SIMULATION

SIMULATION
NEW FRIENDS*


__ADS_3

Ternyata, Matteo yang mengajukan dirinya sebagai mentor baru Sandra, diketahui oleh Tony dan Ego. Tentu saja, hal itu membuat dua pria itu geram.


"Bagaimana bisa dia mengambil alih tugasmu, Ego?" tanya Tony melotot.


"Aku, tidak, tahu. Aku baru mengetahuinya hari ini. Dia mengajukan hal itu, dan di-acc oleh dirinya sendiri. Dia Jenderal, dan tentu saja hal itu bukan sebuah hal sulit untuknya," jawab Ego masih duduk di kursi roda. Tony terlihat kesal sampai meremat rambutnya hingga berantakan. "Sudahlah, Tony. Biarkan saja. Siapa tahu, dengan dilatih oleh Matteo, Sandra bisa menjadi lebih tangguh karena ia bimbing oleh musuhnya," sambung Ego menasehati.


"Namun, aku tak melihat hal itu dari mata Matteo, Ego. Kita semua tahu sifatnya. Dia hanya memanfaatkan Sandra. Dia pasti akan menggunakan pesona 'Manusia Langit' andalannya untuk membuat Sandra jatuh dalam pelukannya. Aku pria, dan aku tahu akal bulusnya," jawabnya melotot.


"Oh," jawab Ego begitu saja dan membuat kening Tony berkerut. "Intinya, kita awasi saja. Selain itu, para kandidat User lainnya juga butuh bimbingan kita. Sandra, di atas rata-rata. Selama ini, kita hanya fokus pada Sandra dan sampai mengenyampingkan kandidat User lainnya. Kita harus profesional dan tak boleh pilih kasih, Tony," imbuh Ego menatap kawannya lekat.


Tony memejamkan mata seraya bertolak pinggang. Ia menghembuskan nafas panjang dan pada akhirnya mengangguk setuju.


Keduanya lalu melangkah menuju ke fasilitas pelatihan lain di mana mulai hari itu, dua pemimpin pasukan User level B, diminta untuk melatih para kandidat User baru.



Di tempat Sandra berada.


Usai melihat robot yang masih dalam proses pembaharuan, Sandra diajak oleh Matteo ke ruang Pusat Kendali tempat ia akan bekerjasama dengan beberapa orang profesional di bidangnya.


Ruangan tersebut dipenuhi oleh banyak perlengkapan komputer dan sistem komunikasi yang terhubung dengan satelit. Semua kamera pengawas yang terpasang di seluruh penjuru Distrik di Great Ruler terpantau di tempat itu.


"Ehem!"


Seketika, beberapa pria berseragam hitam-putih muncul lalu duduk di kursi mereka masing-masing saat sang Jenderal memasang wajah masam dengan deheman yang keras. Sandra menahan senyum karena para pria itu gugup.


Sandra terlihat sungkan, saat Matteo memperkenalkan beberapa petugas operator yang akan bekerja di sana khusus untuknya ketika uji coba simulasi dilakukan tahun depan.


"Baiklah. Ini dia, Otka Oskova, yang nantinya akan menjadi User robot level A pertama kita. Berikan dia sambutan yang meriah."


Praktis, suara tepuk tangan riuh terdengar dengan senyum terpancar di wajah para pria itu.


Sandra terlihat malu dan ia membungkuk sebagai ucapan terima kasih. Matteo lalu menunjuk para pria yang duduk sebagai operator di meja kendali yang membentuk lingkaran di hadapannya.

__ADS_1


"Yang berambut hitam itu, Xili. Dia yang nantinya akan bertugas sebagai pengawas. Lebih tepatnya, matanya terfokus pada pencitraan satelit saat robotmu nanti berada di luar sana," tegas Matteo seraya menunjuk pria bertubuh jakung dan berambut ikal yang tersenyum padanya.


"Hai," sapa Sandra, dan Xili ikut melambaikan tangan terlihat sungkan.


"Lalu di sebelahnya adalah Imo. Entah apa yang dipikirkannya, tapi sepertinya dia penyuka warna hijau. Kau bisa lihat sendiri dari warna rambutnya dan bentuknya seperti daun nanas," ucap Matteo menunjuk pria muda dengan rambut warna hijau menyala terang naik ke atas terlihat tajam pada ujungnya.


Imo meringis seraya melambaikan tangan. Sandra tersenyum ramah ikut melambaikan tangan.


"Lalu pria berambut merah. Dia Wego." Pria muda tersebut ikut menyapa dengan melambaikan tangan, Sandra balas melambai.  "Lalu ada Bablo si rambut pirang, dan terakhir si rambut cokelat bernama Rhyz," ucapnya mengenalkan satu persatu para pria yang duduk di tempat tersebut. "Sedang lainnya, masih dalam proses seleksi. Setidaknya, mereka berlima adalah ahli di bidangnya. Kau, jangan meragukan kemampuan mereka sebagai operator," tegasnya berkesan memuji.


