SIMULATION

SIMULATION
DISTRICT MAYORS*


__ADS_3

Akhirnya, seminggu telah berlalu. Perekonomian di Great Ruler kembali di jalankan.


Meskipun Roman dan Lala masih menjabat sampai transisi dilakukan, hal itu dimanfaatkan oleh Matteo serta Sandra untuk mengenal Great Ruler dan Great Mazepita lebih jauh termasuk pembagian tugas untuk para walikota tiap Distrik yang akan diperbaharui.


Ruang Rapat Distrik 9. Gedung Eco Green, Great Ruler.


"Terima kasih atas kedatangan kalian semua. Menindaklanjuti pembaharuan kepemimpinan yang nantinya akan dijabat oleh Matteo dan Sandra, berikut pelimpahan tugas sebagai Walikota yang telah disusun olehku dan disepakati oleh calon Presiden serta Wakil Presiden kita," tegas Roman.


Semua pejabat mengangguk pelan.


"Begitu kalian menerima jabatan ini, hasil akhir akan disiarkan kepada seluruh penduduk Great Ruler dan Great Mazepita. Mereka akan melakukan pemilihan melalui ponsel dari link khusus yang telah dibuat. Keputusan final akan diumumkan akhir bulan ini," sambung Lala.


Para pejabat yang diundang dibuat gugup dan tegang dengan hasil itu nantinya.


"Baiklah. Kita langsung saja," ucap Sora menggerakkan telunjuknya ke atas meja kaca dengan beberapa tombol layar sentuh terlihat di sana. "Silakan, Wakil Presiden."


"Terima kasih, Sora," jawab Lala menatap layar dan duduk tegak. Semua orang fokus menyimak.


"Distrik 1. Kami masih mempercayakan tugas ini kepada Mayor Kyel. Selamat," ucap Lala. Kyel mengangguk berterima kasih dengan senyuman.


"Lalu selanjutnya, Distrik 2. Tuan Muda Ceros Cromoson. Seperti permintaan Anda," sambung Lala dan pemuda berambut silver itu mengangguk tanpa ekspresi di wajah.


"Kemudian, Distrik 3. Komandan Ego. Kau siap?" tanya Lala menunjuknya.


"Yes, Mam," jawabnya mantap.


"Distrik 4, Jaksa Helium." Pria itu juga mengangguk pelan terlihat tak keberatan dengan tugas yang akan diembannya nanti.


"Selanjutnya, Distrik 5. Kami percayakan kepada Laksamana Joe." Pria tua itu mengangguk siap.


"Lalu Distrik 6. Colonel Brego." Pria yang disebut 'Singa' itu tersenyum lebar sambil mengangguk-angguk seperti sudah tahu jika dirinya ditunjuk. Semua orang menahan senyum.


"Distrik 7, Captain Tony." Pria itu tersenyum lebar dengan anggukan saat Lala menatapnya disertai senyuman.


"Distrik 8. Komandan Akira," Calon suami Eliz mengangguk siap.


"Berikutnya, Distrik 9. Mantan Presiden kita nantinya, Roman Rodega," ucap Lala yang mengejutkan semua orang, tapi mereka tak terlihat keberatan bahkan bertepuk tangan pelan. Roman tersenyum.


"Dan terakhir, Distrik 10. Alolo Yofalen. Tolong, jaga Distrik 10 seperti permintaan mendiang ayahmu, Yovic Yofalen," pinta Lala serius, dan Alolo menepuk pundak kirinya dengan kepalan tangan pertanda siap. Semua orang mengangguk bangga.


Tak lama, terdengar suara tepuk tangan yang dimulai dari Matteo. Semua orang ikut bertepuk tangan atas kepercayaan para pejabat kepada mereka sebagai Walikota tiap Distrik meskipun hasil akhir ditentukan dari pemilihan warga Great Ruler nantinya.


"Untuk Great Mazepita. Tempat itu akan dipimpin oleh Morlan Corza. Para manusia evolusi setuju dengan hal tersebut. Termasuk para warga dari Distrik 10 yang memutuskan untuk pindah ke tempat itu. Meskipun Morlan kini berwujud setengah mutan, tapi mereka menganggap dirinya sangat layak sebagai pelindung karena sosoknya yang sekarang. Mereka tak takut dan merasa aman dengan dirinya di sana," ucap Lala yang kembali membuat semua orang bertepuk tangan di mana Morlan ikut duduk di samping saudara kembarnya—Roman.


