SIMULATION

SIMULATION
WAR SHIP*


__ADS_3


Satelit dari stasiun luar angkasa Great Ruler menangkap pergerakan dari negara New-US yang mengerahkan seluruh armadanya untuk membobol benteng.


Kali ini, serangan mereka sungguh mematikan hingga tembok besar itu mulai runtuh dan berlubang.


Ceros terlihat kewalahan meski telah menggunakan mesin terbangnya dan juga senjata laser milik Great Ruler.


"Walikota! Distrik 2 tertembus! Drone bersenjata milik New-US berhasil menjatuhkan orang-orang kita!" ucap operator dari Pusat Kendali menginformasikan.


Napas Ceros tersengal. Ia melihat orang-orangnya jatuh dari papan terbang yang membuat mereka melayang di udara.


Kegesitan pasukannya ternyata tak mampu untuk melawan drone-drone tersebut meskipun Ceros yakin jika pengendali drone berada di tempat lain.


Ceros tampak bingung dan malah berdiri mematung dengan peperangan brutal yang dihadapinya ini. Melebihi saat penyerangan mutan Morlan.



Di tempat Laksamana Joe berada.


BLUARRR!! KRAKKK!


"Gila! Mereka ingin membunuh kita! Aku tak menyangka, jika serangan New-US akan separah ini!" pekik Laksamana Joe mulai kualahan saat melakukan aksi balas ke armada laut negara musuh.


Getaran hebat terjadi dalam dinding. Para warga terlihat tegang saat mata dari SpiderBot menangkap peperangan yang terjadi di luar benteng.


Misil-misil dengan hulu ledak tinggi dari kapal perang New-US, ternyata mampu melubangi dinding dan merusak barikade atap Great Ruler.


Meski demikian, penduduk Great Ruler yakin jika negara musuh tak ingin meluluhlantahkan tanah kelahiran mereka karena menginginkan teknologi serta kesuburan wilayahnya.


Luncuran mirip sebuah roket keluar dari badan kapal perang New-US. Great Ruler berpikir jika roket-roket tersebut adalah peledak, tapi ternyata salah.


Roket-roket itu mendarat di bibir pantai, atap barikade, dan beberapa menancap pada dinding benteng.


Tiba-tiba saja, penutup atas roket tersebut terbuka dan mengeluarkan banyak tentara berpakaian robot seperti User level E.


Praktis, mata semua orang dalam kubu Great Ruler melebar karena tak menyangka hal itu.


"Pusat! Barikade sebentar lagi akan runtuh! Great Ruler tertembus!" teriak Roves yang menjaga dalam benteng Distrik 5 saat terlihat atap baja tersebut mulai berjatuhan satu per satu dan memasukkan para robot manusia penyerang dari kubu New-US.


Warga yang mengungsi dalam bunker Distrik tersebut terlihat ketakutan. Para wanita dan anak-anak menangis.


Sambungan itu masuk ke sistem komunikasi cacing robot yang sedang ditumpangi oleh Sandra dan lainnya.


Sandra terlihat cemas. Anak dan orang-orang yang disayanginya sedang ketakutan. Mereka menunggu kedatangannya untuk membantu melawan musuh.


"Ya Tuhan, lindungi mereka. Tolong jaga Great Ruler untukku," pinta Sandra dengan mata terpejam dan kedua tangan saling menggenggam depan dada.


Semua orang mendengar doa Sandra meskipun lirih. Colonel Brego fokus dengan kemudinya . Mereka berharap segera tiba sebelum negara yang menaungi selama ini hancur.


Para pasukan robot level B dan D dengan sigap mengarahkan senapan laser mereka ke drone-drone terbang bersenjata.

__ADS_1


Drone level D konstruksi pun ikut turun tangan. Kawan-kawan Sandra di pertambangan bahkan ikut terjun dalam peperangan.


Mereka menangkap drone-drone tersebut dan menginjaknya sampai remuk usai berhasil dijatuhkan oleh User robot level E yang menembaki mereka.


"Tunjukkan pada Sandra jika kita juga bisa sepertinya! Berjuang!" seru Woly kepada kawan-kawannya yang menjaga wilayah pertambangan Distrik 8 bersama kandidat User level E di bawah pelatihan Sandra.


"Yeah!" jawab para kandidat semangat dan terus menembaki drone-drone yang berhasil masuk dari celah retakan dinding dan barikade atap Great Ruler.


Distrik 10 tempat Alolo dan pasukannya berada.


"Gunakan senapan zat asam. Lelehkan drone-drone sialan itu!" titahnya dalam robot level D seri G2 bersenjata.


"Yes, Sir!" jawab anak buah Alolo dalam seragam tempur robot level E.


Mereka menggunakan sepatu magnet agar kaki tetap bisa memijak pada dinding yang memiliki fondasi besi meskipun tubuh melawan gravitasi.


Mereka sengaja berdiri dekat celah untuk menembaki drone-drone yang menyelinap dari celah-celah tersebut.


Alolo fokus menembak ke arah atap barikade yang telah jebol karena luncuran misil dari pesawat tempur New-US yang ingin meruntuhkan Great Ruler.


Semua amunisi dan laser terus menembak ke arah dinding yang berlubang. Pasukan drone dalam jumlah ribuan itu, bagaikan serangga yang terus berdatangan dan tak ada habisnya.


Mereka terbang dengan cepat dan membunuh para pasukan robot level E karena pakaian mereka tak berperisai tebal. Selain itu, manusia yang berada dalam pakaian robot tersebut.


Duka kembali menyelimuti hati semua orang. Para tentara yang tewas meninggalkan kepiluan di hati keluarga yang menyaksikan orang terkasih mereka gugur dalam pertempuran.


