SIMULATION

SIMULATION
END OF WEDDING PARTY*


__ADS_3

"Selamat pagi, Sayang," sapa Matteo yang membuat Sandra langsung membuka mata.


Dengan sigap, wanita cantik berambut pirang itu membuka mata dan membalik tubuhnya. Ia terkejut saat mendapati Matteo telah bersiap dengan tuksedo warna putih dengan corak dedaunan berwarna hijau yang membuatnya tampak segar.


"Kau sudah sehat?" tanya Sandra heran karena Matteo tampak bugar.


Matteo tersenyum seraya mendekat dan memberikan kecupan manis di dahi sang isteri.


"Aku mendapatkan obat mujarab malam tadi," jawabnya berbisik, tapi membuat Sandra langsung tertunduk tersipu malu.


Matteo memberikan tangannya agar Sandra segera bersiap. Sandra lalu beranjak dari kasur malas dengan selimut menutupi tubuh bagian depannya yang polos, tapi membiarkan kemolekan tubuh bagian belakangnya terlihat.


Sandra berjalan dengan berjinjit karena selimutnya sampai menyentuh lantai. Matteo terkekeh melihat tingkah isterinya yang terkadang menggemaskan seperti gadis belia dalam kondisi tertentu.


Pagi itu, usai sarapan. Tim rias telah datang bersama Lala, Roman dan Morlan yang ikut bergabung karena selama pesta berlangsung di semua Distrik, mereka mengenakan pakaian yang senada dengan pasangan pengantin.



Acara pernikahan dilaksanakan pada siang hari menjelang makan siang. Dekorasi Distrik 9 bernuansa kombinasi warna hijau dengan warna lainnya disesuaikan dengan kondisi wilayah karena banyak flora dan fauna di sana.


Para warga Pipemo ikut hadir dengan pakaian berwarna hijau dan juga topeng karena wujud manusia mereka masih belum terlihat.


Para ilmuwan bidang sains-biologi dibantu oleh Morlan, masih berusaha keras mengembalikan wujud manusia tak terlihat itu.



Hari itu, gaun yang dikenakan Sandra berwarna merah muda pastel menyesuaikan dengan dekorasi pernikahan.


Gaun dengan taburan bunga-bunga indah warna senada, menghiasi pakaian tersebut. Sandra tampil memukau dan segar di antara para tamu undangan.


Tamu yang hadir pada pesta hari itu tak terlalu banyak seperti Distrik lainnya karena wilayah tersebut hanya dihuni oleh orang-orang yang berkecimpung dalam dunia militer dan mereka tinggal di gedung Eco-Green.


Pesta yang diselenggarakan hanya sampai sore hari. Pesta dansa tetap dilangsungkan termasuk pidato dari Matteo dan Sandra untuk disiarkan ke seluruh Distrik di Great Ruler dan Great Mazepita.


Distrik 10 dan Great Mazepita terlihat tak sabar untuk ikut disambangi karena pesta pernikahan belum dilangsungkan di dua tempat itu.


Hari berikutnya, Distrik 10. Distrik yang lebih sering terkena dampak peperangan karena dulu masih dianggap bagian terluar dari Great Ruler, kini telah bersatu dengan Great Ruler seutuhnya.


Namun, fungsi dari Distrik itu tetap seperti dulu, untuk menyaring para warga asing yang ingin menjadi penduduk Great Ruler.


Siapa sangka, Alolo yang terlihat seperti berandalan, ternyata memiliki banyak visi dan misi untuk memajukan Distrik 10.


Tentu saja, hal baik itu disambut oleh para pejabat Great Ruler dan akan segera disahkan begitu Matteo menjabat.



Dekorasi Distrik 10 dengan warna merah menyala. Distrik yang selalu terkena gempuran itu ingin menunjukkan jika mereka tak pernah takut karena semangat terus menyala layaknya api yang membara.

__ADS_1


Pesta dilaksanakan di satu-satunya gedung tempat penyeleksian para warga asing yang ingin menjadi penduduk tetap Great Ruler.


Untuk selanjutnya, akan dibangun gedung-gedung lain sebagai hunian para penduduk Distrik 10 layaknya apartemen sederhana berbentuk melingkar seperti Colosseum pada dinding-dinding.


