SIMULATION

SIMULATION
FEVER


__ADS_3

Matteo mulai terlihat letih usai pesta di Distrik 8 berakhir malam itu. Sandra tampak cemas saat Spectra mendiagnosis Matteo mengalami demam karena kelelahan akibat pesta besar 7 hari berturut-turut.


"Aku baik-baik saja," ucapnya lesu saat sudah tiba di kamar dinas Distrik 9 Gedung Eco-Green karena esok hari pesta akan dilangsungkan di Distrik tersebut.


"Spectra, tolong jaga Jenderal sebentar. Aku akan berganti pakaian," pinta Sandra setelah mendudukkan suaminya di RC yang akan membawanya ke kamar.


"Baik," jawab robot pintar itu mendampingi Matteo karena terlihat pucat.


Roboto dengan sigap membantu Sandra menanggalkan pakaian pengantinnya. Namun, Sandra malah membiarkan dirinya tak berbusana dan berjalan begitu saja mendatangi kamar sang Jenderal hanya memakai pakaian dalaam.


"Tolong lepaskan pakaian Jenderal," perintahnya.


"Baik," jawab tiga robot pintar itu melakukan perintah Sandra saat wanita cantik tersebut menyiapkan obat untuk pria terkasihnya.


Dengan sigap, Sandra menempelkan kompres perekat di dahi sang suami untuk meredakan demam. Ia juga meminumkan obat pereda demam agar panas tubuh Matteo menurun.


Sandra memakaikan sepasang kaos kaki dan piyama tidur dari sutera dengan telaten. Matteo melirik Sandra yang begitu cekatan dan terlihat cemas dengan kondisinya.


"Terima kasih, Sayang," ucapnya lesu, dan Sandra tersenyum tipis.


"Purple, siapkan masakan hangat berkuah. Sup Aurora," pinta Sandra seraya menyelimuti tubuh suaminya.


"Baik," jawab robot ungu tersebut segera melaksanakan perintah majikannya.


Sandra bisa merasakan tubuh Matteo menggigil dan terasa dingin. Dengan sigap, Sandra segera merapatkan tubuhnya dan ikut berbaring di samping suaminya lalu memeluknya.


Matteo tersenyum karena tak menyangka jika Sandra sungguh peduli padanya.


"Alarm setiap 4 jam untuk mengecek perkembangan kesehatan Jenderal," pinta Sandra menunjuk Spectra yang melayang di samping ranjang.


"Baik. Pengesetan alarm kesehatan," ucap Spectra mengulang dan seketika, dadanya muncul angka digital dengan hitungan mundur, tapi kemudian padam sebagai tanda jika ia sudah melakukan pengesetan.


"Aku sangat beruntung memilikimu, Sayang," ucap Matteo yang mulai terlihat nyaman usai dipeluk Sandra.


"Kita tak bisa ke rumah sakit. Orang-orang akan kecewa jika tahu kau sakit. Maaf," ucap Sandra seraya mengelus kepala suaminya lembut yang dia tempelkan di salah satu pipinya.


"Hem, aku tahu. Aku hanya lelah. Sudah lama sekali aku tak kerja marathon seperti ini," jawabnya dengan mata terpejam.


Sandra hanya tersenyum dan mencium lembut dahi suaminya.


"Hei, kau sakit. Jangan banyak tingkah," ucap Sandra tak habis pikir dengan kelakukan sang Jenderal karena tangan pria itu malah menyelinap di pantatnya.


"Aku mencari kehangatan," jawabnya santai.


Sandra terkekeh dan membiarkan dua tangan besar itu bersemayam di sana. Namun perlahan, tangan itu semakin liar dan malah bergerilya menyusuri celah.


"Matteo!" pekik Sandra mulai menggeliat karena tangan usil suaminya.


"Stt, jangan berisik. Aku sedang sakit," ucapnya seolah hal itu bukan perkara besar.


Sandra berusaha menyingkirkan kedua tangan suaminya yang malah menurunkan celananya. Pada akhirnya, Matteo malah membuang pelindung segitiga itu begitu saja.


Sandra tertawa terbahak saat celananya mendarat di wajah Spectra dan robot itu diam saja.

__ADS_1


"Pergi sana, tukang intip," perintah Matteo gusar melirik Spectra sadis.


"Baik," jawabnya dengan celana dalaam Sandra masih tergeletak di kepalanya.