Sandra memejamkan mata seperti berpikir. Termasuk Matteo dan orang-orangnya yang duduk di kursi robot cacing seperti memikirkan cara untuk membantu meski mereka tak ada di sana.


Mata Lala dan lainnya menyipit saat melihat mulut dari ikan pari itu mengeluarkan semacam sinar berwarna biru dari dalam air meski wujudnya sedikit terlihat dari permukaan.


SHUW! BLUB! CRETTT!! DEM ....


"Apa yang terjadi?!" pekik seorang nahkoda kapal militer New-US terkejut karena tiba-tiba saja, semua kelistrikan dalam kapal tersebut padam.


"Sir! Petugas melihat seekor ikan pari besar muncul ke permukaan!" lapor salah seorang petugas menunjuk ke luar kapal.


Segera, para petugas di anjungan pusat kendali keluar untuk melihat hal menakjubkan tersebut. Mata seorang Laksamana dari salah satu kapal perang New-US meneropong dan melihat pergerakan dari arah laut di mana banyak ikan pari bermunculan dalam jumlah besar.


"Sir! Itu bukan ikan, melainkan kapal!" seru salah seorang pengawas di menara.


Praktis, mata Laksamana tersebut melebar. "Bagaimana bisa kedatangan mereka tak tertangkap radar?!" tanya seorang Laksamana karena tak menyadari serangan itu.


"Mereka berkamuflase dengan menggunakan ikan sungguhan, Sir. Mereka sepertinya memiliki semacam gelombang atau sinyal yang membuat ikan-ikan berenang di sekitar kapal-kapal ikan pari itu," jawab seorang petugas dari hasil analisisnya.


"Ada negara lain yang memiliki teknologi semacam itu dan kita tak mengetahuinya? Tak bisa dibiarkan! Kita harus memiliki teknologi serupa! Rebut kapal itu dan tangkap pemimpinnya!" seru seorang Captain kapal geram.


"Yes, Sir!" jawab para ABK segera bersiap dengan senjata perusak mereka.


"Jangan biarkan mereka menenggelamkan kita. Serang mereka meski kapal kita tak bisa beroperasi! Kita harus merebut Great Ruler!" titah Laksamana dari kapal perang lain.


"Yes, Sir!" jawab para ABK yang merangkap sebagai tentara di kapal tersebut.

__ADS_1


"Benar-benar tak ada kapoknya. Jangan biarkan mereka mengalahkan kita. Tunjukkan, jika bangsa Titan bukan penakut! Maju!" seru Curva mantap.


Segera, bola-bola mirip Gelembung seperti milik Great Ruler keluar dari tubuh ikan pari besar itu. Bola-bola itu bergerak dengan cepat dan tetap berada dalam air.


Siren, Verosa dan Atlanta fokus menyerang ke bagian bawah kapal musuh yang kini tak bisa bergerak karena kelistrikan mereka mati akibat gelombang elektromagnetik yang ditembakkan oleh Curva dari mulut ikan pari.


Pasukan air Curva yang menyerang menggunakan bola-bola transparant itu menempel di tubuh kapal militer.


Mereka memasang peledak berbentuk seperti kerang yang menempel pada badan kapal dalam jumlah banyak.


Para ABK negara New-US yang terfokus untuk menghancurkan kapal ikan pari Titan dengan meluncurkan misil meski harus dengan cara manual, tak melihat kedatangan musuh karena radar mereka tak berfungsi.


Lontaran peluru tembus baja dan juga tembakan granat membidik kapal ikan pari yang berjumlah sepuluh buah.


Kapal-kapal itu menghindari serangan dengan menenggelamkan diri meski bagian kulit terluar terkena dampak.


Seketika, suara rencengan peluru dan ledakan yang ditembakkan dari 10 kapal perang New-US berhenti. Semua ABK sibuk meneropong mencari keberadaan kapal ikan pari tersebut dari permukaan.


Namun tiba-tiba, BLUARR! DOOM! DOOM!


KRAKKK! BRUSHH!



"AAAA!" erang para ABK saat kapal yang mereka tumpangi meledak dari bawah hingga tubuh orang-orang itu seperti terangkat ke udara.


Para pria berseragam abu-abu dari negara New-US berjatuhan di geladak kapal bahkan ada yang tercebur ke lautan. Kapal retak dan terbelah karena ledakan besar yang terjadi di bagian bawah kapal.


Orang-orang berteriak saat tubuh mereka tenggelam ke air. Namun, serangan Curva tak sampai di situ. Ia mengerahkan ikan-ikan robotnya seperti kala itu yang menyerang Sandra untuk menyelesaikan tugas.


KRAUK!


"Arrghhh!"


Suara rintihan kematian semakin santer terdengar. Ikan-ikan robot itu menggerogoti tubuh buruannya.


Darah-darah segar menyeruak dalam air dalam. Para ABK tewas tenggelam dan sebagian menjadi santapan penghuni lautan.


Bola-bola transparan yang berisi anak buah Curva segera merapat ke pantai. Para pasukan dari negara New-US telah berhasil menduduki perbatasan Distrik 9 dan 10.


Benteng berhasil dijebol dan terlihat, pasukan pertahanan dari Great Ruler melakukan aksi balas habis-habisan.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



Uhuy tengkiyuw tipsnya utk diriku sendiri 😆Adeh lapar. Rehat dulu. Semoga SIMULATION tamat sesuai jadwal akhir bulan. Kayaknya 4YM agak meleset dari target dan lele perpanjang dikit mungkin sampai Februari. Kwkwkw😁

__ADS_1


__ADS_2