
Pagi itu, Sandra telah bersiap dengan seragam latihannya. Ia masih menebak ujian hari ini untuknya, antara Judo atau Taekwondo. Banyak dugaan berlalu-lalang dipikirannya.
Otaknya dipaksa terus berpikir tentang teknik yang harus ia gunakan untuk mengalahkan Akira yang memiliki banyak keahlian selain ilmu pedang.
PIP!
"Selamat datang, Otka Oskova," sapa Eco yang membuat Sandra kembali fokus saat mendapati semua orang berkumpul di ruang pelatihan ilmu bela diri.
Sandra membungkuk memberikan hormat, dan orang-orang di ruangan itu tersenyum dengan anggukan. Ia melihat Akira sudah berdiri di lingkaran tempat Ego kemarin berada dengan seragamnya untuk bertanding. Sandra menelan ludah, ia terlihat pucat.
Sandra segera masuk ke ruangan khusus untuk mengganti pakaiannya. Ia berasumsi jika tes hari ini adalah Taekwondo, dan ternyata dugaannya benar.
Sandra keluar dengan pakaian taekwondo zaman dulu. Lala kembali mengungkapkan jika ia harus mengenakan pakaian berwarna putih itu sebagai bentuk penghormatan kepada warisan leluhur dan Sandra mengangguk paham. Ia menyadari, jika para tentara Great Ruler menjunjung tinggi nilai sejarah.
"Halo, Otka Oskova," sapa Komandan Akira saat Sandra melangkah memasuki arena dan berdiri di lingkaran biasanya dirinya berada.
"Halo, Komandan. Anda tampak sehat. Anda sungguh tangguh karena pulih dengan cepat," ucap Sandra memuji dan Akira tersenyum tipis.
Keduanya mengenakan pakaian dengan warna berbeda dan sebuah sabuk kain yang melilit di pinggang masing-masing.
Pakaian itu telah berlapis pelindung dada sampai ke punggung tanpa tali di bagian dalamnya. Keduanya memakai helm pelindung. Sandra memakai warna putih dan Akira hitam. Mereka juga memakai pelindung tangan dan kaki serta gigi untuk menghindari cidera parah.
Sandra terlihat gugup karena Akira terlihat santai, tapi sebenarnya tidak demikian. Meskipun Akira ramah, tapi saat bertarung ia memiliki sisi lain yang lebih ke arah 'kejam'.
"Kau cukup mengenalku dengan baik, Otka. Jangan samakan aku dengan Tony dan Ego," ucapnya berdiri tegap dari tempatnya berdiri.
Suasana terasa tegang seketika.
"Aku mengerti, Komandan," jawabnya kaku.
Akira mengangguk. Pria bertubuh atletis itu menoleh ke arah operator dan Eco mulai menyuarakan instruksi pertandingan hari itu.
"Pertandingan berlangsung selama 15 menit. Level yang dicapai untuk tes Taekwondo adalah 10 mencakup penilaian tentang teknik kuda-kuda, teknik pukulan, sabetan, tusukan, tendangan, dan tangkisan. Jika User berhasil memenuhi syarat dari penilaian dasar, maka dinyatakan lolos," ucap Eco menjelaskan.
"Oke, aku siap," jawab Sandra mantap, menatap Akira yang berdiri gagah di depannya balas menatapnya tajam.
"Aku menganggap kau orang lain di hadapanku, Otka Oskova, dan kau laki-laki. Jadi, bersiaplah," ucap Akira tegas, yang membuat semua orang pucat seketika.
"Semoga Otka tak terbagi menjadi beberapa potongan," ucap Ego yang ikut menonton pertandingan hari itu.
Semua orang menarik nafas dalam, padahal bukan mereka yang bertanding, tapi debaran jantung membuat mereka ikut gugup.
Wasit ditiadakan dalam ujian kali ini. Hal ini dimaksudkan agar dua petarung sadar diri ketika waktunya bagi mereka untuk kembali ke posisi sebelum akhirnya menyerang lagi.
"Ujian ilmu bela diri Taekwondo dimulai dalam hitungan mundur. 5 ... 4 ... 3 ... 2 ...1, start!" seru Eco yang membuat Sandra dan Akira langsung memasang kuda-kuda di tempat mereka berdiri.