"Kau juga. Bawa semua pakaian itu ke ruang laundry!" tegas Matteo menunjuk Roboto.


"Baik," jawab robot itu seraya membawa setumpuk pakaian pernikahan milik keduanya keluar kamar.


"Hahahaha! Matteo, hentikan!" tawa Sandra yang merasa geli karena kini penutup dua bongkahan indah di dadanya ikut menghilang karena dua tangan jahil sang suami.


PLUK!


"Matteo!" pekik Sandra saat mendapati bra-nya malah masuk ke dalam mangkuk sup buatan Purple. Robot itu diam saja saat melihat ada benda asing menodai supnya. "Maaf, Purple," ucap Sandra iba karena sup lezat itu terkontaminasi.


"Buat lagi!" pekik Matteo gusar dan Purple segera pergi meninggalkan kamar.


Sandra kesal dan menepuk pundak Matteo dengan wajah sebal. Namun, sang Jenderal seakan tak peduli. Ia malah menerkam isterinya dan menciuminya rakus.


"Sakitmu tipuan!" pekik Sandra kesal saat ia dirobohkan dan buah dadanya diciumi Matteo dengan agresif.


"Aku sungguh sakit, dan inilah obat yang kubutuhkan," jawabnya yang sosoknya menghilang dalam selimut.


Sandra terkekeh geli karena tak habis pikir dengan kelakukan minus sang suami. Matteo melucuti piyamanya di balik selimut dan melemparkannya begitu saja ke lantai.


Matteo yang sedang sakit, memberikan sensasi sendiri bagi Sandra ketika merasakan keperkasaan sang suami menerobos terowongannya.


"Emph, panas," ucapnya mengeluh saat Matteo mendorong miliknya kuat di dalam sana.


Matteo kembali muncul sembari menyingkirkan selimut yang kini membuatnya gerah. Wajah sang Jenderal terlihat begitu serius saat ia melakukan keahliannya.


Sang Jenderal berkeringat ketika mengerahkan semua kemampuannya untuk memuaskan sang isteri.


Sandra merasa jika fisik Matteo semakin membaik jika ia mampu mengeluarkan cairannya. Sandra pun berusaha untuk ikut memuaskan lawan bermainnya agar Matteo segera pulih.


Sandra akhirnya menyambut ajakan bercinta sang Jenderal dengan mengambil alih saat merasa Matteo mulai kelelahan.


Sandra mendorong tubuhnya dengan memberikan kode agar Matteo mengizinkannya duduk di pangkuannya, dan sang Jenderal mengabulkannya.


Keduanya saling bertatapan lekat. Sandra menunjukkan senyumnya seraya memegang wajah rupawan sang Jenderal.


"Matteo Corza," ucap Sandra lirih.


"Kau tak keberatan bukan Blue yang bersamamu?" tanya Matteo sendu.


"Blue dan Matteo adalah satu, Sayang. Sifat Blue ada dalam dirimu, termasuk sifat Matteo. Meskipun kau nanti berubah menjadi Blue, aku tetap mencintaimu. Mau bagaimana lagi?" jawab Sandra seraya memijat pundak sang suami yang terasa kaku.


"Terima kasih," ucap Matteo dengan senyuman.


Matteo mendekatkan wajahnya. Sandra meraih dagu sang Jenderal lalu mencium bibirnya lembut.


Matteo merapatkan dudukkan sang isteri agar miliknya tertelan sepenuhnya. Sandra mendorong miliknya kuat seraya menggoyangkan pinggul untuk mencapai kepuasan keduanya.


Napas Matteo memburu saat ia mulai merasakan rasa sakit di tubuhnya tergantikan dengan kenikmatan.

__ADS_1


Jenderal sampai tak bisa membuka mata dan terlihat pasrah ketika Sandra memanjakan telinganya dengan memasukkannya dalam mulut.


Sandra melakukan pijatan lembut di kepala belakang dan pundak sang Jenderal seraya terus menggoyangkan pinggul.


"Tubuhmu panas dan berkeringat, Sayang. Keluarkan semua," pinta Sandra berbisik di salah satu telinga sang Jenderal yang membuat napas Matteo tersengal.


Sang Jenderal tak berkutik karena Sandra terus menghimpit kejantanannya di dalam sana. Matteo roboh dan terlentang di atas ranjang tak sanggup untuk duduk lagi.


