SIMULATION

SIMULATION
SAUSAGE


__ADS_3

Ternyata, kedatangan Sandra dan Tony di kantin menarik perhatian para kandidat dan User yang menikmati makan siang di tempat tersebut. Beberapa orang bahkan memuji penampilan baru Tony yang terlihat lebih rapi dari biasanya.


"Yah, itu karena ... Otka yang memilihkan untukku," jawabnya bangga.


"Oh. Aku juga mau cukur rambut kalau begitu. Otka, temani aku ya," pinta salah satu User pria berambut hitam menatap Sandra seksama. Praktis, mata Tony melotot.


"Hei! Hei! Kau pikir dia semacam kawan baikmu yang bisa diajak pergi kapan pun kau mau? Tidak bisa, dia sibuk, dan dia harus fokus untuk latihan menjadi User level A di atasmu!" tegas Tony garang.


"Wah, aku tak sabar untuk melihat uji cobanya. Kabar itu mulai tersebar ke seluruh Great Ruler. Aku doakan semoga kau berhasil," ucap seorang User pria berambut pirang.


Sandra berterima kasih atas dukungan para User di kantin tersebut. Tony lalu mengajak Sandra untuk menikmati makan siang.


Kali ini, Sandra ikut bergabung dengan para User senior. Mereka memberikan banyak masukan pada Sandra tentang menjalani simulasi.


"Tak jauh beda saat kau mencoba simulasi robot level C. Bedanya, robot level B memiliki banyak persenjataan dan lebih berat. Namun kudengar, robot level A generasi baru seringan robot level C. Oleh karena itu, presiden Roman melakukan banyak modifikasi setelah ia menemukan relawannya," ucap salah seorang User pria berambut cokelat.


"Apakah kalian tahu, fiture apa saja yang tersedia di robot level A nantinya?" tanya Sandra penasaran menatap para pria di hadapannya. Namun, orang-orang itu menggeleng.


"Aku rasa, jenderal Matteo tahu karena dia ikut andil dalam penerapan sistem persenjataan di robot level A," sahut Ego seraya berjalan dengan gagah sudah tak menggunakan kursi roda elektrik lagi.


"Oh, benarkah?" tanya Sandra langsung menoleh ke arahnya. Ego mengangguk. "Mungkin sebaiknya aku temui jenderal Matteo."


"Mungkin sebaiknya kau selesaikan makan siangmu. Kau masih punya banyak waktu untuk menemuinya nanti. Kau pulihkan kondisi fisikmu. Selesaikan latihanmu lalu luluslah dalam ujian," timpal Tony cepat berwajah masam.


Semua orang menatap Tony seksama yang terlihat seperti tak menyukai sang jenderal. Sandra ikut diam. Suasana canggung seketika.


"Wow. Sepertinya ... ada sebuah halusinasi dalam pandanganku. Kau potong rambut atau kau kembaran dari Tony?" tanya Ego menunjuk kakak dari Eliz seraya membawa sebuah nampan berisi makan siangnya.


Senyum Tony tiba-tiba terkembang. Ia melirik Sandra yang menyuapi mulutnya dengan sesendok salad sayur. Ego tersenyum dengan anggukan. Ia tahu siapa yang dimaksud oleh kawannya itu.


"Oh lihat! Siapa yang datang?" celetuk seorang User berambut merah menunjuk seorang pria tampan dengan seragam User ditemani robot berwarna silver andalannya—Spectra.


Sandra terpaku termasuk semua orang. Entah angin apa yang membuat sang Jenderal bersedia makan di kantin sederhana para User level menengah ke bawah tersebut.


Namun, Matteo menunjukkan gaya unik saat melihat makanan yang disajikan. Kedatangannya malah membuat petugas kantin yang dibantu oleh robot pelayan gugup.


Matteo menggenggam kedua tangannya di belakang pinggang dan hanya menengok makanan-makanan itu. Ia mendengar penjelasan dari petugas dapur saat mendiskripsikan makanan yang disajikan.


"Sungguh? Makanan ini aman kukonsumsi? Jika sampai aku terkena diare atau penyakit mematikan lainnya, kau akan kujatuhi hukuman seumur hidup, atau kulemparkan ke Distrik 10," tegasnya menunjuk petugas koki.

__ADS_1


"Lihatlah gayanya. Selalu menunjuk. Dia pasti tersesat hingga sampai ke tempat ini," ucap Tony menyindir.


Sandra hanya bisa tersenyum karena ia sependapat dengan Tony. Ia cukup mengenal karakter seorang Matteo Corza. Jika sang Jenderal bisa sampai di kantin, pasti dia mengalami stress tingkat tinggi.


"Apa yang kaulakukan di tempat ini?" tanya dari suara yang Sandra kenali saat ia akan menyuapi mulutnya dengan sepotong sosis. Sandra menelan ludah. Ia menoleh dan mendapati sang Jenderal menatapnya tajam.


"Makan siang," jawabnya polos. Matteo menyipitkan mata.


"Kau makan makanan zaman prasejarah. Apa kau baik-baik saja?" tanya Matteo terlihat jujur dengan pertanyaannya. Semua orang menatap Sandra seksama. Sandra kikuk karenanya.


"Ya. Buktinya ... aku masih hidup sampai sekarang, Jenderal Matteo," jawab Sandra dengan senyuman.