Keduanya mulai saling mendekat dan terlihat bersiap untuk menerima serangan dari lawan. Akira dan Sandra melakukan lompatan kecil seperti mencari celah untuk menyerang. Benar saja, DUAKK! DUKK! BRUKK!
"Oh!" seru para penonton karena Sandra terkena tendangan telak di pinggang kanan lalu kepala sampingnya. Sandra roboh seketika. Akira memasang wajah datar saat ia berpaling dan berjalan kembali ke lingkarannya.
Sandra sampai linglung karena tak menyangka jika tenaga pria Asia tersebut sangat kuat.
__ADS_1
"Get up!" seru Akira sudah berdiri tegak di tempatnya berada. Semua penonton mulai cemas karena Akira sungguh tak menunjukkan belas kasihnya. "Kau membuang waktu. Kau akan mengulang pelatihan selama sebulan lagi jika gagal melawanku," tegasnya.
Sandra segera bangun dan berjalan menuju ke lingkarannya. Ia membuka dan menutup matanya berusaha untuk kembali sadar.
"Menyerah?" tanya Akira dengan wajah datar.
"Tidak hari ini. Aku siap," jawab Sandra dengan kuda-kuda dari tekukkan di kedua kakinya. Akira menyambut tantangan itu dengan senyuman.
Keduanya mulai saling mendekat. Kali ini, Sandra memulai gertakan dengan memberikan lompatan kejutan, tapi sayangnya tak berdampak apapun kepada sang Komandan.
Sandra menambahnya dengan meluncurkan tendangan ke atas pinggang ke pria Asia di depannya, tapi Akira mampu menghindar dan malah membuat Sandra kembali menjadi sasaran serangannya.
DUAK! BUK! BUK! BRUKK!
"Oh!" seru para penonton dengan wajah berkerut dan rahang mengeras karena Sandra terkena pukulan lagi hingga ia roboh.
Akira menendang dadanya dengan kaki kiri. Saat Sandra akan menampik kaki sang Komandan agar turun ke bawah, dengan cepat, Akira malah melayangkan tendangannya ke atas dan mengenai kepala samping Sandra. Wanita itu terkejut dan malah mendapatkan tendangan di punggungnya hingga ia jatuh tersungkur di arena.
"Membosankan," gerutu Akira yang membuat Sandra geram dan mengepalkan kedua tangan.
"Arrghh! Aku belum menyerah!" serunya lantang.
Akira tersenyum miring dan kembali bersiap. Sandra bangun dengan nafas menderu. Akira menatapnya dengan wajah datar dan kembali bersiap. Sandra mulai melakukan lompatan kecil dan mendekat, sama seperti yang Akira lakukan.
Sandra kini lebih agresif. Ia melakukan beberapa tendangan ke dada, pinggul dan paha Akira, tapi semua gerakan itu bahkan tak mengenai seragam sang Komandan. Gerakan Akira sungguh gesit, ia mampu menghindar dengan cepat, lalu bersiap.
Hingga akhirnya, giliran Akira membalas. Ia meluncurkan tendangannya ke samping kanan kepala Sandra, beruntung, Sandra melihatnya.
Dengan sigap, ia menapik tendangan itu hingga kaki Akira kembali mendarat di lantai arena. Namun, hal itu malah membuat Akira semakin agresif karena tak berhasil mengenai lawannya.
BUK! BUK! BUK!
"Wow!" seru Ego sampai matanya melotot saat Akira meluncurkan tendangannya bahkan sampai memutar tubuhnya untuk menjatuhkan Sandra.
Kali ini, Sandra bertahan dari serangan brutal sang Komandan dengan ikut memberikan serangan saat Akira melakukan tendangan-tendangan itu.
Para penonton mulai riuh karena keduanya saling menendang di semua bagian tubuh yang bisa tersentuh.
Ternyata, keduanya tak ingin mengakhiri pertarungan itu dengan kembali ke lingkaran. Mereka menjauh dengan sendirinya usai melakukan serangan, lalu kembali mendekat untuk meninggalkan pukulan, dan terus seperti itu hingga salah satu dari mereka roboh.
"Come on, Otka! Jatuhkan Akira!" seru Ego lantang menyemangati jagoannya di kejauhan.
"Apakah kita boleh taruhan?" tanya Xili melirik Lala dengan gugup.