Pria bermanik biru itu mengeluh berulang kali dalam rintihan kenikmatan saat merasa miliknya diremat nikmat di dalam sana.


Sandra mulai mengeluarkan raungannya ketika merasakan milik sang Jenderal mulai mengenai titik kepuasannya.


Matteo mencengkeram kuat pinggul wanita pujaannya yang tak berhenti memuaskannya hingga tubuhnya memerah.


"Agh!" rintih Matteo hingga otot-otot tubuhnya menegang saat Sandra semakin cepat menggoyangkan miliknya yang sudah mencapai puncak hingga tubuh keduanya berguncang. "Argh!" erangnya lagi saat Matteo bangun dan mendorong tubuh Sandra hingga kini posisi mereka bertukar.


Sandra mengangkat kedua kakinya dan meletakkan tumitnya di pundak sang Jenderal. Matteo memegangi dua lutut Sandra kuat seraya terus mendorong keperkasaannya.


Sandra tak bisa lagi menutupi erangan kenikmatannya. Sandra ikut memejamkan mata saat miliknya didorong penuh berulang kali oleh kejantanan sang suami yang menjadi agresif dan liar.


Matteo mengerahkan seluruh kemampuannya dalam memuaskan pasangan di ranjang meski dalam keadaan sakit.


"Ah!" erang Sandra saat Matteo mencengkeram kuat buah dadanya dengan dua tangan besarnya dan mendorong kuat miliknya.


Sandra bisa merasakan cairan yang terasa hangat itu mengalir di intiimnya. Terowongan kenikmatannya menghimpit kuat dan meremat kejantanan sang Jenderal agar tak terlepas.


Matteo memejamkan matanya rapat hingga plester kompres panas di keningnya terlepas terkena keringat saat ia menggelontorkan seluruh amunisinya.


Sandra tak melepaskan cengkeraman dari terowongan miliknya itu di kejantanan sang Jenderal dan memerasnya kuat hingga tubuh Matteo mengejang.


Perlahan, tubuh Matteo mulai lemas dan roboh dalam pelukannya. Sandra tersenyum ketika merasakan peluh dari sang kekasih sudah menyatu dengan tubuhnya.


Beruntung, Purple datang saat mereka telah selesai melakukan penyatuan tubuh. Sandra menarik selimut untuk menutupi tubuh polos suaminya yang sudah tak sanggup untuk bergerak lagi.


"Hai, Purple. Letakkan sup itu di meja saja. Lalu, ambilkan handuk untukku. Terima kasih," ucap Sandra menoleh ke arah robot ungu itu.


"Baik," jawab Purple melakukan perintah Sandra.


Purple meninggalkan pasangan suami isteri itu untuk beristirahat. Sandra mengelap tubuh suaminya yang berkeringat dan mulai terasa berat menekannya.


"Sayang. Makan dulu baru tidur agar kau segera pulih," pinta Sandra seraya menoleh ke arah Matteo yang napasnya mulai tenang dengan mata terpejam. "Jangan bilang kau sudah tidur," sambungnya karena Matteo malah menjadikannya kasur.


Sandra mengembuskan napas pelan. Ia memindahkan tubuh Matteo perlahan dari tubuhnya perlahan. Matteo terlihat begitu letih, tapi Sandra bisa merasakan jika suaminya tak demam lagi.


Sandra menyelimuti tubuh suaminya dan membiarkannya tidur. Sandra yang merasa tak enak hati dengan sup buatan Purple akhirnya memakannya sebelum tidur.


Usai makan, Sandra meminum vitamin agar tetap bugar karena masih ada tiga pesta pernikahan lagi yang harus ia lakukan.


Pada akhirnya, Sandra ikut tidur menemani Matteo yang sudah mendengkur lirih terlihat begitu letih.


"Selamat malam, Sayang," ucap Sandra dengan senyuman dan meninggalkan kecupan lembut di pipi kiri sang kekasih yang sudah tak menggunakan kompres demam lagi.


***

__ADS_1


Tuh baik kan lele. Padahal gak ada tips yang masuk, kwkwkw. Kalo ada tipo keknya lele gak bisa revisi dari pada nanti direview sama admin. Semoga gak ada typo karena lagi mens jadi cenut2 atas bawah. Lele padamu.


__ADS_2