Sandra melihat jika bangunan semi permanen yang didirikan sebelumnya oleh para warga asing malah menjadikan tempat itu kumuh dan kotor. Ternyata, pendapat ini disetujui oleh beberapa pihak.


Sandra ingin agar para warga asing itu tetap mendapatkan tempat yang layak meski mereka belum resmi menjadi penduduk Great Ruler.


Sandra teringat dengan cerita Colonel Brego tentang perjuangannya sampai ke Great Ruler. Brego terharu dengan pengertian Sandra yang menyamakan para penduduk asing lainnya seperti kisah hidupnya.


"Meskipun nanti banyak warga asing yang akan terus berdatangan di Distrik 10, peraturan tetap harus ditaati. Tak mudah untuk bisa menjadi penduduk Great Ruler. Seperti warga Magenta, Pipemo, Cryzen dan Zezeta. Mereka berjuang membantu Great Ruler untuk melawan para penjajah. Oleh karena itu, para warga Distrik 10 yang belum menjadi penduduk sah Great Ruler, teruslah berusaha. Great Mazepita masih terus dikembangkan. Tunjukkan kemampuan kalian dalam menciptkan suatu inovasi. Ingat, Great Ruler mencari pekerja keras. Buatlah hidup kalian layak untuk bisa bersanding dengan para warga dengan memiliki barcode," ucap Sandra tegas dengan menunjukkan barcode miliknya yang telah kembali seperti semula.


Para warga asing di Ballroom Distrik 10 tampak begitu siap dan yakin. Terlihat, semangat mereka mulai membara mendengar motivasi hidup dari Sandra.


"Kalian ingin masuk ke Distrik 1, 2, 3 dan seterusnya? Kalian ingin hidup di dalam sana?" tanya Sandra menatap tajam mata semua warga asing tersebut. Mereka mengangguk mantap. "Oleh karena itu, tunjukkan jika kalian pantas. Banyak hal yang bisa kalian buktikan kepada kami. Cara mengolah lahan tandus menjadi subur. Menciptakan makanan lezat dan unik yang nikmat untuk disantap. Membuat rancangan bangunan indah seperti Aurora. Membuat rancangan pakaian seperti gaun-gaun yang kukenakan. Atau membuat inovasi senjata seperti yang Vemo lakukan. Banyak hal yang bisa kalian pilih jika bersungguh-sungguh," tegasnya.


"Ingat perjuangan kalian hingga tiba di tanah ini. Ingat perjuangan kalian agar bisa melewati pintu pembatas seleksi yang dibuka setiap 6 bulan sekali. Ingat penderitaan yang kalian jalani agar bisa hidup sejahtera. Ingat masa-masa kelam itu agar masa depan kalian gemilang dalam benteng Great Ruler!"


"Yeahhh!" seru para warga begitu antusias dengan kepalan tangan terangkat ke atas.


"Jika Vemo bisa melakukannya, kalian juga!"


Vemo yang ikut dalam pesta di Distrik 10 bertepuk tangan bangga dengan dirinya.


"Hidup Great Ruler!"


"Hidup Great Ruler!"


"Hidup Great Mazepita! Wohooo!" seru para warga asing yang belum memiliki barcode terlihat begitu bersemangat usai mendengar pidato dari User level A tersebut di panggung.


Vemo, Roman, Alolo, Morlan, Lala, Brego dan Matteo ikut bertepuk tangan terlihat bangga dengan wanita yang memperjuangkan kelayakan hidup bagi para penduduk Distrik 10.


Meski demikian, gaun yang dikenakan Sandra berkesan sederhana. Matteo sengaja memilihkan gaun tak berwarna merah membara agar isterinya tampak seperti malaikat dalam pekatnya warna merah dekorasi pernikahan hari itu.


Sandra yang mengenakan gaun berwarna putih dengan corak bunga mawar, membuat dirinya bersinar dalam kemegahan pesta.



Sandra bagaikan malaikat tak bersayap di tengah kerumunan orang-orang yang mengenakan pakaian terbaik mereka meski masih terlihat kumal.


"Ia bisa membaur dengan begitu mudahnya ke sekumpulan orang bar-bar ini. Sungguh mengagumkan," ucap Matteo meneguk minuman berwarna biru berulang kali terlihat tegang karena berada di Distrik yang paling ia benci.