"Boleh," jawab Lala santai, dan hal itu membuat semua orang bersemangat.
Koin emas terkumpul untuk menjagokan kedua belah kubu sebagai salah satu alat jual beli legal di Great Ruler. Mereka kini tak lagi menggunakan uang lembaran seperti zaman dulu melainkan hasil dari tambang seperti batu mulia dan emas.
Banyak diantara mereka menjagokan Akira karena sampai detik ini, sang Komandan tak pernah dikalahkan oleh siapapun. Meski demikian, mereka sangat berharap Sandra bisa lolos level tersebut meskipun ia kalah bertanding.
Sayangnya, sudah 10 menit berlalu dan perolehan angka Akira terpaut jauh dengan Sandra. Akira sudah mengumpulkan 53 poin, sedang Sandra baru mengumpulkan 21 poin. Semua orang pesimis karena khawatir jika Sandra tak lolos ujian dan harus mengulang.
Namun, Sandra terlihat bersungguh-sungguh meski ia tahu jika kalah perolehan poin. Tubuhnya berkeringat hebat dan tak ada istirahat minum selama pertandingan.
__ADS_1
Akira melakukan banyak teknik dari tendangannya. Sandra mulai menyadari jika Akira selalu mengincar kepalanya dan wanita berambut pirang pendek itu berusaha mengelak dengan terus melakukan serangan balasan.
DUAKK!
"Oh!" seru para penonton di detik-detik terakhir saat tendangan Sandra saling beradu dengan Akira karena mereka satu pemikiran.
Sandra bahkan bisa melakukan pergantian tendangan dengan cepat usai menyerang punggung Akira yang dilanjutkan menyerang perutnya.
Namun, sang Komandan tak menunjukkan titik lemahnya.
TET!!
"Pertandingan selesai!" praktis, dua petarung itu langsung menghentikan aksi.
Sandra terlihat gugup ketika melihat papan digital di mana hasil dari pertandingan itu akan terpampang di sana.
Akira berdiri bertolak pinggang dengan nafas terengah, meski tetap tenang menatap Sandra seksama yang terlihat khawatir jika tak lolos.
"Akumulasi syarat lolos uji coba 10 level ilmu bela diri Taekwondo," ucap Eco yang membuat jantung semua orang berdebar. "Selamat, Otka Oskova. Kau memenuhi semua persyaratan, meski perolehan angka dimenangkan oleh Komandan Akira."
"Woah! Wohoo!" seru para penonton bersorak-sorai, tapi tidak dengan Sandra. Entah kenapa, wanita itu malah murung saat ia melepaskan helm-nya dan malah memeganginya erat.
"Jika bukan persyaratan teknik, kau pasti sudah kalah," ucap Akira menatap Sandra tajam.
"Aku tahu. Ayo ulangi," pintanya yang membuat semua orang terkejut.
"What?" tanya Akira bingung.
"Oke, aku lulus. Tapi, apa kau tak lihat angka perolehanku? Sangat memalukan! Bahkan tak ada setengahnya darimu. Aku harus memenangkan perolehan angka," tegas Sandra, dan Akira mengangguk dengan senyuman.
"Boleh, tapi besok setelah pertandingan terakhirmu," jawab Akira seraya melepaskan helm-nya.
"Ajari aku, Akira," pinta Sandra menatapnya lekat.
"Boleh. Tapi ... aku minta kado pernikahan istimewa sebagai imbalannya," jawabnya dengan senyum penuh maksud.
"Huuuu!" olok para penonton menyoraki sang Komandan. Sandra terkekeh dan mengangguk menyanggupi.
"Deal?" tanya Akira dengan kepalan tangan.
"Deal," jawab Sandra membalas tos kesepakatan itu.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
Uhuy masker utk bonus pembelian novel udh jadi cuy😍 limited ya~
Karena Abang Lee Byung Hun di cut dari tokoh Han di Vesper, lele pindahin ke Simulation ajah. Lele gak terima protes karena abang asal Korea ini lele akui bagus dalam aktingnya di film action. Yg gak cucok silakan halu yg lain, tapi karakter Akira bagi lele cocok utk si abang Byung Hun. Tengkiyuw tipsnya, besok lagi ya😆 Kwkwkw #ngulunjak
__ADS_1