"Lalu ... Anda sendiri bagaimana?" tanya Helium yang merasa Lala tak menjabat apapun.


"Oh, jangan khawatir. Aku akan menjadi Menteri Keuangan," jawabnya santai, tapi membuat para Walikota itu pucat seketika.


Lala, dikenal selektif dan cukup pelit untuk mengeluarkan anggaran. Semua orang terdiam karena sudah bisa membayangkan perdebatan alot disertai revisi berkas dan laporan yang membuat mereka lembur berhari-hari.

__ADS_1


Matteo dan Roman menahan senyum karena sudah paham dengan karakter Lala.


"Warga Pipemo akan tinggal di mana?" tanya salah seorang penduduk yang dulunya sebagai wakil dari Mokoka dan ikut dalam rapat itu.


"Semua satwa dan tumbuhan akan dipindahkan ke Distrik 9. Kalian akan tinggal di Distrik 10 karena tempat itu kini diperluas. Kalian akan memiliki akses khusus memasuki Distrik 9. Kalian tetap ditugaskan untuk merawat, mengembangbiakkan, dan menjaga peninggalan Mokoka," jawab Lala dengan senyuman. Pria itu mengangguk.


"Meski demikian, kota lama kalian tak akan ditinggalkan begitu saja. Kami akan mencoba membuat tempat itu tetap hidup dengan melakukan pembaharuan dan tetap terkoneksi dengan Great Ruler," sahut Sandra menjelaskan kepada seorang pria yang memakai topeng karena tubuh manusianya tak terlihat.


"Wow! Jarak itu cukup jauh dan rawan serangan," sahut Brego dan dibenarkan oleh Sandra, Matteo serta Roman.


"Kami sudah memikirkan ide agar perjalanan kami ke sana tak terdeteksi oleh pihak manapun," sahut Matteo dengan senyum penuh maksud.


"Caranya?" tanya Tony menyahut dengan kening berkerut.


Matteo menunjuk Sora dan wanita cantik berambut toska itu memperlihatkan sebuah gambar yang membuat mata semua orang melebar.



"Nah, itulah rencanaku. Berterima kasihlah pada Gobi. Dia memberikan inspirasi untukku," sambung Matteo dengan senyum terkembang terlihat bangga dengan idenya, tapi membuat semua orang pucat seketika.


"A-Anda akan membuat cacing robot seperti yang Gobi lakukan?" tanya Akira sampai tergagap.


"Yes, tentu saja. Itu adalah kendaraan hebat. Aku sudah menanyakan pada Sandra dan Vemo mengenai sistem kerja robot itu karena mereka pernah terperangkap di dalam sana. Aku juga telah menyusuri bangkai cacing robot itu bersama ayah dan pamanku beberapa hari yang lalu. Ternyata, tak begitu sulit membuatnya, bahkan aku bisa membuat lebih baik lagi," sahutnya mantap dengan kedua tangan melipat di depan dada.


Akira dan walikota lainnya menelan ludah.


"Aku akan membuatnya lebih cepat, Ayah. Jangan khawatir," sahutnya melirik sang ayah, dan semua orang kembali tegang.


Sandra menahan senyum karena suaminya begitu berambisi membuat cacing robot.


"Namun, apa itu tak menganggu pekerjaan Anda nantinya, Jenderal Matteo? Anda 'kan akan menjadi Presiden," tanya Joe mengingatkan.


Matteo terdiam seperti baru menyadari hal tersebut.


"Sebaiknya kau pikirkan cara efektif untuk segera memberikanku cucu, Matteo. Kau malah mementingkan cacing jelek ketimbang anak," sahut Morlan makin menyudutkan.


"Lihat saja jika dia sampai mengabaikan tugasnya sebagai suami dan kepala negara. Aku tak segan melemparkanmu keluar Great Ruler. Aku tahu tempat yang bagus untuk mengurungmu, Sayang," sambung Sandra dengan tatapan iblis ke arah calon suaminya.


Matteo terdiam seperti mematung. Orang-orang menahan senyum karena baru kali ini, Matteo tak bisa membela diri bahkan membantah.


Sora tertawa begitu saja melihat kawan semasa kuliahnya tak berkutik di rapat penting pejabat negara.