Kelima pria itu terlihat kaget karena dipuji sang Jenderal di mana hal itu sangat jarang terjadi. Sandra terlihat senang karena lima pemuda itu terlihat ramah dan bisa diajak bekerjasama.


Matteo lalu mengajaknya ke ruang tempat simulasinya nanti berada. Kembali, Sandra dibuat kagum.



Ruangan itu sangat berbeda dengan ruang simulasi yang ia gunakan sebelumnya. Meski terlihat sempit, tapi ternyata tempat itu dikelilingi oleh beberapa fungsi yang tak pernah ia jumpai sebelumnya.


"Kau akan berdiri di atas lingkaran yang menyala terang itu. Sejauh apapun kau melangkah, bergulung, memanjat, melompat, bahkan berlari, kau tetap berada di area itu. Inilah, yang membedakan antara User robot level A dengan yang lain. Oleh karena itu, membutuhkan waktu yang sangat, sangat lama, untuk mewujudkannya dan melakukan pembaharuan. Roman orang yang sangat detail. Ia tak ingin ada cacat dalam karyanya. Dan aku, berharap suatu saat nanti bisa menjadi dirinya," ucap Matto dengan kedua tangan di belakang pinggang dengan dagu terangkat.


Entah kenapa, Sandra merasa jika sikap Matteo kembali aneh. Terlihat sedikit memaksakan seperti ingin mengesankan dirinya.


Namun, Sandra tak mau ambil pusing. Ia terlena dengan kecanggihan semua peralatan yang akan dirasakannya saat menjadi User robot level A nanti.


"Selama aku menjadi mentormu, kita akan melakukan banyak latihan sampai akhir tahun. Dan pada akhirnya setelah robot itu siap, kau akan pergi ke luar sana, Otka," ucap Matteo menjelaskan.


Sandra terlihat begitu senang. Ia mengangguk mantap. Matteo lalu mengajak Sandra keluar dari ruang kendali dan membawanya ke tempat pelatihan berbentuk seperti aula besar.


Tiba-tiba, pemandangan di ruangan itu berubah. Dinding, lantai dan atap yang awalnya hanya sebuah logam berubah menjadi seperti sebuah Dojo futuristik dengan warna merah muda seperti bunga sakura yang mekar di musim semi.


Sandra kembali kagum bahkan mulutnya sampai menganga ketika ia memutar tubuhnya melihat sekeliling.


__ADS_1


"Seharusnya, ini keahlian Akira. Dia berasal dari Jepang, lalu ... keluarganya bergabung dengan Great Ruler seabad yang lalu. Mungkin kau pernah membaca di Perpustakaan tentang dunia samurai, ilmu pedang, dan semacamnya?"


"Ah ya. Aku juga sempat melihat video tentang gerakan ilmu pedang tersebut saat di Perpustakaan," jawab Sandra mantap.


"Nah. Kau pasti tahu jika Departemen Pertahanan Divisi Persenjataan Robot memiliki pedang laser." Sandra mengangguk membenarkan. "Pedang laser, salah satu senjata andalan terutama robot level B dan A. Oleh karena itu, kau harus bisa menguasai teknik dasar ilmu pedang. Meskipun senjata yang terfasilitasi robotmu nanti sangat canggih, itu semua hanya pajangan tanpa User yang ahli dan bijak dalam menggunakannya. Jadi, kau tahu yang kumaksud bukan?" tanya Matteo menaikkan salah satu alis.


"Ya. Aku harus menguasai ilmu pedang," jawabnya terlihat gugup.


"Nah, karena terbatasnya waktu kita, kau dituntut untuk bisa menguasainya meski hanya 50 persen. Setidaknya, kau tahu bagaimana cara menangkis serangan, mengelak, dan menyerang."


"Oke, aku siap," jawabnya mantap.


Matteo tersenyum manis seraya mengelus kepala Sandra lalu berjalan menuju ke meja yang telah tersaji teh hijau di sana.


Jantung Sandra berdebar kencang seketika saat ia disentuh oleh Matteo. Sang Jendral duduk bersimpuh dan terlihat menikmati sajian di depannya itu.


"Akan ada mentor robot samurai yang akan mengajarimu. Dan ingat, meski dia mentor dalam bentuk robot, dia galak. Dia ... sungguh bisa memukulmu. Berhati-hatilah," ucap Matteo memperingatkan, dan hal itu malah membuat Sandra gugup seketika.


Tiba-tiba, BIP!


Sandra terkejut. Lantai di hadapannya terbuka dan muncul sebuah robot sudah dalam posisi seperti siap untuk bertempur dan pedang dalam genggamannya. Sandra menelan ludah.


***


ILUSTRASI


SOURCE : PINTEREST & GOOGLE



makasih tipsnya😍 lele padamu mbak carmen😘 krn doi vote di dua novel dan kebetulan atas bawah, sertain aja sekalian😆 Dan, kalo kalian liat di beranda Noveltoon, novel mbak Vesper nongol uyyy❤️


__ADS_1


__ADS_2