SIMULATION

SIMULATION
GALA DINNER*


__ADS_3


Akhirnya, malam yang dinantikan tiba. Jamuan mewah yang diselenggarakan di Kota Zalama Distrik 1, mengundang sederet pejabat papan atas di negara super power tersebut.


Dekorasi yang cantik dengan cahaya kebiruan, penataan meja dan kursi yang dibuat dengan model round table berikut nama mereka yang telah ditandai, membuat para tamu undangan merasa dijamu dengan pelayanan ekslusif.


Beberapa tamu bahkan mengenakan kostum-kostum unik dan menarik. Anak-anak dari para pejabat juga diikutsertakan di mana ada maksud tertentu dari jamuan itu untuk saling menjodohkan.



Penampilan-penampilan nyentrik dan berkesan futuristik, membuat beberapa orang tertarik untuk mengenal lebih dekat pribadi para tamu undangan yang memenuhi Ballroom.


Sayangnya, sosok yang paling ditunggu oleh para gadis yakni Matteo Corza, tak menunjukkan dirinya sejak pintu Ballroom dibuka.


Sedang Tony dan Sora, selalu berjalan berdampingan saat bersalaman dengan para pejabat lainnya. Tony dibuat gugup karena ia tak pernah menghadiri jamuan mewah seperti ini sebelumnya.


"Oh, Sora. Kau ... membawa seorang pria tampan. Hem, biar kutebak, kekasihmu?" tanya seorang wanita cantik dengan rambut galaxy color membawa sebuah gelas crystal berisi minuman berwarna biru di salah satu genggaman tangannya.



"Ya, dia kekasihku, Captain Tony," jawab Sora ketus, tapi membuat Tony terkejut.


Tony melebarkan mata, tapi tak bisa membantah ucapan sang Sekretaris karena Sora terlihat kesal dengan wanita berparas ayu bak supermodel di hadapannya.


Wanita berambut seperti pelangi itu melenggang pergi meninggalkan senyum sinis. Sora terlihat kesal dan langsung menghabiskan minuman birunya.


"Siapa dia?" tanya Tony penasaran karena tak pernah bertemu wanita secantik itu selama hidup di Great Ruler.


"Dia salah satu wanita Matteo Corza. Vanessa Mocova. Dia anak pengusaha otomotif Gwen Mocova. Kenapa, kau menyukainya?" tanya Sora langsung memandang pasangannya sinis.


"Aku bahkan tak memuji wanita itu. Kenapa kau bisa mengatakan jika aku menyukainya? Ketimbang dia, aku lebih menyukai penampilanmu yang tak berlebihan. Jujur, aku sedikit gagal fokus karena warna rambutnya seperti cotton candy," jawab Tony spontan, tapi membuat Sora tersenyum manis.


Tony balas tersenyum di mana ia juga baru menyadari jika Sora cukup cantik. Sayang, kecantikannya tertutupi karena ia bersikap ketus hampir kepada semua orang entah apa alasannya.


Sora mengajak Tony untuk mengambil minuman lagi di mana acara belum dimulai karena masih banyak tamu yang belum datang.


"Oh, Tuhan. Satu lagi biang kerok datang," keluh Sora langsung memasang wajah malas ketika seorang wanita berambut merah datang menghampirinya.


Kepala Tony langsung menoleh dan mendapati wanita cantik lain di depannya.


__ADS_1


"Oh, aku mengenalmu. Kau, Captain Tony. Senang berkenalan denganmu. Perkenalkan, aku Clara Sheldon," ucapnya seraya mengajak berjabat tangan. Tony terlihat gugup, tapi menyambut jabat tangan itu lalu melepasnya. Namun Clara, menaikkan salah satu alisnya. "Kau tak mencium punggung tanganku? Di mana letak sopan santunmu, Captain Tony?"


Tony terkejut. Saat ia akan melakukan hal yang diminta oleh wanita bernama Clara, dengan sigap, Sora langsung menampiknya. Clara terkejut, begitupula Tony.


"Ke mana kekasihmu, Clara? Oh, biar kutebak. Dia sengaja tak datang karena tiga wanitanya berkumpul di sini. Pasti Matteo tak mau mempermalukan dirinya jika tahu kalau dia memiliki tiga kekasih," tegas Sora menyindir seraya menaikkan salah satu alis.


Clara terlihat kesal dan langsung pergi begitu saja meninggalkan keduanya. Tony terlihat terkejut dan langsung menatap Sora tajam.


"Yang barusan juga kekasih Jenderal?" tanyanya melotot.


"Masih ada satu lagi. Hem ... di mana wanita busuk itu," jawab Sora ketus seraya melihat sekitar. Tony terlihat shock dan bingung dalam waktu bersamaan. "Oh! Itu dia!" tunjuk Sora yang membuat Tony langsung menyipitkan mata.


Sora mengajak Tony mendatangi wanita berambut merah muda yang menyala cukup terang di acara jamuan pada malam hari itu.


"Siapa namanya?" tanya Tony penuh selidik.


"Margaretha Cobara. Dia salah satu supermodel di Great Ruler. Sama seperti halnya dua wanita tadi. Mereka anak-anak para pejabat dan pebisnis terkemuka yang juga hadir dalam jamuan mewah ini," jawab Sora dengan sorot mata tajam dan langkah mantap mendatangi mangsanya.