Matteo mengangguk pelan. "Spectra!" panggilnya tiba-tiba dengan suara lantang yang mengejutkan semua orang.


"Yes, Tuan Matteo," jawab robot pintar itu seraya mendekati majikannya.


"Berikan aku makanan seperti Otka. Aku ingin mengujinya," tegasnya menunjuk makanan di piring Sandra.


"Baik," jawab robot silver tersebut mendekati robot pelayan dan melakukan pemesanan.


User yang duduk di depan Sandra secara otomatis menggeser dudukannya. Matteo dengan sigap duduk di sana dan mengamati makanan para User itu.


"Silakan, Tuan," ucap robot pelayan menyajikan makanan yang sama dengan milik Sandra.


Matteo mengendus makanan itu dan malah membuat semua orang terkejut karena sikap uniknya.


Matteo melihat Sandra menusuk sosis tersebut. Ia mengikuti caranya dan mengigit ujung makanan berbentuk tabung itu dengan ragu. Semua orang terlihat penasaran dengan reaksinya.


"Enak?" tanya Sandra menatap Matteo seksama.


"Aku pernah membaca tentang makanan ini. Namanya sosis. Terbuat dari campuran daging olahan yang dicincang dan mengandung lemak hewan yang dibumbui dengan rempah-rempahan berbagai macam. Cara memasaknya bisa dipanggang, digoreng atau dibakar," tegasnya seraya menunjukkan sosis dalam tusukan garpunya.


"Oh, jadi ... Anda tertarik dalam dunia pengolahan daging, Jenderal?" tanya Tony menaikkan salah satu alis.


"Aku harus tahu makanan yang akan masuk ke mulutku. Jika sampai makanan itu tak higienis, tak sehat, apalagi tak diketahui asal-usulnya, apakah kau mau bertanggungjawab dengan kesakitan atau kematianku, Captain Tony?" tanyanya balas menaikkan salah satu alis.


Sang Captain memalingkan wajah terlihat malas berdebat dengan sang Jenderal. Semua orang makin canggung dengan situasi aneh di hadapan mereka.


"Kau akan baik-baik saja, Jenderal. Jika kami selamat memakan makanan itu, kau juga demikian. Anda harus mencobanya, agar tahu seperti apa rasanya, bukan dari sekedar definisi dari sebuah buku saja," ucap Sandra dengan senyuman lalu mengantukkan sosis miliknya ke sosis dalam tusukan sang Jenderal seperti mengajak bersulang.

__ADS_1


Sandra memasukkan sosis panggang itu ke mulutnya dan mengunyahnya dengan senyuman sembari menatap mata sang Jenderal dalam. Matteo memandangi Sandra yang terlihat menikmati makanan itu.


HAP!


Semua orang terkejut karena Matteo memasukkan sebuah sosis itu ke mulutnya dalam satu suapan besar.


Kening Matteo berkerut seperti orang berpikir. Ia lalu meneguk air mineral dari botol yang disediakan hingga berkurang setengah.


"Tak buruk 'kan?" tanya Sandra penasaran.


"Hem, tapi aku tak berniat untuk memakannya lagi," jawabnya lalu menyendok salad sayur di piringnya dengan cepat.


Sebuah ekspresi unik tergambar di wajah sang Jenderal yang terlihat memikirkan semua makanan yang masuk ke mulutnya.


Kali ini, salad sayur tak mendapatkan komentar. Matteo hanya memakan salad, kentang tumbuk, sosis sebuah, dan telur arik serta sebotol air mineral.


"Aku sudah selesai. Sampai jumpa semua," ucapnya seraya mengelap mulutnya dengan sebuah serbet putih kecil yang disediakan lalu beranjak dari dudukkannya. Sang Jenderal pergi meninggalkan kantin ditemani Spectra


Robot pelayan segera membereskan meja yang tadinya ditempati oleh Matteo. Semua orang terdiam menyaksikan tontonan yang jarang sekali terlihat dari sosok Matteo Corza.


"Taruhan? Dia akan muntah-muntah setelah ini?" tanya Tony menatap para User di hadapannya.


Sandra menyenggol lengan Tony dengan kening berkerut. Semua orang memilih tak ikut dalam taruhan itu karena takut ketahuan sang Jenderal dan terkena hukuman.


Sandra kembali ke kamarnya usai menikmati makan siang. Tony dan semua orang kembali ke pos mereka masing-masing untuk melanjutkan pekerjaan.


Saat Sandra akan merebahkan diri, tiba-tiba sebuah panggilan datang dan disampaikan oleh Eco. Sandra langsung duduk di pinggir ranjang dengan mata melotot.


"What?!" pekiknya kaget.


"Anda diminta ke ruangan tuan Matteo Corza. Spectra mengabarkan jika Jenderal terkena diare dan Anda bertanggungjawab untuk kesembuhannya."


"Oh, shitt!" umpat Sandra langsung memejamkan matanya rapat.


***



iklan dulu. naskah utk cetaknya udah masuk ke penerbit cuma katanya karena lele juara 6 jadi baru jadi akhir november. cuma lele seneng aja karena editornya kasih nilai plus buat novel simulation ini. semoga kalian nanti juga punya komenan menarik yg akan lele publish di ig. tengkiyuw tipsnya💋 lele padamu😍

__ADS_1



__ADS_2