"Dia berbeda dengan kita, Matteo. Sungguh beruntung, Great Ruler memiliki wanita sepertinya. Dia sangat hebat dalam memberikan motivasi dan meredam amukan masa. Kau bisa mengandalkannya," sahut Morlan yang meminum jenis serupa.


Sandra berdansa dengan Vemo teman semasa kecilnya di lantai dansa. Terlihat, keduanya bersenang-senang dalam tarian unik yang Alolo ajarkan dari kotanya.


Sandra dikerubungi banyak orang yang ingin mengenalnya secara akrab, meski Matteo khawatir jika isterinya akan terluka, mengingat warga Distrik 10 masih dianggap orang luar.

__ADS_1


Pesta berlangsung hingga malam hari. Banyak warga yang memanfaatkan hal itu dengan berkonsultasi kepada Sandra.


Sedang Matteo terlihat enggan dan malah menyingkir merasa tak nyaman dengan perlakuan kurang sopan warga tersebut.


"Jenderal sedang tidak enak badan sedari kemarin, tapi ia berusaha untuk tetap bugar agar bisa merayakan pesta. Kalian tak keberatan 'kan jika aku, Vemo, Alolo, dan Colonel Brego yang menemani?" tanya Sandra yang duduk di sebuah kursi di kelilingi orang-orang tersebut.


"Ya, tentu saja, Nyonya Sandra," jawab salah satu warga dengan mengangkat gelas ke arahnya.


Morlan yang ternyata juga merasa tak nyaman, memilih menyingkir bersama Matteo ke ruangan kaca bersama Roman dan Lala menikmati hidangan, tapi tetap mengawasi Sandra di kejauhan.


"Great Mazepita tempat yang indah dan sedang dikembangkan. Meskipun kalian nanti tak bisa memasuki Great Ruler, tapi Great Mazepita memberikan peluang. Kalian lihat sendiri sudah ada beberapa warga dari Distrik 10 yang tinggal di sana. Jangan patah semangat dan menyerah. Meski dua wilayah itu tak menyatu, tapi Great Ruler dan Great Mazepita adalah satu negara," tegas Brego.


"Apakah di Great Mazepita ada yang bisa dikerjakan untuk memberikan kami peluang?" tanya salah seorang warga terlihat antusias.


"Ya. Kami membutuhkan banyak pekerja. Kami menambahkan daftar isian formulir tentang minat pekerjaan dan keahlian lain. Kalian bisa mengisinya lalu buktikan jika kalian mampu. Ingat, jangan patah semangat," tegas Brego dan semua orang bersorak gembira, siap untuk menggapai hidup yang lebih baik.


Sandra terlihat senang karena para warga Distrik 10 tak lagi bersedih. Vemo juga ikut memotivasi mereka dan meyakinkan jika bisa menjadi seperti dirinya.


Alolo juga menceritakan sulitnya hidup di luar sana sendirian tak ada kota atau negara lain yang membantu. Ia sangat bersyukur bisa bergabung dengan Great Ruler.


Ia juga memberikan semangat kepada para warga asing yang nantinya ada di bawah naungannya dan membantu agar mereka bisa menjadi penduduk tetap Great Ruler. Tentu saja, semua orang sangat mengharapkannya.



Sedang di Great Mazepita. Warna-warna pelangi disuguhkan dengan harapan jika wilayah baru itu akan seperti sepuluh Distrik di Great Ruler yang penuh keragaman baik budaya, ras, dan bahasa.


Sandra mengenakan gaun berwarna pelangi yang terlihat begitu memanjakan mata karena keindahannya.


Meskipun terlihat sederhana, tapi semua orang menyukainya. Sandra terlihat anggun tak berlebihan.



Meskipun kawasan itu masih dalam tahap pengembangan dan masih sedikit penduduk yang tinggal karena wilayah terbatas, tapi tak menyurutkan semangat para warga.


Para penghuni Great Mazepita berasal dari berbagai ras di seluruh dunia termasuk manusia evolusi.


Siapa sangka, para manusia berbentuk aneh itu sangat kuat menghadapi terik panas matahari. Mereka yang sebelumnya terkurung di dalam gua, ternyata menyukai cahaya matahari.


Orang-orang itu sangat terampil dalam memperbaiki sesuatu. Morlan sangat beruntung dan berterima kasih dengan kemampuan para penduduk Zezeta.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


__ADS_1


Wah makasih tipsnya💋 Lele padamu❤️


__ADS_2