Salah satu wanita Matteo menyadari jika didatangi oleh wanita yang tak disukainya. Wanita cantik itu langsung memasang wajah dingin saat bertemu Sora.



"Kau ingin memamerkan kekasih barumu?" tanya wanita cantik berkulit mulus itu ketus.


Dada Tony terasa sesak karena acara jamuan itu lebih seperti sebuah ajang memamerkan kecantikan, kekuasaan, dan persaingan akan sesuatu.


Tony mulai terlihat tak nyaman berada di tempat tersebut, di mana ia merasa bukan wilayahnya untuk berkumpul dengan orang-orang golongan atas.


Pria itu tiba-tiba saja pergi meninggalkan Sora, dan hal itu mengejutkan Margaretha dan juga Sekretaris Negara tersebut.


"Oh, kau baru saja dicampakkan. Jika kau gagal dengannya, aku akan menyantapnya," ucap Margaretha dengan seringainya.


Sora terlihat kesal dan langsung berpaling. Sora mengejar Tony yang berjalan menjauh dari kerumuman dan memilih berdiri di sebuah pohon buatan dekat minuman biru yang disusun seperti Piramida.


"Tony, ada apa?" tanya Sora cemas.


Tony terlihat kesal, wajahnya serius dan langsung menghabiskan minuman di gelasnya.


"Aku akan pulang. Acara ini ... tak cocok untukku. Ini ... bukan gayaku. Maaf, Sora," jawab Tony terlihat tak enak hati.


Sora terlihat sedih, ia mengangguk pelan. "Aku tahu. Jujur, aku sebenarnya juga tak menyukainya. Oleh karena itu, aku mengajakmu. Biasanya, aku sendirian datang ke jamuan seperti ini. Sangat menyesakkan dan rasanya aku juga ingin pulang," jawab Sora terlihat sedih.

__ADS_1


Tony menatap Sora lekat yang menundukkan pandangan. Ucapan Sora terdengar jujur dengan pengakuannya barusan.


"Apakah karena hal itu, kau ... bersikap angkuh? Ketus kepada orang-orang?" tanya Tony.


Sora memalingkan wajah seperti enggan mengakuinya, tapi akhirnya ia mengangguk.


"Mungkin bagimu dan sebagian orang, jabatan Sekretaris Negara terlihat hebat, tapi ... banyak tekanan di dalamnya. Aku salah satu orang di Great Ruler yang mendapatkan jabatan tinggi di usia muda setelah Matteo Corza. Asal kautahu, menjadi orang jenius itu tak selalu menyenangkan. Ada kalanya ... kau dianggap seperti orang aneh karena sulit untuk bersosialisasi. Aku dan Matteo dulu satu Universitas. Kami berdua tak memiliki teman karena bagi kami ... sangat sulit berkawan dengan para mahasiswa dan mahasiswi lainnya. Mereka seperti ... takut kepada kami karena kami pintar dan anak dari golongan terpandang," jawab Sora menceritakan kisahnya.


Tony yang baru mengetahui hal itu mendengarkan dengan serius.


"Aku kira kau menyukai pesta seperti ini. Maaf, karena kulihat kau sepertinya selalu tampil memukau dan mengesankan dengan rambut birumu, make up yang nyentrik, cara bicara dan sikapmu, maksudku ... kau sangat menonjol dan mudah dikenali," ucap Tony mengutarakan pemikirannya. Sora tersenyum tipis.


"Aku sengaja menarik perhatian agar orang-orang itu mengenaliku. Meski ternyata yang mereka nilai dariku seperti yang kauucapkan. Menyedihkan," ucapnya kembali menundukkan wajah dan menatap air biru dari gelas cystal-nya.


Tiba-tiba saja, Sora tersentak. Tony merangkul pundak Sora dan mengajaknya kembali ke kumpulan orang-orang. Sora terlihat bingung ketika Tony mengajaknya duduk di kursi yang telah disediakan sesuai nama mereka.


Robot pelayan mendatangi para tamu yang duduk. Tony meminta beberapa sajian untuk dirinya dan Sora.


Terlihat, Sora tersenyum manis karena Tony berubah sikap. Pria tampan itu mengajaknya bersulang dan makan bersama.


"Kita lupakan Sora yang menyebalkan. Aku berharap, setelah acara ini ... aku bisa bertemu dengan Sora yang baik hati, ramah, dan murah senyum. Cheers," ucap Tony seraya mengajak bersulang.


Sora mengangguk setuju dengan senyum terkembang. Keduanya tampak bahagia saat menikmati acara Gala Dinner tersebut hingga selesai.


Ternyata, Eliz dan Akira ikut datang ke acara jamuan. Keduanya diam-diam memantau gerak-gerik Tony dan Sora.


PIP!


Senyum Sandra terkembang. Ia terlihat senang saat mengetahui Tony dekat dengan Sora di acara jamuan dari hasil jepretan kamera ponsel yang Eliz kirimkan.


Sandra yang masih terbaring di ruang perawatan karena permintaan Lala, mendapatkan fasilitas komunikasi dengan layar selama di tempat tersebut.


Sandra terlihat nyaman meski sendirian di ruang perawatan itu. Ia bisa berkomunikasi dengan Yaz, Roves bahkan Otka, walaupun mereka sangat berhati-hati ketika berbicara agar tak ketahuan.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


__ADS_1


Uhuy tengkiyuw tipsnya💋bonus eps deh😁Lele padamu❤️


__ADS_2