnya.


Kepala robot kembali ke posisi semula. Lalu, kepala robot melakukan putaran ke kiri 180 derajat untuk melihat tampilan di sisi kirinya di mana ia juga bisa melihat sampai ke belakang.


"Ohoho, ini keren sekali. Namun, jika boleh kuberi saran, maaf jika menyinggung. Kenapa tak diberikan tambahan kamera saja di bagian belakang kepala robotku? Bisa juga kamera tambahan di sisi kiri dan kanan. Rasanya ... sedikti menyeramkan melihat kepala berputar hingga ke belakang meski hanya sebuah robot," ucap Sandra yang membuat kening Matteo berkerut.


"Dia mengeritikku?" tanya Matteo terlihat kesal.


"Ia mengeritik, tapi juga memberikan solusi. Hem, aku rasa, idenya bagus juga. Aku akan memperbaharuinya saat robot itu kembali dari misi," sahut Roman yang ternyata sependapat dengan ide Sandra.


Matteo terlihat tidak senang, dan wajahnya berubah masam seketika. Semua orang menahan senyum karena sang Jenderal merasa seperti digurui.


"Tak usah kesal. Untuk itulah kita melakukan uji coba agar tahu kinerja robot saat dioperasikan. Jika tidak begini, kita tak pernah tahu fungsi keseluruhan dari robot tersebut," sambung Lala menasehati keponakannya, tapi Matteo masih menunjukkan wajah masam.


Robot Sandra kembali melangkah sembari melakukan pemindaian. Ia yakin jika ada misi di tempat tersebut, tapi ia belum mendapatkannya. Hingga akhirnya, ia tiba di lantai 3 dari titik yang ditandai.



TET! TET! TET!


"Serangan! Serangan! Bahaya terdeteksi! Musuh memiliki senjata yang bisa merusak robot," ucap Mola yang membuat semua orang tegang seketika.


Sandra dengan sigap menghentikan langkah dan berdiri tegap.


"Aktifkan pedang laser!" serunya.


"Pedang laser diaktifkan."


"Wow! Ini ... berbeda," serunya kagum saat ia menyadari jika pedang laser itu muncul dari atas punggung tangan robot di bagian kanan dan kiri bercahaya ungu.


"Banyak senjata yang dimiliki robot itu, Okta. Akan lebih seru jika kau cari tahu sendiri," sahut Matteo yang enggan memberikan petunjuk.


Sandra berdecak karena merasa jika Matteo seperti tak tulus membimbingnya. Lala dan semua orang menghela napas karena secara tak langsung, Matteo balas dendam karena sudah diejek perihal kepala robot yang berputar.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


__ADS_1


Puanjang nih epsnya biar puas😍 Uhuy tengkiyuw tipsnya💋 Lele padamu❤️


__ADS_2