Akhirnya, hari itu. Xili dan keempat kawan operatornya di Pusat Komando Distrik 9 segera mengirimkan link ke seluruh ponsel warga Great Ruler dan Great Mazepita untuk melakukan pemilihan.


Pilihan menu hanya ada dua. Setuju atau tidak. Hasil vote akan diumumkan sebagai penentuan akhir yang dilanjutkan dengan pengesahan.


Tentu saja, para calon walikota itu dibuat gugup karena khawatir ditolak oleh warga yang akan mereka ayomi selama 5 tahun masa jabatan.


Sedang Sandra dan Matteo yang sudah pasti dengan jabatannya, terlihat sibuk bersama Lala untuk mempersiapkan pesta pernikahan.

__ADS_1


Sandra berkeingingan memanjangkan rambutnya lagi. Ia siap menjadi seorang isteri dan calon ibu untuk masa depannya.


Wanita berambut pirang itu mulai bisa merelakan kepergian Rey. Matteo pun selalu menemani Sandra tiap akhir pekan untuk mengunjungi makan mantan Captain R Great Ruler.


"Terima kasih sudah menunjukkanku jalan, Rey. Terima kasih sudah memberikanku kesempatan kedua untuk bahagia. Kita akan bertemu lagi suatu saat nanti. Semoga, kau bahagia di alam sana," ucap Sandra seraya meletakkan bunga-bunga cantik di atas gundukan makamnya.


"Jangan berkata demikian, kau membuatku sedih dan cemburu," ucap Matteo menunjukkan wajah masam di belakang Sandra.


Sandra terkekeh karena Matteo begitu jujur dengan perasaannya. Sandra kembali berdiri seraya menatap makam Rey dengan senyuman.


"Ayo. Ada persiapan pernikahan yang harus segera kita selesaikan," ucap Sandra seraya merangkul salah satu lengan calon suaminya.


Matteo tersenyum tipis dan berjalan berdampingan menuju ke mobil otomatis di mana Spectra dengan setia bagaikan bodyguard menunggu di luar mobil tersebut.


Pesta pernikahan Matteo dan Sandra mengundang seluruh warga Great Ruler. Hanya saja dibagi sesuai jumlah Distrik.


Sandra sampai kualahan karena Matteo bersikukuh untuk mengadakan pernikahan di semua Distrik, kecuali Distrik 6 karena memang tak ada pemukiman di wilayah itu.


Great Mazepita juga ikut meramaikan pesta pernikahan dua pasangan heroik itu nantinya.


"Bersabarlah, Sandra. Terkadang sikap Matteo memang seperti anak kecil. Ini hanya terjadi selama 10 hari dalam hidupmu," ucap Lala menasehati.


Sandra menghela napas terlihat pasrah karena menuruti permintaan kekasih hatinya.


"Jadi ... kau puas dengan rancanganku, Matteo?" tanya Sora terlihat gembira saat mengantarkan calon pengantin ke semua Distrik di Ballroom gedung yang dipilih.


"Ya, tentu saja. Kau memang sangat bisa kuandalkan untuk hal semacam ini. Terima kasih, Sora," ucap Matteo memuji sembari menganggukkan kepala.


Sedang Sandra dan Lala memilih menikmati jamuan yang disajikan robot pelayan sembari menunggu Matteo menyelesaikan urusan persiapan pernikahan dengan Sora di Ballroom.


"Apa kalian sudah selesai?" tanya Lala saat mendapati Matteo berjalan bersama Sora diikuti oleh Spectra di belakangnya.


"Ya. Semua sudah siap. Para warga antusias karena aku mengumumkan jika ada jamuan mewah meski Sandra tak ingin terlalu mencolok," ucap Sora terlihat sebal.


Sandra tersenyum dan tak tersinggung karena sudah hafal watak dari Sekretaris Negara Great Ruler tersebut.


"Baiklah, kalian sebaiknya segera beristirahat. Besok adalah pengumuman hasil dari pemilihan warga untuk para walikota kita," ucap Lala seraya berdiri diikuti oleh Sandra.


Empat orang itu meninggalkan Distrik 10 dan kembali ke rumah mereka masing-masing.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



Uhuy makasih tipsnya mbak Aju❤️ Yg komennya belom dibales sabar ya. Lele ngejar stokan naskah karena mulai hari ini sampai akhir Januari jadwal padat merayap sadis parah. Trims atas dukungannya. Lele padamu💋

__ADS_1


__ADS_2